Sabtu, 22 Agustus 2009

Lesson Study untuk Membina Guru dalam Jabatan di Sekolah



Secara kodrati manusia diciptakan Allah dengan berbagai perbedaan, ada yang berkulit hitam ada juga yang putih, ada yang diberikan kemampuan otak pintar dan juga kurang, ada yang laki-laki, ada yang perempuan, dll. Untuk menyikapi perbedaan itu agar tidak menjadi masalah besar, FPMIPA UPI menerapkan sistem Lesson Study.

Kami yakin semua orang tahu bahwa suksesnya seseorang tergantung pada pendidiknya, jika para pendidiknya (Guru) baik dan berpotensi, maka siswanya pun akan tumbuh menjadi manusia baik yang penuh potensi.
Namun sebaliknya, jika para pendidik datang dari orang-orang yang tak berpendidikan bahkan tak tahu cara bagaimana mendidik siswa dengan baik, maka siswanya akan tumbuh menjadi manusia yang kurang dan terbelakang.

Untuk menghindari keterbelakang, perlu kiranya menciptakan para pengajar (Guru) yang tak hanya handal dalam pelajaran (pedagoginya), namun juga mengerti tentang kepribadian siswa sehingga mereka tahu cara mengajar yang baik untuk anak-anak dengan tingkat penalaran yang berbeda.

Pembinaannya bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya dengan menggunakan sistem lesson study (LS) yang kini menjadi acuan FPMIPA UPI untuk mengembangkan kemampuan guru dalam mendidik siswanya. Kegiatan LS ini semakin lama semakin dikembangkan di berbagai tingkat satuan pendidikan, tetapi dasar dari projek (kegiatan ini) berlangsung untuk membina Guru-guru di tingkat SMP saja. kegiatan LS berlangsung dalam dua cara, 1) Lesson Study berbasis MGMP, dan 2) Lesson Study berbasis Sekolah (LSBS).

Lesson study adalah sebuah model pembinaaan profesi pendidikan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif (kerjasama) & berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas (kelompok) & mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil sharing pengetahuan profesional yang mempertimbangkan pada praktek dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan menekankan pada kualitas belajar anak.

Cara ini pertama kali dikembangkan dan dipraktikan di Jepang lima tahun yang lalu dan mulai ramai dikembangkan di Indonesia terutama bekerjasama dengan kampus FPMIPA UPI, UNY Yogyakarta, dan UM Malang. Salah satunya yang sedang berlangsung di Kabupaten Sumedang dan Karawang yang dilaksanakan oleh FPMIPA UPI.

Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan pengetahuan materi pengajaran para guru, meningkatkan pembelajaran, kemampuan observasi aktivitas belajar, kualitas rencana pembelajaran, dan lain-lain.

Sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar siswa serat membentuk sumber daya manusia yang handal dan kompeten.

Kegiatan lesson study kami lakukan selama satu minggu sekali terutama di hari Sabtu. Untuk pelaksanaannya dari fase Plan, Do, See, Act atau tindak lanjut. Dalam kesempatan ini, masing-masing guru mendapat giliran melakukan kegiatan dari plan, ke Do dan See serta Act. Mereka juga akan mendapat masukan mengenai cara mengajar yang benar, bahkan kritikan yang membangun.

Pengajar (Guru) dilarang keras untuk sakit hati ataupun malu, karena tujuan kegiatan ini bukan mencari kelemahan melainkan untuk meraih kesempurnaan yang mengarah pada kualitas belajar siswanya. Sehingga apapun masalah yang menyangkut siswa, mulai dari pelajaran, keterlambatan mencerna, malas belajar, dan lain-lain dapat diatasi dengan baik.

Kamis, 20 Agustus 2009

Teknologi Pendidikan


"Hanya yang datang dari palung hatilah yang terbaik dan terindah"
~Arip Nurahman~


The Center for Educational Computing Initiatives (CECI)
from MIT


The Center for Educational Computing Initiatives (CECI) was created in March 1991 to advance the state-of-the-art in the use of computation and communication technologies in education. Towards this end, CECI undertakes research and development in the application of computing and communication technologies that improve the effectiveness of learning and teaching.


CECI undertakes sponsored research that:

  • Explores new technologies that might be useful in education;
  • Creates new educational software applications; and,
  • Studies the effectiveness of educational knowledge in meeting the goals of students and teachers.


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Terima Kasih Semoga Bermanfaat dan Tetap Semangat


Universitas Harvard




"Wahai Sang Pengatur kehidupan
Pintaku adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh ruang dan waktu"


Lecture 8: JavaScript, Continued
Monday, 9 November 2009
Notes: PDF
Slides:
PDF
Source Code:
index | ZIP
Video:
Flash | Flash + Slideshow | MP3 | QuickTime


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat dan Tetap Semangat






Senin, 17 Agustus 2009

Grand Design Pendidikan Kota Banjar 5 Tahun Mendatang

Grand Design Pendidikan Kota Banjar 5 Tahun Mendatang

Oleh : Arip Nurahman

Sebuah Perspectives dari Masyarakat Belajar

1. http://ictdisdikbjr.wordpress.com/
(ICT Dinas Pendidikan Kota Banjar)

YouTube - BanjarIntTelevision's Channel

(Televisi Internet Pendidikan Kota Banjar)

3. http://pendidikan-keilmuan.blogspot.com/
(Sekolah Maya Kota Banjar)

Al-Alaq 1-5

1. Bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan!
2. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah! Dan Tuhanmu Sangat Pemurah.
4. Yang mengajarkan penggunaan pena.
5. Mengajarkan manusia apa-apa yang belum diketahuinya.

(TULIS BACA ADALAH DASAR PEMBINAAN AGAMA DAN KUNCI ILMU PENGETAHUAN)

Statistik Kekuatan Penduduk Kota Banjar

Jumlah Penduduk Kota Banjar menurut data dari Dinas Capilduk dan KB pada tahun 2008 tercatat sebanyak 180.767 jiwa dengan rincian 91.633 jiwa penduduk berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 89.134 jiwa berjenis kelamin perempuan.

Dalam perkembangannya penduduk Kota Banjar dari tahun 2005 sampai tahun 2008, maka akan didapat Angka Pertumbuhan Penduduk Kota Banjar sebesar 0.90 persen lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 3,78 persen untuk tahun 2006 dan 0,88 persen untuk tahun 2005 sedangkan untuk tahun 2004 adalah 1,23 persen.

Pertumbuhan penduduk secara umum ini dipacu dari pertumbuhan penduduk di beberapa kecamatan.

Dengan sumber daya manusia yang begitu melimpah ini, kita yakin bahwa Kota Banjar mampu menjadi kota yang maju.

Peluang Kota Banjar untuk maju dalam sektor pendidikan sangat terbuka lebar, dengan jumlah persentasi pelajar terhadap jumlah penduduk total maka, sangat mungkin sekali Kota Banjar menjadi kota yang maju pada tahun 2015 mendatang.

Ada dua tantangan yang akan di hadapi Kota Banjar dalam penyelenggaraan pendidikannya, yaitu:

1. Pendidikan yang bermutu dan merata

2. Pendidikan yang berkualitas Internasional dan berwawasan lokal.


Mari kita bahas satu persatu.

Menanti Pendidikan Bermutu

Berbicara Mengenai Pendidikan di Kota Banjar umumnya di Indonesia, bagaikan melihat gambar dengan berbagai warna dan bentuk. Ada warna-warni cerah dengan bentuk yang sedap dipandang. Namun, terlihat pula warna buram dan bentuk yang tak terlalu jelas.

Tiap tahun sejak 1993, misalnya, Indonesia bisa dibilang hampir selalu berprestasi di kancah Internasional. Prestasi ini, diraih melalui berbagai olimpiade sains dan matematika.

Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat masih terus membenahi sekolah yang di bawah setandar. Upaya mencapai mutu pendidikan masih harus terus diupayakan.

Pemerhati pendidikan, Arief Rahman, mengingatkan, dalam undang-undang pendidikan dinyatakan bahwa :

sejatinya pendidikan bermutu harus dinikmati oleh semua yang memperoleh pendidikan.

Ini berarti, pendidikan bermutu bukan sekedar sekolah dengan mutu seadanya.

“Memperoleh pendidikan yang bermutu merupakan hak bagi semua warga negara yang mengenyam pendidikan,”. Kata Arief.

Setidaknya, ada empat masalah yang muncul dalam mengupayakan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia.

1. Belum semua sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah, masih banyak sekolah swasta, yang walaupun pemerintah memiliki standar, namun untuk pengadaan fasilitas dan guru tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Ini berpengaruh pada mutu yang dihasilkan sekolah tersebut.

2. Secara alami terjadi pemusatan terhadap anak-anak cerdas dan kaya di sekolah baik. Mereka menikmati sekolah yang mutunya sangat baik. Namun, murid yang tidak cerdas dan miskin terkonsentrasi di sekolah dengan mutu di bawah standar.

Arief menegaskan, kondisi seperti itu bertentangan dengan asas pemerataan pendidikan.

3. Terkait standarisasi pengajar. Belum dapat dipastikan mutu guru di seluruh Nusantara telah masuk pada standar yang seperti apa. “Sebab, mereka dihasilkan oleh Universitas yang standarnya berbeda-beda pula. Ada yang sangat professional dan ada yang belum. “ungkap arief. Sertifikasi guru perlu dilakukan, namun tak boleh menjadi satu-satunya jaminan.

Hal penting yang perlu dilakukan adalah pengadaan pelatihan yang tidak pernah berhenti. Pelatihan internal harus secara terus menerus dilakukan.

Sebab, jika hanya melalui seminar, hal itu hanya bersifat sporadic dan tidak terstruktur.

4. Masalah pemerataan mutu pedidikan juga terkait dengan kondisi wilayah di Indonesia. Kondisi di Indonesia bagian barat dan timur masih amat timpang. “Ini tanggung jawab pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” ujarnya.

Begitupun di Kota Banjar, wilayah jangan sampai menjadi batas penghalang akan kemajuan tiap instansi pendidikan.

Menurut Arief, program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah, meringankan beban masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, Namun, ia juga berharap BOS ini melahirkan hasil yang optimal.

Agar lebih optimal, saran Arief, sebaiknya BOS diberikan dengan titik berat pada sekolah-sekolah yang mutu pendidikannya jauh tertinggal.

Hal yang harus dilakukan adalah memetakan mana sekolah yang sangat membutuhkan dan tidak.

Setelah ada pemetaan, bisa dilihat mana yang sangat membutuhkan BOS, mana yang hanya diberikan sementara, dan mana yang tidak memerlukan sama sekali. BOS tak usah diberikan pada sekolah yang telah mapan,” kata Arief.

Inilah yang harus segera dilakukan oleh pemerintah terkait, dalam hal ini dinas pendidikan "memetakan" sekolah-sekolah kita.

Bicara mengenai pemerataan mutu, Arief menolak jika dengan tujuan pemerataan mutu pendidikan ini kemudian berimplikasi pada penggunaan Ujian Nasional (UN) sebagai poin terbesar dalam kelulusan.

Mimpi dan Harapan Kami untuk Kota Banjar 5 tahun mendatang.

Tahun 1. Pertama

Seluruh Instansi Pendidikan di Kota Banjar terintegrasi melalui Local Area Network dan Wide Area Network.

Sehingga setiap instansi mampu diakses dan saling terhubung.

Kunjungi:

ICT Dinas Pendidikan Kota Banjar Online
http://ictdisdikbjr.wordpress.com/
(ICT Dinas Pendidikan Kota Banjar)

Tahun 2. Kedua

Pemerataan dan penguatan mutu Jenjang pendidikan Awal (PAUD), Dasar dan Menengah yang Berkualitas.

Program Peningkatan Kualitas Pendidikan K-12

Visi Tahun 2035

Seluruh Jenjang Pendidikan Awal-Dasar-Menengah Kota Banjar Berkualitas Internasional


PAUD

SD

SMP

SMA/SMK


Adanya Forum Pengajar (Guru) Pusat MGMP dan pengembangan Kurikulum/Pengembangan Pendidikan yang lebih kuat lagi, serta Program Peningkatan Kesejahteraan Tenaga kependidikan

Selengkapnya Kunjungi:

Himpunan Mahasiswa Keguruan Kota Banjar

http://pendidikan-keilmuan.blogspot.com/2008/10/7_05.html
(Himpunan Mahasiswa Keguruan Kota Banjar)

Himpunan Mahasiswa Calon Guru Republik Indonesia


Visi 2030

Project Super Teacher Sekitar 1000 Orang Guru di Kota Banjar
Minimal berkualifikasi S-2

(Profesional, Sejahtera dan Terlindungi)


Tahun 3. Ketiga


Salah satu atau beberapa orang siswa Kota Banjar ada yang Memperoleh Mendali Emas dalam Ivent-Ivent Olimpiade Bertaraf Nasional dan Internasional

Untuk Rencana Strategis dan lebih lengkap silahkan kunjungi:

TIM OLIMPIADE KOTA BANJAR



(Tim Olimpiade Kota Banjar)

"Belajar, Bertanding, Menang, dan Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan : Menjadi Generasi Sejati Dengan Mengukir Prestasi

Tahun 4. Keempat

Fokus terhadap pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang optimal dan serius:

1. Adanya pelatihan-pelatihan Kepemimpinan dan kewirausahaan yang kontinyu terhadap Pelajar SMK.

2. Di dirikannya Pusat Link Mach Point (Pusat kerjasama antara SMK dan Perusahaan)dimana lembaga ini berfungsi menjembatani antara pihak Sekolah dan pihak Swasta dalam kebutuhannya terhadap tenaga kerja.

Lebih jelas kunjungi:

http://pendidikan-keilmuan.blogspot.com/2008/09/mit-masyarakat-ilmu-dan-teknologi-kota.html
MIT (Masyarakat Ilmu dan Teknologi) Kota Banjar
(MIT KoBa(Masyarakat Ilmu dan Teknologi) Kota Banjar)

"Mengatasi Permasalahan-permasalahan di Kota Banjar dengan Ilmu dan Teknologi"

~Mengaplikasaikan Ilmu dan Teknologi untuk Kesejahteraan dan Kemaslahatan Masyarakat~

Diharapkan 18 tahun mendatang tercetak sekitar 110 Orang Pengusaha Muda Kota Banjar yang bertaraf Nasional

4 Orang Pengusaha Muda Kota Banjar mempunyai perusahaan Multi Nasional bersekala Internasional


Tahun 5. Kelima


1. Adanya kelas khusus bagi anak-anak berbakat di Kota Banjar

Memfasilitasi perkembangan kemampuan yang hebat dari para anak-anak yang tergolong berbakat (jenius) untuk menjadi ilmuwan yang luar biasa yang akan mengharumkan nama Kota Banjar.

Siswa

a. Jumlah siswa per kelas 30 orang. Hanya dibuka 1 kelas.

b. Siswa dipilih yang mempunyai bakat dasar yang kuat/jenius (test IQ hanya menguji kemampuan bakat bawaan saja).

Lebih Jelas kunjungi:

Kelas Super Hero Kota Banjar ^_^

http://pendidikan-keilmuan.blogspot.com/2008/09/1.html

(Kelas Super Kota Banjar)


2. Siswa-siswa Kota Banjar ada yang melanjutkan studinya ke Universitas-Universitas Kelas Dunia.

*Tahun 2025 Kota Banjar Mengirimkan Minimal 1000 Orang Siswa berkuliah di Universitas-universitas Top Indonesia

**Tahun 2030 Kota Banjar Mengirimkan Minimal 100 Orang Siswa untuk Belajar Ke Universitas-universitas Top Dunia


Banjar SNMPTN Center

Road To SNMPTN

"Bermimpi dan Berharaplah, karena ini adalah Fitrah Manusia, Berjuang dan Bekerja keraslah secara Terus-menerus karena ini adalah jalan, berTawakalah karena Kita punya Tuhan."
~Arip Nurahman~


Diharapkan 25 Tahun mendatang Kota Banjar memiliki

180 orang Doktor (S3)/ Professor, Guru Besar yang handal.

Kunjungi:

http://pendidikan-keilmuan.blogspot.com/2008/12/bisa-banjar-international-students.html

(BISA: Banjar International Students Association)

dan terciptanya Masyarakat Kota Banjar yang Terus Belajar (Learner Society)

Akhirnya, manusia hanya bisa berencana dan Allah SWT. lah yang menentukan.

~KARENA SEHEBAT APAPUN RENCANA MANUSIA, RENCANA ALLAH SWT. lah yang PALING INDAH~

Sumber:
1. Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd.
(Kepala sekolah SMA Labschool, Rawamangun, Jakarta.)
http://labschool-unj.sch.id/
2. Prof. Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D.
(Pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia)
http://www.yohanessurya.com/
3. Prof. H. A. Chaedar Alwasilah., M.A., Ph.D.
(Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia)
e-mail: chaedar_alwasilah@upi.edu
http://www.upi.edu/


"Ideas have wings. Write them down before they fly!"
~Chaedar Alwasilah~

Ucapan Terima Kasih:

Kepada orang tua kami tercinta, guru-guru kami, sahabat-sahabat tercinta, semoga kita senantiasa berada dalam Lindungan-Nya. amin!

Kupersembahkan Harapan dan impian ini kepada orang-orang yang Kusayangi dan Kucintai.

MERDEKA INDONESIA
MERDEKA!
MERDEKA!

Nu taat

Umat taat
Imanna kuat
Tumut nasehat
Cekel amanat
Tara khianat
Yakinkeun syhadat
Nanjeurkeun sholat
Puasa tamat
Mere zakat
Ka haji mangkat
Pamadegan tepat
Awak sehat
Bathin wal afiat
Elmuna manfaat
(Awan)

Wallohu'alam.

Semoga bermanfaat!

Wasalam wr.wb.

Jumat, 14 Agustus 2009

Portofolio Alternatif

Apa arti portofolio bagi anak-anak yang menjalankan pendidikan rumah? Tentu saja sangat banyak. Di antaranya adalah sebagai jejak rekam perjalanan belajar mereka, sebagai buku rapor panjang lebar yang akan menjadi bukti bahwa anak-anak memang mempelajari sesuatu meski tak pergi ke sekolah.

Akan tetapi, kesulitan membuat portofolio biasanya terletak pada pengarsipan. Beberapa keluarga mungkin begitu teraturnya menyimpan, mencatat, dan mendokumentasikan seluruh aktivitas anak-anak, sehingga level pelajaran, jam belajar, hingga detail kegiatan tercatat sempurna. Namun sebagian keluarga lain menyimpan "file-file" belajar anak, baik berupa foto aktivitas, tulisan tangan, gambar, atau materi apapun secara acak. Setelah dikumpulkan sampai sekian banyak, baru pada waktu-waktu tertentu "file-file" itu diorganisir kembali.

Portofolio Alternatif

Saya sempat agak bingung juga dengan persoalan portofolio, khususnya untuk pelajaran-pelajaran yang memang terstruktur. Untuk hal-hal yang insidental mungkin cukup mudah: Ambil fotonya, tuliskan review-nya, lalu simpan di file case.

Baru dua minggu terakhir ini saya menemukan model portofolio yang pas buat kami untuk merekam pelajaran terstruktur, yaitu model 'kuno', memakai buku tulis biasa. Satu buku tulis akan memuat 1 mata pelajaran. Dengan begitu, siapapun yang menjadi pembimbing (apakah saya ataupun papanya), akan memakai buku yang sama untuk mata pelajaran tersebut. Tentu saja, sang pembimbing cukup melihat apa yang sudah dipelajari sebelumnya, lalu lanjutkan pada level berikutnya.

Memang sih, buku catatannya sedikit berantakan (maklum tulisan anak saya belum terlalu bagus), tapi jadi 'guru' anak level SD kelas satu sepertinya memang harus tahan dengan kondisi itu ya.

Semua buku tulis yang akan dipakai belajar ditempatkan dalam sebuah tas khusus. Jadi, disiplin sederhana untuk anak saya sehubungan dengan itu hanyalah "Selalu memasukkan kembali buku dan alat tulis ke dalam tas tersebut setiap kali selesai belajar".

Ya, begitulah bentuk portofolio alternatif untuk pelajaran terstruktur yang kami pilih sekarang ini. Mungkin sharing ini berguna.

Kamis, 13 Agustus 2009

Sekolah Rakyat, Mencoba Membangun Peradaban dengan Semangat




PENUHI KEINGINAN MEREKA

RPP ALAT OPTIK



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
ALAT OPTIK

Nama Sekolah : SMA .................
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran

I. STANDAR KOMPETENSI
3. Menerapkan prinsip kerja alat optik

II. KOMPETENSI DASAR
3.1 Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

III. INDIKATOR KOMPETENSI
3.1.1 Mendeskripsikan fungsi dan bagian alat optik mata dan lensa
3.1.2 Membedakan kelainan pada mata (cacat mata)
3.1.3 Menentukan kekuatan lensa pada penderita miopi dan hipermetropi

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengetahui bagian bagian mata
2. Mengatahui fungsi bagian-bagain mata
3. Mebedakan kelainan pada mata
4. Mengetahui alat untuk menaggulangi cacat mata
5. Dapat menentukan kekuatan lensa untuk penderita miopi dan hipermetropi

V. MATERI PEMBELAJARAN
1. Fungsi dan bagian-bagian mata
2. Kelainan pada mata dan cara pengobatannya
3. Bagian-bagian lensa
4. Jari-jari kelengkungan lensa
5. Pembentukan bayangan pada lensa dan cermin
6. Kekuatan lensa


VI. METODA PEMBELAJARAN
Belajar mandiri, diskusi, tanya jawab.

VII. SUMBER BELAJAR, ALAT DAN BAHAN

1. Komputer
2. Papan tulis
3. LKS



VIII. JENIS DAN BENTUK PENILAIAN
1. Pertanyaan lisan
Dilakukan secara terpadu selama proses pembelajaran, untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman siswa tentang konsep dan prinsip alat optik
2. Penugasan
Dilakukan secara tertulis dalam bentuk pekerjaan rumah.
3. Tes Tertulis
Dilakukan secara tertulis pada saat penilaian formatif dalam bentuk pilihan ganda dan uraian yang disusun berdasarkan indikator.





SKENARIO PEMBELAJARAN
(2 jam pelajaran)
Alat Optik

1. Pendahuluan (5 menit)
a. Guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam, memberi perhatian, dan memeriksa kehadiran siswa
b. Guru mengkondisikan kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang akan dicapai
d. Guru mengarahkan perhatian siswa pada pembelajaran alat optik
e. Guru menjelaskan tentang metoda yang akan digunakan

2. Kegiatan Inti I (40 menit),, berlangsung di laboratorium komputer
a. Siswa belajar mandiri dengan komputer masing-masing,
b. Guru mengawasi proses belajar siswa
c. Siswa menjawab pertanyaan yang ada di LKS

3. Kegiatan Inti II (40 menit), dilaksanakan dikelas
a. Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya tentang materi yang telah dipelajari
b. Guru bersama siswa membahas LKS
c. Guru menjelaskan sebagian materi sebagai penguatan bagi siswa

4. Penutup (5 menit)
a. Siswa bersama guru mengadakan refleksi terhadap seluruh proses pembelajaran dan pengetahuan yang telah diperoleh.
b. Guru menilai pemahaman siswa dengan memberikan kuis dan tugas individual diakhir pembelajaran
c. Guru menginformasikan tentang materi minggu depan

Contoh Soal

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas.
1. Sebutkan dan jelaskan cacat pada mata?
2. Bagaimana pembentukan bayangan pada mata miopi dan hipermetrop?
3. Perhatikan gambar di atas. Sebutkan bagian-bagian pada mata dan jelaskan fungsinya?
4. Lensa apa yang digunakan pada penderita miopi? Jelaskan!
5. Lensa apa yang digunakan pada penderita hipermetrop? Jelaskan!
6. bagian mata yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata, serta mengatur ukuran biji mata adalah
a. Kornea
b. Retina
c. Iris d. Pupil
e. Saraf optik