Jumat, 15 Februari 2008

STRUKTUR BOLA MATA


RESEPTOR & LINTASAN
INDERA PENGLIHATAN
MEKANISME & PERSEPSI
INDERA PENGLIHATAN
Rangsangan ? Kiasma optikus ? saraf optikus ( N II ) ? retina ? lensa ?Cahaya semua serabut dr bag.nasal retina menyeberangi garis tengah & ?bergabung dg serabut2 yg berasal dr bag. Temporal retina mata yg lain radiasi optik /? nukleus/ korpus genukulatum lateral ?traktus optikus korteks visual di puncak lobus oksipital,?optic projection fibers area kalkarina.


RESEPTOR & FUNGSI NEURAL RETINA
A. ANATOMI & FUNGSI UNSUR PENYUSUN RETINA

Lapisan-lapisan retina :
Lapisan pigmen
Lapisan fotoreseptor, tdd sel batang & sel kerucut, yg menonjol pd lap.pigmen.
Membran pembatas luar
Lapisan inti luar, mrp susunan lapis inti sel batang & sel kerucut.
Lapisan pleksiform luar, mrp lapis aseluler & mrp t4 sinaps sel fotoreseptor dg sel bipolar & sel horisontal
Lapisan inti dalam, mrp tubuh sel bipolar & sel horisontal. Lapis ini mdpt nutrisi dr a.retina sentral.
Lapisan pleksiform dalam, mrp lapis aselular, t4 sinaps sel bipolar, sel amakrin dg sel ganglion.
Lapisan ganglionik
Lapisan serabut saraf optik, mrp lapis akson sel ganglion menuju saraf optik
Membran pembatas dalam, mrp membran hialin antara retina & badab kaca.

Cahaya sp.sel batang? lap.retina dlm ? h.vitreus ? lensa ? & ?kerucut ?jarak yg ditempuh mrp ketebalan yg besarnya bbrp ratus mikron mll jar. Non homogen.?mengurangi tajam penglihatan
?Di tengah retina ada daerah sgt kecil < u/ penglihatan akut? makula ?1mm & rinci.
fovea.? 0,4 mm ?Bag. Tengah makula
mendeteksi lbh rinci bayangan visual.?Fovea seluruhnya tdd sel kerucut yg punya struktur khusus
Dlm daerah tsb pemda, sel ganglion, lap.inti dlm & lap.pleksiform cahaya tiba di konus tanpa mendpt?terletak lbh tersebar di satu sisi memperjelas tajam persepsi?peredaman o/ bbrp lapis retina penglihatan.

Diagram fotoreseptor
4 segmen fungsional utama :
Segmen luar
Segmen dalam
Inti
Badan sinaps
Dlm segmen luar ditemukan fotokimia peka cahaya/warna :
rodopsin?Sel batang
iodopsin?Sel kerucut
Struktur hampir sama tp kepekaan thd spektrum cahaya berbeda.

Segmen dlm mengandung sitoplasma sel & organela sitoplasmik biasa. Yg berperan menyediakan sebagian besar energi? mitokondria ?terpenting u/ berfgnya fotoreseptor.
Badan sinaps,mrp bag.dr sel batang& berhub. Sel horisontal?kerucut & sel bipolar.
Lapisan pigemen retina
Pigmen hitam melanin dlm lap.pigmen & mencegah pantulan cahaya dr?koroid bguna u/ penglihatan yg jelas.?bag.lengkung bola mata
Tanpa pigmen kekacauan? cahaya dipantulkan kesemua jurusan dlm bola mata ? tdk menimbulkan kontras titik gelap?penyinaran diretina & terang yg dibutuhkan u/ mbtk bayangan yg tepat.
Ex. Pd albino.
Lap.pigmen jg menyimpan sejml besar vit. A

Perdarahan masuk dlm mata bersama? a.retina sentral ?nutrisi u/ lap.dlm retina bercabang” u/ mensuplai seluruh permukaan retina.?saraf optik
Lap.luar retina termasuk segmen lur sel batang & sel kerucut yg melekat pada koroid (mrp jar.kaya pemda) bergantung pd difusi pemda koroid u/ nutrisinya t.u O2

B. FOTOKIMIAWI PENGLIHATAN
* oleh sel batang
Rodopsin.?Segmen luar sel batang mengandung 40 % pigmen peka cahaya
Rodopsin ini kombinasi : protein skotopsin & senyawa protein retinal tipe khusus yg disbt 11-cisretinal.
Hanya btk 11-cisretinal saja yg dpt berikatan dg skotopsin agar dpt mensintesa rodopsin


* Oleh sel kerucut
Fotokimiawi penglihatan warna
Fotokimiawi dlm sel kerucut hampir sama persis dg sel batang, perbedaannya pada protein OPSIN :
SKOTOPSIN?Sel batang
FOTOPSIN?Sel kerucut

Pigmen peka warna sel kerucut (iodopsin) mrp kombinasi antara RETINAL dg FOTOPSIN.
Dlm bermacam” sel kerucut tdpt 3 tipe fotokimiawi yg menyebabkan sel kerucut punya kepekaan yg selektif thd warna.
Fotokimiawi tsb:
Pigmen peka warna biru
Pigmen peka warna hijau
Pigmen peka warna merah

Sifat absorpsi dr pigmen yg tdpt dlm ke3 mcm kerucut menunjukkan bahwa puncak absorpsi adl pd panjang gelombang cahaya sebesar 445, 535, & 570 mili mikron.
Panjang gelombang tsb mrpkan puncak sensitivitas cahaya u/ setiap tipe kerucut.


C. PENGLIHATAN WARNA
Teori Young-Helmholtz :
ada 3 tipe sel kerucut, dimana setiap kerucut ini dpt berespon scr ? dibuat perincian lbh lanjut ?maksimal thd berbagai mcm warna mekanisme daya lihat thd warna.


interpretasi warnanya.?Cahaya monokromatik tertangkap o/ sel kerucut sesuai panj.gelombang
Seseorang dpt jg mempunyai sensasi warna kuning bila ada cahaya merah & cahaya hijau yg dipancarkan ke mata scr bersamaan merangsang sel kerucut merah & timbul sensasi warna kuning?sel kerucut hijau walaupun sebenarnya tdk ada panj.gelombang yg sesuai dg warna kuning.


Rangsangan yg kurang lebih sama besar pd sel kerucut merah, hijau & memberi sensasi penglihatan warna putih.?biru
tdk ada panjang gelombang warna putih.?Ternyata
kombinasi semua panjang gelombang cahaya.?Berarti warna putih
BUTA WARNA
orang tdk dpt membedakan bbrp warna dr warna yg lain.?Bila mata tdk punya sekelompok sel kerucut yg dpt menerima warna
buta warna “merah-hijau”.?Bila sel kerucut merah / hijau (-)
“kelemahan warna”.?Bila salah atu macam/lebih sel kerucut mengalami kelainan tp msh berfg sebagian
seluruh spektrum penglihatan akan memendek pd akhir gelombang yg panjang.?Protanopi : orang yg tdk punya sel kerucut merah
punya spektrum panjang gelombang yg normal. ????Deuteranopi : orang yg tdk punya sel kerucut warna hijau

kurangnya reseptor u/ warna biru.?Kelemahan warna biru
spektrum penglihatan org tsb lbh banyak sensasi warna hijau, kuning, jingga?Bila reseptor warna biru (-) & merah.
tdk adanya gen warna yg sesuai dlm kromosom X.?Buta warna
dlm 1 kromosom ini harus ada ke 3 gen warna.? ♂ hanya punya 1 kromosom X
deuteranopi.? protanopi, 6% ?2% ♂
jarang buta warna merah-hijau.?♀ punya 2 kromosom X



TUGAS BACA
Adaptasi dalam gelap & cahaya.
Perangsangan sel btang & kerucut, sel nipolar, sel horisontal, sel amakrin & sel ganglion.
Fungsi korteks penglihatan primer.
Penentuan garis & batas oleh korteks penglihatan primer.
Analisis warna o/ korteks penglihatan primer.

DOWNLOAD STRUKTUR BOLA MATA VERSI POWERPOINT

Prev: KESEHATAN IBU & BAYI SETELAH MELAHIRKAN
Next: Otot kerangka tubuh manusia

Syam 2008 (id.wikipedia.org)

Senin, 11 Februari 2008

Kualitas Pendidikan Finlandia adalah yang Terbaik di Dunia

Para Guru dan Dosen Profesional, Amin!

"Saya meyakini bahwa Kualitas Pendidikan di Indonesia akan menjadi yang terbaik pada tahun 2028, atau bahkan lebih cepat dari itu"
~Arip Nurahman~

Di tambah dan di edit oleh:

Arip Nurahman

(Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. U.S.A.)

Negara Finlandia bukan hanya terkenal karena negaranya mampu menjadi markas besar perusahaan NOKIA, Perusahaan Telepon genggam terbesar di Dunia, namun tahukah kita, bahwa negara ini adalah negara terbaik dalam bidang pendidikan, menurut sumber OECD (Organization for Economic Cooperation Development).

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di Dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa negara yang menduduki peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai Indonesia dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat 1 Dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD ). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan keunggulannya dalam pendidikan untuk anak-anak lemah mental (PLB).

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No. 1 Dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan, Finlandia memang menganggarkan biaya yang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau membombardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Lalu apa dong kuncinya?

Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas Gurunya.


1. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula.

2. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis.

3. Lulusan terbaik dari sekolah menengah biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk ke sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingannya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!

Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan serta pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri.

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa.

"Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan siswa, bagaimana cara untuk lolos ujian," ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekerja dengan lebih bebas. Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan.

"Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah," Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. "Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel.

Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan," sambungnya.

Siswa yang lambat akan mendapatkan dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya , bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut malah akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.

Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi.

"Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa," kata seorang guru, "maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya!"

Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.

Semoga Bermanfaat!

Ucapan Terima Kasih yang Setinggi-tingginya Kepada Sahabat-Sahabat terbaik dan Inspirator-inspirator terunggulku Wabil Khusus kepada:

Gerombolan MQ (Penjaga Mesjid Manbaul Ullum First Generation)

Deni Nugraha, Nararya Rahadiyan B., Widiya Prima M., Ade Akhyar Nurdin
(Gak Pake Top) ^_^, Ismail Muhammad Syahid.

Ucapanku: "Kade euy tong paroho dahar, sare anu cukup jeung solat, sing rajin digawe jang bekel rumah tangga, najan paanggang raga jeung sukma, tanwande ulah era jeung karagok silih mamatahan dina kabeneran jeung kasabaran, kuring mah ngan saukur mere dunga!, brall geura mariang cuprih pangarti teangan kasenangan dunya, tong poho jalma leutik"

wasalam wr.wb.

sumber:Fergus Bordewich dan lainnya


Arip Nurahman
Guru dan Dosen Profesional

Jumat, 08 Februari 2008

Efek Fotolistrik


Gambar 1. Diagram eksperimen efek foto listrik
Gejala foto listrik adalah munculnya arus listrik atau lepasnya elektron yang bermuatan negatif dari permukaan sebuah logam akibat permukaan logam tersebut disinari dengan berkas cahaya yang mempunyai panjang gelombang atau frekuensi tertentu.
Dari gambar 1, sinar yang dipancarkan pada katoda dapat menyebabkan elektron keluar dan meninggalkan katoda. Karena katoda dihubungkan dengan kutub positif dan anoda dengan kutub negatif, maka potensial anoda lebih rendah daripada potensial katoda sehingga elektron akan tertarik ke anoda. Aliran elektron ini merupakan arus listrik.
Jika potensial cukup besar, dapat menyebabkan elektron tak dapat sampai ke anoda. Beda potensial yang tepat akan menahan pancaran elektron yang disebut potensial penyetop (Vo). Pada keadaan ini, berarti energi kinetik maksimum elektron yang dipancarkan tepat sama dengan beda potensial listrik elektron antara anoda dan katoda.
Kmax = e Vo (1)
Hasil pengamatan Lenard tahun 1902 dari eksprimen efek foto listrik adalah:
1)kecepatan elektron (yang sebanding dengan energi kinetik elektron) yang lepas dari seng itu tidak bergantung kepada intensitas cahaya, tetapi hanya bergantung kepada frekuensi (atau panjang gelombang) sinar yang digunakan.
2)Untuk suatu logam tertentu, tidak ada pancaran elektron jika panjang gelombang cahaya lebih besar dari suatu panjang gelombang tertentu.
Hasil pengamatan tersebut tidak dapat dijelaskan menggunakan teori gelombang klasik, karena menurut teori gelombang klasik, intensitas cahaya adalah besarnya kerapatan laju energi (gelombang) cahaya. Dengan demikian, jika intensitas cahaya yang datang pada permukaan bahan makin besar berarti laju energi yang datang pada permukaan bahan juga semakin besar. Karena energi yang datang semakin besar, seharusnya jumlah elektron yang dipancarkan juga makin besar. Dismaping itu seharusnya elektron dapat terpancar dari pelat asalkan intensitasnya (energinya) cukup, berapapun panjang gelombang sinar yang digunakan. Akan tetapi dari hasil eksprimen diketahui bahwa energi kinetik elektron yang dilepaskan bahan tidak bergantung pada intensitas cahaya yang digunakan dan elektron tidak dapat dipancarkan pada sembarang nilai panjang gelombang, meskipun intensitasnya dibuat besar.
Untuk menjelaskan hasil eksperimen ini, digunakan teori kuantisasi energi yang dikemukakan oleh Planck kemudian diartikan (lebih fisis) oleh Einstein. Tahun 1905. Menurut Einstein pancaran cahaya berfrekuensi f berisi paket-paket gelombang atau paket-paket energi, energi setiap paket gelombang adalah hf.
Menurut postulat Planck, foton-foton yang sampai ke katoda akan diserap sebagai kuantum enrgi. Ketika elektron menyerap foton, maka elektron mendapat sejumlah energi yang dibawa foton yaitu hf. Energi yang diperoleh ini sebagian digunakan elektron untuk melepaskan diri dari bahan dan sisanya digunakan untuk bergerak menjadi energi kinetik elektron. Besarnya energi yang diperlukan oleh elektron untuk melepaskan diri dari bahan (melawan energi ikat elektron dalam bahan) disebut fungsi kerja (θ). Secara matematik dapat dituliskan :
Ek = hf - θ (2)
Persamaan (2) disebut persamaan foto listrik Einstein.
Dari persamaan (1) dan (2) dapat diperoleh :
e Vo = hf - θ (3)
(4)
Dengan eksprimen, kita dapat mencari harga potensial penyetop untuk suatu harga frekuensi sinar datang. Dari berbagai harga frekuensi sinar datang, akan didapat berbagai harga potensial penyetop. Jika dibuat kurva eVo terhadap frekuensi, akan diperoleh kurva berbentuk linier. Dengan mengeplot grafik hubungan antara eVo dengan f akan didapatkan persamaan garis eVo = m f + c, jika kita melihat persamaan (3) maka dapat diperoleh :
m = h ;
c = θ
Pengamatan efek foto listrik sangat sesuai dengan teori Einstein mengenai foton yang dilakukan oleh Milikan pada tahun 1916. Milikan menggunakan bahan lithium sebagai katoda dan mendapatkan hasil nilai tetapan h besarnya 6,67 x 10-34 Js. Sekarang ini tetapan Planck dipandang sebagai salah satu tetapan alam, dan telah diukur dengan ketelitian yang sangat tinggi dalam berbagai percobaan. Nilai sekarang yang diterima adalah h = 6,62618 x 10-34 J.s.

Achmad Samsudin, La Sahara, dan Nurjannah @ 2008 Pendidikan IPA/Fisika SL SPs UPI

Rabu, 06 Februari 2008

A Story of Animal Education



“Tidak ada kegiatan OSPEK yang berisi penyiksaan dan penghinaan tidak ada hura-hura pesta masuk sekolah atau perguruan tinggi, yang ada adalah penjelasan tentang kurikulum secara komprehensif. Sang Mahasiswa ingin menjadi apa, tertarik dibidang apa, itu yang dibidik dan diarahkan oleh para Pendidik dengan penjelasan desain kurikulum beserta dengan mata kuliah/pelajaran apa yang sebaiknya diambil oleh sang Mahasiswa.”

~Romi Satria Wahono, B.Eng., M.Eng., D.Eng.~

(Founder, Ilmu Komputer.Org)


Di Negeri saya, Negeri yang banyak dengan hikayat cerita dunia binatang, tersebutlah sebuah cerita tentang sekolahnya para binatang di daerah terpencil di belahan Bumi Andalas.

Raja Hutan mengumumkan tentang dibukanya sebuah sekolah yang mempunyai status "DISAMAKAN" dengan Manusia. Maka para jawara sejati dari beberapa ksatria binatang terpilih untuk memasuki sekolah yang statusnya disamakan itu.

Ada jago renang, menyelam dan mempunyai kemampuan Amfibi, yaitu si-lentur dan lincah yang bernama KODOK. Ada jago terbang, menukik, menyambar, dan bersalto di udara yaitu si perkasa ELANG.

Mendaftar juga ke dalam sekolah ini, si jago lari dan si lincah KANCIL. Kemudian tidak lupa TUPAI si jago memanjat dan loncat di pepohonan ikut mendaftarkan diri...

Suatu hari, guru-guru pilihan dari sekolah ini mengadakan ujian kompetensi untuk beberapa mata pelajaran yang dianggap paling penting dalam peta persaingan global, dan hasil ujian kompetensi ini akan sangat mudah bisa ditebak,yaitu :

Pelajaran Berenang : Kodok dapat nilai 10, yang lain jeblok

Pelajaran Terbang : Elang dapat nilai 10, yang lain payah, nilainya jeblok

Pelajaran Memanjat : Nilai 10 untuk Tupai, dan mengecewakan untuk peserta yang lain...

Pelajaran Lari Kencang, Sprint : Kancil yang lincah tidak bisa ditandingi, Nilai 10 Untuk kancil yang lainya nilai jeblok..

Melihat hasil ujian kompetensi ini, si guru yang pernah belajar di dunia manusia kepingin membikin revolusi pendidikan di negeri para binatang, maka dari hasil lobby-lobby nya dengan para petinggi kerajaan binatang berhasillah si guru itu untuk menelorkan kurikulum standar, supaya status "DISAMAKAN" tidak bikin malu para seleberiti politik binatang.

Maka ditetapkanlah kurikulum standar NILAI KELULUSAN RATA RATA ADALAH angka 6 di setiap mata perlajaran.. ....

Maka mulailah guru binatang itu memaksa KODOK latihan terbang setiap hari...
Memaksa ELANG harus mendapatkan nilai 6 untuk pelajaran berenang dan menyelam...
Mengajari TUPAI setiap hari untuk terbang dan berlari,
dan memaksa KANCIL harus bisa menyelam untuk mendapatkan nilai standar kelulusan...

Hari berlalu... Dan hasil akhir dari pelajaran untuk mendapatkan nilai standar kelulusan itu adalah :

KODOK yang tadinya jago menyelam, sekarang sudah tidak mampu menyelam lagi karena tulang-tulangnya banyak yang patah akibat jatuh waktu pelajaran terbang dan pakai menukik segala..

ELANG yang tadinya piawai untuk urusan terbang dan menukik sekarang tidak bisa beranjak dari tempatnya karena terlalu banyak air yang masuk ke paru-parunya sewaktu mendapat pelajaran berenang.

TUPAI yang lincah itupun sekarang sakit di setiap sendi lutut dan lengannya akibat jatuh dan terpelanting ketika belajar terbang dan lari.

KANCILpun hanya mampu bersimpuh di tempatnya akibat terlalu banyak menelan air sewaktu menerima pelajaran berenang....

Semua binatang pilihan tadi hilang kemampuan sejatinya... .

Dan bencana bagi sekolah di dunia binatang itu, karena pada saat harus menjalani tes kelulusan standar, semua binatang pilihan tadi tidak ada lagi yang mampu melewati ujian dalam semua mata pelajaran yang diberikan... .

Kawan saya Wak Alexander subroto sering bilang, biarkanlah anak-anak kita diajarkan sesuai dengan bakat dan kemampuan sejatinya yang terlahir dan melekat di dirinya secara alami, cari dan asahlah sesuai dengan dirinya, bukan dengan kemauan personal orang yang menguasainya. ....

Entahlah.... Kok sekolah di negeri Indonesia juga ada yang mirip dengan dunia fauna

hmmm...tanya kenapa?


(Sumber: Dari Forum Mahasiswa UPI di Internet, terima kasih akang! Maaf namanya tidak tercantum, Semoga Tulisan akang ini bermanfaat)

Warning!!!!!!!!

Tulisan ini dapat menyebabkan serangan Semangat, Kecerdasan, Hilangnya Kebodohan dan Kemalasan, Boleh dibaca kapanpun dan dimanapun, asal jangan dibaca ketika "Khotib sedang Khutbah"

Boleh di COPAS (Copi & Paste) di jadikan bungkus kacang, kapal-kapalan (Tapi itu DILARANG lho???nb: COPAS boleh lah! ^_^) di sebarkan jadi bahan acuan, tugas, DESBE, referensi, Inspirasi, asal jangan dijadikan bungkus Terasi ya!. ^_~

Asalkan Sumber tulisan dan Penulis dicantumkan (Coba klo Tulisan ini di Print lalu di jadikan bungkus-bungkus yang tidak sesuai kan GASWAT he.,he.,).

Terus Bersemangat dan Berkarya, Membangun Diri! Berprestasi! Mensejahterakan Negeri!

Di Tulis ulang oleh:

Arip Nurahman,

Guru dan Dosen Profesional

(Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia & Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, U.S.A.)

Terima Kasih

Selasa, 05 Februari 2008

Seberapa Penting Menjadi Jenius

Kejeniusan adalah berpikir dalam cara yang belum pernah dilakukan orang. Orang Jenius mampu melihat sesuatu yang luput dari penglihatan orang lain. Mereka melihat kemungkinan di antara ketidakmungkinan. Mereka bisa menjabarkan paket-paket pengetahuan yang diterimanya dalam cara baru dan produktif. (Todd Siler)

Definisi jenius yang saya kenal sebelumnya terakumulasikan dalam sosok-sosok Plato, Adam Smith, Thomas Alpha Edison, atau Einstein. Tentu sudah terbayang hebatnya orang jenius kalau kita melihat kredibilitas orang-orang tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan. Sayangnya, sekolah memperkenalkan sosok-sosok jenius itu hanya dalam teori-teorinya yang harus dihapal, diujikan, dan pada akhirnya dilupakan, karena secara kontekstual teori-teori itu hampir tak bisa dipahami dalam kehidupan nyata sehari-hari. Adapun apa sesungguhnya kejeniusan para tokoh tersebut nyaris tak terungkap.

Akibatnya, kejeniusan begitu mengawang, seolah tak tersentuh kecuali oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi dan mau membaca buku-buku tebal dan betah berjam-jam berada di sebuah laboratorium. Padahal, kejeniusan tokoh-tokoh besar seperti Einstein dkk hanya terletak pada dua hal, yaitu kemauan untuk berpikir mendalam tentang sebuah fenomena dan berani untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang pada zamannya. Untuk melakukan dua hal tersebut, siapapun bisa, tak terkecuali anak-anak kita.

Nah, bagaimana kita mengarahkan anak-anak menjadi seperti itu? Kalau pendidikan itu hanyalah menghapal teori-teori, maka kejeniusan memang akan sulit dieksplorasi. Seorang Edison, seperti yang sudah kita tahu, ternyata melakukan ribuan kali percobaan yang gagal sebelum menemukan bola lampu listrik yang hari ini kita nikmati hasilnya. Demikian halnya dengan lahirnya teori Newton yang konon tercetus saat Newton berada di bawah pohon apel dan melihat buah apel jatuh ke tanah. Begitu juga dengan Wright bersaudara yang berhasil membuat pesawat terbang, tentu mereka telah melakukan banyak coba-coba sebelum hal itu terwujud. Semua fakta itu menunjukkan bahwa sesungguhnya, persentuhan dengan dunia nyata adalah jalan paling realistis menuju lahirnya para jenius-jenius baru. Membaur dengan dunia nyata akan menjadi pemantik gagasan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di dunia ini.

Jangan lupa, bahwa para jenius itu sebenarnya bertebaran di mana-mana, meski mungkin tak semua dikenal masyarakat luas. Mereka adalah orang-orang yang berhasil menemukan dan membuat sesuatu yang berguna bagi orang banyak. Kelompok orang-orang itu di antaranya adalah penemu peniti, penemu jarum jahit, penemu karet gelang, pembuat tungku arang, para petani, para nelayan, dan lain-lain yang tanpa dijuluki seorang jenius, mereka sesungguhnya para praktisi iilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing.

Jadi, terlebih bagi anak usia dini, pendidikan awal yang penting bagi mereka adalah banyak melihat ragam hal secara nyata. Tentang teori dari pengalaman-pengalaman yang mereka temui bisa ditelaah kemudian. Tak ada alasan bagi sekolah-sekolah yang 'pas-pasan' perlengkapan belajarnya untuk meniadakan eksperimentasi. Kalau laboratorium statis berupa ruangan sulit terealisasi gara-gara biaya, mengapa tak dicoba laboratorium dunia nyata yang seringkali bisa dijelajahi secara gratis.

Seberapa penting menjadi jenius? Jika pengertian jenius adalah hafal perkalian atau bisa menyelesaikan soal-soal persamaan dan pertidaksamaan, maka biarlah anak-anak tumbuh sesuai kemampuannya; tapi jika jenius itu berarti memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah, maka betapa pentingnya menjadikan anak-anak kita jenius, karena bukankah esensi hidup adalah menyelesaikan persoalan...

Salam pendidikan!

Senin, 04 Februari 2008

Misteri Mata Kucing Bersinar Dalam Gelap

Kucing adalah makhluk yang sangat menggemaskan. Sikapnya yang manja membuatnya mudah dijadikan sahabat manusia. Dengkuran halus akan terdengar jika kepalanya dibelai sayang. Binatang kesayangan Cleopatra ini punya satu keistimewaan yang merupakan ciri khas hewan-hewan yang aktif di waktu malam (hewan nocturnal). Matanya akan seperti bersinar jika ia berada di lingkungan yang pencahayaannya sangat minim. Mengapa mata kucing terlihat bersinar? Bagaimana bisa demikian?
”Tapetum lucidum”
Bagian mata yang disebut tapetum lucidum-lah yang memiliki peran besar menjadikan mata kucing bersinar dalam gelap. Nama tersebut diambil dari bahasa Latin yang artinya “karpet terang”. Jaringan tapetum ini adalah sebuah reflektif membran yang cukup tebal. Jaringan ini dibangun atas kurang lebih 15 sel dan berada tepat di belakang retina. Fungsinya, untuk memperbanyak jumlah cahaya yang dapat diterima oleh retina.
Mata yang “terang” ini hanyalah salah satu efek dari usaha kucing dan hewan-hewan nocturnal lainnya seperti burung hantu dan lemur untuk dapat melihat dengan jelas di tempat yang minim cahaya. Masih banyak misteri di balik rahasia kemampuan penglihatan kucing yang istimewa ini. Kucing adalah hewan yang cenderung lebih banyak melakukan aktivitas di malam hari. Mulai dari berburu, makan, bahkan bermain. Agar kegiatannya bisa lancar tanpa harus nabrak-nabrak, kucing harus punya kemampuan mendeteksi suatu objek atau benda-benda yang menjadi targetnya meskipun lingkungan di sekitarnya gelap.
Kemampuan penglihatan dengan mekanisme istimewa yang dimiliki kucing dan hewan-hewan nocturnal lainnya akan sangat membantu mereka dalam bertahan hidup di malam hari. Mereka hanya membutuhkan 1/6 kekuatan cahaya dibandingkan dengan manusia. Bagian dari mata kucing yang disebut pupil sanggup berdilatasi tiga kali lebih besar dibandingkan mata manusia.
Mata kucing terdiri atas tiga bagian utama. Lapisan terluar adalah tunika fibrosa. Lapisan ini tersusun atas serat elastik dan serat kolagen yang disebut sklera. Sklera mencakup tiga perempat bagian posterior dari lapisan fibrosa, sisanya yaitu bagian anterior dari mata yang disebut kornea mencakup seperempat bagian dari lapisan ini.
Lapisan kedua adalah tunika vaskular. Seperti namanya, lapisan ini tersusun atas pembuluh-pembuluh darah yang memberi pasokan oksigen dan nutrisi untuk jaringan mata. Komponen mata yang ada pada lapisan ini, yang paling bertanggung jawab untuk kejelasan penglihatan terhadap suatu objek adalah lensa. Pada lapisan ini organ pupil juga dapat dijumpai. Pada dasarnya, bentuk pupil adalah bulat atau disebut juga sirkular. Di cahaya terang pupil akan terlihat mengecil, sebaliknya di cahaya yang minim pupil akan terlihat membesar. Kondisi pupil yang membesar ini adalah sebagai usaha untuk memperoleh cahaya sebanyak-banyaknya.
Bentuk pupil kucing pada siang hari yang terang akan terlihat seperti satu garis lurus yang memanjang secara vertikal. Sebaliknya, pupil manusia dan hewan-hewan yang aktif di siang hari seperti singa misalnya, akan tetap terlihat bulat meskipun diameternya menjadi semakin kecil. Keuntungan dari pupil kucing yang dapat berubah menjadi pipih ini adalah kucing dapat melakukan kontrol lebih akurat untuk mengendalikan seberapa banyak cahaya yang masuk ke matanya.
Lapisan selanjutnya adalah tunika nervosa yang tersusun atas lapisan sel fotoreseptor atau disebut retina. Sel-sel ini mampu mengubah cahaya menjadi sinyal eletrokimia untuk kemudian ditransmisikan menuju sistem saraf. Ada dua tipe sel fotoreseptor yaitu sel batang (rods) dan sel kerucut (cones). Si “karpet terang” tapetum lucidum lokasinya ada di belakang bagian mata yang disebut retina ini.
Untuk dapat melihat suatu objek, cahaya yang masuk ke mata kucing harus melakukan perjalanan melalui bagian-bagian mata yang dimilikinya. Bahkan ada saat di mana cahaya itu “berjalan” bolak-balik untuk memaksimalkan cahaya yang diterima mata yaitu pada saat kucing berada di tempat yang gelap.
Setelah cahaya masuk melalui pupil, cahaya tersebut akan difokuskan oleh lensa menuju retina, kemudian informasinya diteruskan ke otak oleh saraf-saraf mata. Sel kerucut bekerja dengan baik pada cahaya terang dan berfungsi mengirimkan detail informasi gambar yang diterima ke otak. Sedangkan sel batang bekerja dengan baik pada cahaya dengan level rendah. Sel batang ini berfungsi dalam pendeteksian gerakan dan dasar informasi dalam bentuk visual. Suatu pigmen fotosensitif di dalam sel batang yang disebut rhodopsin hanya sensitif terhadap cahaya pada level rendah. Pada siang hari, pigmen tersebut akan terpecah dengan cepat sehingga persepsi secara visual menjadi kurang efektif.
Nah, retina pada hewan nocturnal hampir seluruhnya tersusun atas sel-sel batang. Sedangkan tipe sel lainnya yaitu sel kerucut, hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali. Akibatnya kebanyakan hewan nocturnal seperti kucing ini tidak memiliki kemampuan untuk membedakan warna. Sedikitnya sel kerucut yang ada dalam retina juga menyebabkan kucing bisa mengetahui letak objek yang ada di depannya dengan jelas meskipun tidak dapat melihat detail objek yang dilihatnya itu.
Pada lingkungan dengan level cahaya rendah, kerja keras mata untuk dapat melihat dibantu oleh si “karpet terang” tapetum lucidum. Seperti cermin, tapetum memantulkan cahaya yang sebelumnya telah diterima melalui retina, kembali lagi ke retina untuk kedua kalinya. Pada saat tersebut, cahaya diberi kesempatan kedua untuk menghantam sel-sel batang dalam retina yang sangat sensitif terhadap cahaya dan memaksimalkan penyerapan informasi gambar yang diterima. Dalam perjalanannya yang kedua ini, cahaya tidak diserap, melainkan dikeluarkan kembali ke mata melalui organ pupil. Itu sebabnya di tempat yang pencahayaannya minim, mata kucing akan terlihat bersinar seperti nyala lampu senter.***
R.A. Laksmi Priti Manohara
Alumni Jurusan Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran.

Jumat, 01 Februari 2008

10 Tips Mengimplementasikan E-learning


10 Tips Mengimplementasikan E-Learning

Oleh: Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia,

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University.

Untuk menambah kelengkapan informasi tentang e-learning, berikut kutipan pendapat seorang pakar dari Inggris, Jane Knight. Beliau adalah pendiri e-Learning Centre, suatu lembaga konsultasi independen tentang e-learning, sekaligus editor situs

http://www.e-learningcentre.co.uk.

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan bagi siapa saja yang ingin mengimplementasikan e-learning didalam organisasi. Bacalah petunjuk dibawah ini :

[1] E-learning lebih dari sekedar e-training. Banyak pelatihan di organisasi di masa lalu yang mengambil pola pelatihan dalam bentuk sangat formal yang disebut kursus, Adapun kini, banyak orang sudah mengetahui bahwa sekitar 70% proses pembelajaran berlangsung di lingkungan informal organisasi, semisal tidak dalam ruang kelas atau ketika bekerja melalui kursus online, namun sesungguhnya dalam aktivitas kerja sehari-hari, para pekerja membawa pulang pekerjaan mereka dan mencari informasi, membaca dokumen, berbicara dengan kolega mereka, dan sebagainya. Itulah sebentuk aktivitas pembelajaran informal yang perlu didukung dan diperkuat melalui fasilitas yang online. Oleh karena itu, e-learning tidak hanya e-training, melainkan juga mengenai informasi, komunikasi, kolaborasi, dukungan kinerja dan berbagi pengetahuan.

[2] "Quick n Dirty Works", Kompleks, rumit, interaktif, instruksional, banyak biaya untuk multimedia e-learning, waktu yang lama untuk membangun, dan kemungkinan perangkat komputer yang sudah tidak up-to-date dengan perkembangan terakhir. Dalam banyak kasus, solusi termudah adalah adanya respon yang cepat dari pengelola, termasuk penyediaan kebutuhan pembelajaran

[3] Komunikasi dan kolaborasi adalah kuncinya. Jangan lupa bahwa pembelajaran adalah suatu aktivitas sosial, dan terkadang anda akan lebih Powerfullatau menjadi lebih tenang ketika mengikuti proses pembelajaran yang melibatkan sekian banyak komunitas online dan jaringan, dan dengan memperkuat kolaborasi diantara para pembelajar dimana kita dapat saling bertukar bahan. Yakinkan diri anda bahwa anda memang menyediakan peluang dan kesempatan bagi banyak orang untuk komunikasi, berkolaborasi dan berbagi pengetahuan.

[4] The magic is in the mix, Banyak solusi pembelajaran formal terkadang bekerja ketika mereka dikombinasikan (campuran) dengan hal-hal tradisional, yaitu aktivitas face-to-face, untuk membentuk solusi campuran. Cara ini akan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih lengkap dan bervariasi bagi siapa saja yang perlu bekerja dalam program pembelajaran sepanjang waktu.

[5] Pembelajaran harus diawali dari kebutuhan individu. Coba anda temukan apa yang diperlukan oleh orang banyak tentang kebutuhan mereka untuk belajar tentang pekerjaan mereka dan temukan pula bagaimana, dimana atau kemana dan kapan mereka menginginkan belajar. Lalu, jika sudah, coba rancang solusi pembelajaran yang dapat membantu mereka. Giatkan para pekerja untuk swa-motivasi (self-directed) dalam pembelajaran dan tumbuhkan rasa tanggung jawabnya dan bantulah mereka dalam memahami dan membangun e-learning.

[6] If you build it, they won't necessarily use it. Perhatikan, jangan mentang-mentang anda sudah menciptakan solusi dalam e-learning, lalu anda memaksakan para pembelajar untuk datang beramai-ramai dan menggunakannya. Anda mungkin akan menemui dan harus menanggulangi beberapa hambatan yang datang dari organisasi dan personal, sebelum para pembelajar membeli dan membawa pulang e-learning. Intinya, mereka perlu melihat dan membuktikan e-learning sebagai sesuatu yang membawa keuntungan bagi mereka dan memantapkan langkah mereka dalam belajar.

[7] E-learning harus disesuaikan dengan kondisi organisasi bersangkutan. Ingatlah, tidak ada formula ajaib dalam merancang e-learning dalam sebuah organisasi; anda akan melihat banyak perbedaan di setiap organisasi. Maka, e-learning harus disesuaikan dengan sasaran-sasaran bisnis, budaya organisasi, keinginan-keinginan para pekerja dan gaya belajar setiap individu. Dengan memperhatikan faktor-faktor itu, anda akan dapat merancang solusi e-learning yang paling cocok bagi organisasi anda.

[8] E-learning = solusi bisnis. Suatu strategi e-learning yang dirancang dengan baik sangatlah diperlukan dalam kaitannya dengan sasaran bisnis, semisal peningkatan produktivitas atau penjualan, atau meningkatkan loyalitas konsumen. Banyak organisasi masih begitu concern dengan melatih sekian banyak orang, dan yang menjadi pertanyaan, apakah setiap pekerja yang mengikuti pelatihan itu lulus. Pada akhir pelatihan, tidaklah penting seberapa banyak yang telah dipelajari para pekerja, yang penting justru adalah bagaimana mereka mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari, dan bagaimana kinerja setiap individu dan pada akhirnya, peningkatan kinerja perusahaan. E-learning, sebagaimana pembelajaran itu sendiri, bermakna bagaimana akhir dari sesuatu, tetapi bukan akhir itu sendiri.

[9] Koordinasikan segala upaya e-learning anda. Bagian Human Resources, Teknologi Informasi dan unit-unit bisnis perlu bekerjasama untuk menciptakan suatu lingkungan yang efektif bagi aplikasi e-learning. Banyak organisasi telah menemukan bahwa setiap perbedaan dalam bisnis telah menjadi bahan kompetisi bagi vendor yang berbeda. Untuk itulah diperlukan beberapa pusat pengendali untuk memilih sistem e-learning yang tepat sehingga keputusan yang diambil dapat berguna bagi setiap bagian di dalam organisasi.

[10] Just Do It! Akhirnya, anda harus tahu bahwa banyak organisasi yang menghabiskan waktu hanya untuk merencanakan penggunaan e-learning. Mereka ingin tahu apakah segalanya akan bekerja jika mereka menggunakannya. Nah, nasihat terbaik yang bisa saya berikan adalah :

START SMALL, THINK BIG and GO !!!

Sumber : e-learning

Arip Nurahman, Guru dan Dosen Profesional