Kamis, 12 November 2009

Oleh-oleh dari MIT untuk Para Siswa dan Guru Sekolah Menengah

"Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya"

~Arip Nurahman~

MIT OpenCourseWare:

Highlights for High School

Dangdanggula

"Bismillahi kawit nu ditulis, budi-daya pamedaring Samad, dupi Samad tegesna teh, kawit "dongeng Karuhun", nu berbudi Bujangga asli, tawisna nampi Ilham, waspada saestu, margi nu sipat Bujangga, titi-surti kukuh-pengkuh ati-ati, tulisan ngemban lisan"

~Highlights for High School features MIT OpenCourseWare materials that are most useful for high school students and teachers~

Testimonial dari para Pendidik

"I was amazed that a university such as MIT would freely give access to its educational information."
~Triatno Yudo Harjoko
~
Educator, Professor of Architecture
Indonesia

"Saya dan teman-teman mulai memanfaatkan, meneliti dan mengembangkan materi perkuliahan online dari MIT (OpenCourseWare) sejak tahun 2007, menyenangkan sekali"
~Arip Nurahman~

Testimonial dari beberapa Siswa

"I first visited OCW merely to consider options for a college major, but soon realized the true depth of the material. Many intro-level classes on OCW are extremely relevant to an advance high school curriculum, and i found the video lectures extremely helpful for Linear Algebra."

-Gautam,
High School Student


"The Introduction to Psychology courses are wonderful. There's no psychology class at my high school and it's wonderful to receive quasi-instruction in this area free of charge."

-Steven,
High School Student


For Students

Highlights for High School is your guide to MIT courses selected specifically to help you prepare for AP exams, learn more about the skills and concepts you learned in school, and get a glimpse of what you'll soon study in college.

Need a break from studying?


Check out videos of competitions at MIT like the Solar Decathlon. Ever see a bullet smash through a rose dipped in nitrogen? Check out the Strobe Project Laboratory. Studying for the Physics AP exam? Watch an MIT professor explain pendulums by swinging across his classroom.

Want to apply for admission to MIT as a student? Contact the MIT Admissions Office for an application.

Office of Admissions
Massachusetts Institute of Technology
Room 3-108
77 Massachusetts Avenue
Cambridge, MA 02139-4307

Phone: +1.617.253.3400

"TEAM WORK MAKES US RUN FASTER"

AP Physics

We have selected relevant material from MIT's introductory courses to support students as they study and educators as they teach the AP® Physics curriculum.


"A Leader set high standards, and Inspire people to achieve"

AP Biology

We have selected relevant material from MIT's introductory courses to support students as they study and educators as they teach the AP® Biology curriculum.


"Change is Continuous process, not an event"

AP Calculus

We have selected relevant material from MIT's introductory courses to support students as they study and educators as they teach the AP® Calculus curriculum.

"Learn from many Teacher. As A Bee Takes Honey from Many Flowers"

High School Courses Developed by MIT

The courses listed below are from MIT's Educational Studies Program (ESP), an MIT student group offering high school courses for over 50 years, and the Chandra Astrophysics Institute.

Langkah-langkah mendaftar di MIT's Educational Studies Program

1. Kunjungi situs; MIT's Educational Studies Program (ESP)

http://esp.mit.edu/

Contohnya:

Username: aripnurahman

password: semangatbelajar

2. Daftarkan diri anda:
a. Klik menu sign up di Sebelah Kanan
b. Isi form yang sudah disediakan
c. Manfaatkan materi-materi pembelajaran disana untuk kebaikan

3. Selamat mencoba


"Life isn't about FINDING Yourself, Life about CREATING Yourself"
~George B. Shaw~

Science

Chandra Astrophysics Institute
The Big Questions
Introduction to Cognitive Neuroscience
Excitatory Topics in Physics
Guitar Building
Audio and Speaker Electronics

Mathematics

Probability: Random Isn't So Random
Combinatorics: The Fine Art of Counting

Humanities

Gödel, Escher, Bach
Europe in Crisis: The World Wars in Europe
Leadership Training Institute


Labs

Labs bring science concepts alive as you observe, practice, and experiment with problems.

Subjects


" Some People Succeed because they are Destined to....But Most People Succeed because they are Determined To!"

Knowledge In Action

Write Better

A fundamental part of an MIT education is the belief that education is not a passive activity: We believe in the application of the skills and ideas you gather here, and it is only by doing that you truly learn.

The ability to communicate your ideas and research is as important as the ideas and research themselves. After all, what good is knowledge if you can't share it?

Minggu, 08 November 2009

Universitas Harvard



"Ya Rabbana Hamba punya pinta


Bila suatu saat aku jatuh cinta dan mempunyai Kasih Sayang


Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas


Biar rasaku pada-Mu tetap utuh, Biar asaku terhadap-Mu tak pernah rapuh"

Lecture 11: Security
Monday, 30 November 2009 Notes: PDF
Slides: PDF
Source Code: Screen Scraping
Video: Flash | Flash + Slideshow | MP3 | QuickTime


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.




Minggu, 01 November 2009

Asyiknya Meneliti

“Milikilah budaya meneliti sekalipun anda bukan seorang peneliti, karena meneliti itu asyik”
~Arip Nurahman~

Mari Meneliti

Peneliti dalam pengertian luas dapat merujuk pada setiap orang yang melakukan aktivitas menggunakan sistem tertentu dalam memperoleh pengetahuan atau individu yang melakukan sejumlah praktek-praktek dimana secara tradisional dapat dikaitkan dengan kegiatan pendidikan, pemikiran, atau filosofis. Secara khusus, istilah peneliti dikaitka pada individu-individu yang melakukan penelitian (meneliti) dengan menggunakan metode ilmiah [1]. Seorang peneliti, bisa jadi adalah seorang ahli pada satu bidang atau lebih dalam ilmu pengetahuan. [2]

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih


Jumat, 23 Oktober 2009

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA




Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959; umur 50 tahun) adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (20072009) dan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)Surabaya periode tahun20032006.

Biografi

Mohammad Nuh adalah anak ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Ia melanjutkan studi di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh NopemberSurabaya, dan lulus tahun 1983. Mohammad Nuh mengawali karirnya sebagaidosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL)Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.

Nuh menikah dengan drg. Layly Rahmawati, dan ia dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir di Perancis. Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya(PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan terpercaya Japan International Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.

Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat. Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi(disingkat Indonesia-SAKTI).

Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur,Pengerus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya. Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang Kiayi, sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.

PROGRAM 100 Hari Pertama MENDIKNAS

"Pada 100 hari pertama saya menjabat saya akan memulai perbaikan sekolah rusak atau bocor," kata Mendiknas Mohammad Nuh. Ia menjelaskan, selain perbaikan sekolah rusak di masa 100 hari pertama menjabat dirinya akan melakukan sejumlah hal.

Yang pertama adalah melanjutkan program pendidikan tahun 2009 yang belum tuntas dan sudah ditetapkan pada pemerintahan menteri sebelumnya. "Pada 100 hari pertama saya menjabat yakni sekitar November 2009 hingga Januari 2010, saya akan melanjutkan program tahun 2009 yang telah ditetapkan oleh menteri sebelumnya," katanya.


Selain itu dirinya akan melakukan pengembangan program sesuai dengan kontrak kinerja yang telah ditandatanganinya di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ditambah lagi, ia juga akan membuat program-program baru di bidang pendidikan yang diperlukan pada 100 hari pertama dirinya menjabat.

"Selain meneruskan program yang sudah ditetapkan, saya juga akan mengembangkannya dan membuat program-program baru di bidang pendidikan," katanya.

Akan tetapi, mantan menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo) pada Kabinet Indonesia Bersatu I itu menegaskan bahwa target utama yang ingin dicapainya adalah perbaikan infrastruktur gedung-gedung sekolah sehingga tidak ada lagi siswa yang belajar di sekolah rusak atau bocor saat hujan.


"Kalau infrastruktur sekolahnya baik, maka proses belajar mengajar juga akan berjalan dengan baik," katanya.


Ia menargetkan penyelesaian perbaikan infrastruktur bangunan sekolah di seluruh Indonesia akan rampung pada tahun 2010. "Saya berharap perbaikan infrastruktur gedung-gedung sekolah di Indonesia dapat rampung pada tahun 2010," katanya.

Sambutan MENDIKNAS

Tuntutan era globalisasi yang menjadikan informasi sebagai sumberdaya percepatan perilaku ekonomi, politik, sosial, dan budaya, menyebabkan arus dan daya serap informasi dilakukan melalui media elektronik yang serba cepat pula.

Konteks globalisasi ini juga tidak terhindarkan dalam kebijakan yang terkait dengan tata kelola (governance) kelembagaan. Informasi-informasi yang terkait dengan kebijakan-kebijakan pembangunan pendidikan harus secara serta merta menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan perubahan masyarakat lokal dalam prospektif global yang serba cepat pula. Kaidah think globally, act locally adalah salah satu cerminan tentang bagaimana informasi di kawasan dunia dan antar negara memiliki peluang yang sangat cepat untuk merubah perilaku budaya lokal setempat melalui penetrasi informasi.

Karena obyek pembangunan pendidikan adalah masyarakat sebagai entitas suatu bangsa, maka informasi yang disampaikan juga harus merupakan media komunikasi yang mengandung makna pendidikan dan pembelajaran, sehingga perubahan perilaku yang diakibatkannya merupakan perubahan perilaku kolektif dari suatu bangsa dalam proses membangun.

Untuk menjawab tantangan inilah laman http://www.depdiknas.go.id dijadikan salah satu sumber informasi pendidikan dan pembelajaran yang mampu memberikan kontribusi positif dalam merubah perilaku membangun bangsa agar memiliki perilaku membangun yang sarat dengan pengetahuan (knowledge based society).

Semoga.

Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA.

Rancangan Draf Renstra Depdiknas 2010 - 2014

Naskah ini masih berupa rancangan teknokratis yang memerlukan kritik dan saran untuk penyempurnaan. Untuk memperoleh masukan tersebut itulah maka rancangan Renstra Depdiknas tahun 2010 - 2014 versi 17 September 2009 untuk dapat dibaca oleh masyarakat luas sehingga masyarakat dapat memahami, menilai dan memberi masukan untuk menyempurnakan Draf Renstra tersebut. Kami mengucapkan terima kasih apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan memberikan masukan terhadap Rancangan Renstra tersebut melalui emailrenstra.depdiknas1014@gmail.com.

Untuk melihat Draf Renstra Depdiknas Tahun 2010 - 2014 dapat diunduh pada link berikut:

Draf Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional periode 2010 - 2014.

Draf Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional periode 2010 - 2014 (Per Bagian).


Sumber: PIH


Kalau Kita Menginginkan Kecerdasan


Berharap Indonesia menjadi yang terunggul, dan mampu mengejar Amerika, Jepang, China dan Singapura (atau Israel)? Kenapa tidak belajar saja dari Internet, Google, Facebook, Blogger, Wikipedia, Youtube dan lain-lain.

Mudah dan murah.

Pilihannya Mau atau Tidak?



Belajar dari Stephen Hawking, Einstein, Michio Kaku (sainstis top dari City University of New York), Neil deGrasse Tyson, Michael Porter (Competitive Strategy, Harvard), Brian Greene (String Theorist), Jared Diamond (Guns, Germ, and Steel), Milton Friedman (peraih Nobel ekonomi), Jeffrey Sachs (End of Poverty), Thomas L. Friedman (The World is Flat).

(Arip Nurahman & Imperium Indonesia)

Belajar dari Para Peraih Nobel:

1.Para Peraih Nobel Fisika Sepanjang Waktu(All Nobel Laureates in Physics)

2.Para Dosen dan Guru Ekonomi Terbaik Dunia (All Nobel Laureates in Economics)

3. Para Dosen dan Guru Kimia Terbaik (All Nobel Laureates in Chemistry)

4. Para Dosen dan Guru Kedokteran dan Obat-obatan Terbaik

5. Para Dosen dan Guru Sastra (All Nobel Laureate in Literature)

6. Para Dosen dan Guru Perdamaian (Nobel Peace)

Masih Kurang?

Belajar Internet dan Komputer ke: Kang Onno & Om Rommi

http://romisatriawahono.net

Kurang Juga? ^_^ Kunjungi Universitas Cyber Kami:

Welcome to Our University

Semoga Bermanfaat, Semangat dan Terima Kasih.