Minggu, 04 Januari 2009

Beasiswa Jepang


Saling berjabatan tangan, berikrar untuk meningkatkan hubungan persahabatan dalam menuju setengah abad yang baru : Menlu Hassan Wirajuda (tengah), Ketua Komite Pelaksana, Bpk. Rahmat Gobel (kiri) dan Dubes Ebihara (kanan).


Beasiswa Jepang

Mengapa Mau Sekolah Ke-Jepang?

Kedutaan Besar Jepang memiliki perpustakaan yang terletak di lantai 2. Perpustakaan ini menyediakan informasi beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke Jepang, CD lagu-lagu maupun musik Jepang, buku-buku pengetahuan, dan lain sebagainya. Waktu kunjungan adalah sebagai berikut :

Hari : Senin - Jumat
Jam : 08:30 - 12:15
&nbsp13:30 - 15:30



Kunjungan ke Kedutaan Besar Jepang

Perpustakaan Kedubes Jepang menerima kunjungan bagi siswa-siswi yang ingin mengenal Jepang lebih jauh lagi. Pengunjung akan diajak untuk menyaksikan video mengenai Jepang. Tema video dapat ditentukan oleh pengunjung. Setelah pemutaran video, peserta dapat berinteraksi langsung dengan staf Jepang Kedutaan Besar dengan melakukan tanya-jawab, diskusi, dan bahkan kuis.

Cara pengajuan kunjungan ke Kedubes Jepang di Jakarta:

  1. Mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Bagian Penerangan dan Kebudayaan, paling lambat 3 minggu sebelum waktu kunjungan yang diajukan.
    Surat dapat dikirimkan melalui fax (021) 3192-4820.

  2. Batas jumlah peserta maksimal 100 orang.

  3. Waktu kunjungan adalah dari hari Senin hingga Jumat, pukul 10:00 - 12:00.

Bilamana ada pertanyaan yang ingin diajukan sehubungan perihal tersebut diatas, Anda dapat menghubungi Perpustakaan Kedubes Jepang, tel. (021) 3192-4308 pada jam dan hari kerja.

Why We Want Get Schoolarship from Japan?

Active international exchange is now taking place throughout many parts of the world, and there are now said to be more than 1.5 million foreign students studying around the globe. Of them, 132,720 (as of May 1, 2009) are studying in Japan. What is it that attracts these students to Japan?

High  Educational Standards and Excellent Research Environment


The greatest appeal of studying in Japan is its academic environment where one can study state-of-the-art technology and acquire the knowledge that enabled Japan's phenomenal postwar economic growth. Whether it is electronics, Japanese literature, medicine or international business administration, Japanese universities and other institutes of higher education can offer course studies or research programs of virtually any field. The ratio of students who go on to universities (undergraduate level) and junior colleges (regular courses) is also very high in Japan at 55.3% (Source: Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) "Statistical Abstract 2009 edition"). This figure is indicative of the high standard of education in Japan. Many institutions of higher education, such as universities and junior colleges, are well equipped with fine research, computer, and library facilities and enable students to carry out their research in an excellent environment.

The awarding of the Nobel Prize to four Japanese scientists in 2008 is still fresh in our minds. Mr. Osamu Shimomura received the prize in chemistry for “the discovery and development of the green fluorescent protein, GFP.” The Nobel Prize in physics was shared by three Japanese scientists—Mr. Yoichiro Nanbu was awarded for “the discovery of the mechanism of spontaneous broken symmetry in subatomic physics”; and Mr. Makoto Kobayashi and Mr. Toshihide Masukawa, for the development of the Kobayashi-Masukawa Theory and the discovery of the origin of the broken CP-symmetry, which opened up new ground in subatomic physics. Mr. Kobayashi and Mr. Masukawa were honored for the results of work done in Japan, an indication of the high level of research conducted in Japan. As of 2007, 8.2% of published academic papers were produced by Japanese researchers. (Source: Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) "Statistical Abstract 2009 edition").



PELAKSANA SERTIFIKASI GURU

1. Siapa yang akan melaksanakan sertifikasi guru?
UUGD Pasal 11 ayat (2) dinyatakan bahwa sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan demikian sertifikasi guru diselenggarakan oleh LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.
2. Apa persyaratan perguruan tinggi yang dapat melaksanakan sertifikasi guru?
Persyaratan:
a. memiliki program studi pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi sesuai dengan peraturan yang berlaku
b. ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional
Sedangkan komponen utama yang diseleksi menyangkut jumlah program studi kependidikan, peringkat akreditasi Badan Akreditasi Nasional BAN) Perguruan Tinggi tiap program studi kependidikan, Sumber Daya Manusia (SDM) setiap program studi, sarana dan prasarana, laporan Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED) setiap program studi kependidikan, ketaatazasan dalam penyelenggaraan PT.


3. Apakah perguruan tinggi swasta boleh melaksanakan sertifikasi guru?
Tentu saja boleh, asalkan perguruan tinggi tersebut memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan masuk dalam daftar perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.
4. Siapa yang berhak memberikan penilaian guru peserta sertifikasi?
Penilaian guru yang mengikuti sertifikasi dilakukan oleh asesor. Yang melakukan seleksi dan menetapkan asesor adalah perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru. Tugas asesor adalah menilai kompetensi guru sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
5. Apa kriteria asesor?
a. WNI yang berstatus sebagai dosen, widyaiswara, instruktur/guru senior, atau pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan yang bersertifikat pendidik.
b. Sehat jasmani dan rohani, sehingga mampu melaksanakan tugas sertifikasi guru.
c. Memiliki komitmen dan sanggup melaksanakan sertifikasi guru secara obyektif.
d. Berpendidikan minimal S2 (ada unsur kependidikan).
e. Berpengalaman mengajar, melatih, atau membimbing guru atau calon guru dalam rentang 5 (lima) tahun terakhir dalam bidang yang sesuai.
6. Siapa yang menunjuk asesor?
Yang menetapkan asesor adalah Rektor perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai pelaksana sertifikasi.

7. Guru muatan local, guru TIK, dan guru Kelautan, Pariwisata siapa yang mensertifikasi?
Guru muatan lokal, guru TIK, guru Kelautan, dan Pariwisata disertifikasi oleh LPTK dalam rayon setempat bekerjasama dengan perguruan tinggi lain baik dari dalam rayon maupun di luar rayon, baik LPTK maupun non LPTK yang memiliki kelayakan.

PENGERTIAN, TUJUAN , MANFAAT, DAN DASAR HUKUM PELAKSANAAN SERTIFIKASI GURU

1. Apa yang dimaksud dengan sertifikasi guru?
Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.
2. Apa yang dimaksud dengan sertifikat pendidik?
Sertifikat pendidik adalah sebuah sertifikat yang ditandatangani oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi sebagai bukti formal pengakuan profesionalitas guru yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional.
3. Mengapa disebut sertifikat pendidik bukan sertifikat guru?
Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebut sertifikat pendidik. Pendidik yang dimaksud disini adalah guru dan dosen. Proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru disebut sertifikasi guru, dan untuk dosen disebut sertifikasi dosen.
4. Apa tujuan dan manfaat sertifikasi guru?
Sertifikasi guru bertujuan untuk:
a. menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
b. meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan
c. meningkatkan martabat guru
d. meningkatkan profesionalitas guru
Adapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut.
a. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru.
b. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.
c. Meningkatkan kesejahteraan guru
5. Mengapa sertifikasi guru dilakukan?
Guru merupakan sebuah profesi seperti profesi lain: dokter, akuntan, pengacara, sehingga proses pembuktian profesionalitas perlu dilakukan. Seseorang yang akan menjadi akuntan harus mengikuti pendidikan profesi akuntan terlebih dahulu. Begitu pula untuk profesi lainnya termasuk profesi guru.
6. Apa dasar pelaksanaan sertifikasi?
Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005.
Pasal yang menyatakannya adalah Pasal 8: guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal lainnya adalah Pasal 11, ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.

Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007.
7. Apa sertifikasi guru menjamin peningkatan kualitas guru?
Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Perlu ada kesadaran dan pemahaman dari semua fihak bahwa sertifikasi adalah sarana untuk menuju kualitas. Kesadaran dan pemahaman ini akan melahirkan aktivitas yang benar, bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk mencapai kualitas.
Kalau seorang guru kembali masuk kampus untuk meningkatkan kualifikasinya, maka belajar kembali ini bertujuan untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, sehingga mendapatkan ijazah S-1. Ijazah S-1 bukan tujuan yang harus dicapai dengan segala cara, termasuk cara yang tidak benar melainkan konsekuensi dari telah belajar dan telah mendapatkan tambahan ilmu dan ketrampilan baru.
Demikian pula kalau guru mengikuti sertifikasi, tujuan utama bukan untuk mendapatkan tunjangan profesi, melainkan untuk dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam standar kompetensi guru. Tunjangan profesi adalah konsekuensi logis yang menyertai adanya kemampuan yang dimaksud. Dengan menyadari hal ini maka guru tidak akan mencari jalan lain guna memperoleh sertifikat profesi kecuali mempersiapkan diri dengan belajar yang benar untuk menghadapi sertifikasi. Berdasarkan hal tersebut, maka sertifikasi akan membawa dampak positif, yaitu meningkatnya kualitas guru.

Sabtu, 03 Januari 2009

Sekolah Rakyat


Sekolah Rakyat

Pendidikan Kok Mahal Apa kata Dunia?

Sudah rahasia umum jika pendidikan sekarang sangat mahal.

Yah seperti kata buku, orang miskin dilarang sekolah! Memprihatinkan, tapi itulah kenyataannya.

Masuk TK saja bisa mencapai ratusan ribu maupun jutaan rupiah, belum lagi kalo masuk SD-SMP-SMA-Universitas yang favorit.

Kalau dihitung, seseorang yang masuk TK sampai dengan universitas yang favorit akan menghabiskan 100 juta lebih. Wow!

Sekolah memang harus mahal, itulah stigma yang tertanam di benak sebagian orang, dari orang awam dan bahkan sampai beberapa pejabat depdiknas.

benarkah demikian??? Itu adalah omongan sesat, mereka yang bicara ngelantur begitu sudah pasti tidak pernah lihat kondisi luar.

Malaysia, Jerman, bahkan Kuba sekalipun bisa membuat pendidikannya sangat murah dan dapat diaksese oleh sebagian besar lapisan masyarakatnya.

Pendidikan yang kapitalistik sekarang ini, yang bertujuan bisnislah yang membuat biaya-biaya membengkak.

Pendidikan diserahkan sebagian kontolnya kepada swasta karena pemerintah yang kurang becus. Ada baiknya swasta ikut mengatur pendidikan sehingga masyarakat pun bisa berperan dalam lembaga pendidikan, tapi walau bagaimanapun ini bukan berarti bahwa pemerintah lepas tangan begitu saja. Ya, kan???

Pendidikan instan ala swasta yang mementingkan bisnis menjadi masalah besar buat dunia pendidikan. kadang terbaca di iklan-iklan, lembaga pendidikan yang menawarkan lulus cepat+absen tidak dihitung+dapat ijazah+dll.

Sepertinya, yang penting bagi pendidikan hanyalah dapat ijazah buat kerja saja.

Padahal pendidikan ditujukan untuk membangun moral individu dan tingkat pengetahuannya.

Lalu bagaimana caranya agar pendidikan bisa murah?? Wah, ini bukan persoalan gampang,dan jelas butuh pemikiran mendalam.

Biar dipikir dan merenung dahulu.

Tidak dituliskan disini, karena bakal sangat panjang juga.

Palestina......Gaza........





Assalamualaikum



Hamas memang bukan Hizbullah dalam persenjataan maupun letak geografis. Namun semangat mereka sama, Muqawamah. Bila kemenangan Hizbullah adalah hujjah ilahi (bukti ilahi), semua harus mengakui bila Hamas dan para pejuang Islam Palestina menang (dan pasti menang dengan izin Allah), maka kemenangan itu adalah hujjah akbar (bukti ilahi paling besar). Posisi Hamas lebih sulit ketimbang Hizbullah. Mereka tidak bisa leluasa bergerak, karena semua pintu yang menghubungkannya dengan dunia luar telah ditutup. Bahkan 'teman' juga ikut-ikutan menutup pintu penyeberangan Rafah. Hamas tidak punya teman seperti Suriah seperti yang dimiliki Hizbullah. Tapi semua tahu apa yang terjadi di Lebanon juga kini terjadi di Jalur Gaza.



Tadi malam (Rabu, 31/12) Ismail Haniyah dalam pernyataan yang disampaikan lewat saluran televisi Al-Aqsha milik Hamas yang sempat bangunan aslinya dibom oleh Israel mengatakan bahwa perang kali ini berbeda dengan perang-perang terdahulu. Dalam perang ini Israel begitu buas menghancurkan semua yang ada. Tidak ada yang disisakannya. Bila media-media menyebut anak-anak yang syahid di Gaza sekitar 40-an di hari kelima, Ismail Haniyah menyebut lebih dari 70. Bila disebut 6 masjid, rumah Allah yang dihancurkan, Ismail Haniyah menyebut 8 buah. Oleh karenanya, Ismail Haniyah menyebut perang ini adalah Perang Furqan. Apa yang terjadi sebelum perang dan sesudahnya benar-benar akan berbeda, karena kemenangan adalah kepastian bagi orang-orang yang sabar dan melakukan perlawanan.



Benar, Israel tidak tanggung-tanggung menggunakan bom smart paling canggih milik Amerika bernama Uni Bom Terarah (GBU-39) yang dipesan sebanyak 1.000 setelah kekalahan mereka dari Hizbullah. Sekalipun bom ini beratnya hanya 113 kilogram, namun kemampuan penetrasinya sama dengan satu ton. Belum lagi pesawat tanpa awak yang setiap harinya terbang berputar-putar di atas Gaza memonitoring yang terjadi di sana. Pesawat-pesawat ini hanya kembali bila helikopter atau jet-jet tempur Israel mulai beroperasi membombardir apa saja yang mereka anggap musuh. Dan begitulah setiap harinya. Belum lagi kapal-kapal perang yang tidak ingin ketinggalan menunjukkan kebrutalan mereka atas rumah-rumah penduduk. Semua itu ditambah pasukan darat Israel dengan tank-tank Merkavanya yang berjaga-jaga di perbatasan Gaza mulai menembak bangunan-bangunan di sana.



Namun cukupkah itu untuk meraih kemenangan di medan perang?



Sayyid Hasan Nasrullah tadi malam (Rabu, 31/12) dalam ceramah Asyuranya menyebut serangan udara dan laut tidak pernah menjadikan penyerangnya sebagai pemenang. Terlebih lagi bila menghadapi pemimpin yang berani dan rakyat yang sabar dan melakukan perlawanan. Ini tentu bukan tidak menerima kerusakan yang diakibatkan serangan biadab itu, tapi perang punya tujuan dan strategi.



Sayyid Hasan Nasrullah menyebut Israel tidak pernah menyebut tujuannya yang jelas dalam agresi brutalnya ke Gaza. Itu menunjukkan betapa mereka tidak percaya bahwa operasi yang mereka lakukan bakal berhasil dan yang paling penting adalah mereka sejak awal sudah khawatir akan kalah. Mereka sedang mengulur-ulur waktu sehingga Barack Obama masuk Gedung Putih dan dengan pertolongan negara-negara Eropa dan sebagian negara-negara Arab, Israel berharap dapat menekan para pejuang Palestina. Dan yang cukup lucu adalah Israel yang mengaku memiliki angkatan bersenjata terkuat di Timur Tengah masih harus menyebarkan propaganda agar warga Gaza dan Palestina secara keseluruhan tidak memberikan dukungannya kepada Hamaz.



Kenyataan ini telah menunjukkan Israel sejak awal serangannya terhadap telah menjadi PECUNDANG.



Koran Jerusalem Post hari Rabu (30/12) menulis, perang melawan Hamas merupakan langkah salah dan kekalahan Israel dalam perang ini sudah dapat dipastikan. Sementara Koran Haaretz menyebut mereka yang menentang Hamas kemarin kini telah berbalik mendukungnya.



Karena bukan hanya mereka tidak berhasil mencapai tujuan yang mereka sebut-sebut selama ini seperti ingin menjatuhkan pemerintahan Hamas yang dipilih rakyat Palestina dan menghentikan tembakan rudal-rudal ke arah Palestina pendudukan, tapi ternyata sejak hari pertama hingga kini serangan roket dari Gaza tidak pernah berkurang, malah sejak hari keempat telah dimulai babak baru serangan roket para pejuang Islam. Pada hari keempat Hamas lewat sayap militernya Syahid Ezzuddin Qassam menyerang kota Ashdod yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan Jalur Gaza. Dan dengan mencermati lokasi peluncuran roket itu, berarti pada hari keempat Hamas telah melakukan penembakan roket hingga jarak 40 kilometer. Dan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Terlebih lagi karena roket yang ditembakkan itu jenis Qassam, buatan mereka sendiri.



Israel semakin tercengang di saat-saat terakhir perang hari keempat. Sebelum Abu Ubaidah, Jurubicara Ezzuddin Qassam lewat televisi Al-Aqsha, yang tampaknya memakai penerangan apa adanya karena sebentar-sebentar sorotan lampu berkurang dan kain latar yang agak kusut, menyatakan bahwa, bila serangan Israel terus berlanjut, kami akan menyerang ke daerah-daerah yang lebih jauh dari Ashdod, beberapa saat sebelum itu ternyata dilaporkan Hamas menggunakan roket Grad dan menembak Beersheba, kota ketujuh terbesar di Israel yang menewaskan 5 orang dan melukai 40 orang, 5 di antaranya luka parah. Bila mengukur jarak kota Beersheba yang berjarak 40 kilometer dari perbatasan Gaza, maka hitungannya roket Grad milik Hamas telah mampu menyerang target lebih dari 50 kilometer. Dan itu berarti peringatan yang disampaikan oleh Brigade Syhid Ezzuddin Qassam tidak main-main bahwa mereka akan menembakkan roketnya ke daerah yang lebih jauh dari itu.



Perang memasuki hari kelima dan kini kota Beersheba mulai dilanda ketakutan. Bila menengok televisi-televisi Israel yang ditayangkan oleh televisi Al-Aqsha kita bakal menyadari betapa penakutnya mereka. Universitas Ben Gurion dan sekolah-sekolah di Beersheba ditutup untuk sementara waktu. Brigade Syahid Ezzuddian Qassam juga menyebut setiap harinya mereka akan melakukan serangan roket ke daerah-daerah Palestina pendudukan.



Menarik sekali menyimak transformasi Gaza setelah memasuki hari keempat. Uni Eropa mulai melakukan pertemuan membicarakan gencatan senjata. Sekalipun terlambat dan sangat memalukan menteri-menteri luar negeri Arab melakukan pertemuan di Kairo. Hosni Mobarak dengan enteng dan sok patuh terhadap hukum internasional pada hari keempat menyebut jalur penyeberangan Rafah hanya dapat dibuka bila hadir dari pihak Eropa dan Otorita Palestina. Masih dengan gaya lama yang ingin memojokkan Hamas, Mobarak menyebut Mesir tidak bertanggung jawab mengenai perselisihan di Palestina antara Fatah dan Hamas. Mobarak meminta Mahmoud Abbas harus hadir bila Rafah ingin dibuka. Padahal sebagaimana biasanya, setiap kali Israel akan menyerang Gaza, Mahmoud Abbas keluar dari Palestina dengan berbagai alasan. Kali ini pun ketika Israel menyerang Gaza, Mahmoud Abbas berkunjung ke Arab Saudi. Dan negara-negara Arab 'moderat' ingin memojokkan Hamas seakan-akan mereka mengusir Mahmoud Abbas.



Ismail Haniyah, Perdana Menteri sah yang dipilih oleh rakyat Palestina tadi malam menyebut Hamas tidak pernah punya politik dualisme. Mereka tidak menerima tawaran berdialog dari Mahmoud Abbas bukan karena menganggapnya bukan Pemimpin Otorita Palestina, tapi lebih dikarenakan aksi-aksi Otorita Palestina yang memenjarakan 400 anggota dan pejuang Palestina Hamas. Haniyah juga membantah isu yang disebarkan sejumlah media Arab bahwa dalam serangan Israel banyak tawanan Fatah yang meninggal di penjara Hamas. Kata Haniyah, semua tahanan Fatah telah dibebaskan Hamas, kecuali beberapa orang yang punya masalah tersendiri. Dan itu pun mereka berada di tempat aman.



Hamas memang bukan Hizbullah. Namun kemenangan Muqawamah di Palestina akan menjadi hujjah akbar dan akan mengubah peta politik di Timur Tengah. Hamas hanya akan berunding dalam berbagai masalah dengan tiga syarat; Israel hentikan serangan, batalkan blokade dan buka semua jalur penyeberangan untuk selamanya.



Wassalam



Saleh Lapadi

Jumat, 02 Januari 2009

Ada Apa Dengan TOEFL?


Mari Belajar TOEFL

"Listening, Learning, Leading and Loving"
~Arip Nurahman~
















Speaking

1. Kita akan menyimak contoh percakapan (short conversataion/dialogue) dari narrator kemudian anda bisa mengambil bagian dari percakapan tersebut. Percakapan tersebut mencakup ungkapan – ungkapan yang biasa digunakan dalam percapan setiap hari dan disesuaikan dengan situasi. Misalnya: Percakapan tentang aktivitas di kantor, rumah sakit, hotel, dll. Anda juga bisa berinteraksi secara langsung dengan Native Speaker (Tanya jawab).

Listening

2. Kita akan mendengarkan beberapa contoh percakapan yang berlangsung di suatu tempat (berupa tanya jawab, setelah itu anda bias mengambil bagian dalam percakapan tersebut, baik sebagai penanya atau yang menjawab pertanyaan), mendengarkan penjelasan narrator tentang kebudayaan Amerika (anda akan melihat video kota – kota di Amerika dan penjelasan tentang kebudayaannya dan anda juga dapat membaca text bahasa Inggris jika anda kesulitan mendengarkan penjelasannya), serta mendengarkan instruksi dari narrator tentang apa yg harus anda lakukan pada topik yg akan anda pelajari.

Writing

3. Kita akan belajar menulis jawaban pada bagian latihan pronunciation, grammar, pasangan kata / menjodohkan kalimat, mendiskripsikan gambar. Karena anda mempunyai pilihan dalam memberikan jawaban; berupa suara atau teks.

Reading

4. Kita akan membaca teks pada bacaan kemudian anda menjawaban pertanyaan. Aktivitas pada sesi ini sangat berhubungan dengan sesi vocabulary termasuk memahami bacaan.


Sumber:






Dan dari Berbagai Sumber Lainnya.

Ucapan Terima Kasih Kepada:

1. Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia
2. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia