Ayat ke-76:
Artinya:
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kamipun telah beriman", tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"
Kemudian, di dalam ayat selanjutnya Allah swt menjawab ucapan mereka itu.
Ayat ke-77:
Artinya:
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?
Pada awal kemunculan Islam, beberapa orang Yahudi, ketika melihat muslimin, mereka berkata: karena ciri-ciri Nabi kalian tertulis di dalam Taurat kami, maka kami juga beriman kepada agama kalian. Tetapi orang-orang tersebut, ketika bertemu dengan sesama mereka, mereka bertengkar satu dengan yang lain. Sebagian berkata kepada sebagian yang lain: mengapa kalian berbicara mengenai identitas Muhammad kepada muslimin ? mereka akan memanfaatkan hal itu untuk berhujjah terhadap kalian pada hari kiamat.
Akibat dari penyimpangan dan penyembunyian kebenaran yang dilakukan oleh para cendikiawan Yahudi ini yang membuat hingga sekarang masih banyak orang Yahudi dan Kristen di muka bumi.
Dari dua ayat di atas terdapat empat pelajaran yang bisa kita petik, antara lain:
1. Ketika manusia mengetahui akan kebenaran, seharusnya ia mengikutinya. Manusia jangan menyepelekan kebenaran sekalipun dengan ancaman.
2. Dalam pandangan orang-orang yang menyimpang, munafik dan menyembunyikan kebenaran untuk mempertahankan posisi dan fanatisme, tanda-tanda rasionalitas adalah mengamalkan apa yang diketahui.
3. Iman akan keberadaan Allah dan ilmu-Nya dapat mencegah manusia dari kesalahan.
4. Di sisi Allah tidak ada perbedaan antara yang tampak dan tersembunyi.
Ayat ke-78:
Artinya:
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.
Ayat ini memperkenalkan kelompok lain dari Bani Israel yang berbeda dengan kelompok sebelumnya yang terdiri dari para cendikiawan yang menyimpangkan atau menyembunyikan kebenaran-kebenaran Taurat. Kelompok ini terdiri dari masyarakat awam yang tidak mengetahui isi kitab Taurat dan hidup dengan cita-cita mereka sendiri.
Mereka menyangka bahwa di dalam Taurat, kaum Yahudi dianggap sebagai etnis pilihan serta dicintai Tuhan, dan hanya merekalah yang selamat di hari kiamat dan tidak akan masuk neraka. Jika terdapat pengadilan terhadap mereka, maka hal itu tidak lebih dari beberapa hari. Mungkin, khayalan-khayalan dan harapan-harapan seperti itu juga terdapat di antara para pengikut agama-agama lain.
Tetapi kita harus mengetahui, bahwa semua itu adalah akibat kebodohan dan tidak adanya informasi yang mereka miliki tentang isi Kitab Allah swt. Karena pada kenyataannya tak satupun diantara ajaran-ajaran langit, yang terdapat di dalamnya khayalan-khayalan seperti ini.
Dari ayat di atas terdapat lima pelajaran yang bisa kita petik, antara lain:
1. Masyarakat harus mengenal dirinya dan memahami pemikiran dan akidah yang menguasai masyarakat.
2. Dengan adanya buku dan guru, keberadaan orang buta huruf merupakan kekurangan dan untuk itu harus ada usaha untuk menutupinya.
3. Kebodohan menjadi sarana tumbuhnya khayalan yang tidak pada tempatnya.
4. Penantian harus berdasarkan ilmu dan bukan khayalan.
5. Dalam akidah manusia dilarang untuk mengikuti persangkaan dan khayalan.
Ayat ke-79:
Artinya:
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.
Di sepanjang sejarah selalu ada cerdik pandai yang menjadikan agama sebagai perantara untuk mencari kesenangan dunia. Sebagaimana pedagang yang menjual barang-barangnya untuk mendapat sejumlah uang; ada juga para penghamba harta yang memakai pakaian agama, menjual agamanya untuk memperoleh kekayaan. Membuat bidah di dalam agama Allah swt, dengan tujuan menarik perhatian masyarakat atau untuk memperoleh kedudukan di sisi para penguasa dan para raja, atau untuk menjaga kepentingan-kepentingan individu maupun golongan, adalah hal-hal yang termasuk diantara contoh-contoh nyata yang dimaksud oleh ayat ini; dimana Al-Quran, dengan nada yang paling keras, dengan mengulang-ulang kata-kata "Wail" (yang artinya celakalah) memperingatkan adanya bahaya tersebut.
Dari ayat di atas terdapat empat pelajaran yang bisa kita petik, antara lain:
1. Mengharapkan keimanan semua umat manusia adalah baik, tetapi kita ketahui bahwa sebagian besar umat manusia tidak siap menerima kebenaran. Oleh sebab itu, kekafiran mereka jangan sampai membuat ragu dan mengguncangkan keyakinan
kita.
2. Sebesar-besar kejahatan adalah kejahatan kebudayaan. Penyembunyian dan pemutarbalikan kebenaran adalah sebuah kejahatan yang akan membuat generasi-generasi berikut tidak mengetahui kebenaran dan menyeret kepada penyimpangan
dan kesesatan.
3. Keterjauhan para pengikut agama-agama dari ajaran Kitab-Kitab terutama al-Quran, membuka jalan berkembangnya penyimpangan-penyimpangan dan khayalan-khayalan tanpa dasar di antara mereka dan kebodohan adalah salah satu penyebab munculnya masalah besar ini.
4. Membuat agama (dengan menciptakan bidah) dan menjual agama adalah sebuah bahaya yang datang dari para musuh pembuat kerusakan, yang mengancam kehidupan manusia. Oleh sebab itu masyarakat harus berhati-hati dan tidak menerima setiap perkataan; walaupun pembicaranya adalah seorang yang lahirnya berpakaian agama .
Ayat ke-80:
Artinya:
Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Sebagaimana yang telah disebutkan, orang-orang Yahudi yang tidak mengetahui informasi mengenai kitab langit, menyangka hal yang salah ini, yaitu bahwa mereka lebih dekat disisi Allah dari pada orang lain, dan bahwa etnis Yahudi adalah etnis unggulan. Salah satu dari khayalan-khayalan sesat itu ialah mereka berkata jika umpamanya kami berbuat dosa, maka siksaan kami lebih sedikit dari pada orang lain dan hanya beberapa hari saja kami akan disiksa.
Ayat ini telah menarik garis salah diatas khayalan sesat ini dan berkata kepercayaan ini adalah suatu yang tidak benar yang telah kalian sandarkan kepada Allah swt, karena Allah swt menciptakan manusia dalam satu derajat dan tidak membedakan mereka dalam hal pemberian siksaan dan pahala. Pada dasarnya setiap bentuk keunggulan yang didasarkan pada etnis dan keturunan, sama sekali tidak sesuai dengan rasio. Hanya taqwa dan perbuatan baiklah yang merupakan sumber keutamaan manusia dan membedakan kemuliaan manusia antara satu dengan yang lain.
Dari ayat di atas terdapat lima pelajaran yang bisa kita petik, antara lain:
1. Salah satu ciri khas Yahudi adalah selalu ingin mendapat kelebihan dari yang lain.
2. Jangan biarkan pemikiran dan ucapan yang tidak baik begitu saja tanpa jawaban.
3. Merasa lebih, rasial dan keinginan tanpa perbuatan terlarang dalam agama.
4. Semua manusia sama di hadapan hukum dan Allah tidak pernah memberikan janji untuk menyelamatkan kaum tertentu.
5. Ketidaktahuan akan agama penyebab disandarkannya pelbagai khurafat kepada agama.
irbib indonesia
Rabu, 19 Mei 2010
Rahbar dan Presiden Zinbawe
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Senin (17/5) dalam pertemuan dengan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan rombongan, menyebut hubungan bilateral Republik Islam Iran dengan Zimbabwe sebagai hubungan yang mendalam, bersahabat dan lestari.
Seraya mengimbau negara-negara Kelompok 15 (G-15) untuk mengaktifkan asosiasi negara-negara berkembang ini dan menjalin hubungan yang dekat antara negara-negara independen, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Kegemaran negara-negara adidaya untuk melakukan intervensi adalah petaka besar bagi kemanusiaan. Satu-satunya solusi melawan fenomena ini adalah dengan memupuk hubungan yang lebih dekat antara negara-negara dan bangsa-bangsa yang merdeka."
Beliau lebih lanjut mengapresiasi resistensi pemerintahan Robert Mugabe terhadap intervensi Inggris, dan menegaskan, "Jika negara-negara merdeka menjalin hubungan yang akrab antara mereka, Amerika Serikat (AS) dan kekuatan adidaya manapun juga tak akan bisa berbuat apa-apa."
Dalam pertemuan itu yang juga dihadiri oleh Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menyatakan kegembiraannya atas kesempatan bertatap muka lagi dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Khamenei. Seraya menjelaskan hubungan yang mengakar kuat antara Zimbabwe dan Iran, Mugabe mengatakan, "Kelompok G-15 dibentuk sebagai basis kekuatan bagi Gerakan Non Blok. Karena itu harus diupayakan agar asosiasi ini dapat memainkan peran yang aktif terkait hubungan Selatan-Selatan."
Menyinggung intervensi sejumlah negara Barat yang mengganggu kemajuan dan kerjasama negara-negara independen, Presiden Zimbabwe menuturkan, "Kami bertekad untuk meningkatkan hubungan dengan Iran. Kami meyakini bahwa negara-negara merdeka harus menjaga dan memperkuat kerjasama dan persatuan di antara mereka."
Seraya mengimbau negara-negara Kelompok 15 (G-15) untuk mengaktifkan asosiasi negara-negara berkembang ini dan menjalin hubungan yang dekat antara negara-negara independen, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Kegemaran negara-negara adidaya untuk melakukan intervensi adalah petaka besar bagi kemanusiaan. Satu-satunya solusi melawan fenomena ini adalah dengan memupuk hubungan yang lebih dekat antara negara-negara dan bangsa-bangsa yang merdeka."
Beliau lebih lanjut mengapresiasi resistensi pemerintahan Robert Mugabe terhadap intervensi Inggris, dan menegaskan, "Jika negara-negara merdeka menjalin hubungan yang akrab antara mereka, Amerika Serikat (AS) dan kekuatan adidaya manapun juga tak akan bisa berbuat apa-apa."
Dalam pertemuan itu yang juga dihadiri oleh Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menyatakan kegembiraannya atas kesempatan bertatap muka lagi dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Khamenei. Seraya menjelaskan hubungan yang mengakar kuat antara Zimbabwe dan Iran, Mugabe mengatakan, "Kelompok G-15 dibentuk sebagai basis kekuatan bagi Gerakan Non Blok. Karena itu harus diupayakan agar asosiasi ini dapat memainkan peran yang aktif terkait hubungan Selatan-Selatan."
Menyinggung intervensi sejumlah negara Barat yang mengganggu kemajuan dan kerjasama negara-negara independen, Presiden Zimbabwe menuturkan, "Kami bertekad untuk meningkatkan hubungan dengan Iran. Kami meyakini bahwa negara-negara merdeka harus menjaga dan memperkuat kerjasama dan persatuan di antara mereka."
Fathimah Ummu Abiha
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei dalam sejumlah pidatonya menjelaskan banyak hal tentang pribadi Sayyidah Fathimah az-Zahra as.
Keagungan Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei saat bertemu dengan para pengidung Ahlul Bait pada 24 November 1994 tentang keagungan pribadi Sayyidah Fathimah az-Zahra as mengatakan, "Apa saja yang telah kita ucapkan mengenai Sayyidah Fathimah az-Zahra as tetap saja kurang. Pada hakikatnya kita tidak apa yang harus diucapkan dan apa yang harus dipikirkan. Sedemikian luasnya dimensi keberadaan Haura Insiyah, Ruh Mujarrad, Inti Kenabian dan Wilayah bagi kita, sehingga kita tidak mampu memahaminya. Kita benar-benar dibuat tidak berdaya dengan pribadi agung ini."
Maqam Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Sayyidah Fathimah az-Zahra benar-benar merupakan pribadi besar dan berada di level pertama Islam. Sejatinya beliau menjadi pribadi level teratas dalam sejarah kehidupan manusia. Hal ini dapat ditemukan dalam ucapan Rasulullah saw saat berkata kepadanya, "Ala Tardhaina an Takuni Sayyidata Nisail ‘Alamin (Apakah engkau tidak rela menjadi junjungan wanita sedunia?). Engkau junjungan wanita seluruh dunia sepanjang sejarah manusia. Sayyidah Fathimah az-Zahra as sendiri bertanya kepada Rasulullah saw, "Fa aina Maryamu binti ‘Imran? Bagaimana dengan Maryam junjungan wanita yang telah dijelaskan dalam al-Quran? Rasulullah saw bersabda, "Maryam merupakan junjungan seluruh wanita di masanya. Sementara engkau adalah junjungan seluruh wanita sepanjang sejarah umat manusia."
Bila pribadi Sayyidah Fathimah az-Zahra tampak bagi otak sederhana dan mata kita yang hanya bisa melihat dari dekat, niscaya kita akan membenarkan betapa beliau adalah junjungan seluruh wanita di alam semesta. Seorang wanita yang telah mencapai maqam spiritual dan keilmuan di usia muda dan umur yang pendek. Maqam ini sama dengan derajat para nabi dan auliya. Sejatinya Sayyidah Fathimah az-Zahra adalah fajar yang menyingsing dan darinya mentari imamah dan wilayah bersinar. Beliau bak langit tinggi yang dari pelukannya muncul banyak bintang wilayah. Seluruh Imam as begitu menghormati dan menghargai ibunya. Penghormatan yang jarang didapat oleh seseorang dari para Imam as. (Cuplikan pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra pada 9 Oktober 1997)
Berkah Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Berkah Sayyidah Fathimah az-Zahra as tidak terbatas pada sekelompok kecil manusia. Bahkan bila memandang secara realistis dan logis, manusia berutang pada keberadaan Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Ini bukan hal yang terlalu dibesar-besarkan. Sebuah kenyataan. Sebagaimana manusia berutang pada Islam, al-Quran, ajaran para nabi dan Rasulullah saw. Sepanjang sejarah selalu demikian. Hari ini juga demikian. Setiap harinya cahaya Islam dan spiritual Sayyidah Fathimah az-Zahra as semakin tampak. Manusia akan merasakan hal itu.
Berkah yang banyak yang disebutkan dalam al-Quran dengan ungkapan al-Kautsar merupakan kabar gembira yang diberikan kepada Rasulullah saw. Disebutkan bahwa takwil "Inna A'thainaaka al-Kautsar" adalah Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Sejatinya beliau adalah sumber segala kebaikan yang setiap harinya dari sumber agama dilimpahkan kepada seluruh mansuia dan makhluk hidup di dunia. Banyak orang yang berusaha menutupi-nutupi kenyataan ini, bahkan mengingkarinya tapi mereka tidak mampu. "Wallahu Mutimmu Nurihi wa lalu Kariha al-Kafiruun"(ash-Shaff ayat 8).
Kita harus mendekatkan diri pada inti cahaya ini. Kelaziman dari upaya ini, kita juga akan bercahaya. Kita harus bercahaya dengan perbuatan, bukan hanya cinta kosong. Perbuatan yang sebenarnya adalah cinta, wilayah dan keimanan itu sendiri. Hal inilah yang didiktekan dan yang diinginkan dari kita. Dengan amal kita harus menjadi bagian dari keluarga dan bergantung pada keluarga ini. Bukan hal yang mudah ketika Qanbar berada di rumah Imam Ali as. Salman menjadi "Salman minnaa Ahlulbait" juga bukan pekerjaan mudah. Kita sebagai masyarakat berwilayah dan Syiah Ahlul Bait berharap dari para Imam as agar menjadikan kita bagian dari mereka dan termasuk orang-orang yang mengelilingi mereka. Hati kita ingin agar Ahlul Bait menilai kita seperti itu. Tapi ingat! Ini bukan hal yang mudah. Ini tidak akan bisa terwujudkan hanya dengan pengakuan. Semua ini membutuhkan amal, sikap pemaaf, pengorbanan dan berupaya menyerupai akhlak mereka. (Pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)
Belajar dari Sirah Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Coba kalian perhatikan! Sayyidah Fathimah az-Zahra meraih segala keutamaan ini di usianya yang keberapa? Di usia yang ke berapa segala kecemerlangan ini ditampakkannya? Di usia yang masih muda; 18, 20 atau ada yang mengatakan 25 tahun. Semua keutamaan ini tidak diraih begitu saja. "Imtahanaki Allah alladzi Khalaqaka qabla an Yakhluqaki Fawajadaki lamma Imtahanaki Shabira" (Allah Sang Penciptamu telah mengujimu sebelum menciptamu dan menemukanmu begitu sabar ketika diuji). Allah swt telah menguji hamba-Nya yang terpilih ini. Apa yang Allah lakukan telah diperhitungkan dengan matang. Bila Dia memaafkan, maka hal itu dilakukan dengan perhitungan matang. Allah mengetahui betapa hamba pilihan-Nya ini fana di jalan ilahi saat memaafkan, mengorbankan dan mengenal. Oleh karenanya Allah menjadikannya sebagai inti keberkahan manusia.
Kita juga harus melewati jalan ini. Kita juga harus jadi orang pemaaf, berkorban dan menaati Allah. Bukankah dalam riwayat disebutkan betapa Sayyidah Fathimah az-Zahra beribadah sehingga kakinya bengkak (hatta Tawarrama Qadamaaha). Begitu lamanya ia berdiri di mihrabnya beribadah kepada Allah. Kita juga harus berdiri di mihrab kita untuk beribadah! Kita juga harus berzikir kepada Allah. Kita juga harus terus memperbanyak cinta ilahi dalam hati kita. Bukankah kita mengetahui betapa beliau dengan kondisi lemah pergi ke masjid agar dapat meraih kembali hak yang dirampas? Kita juga harus berusaha keras dalam segala kondisi guna mengembalikan hak kepada yang berhak. Kita harus seperti beliau tidak takut kepada siapapun. Bukankah disebutkan dalam riwayat bahwa beliau seorang diri berdiri di hadapan masyarakat di masanya? Kita juga harus seperti yang disabdakan oleh suaminya, "La Tastauhisyuu fi Thariq al-Huda li Qillati Ahlihi" (Jangan pernah takut di jalan Allah sekalipun dengan jumlah sedikit!) Kita jangan pernah takut sekalipun jumlah kita sedikit menghadapi dunia kezaliman dan hegemoni. Teruslah berusaha! Bukankah diriwayatkan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Sayyidah Fathimah az-Zahra as membuat Allah menurunkan surat ad-Dahr untuknya, suami dan anak-anaknya? Pengorbanan yang dilakukan untuk orang-orang miskin dan membantu orang-orang yang membutuhkan dengan harga dirinya dan keluarganya bakal merasakan lapar yang luar biasa! "Yu'tsiruuna ‘ala Anfusihim wa lau Kana bihim Khashaashah (al-Hasyr ayat 9). Kita juga harus melakukan perbuatan seperti ini.
Tidak bisa dibiarkan kita berbicara lantang tentang cinta Fathimah az-Zahra as. Perhatikan bagaimana beliau dikarenakan orang-orang yang lapar, makanan yang seharusnya untuk diri, suami dan anak-anak tercintanya diberikan kepada orang-orang yang lapar. Beliau memberikan makanan itu kepada orang miskin. Bukan satu hari. Bukan dua hari, tapi tiga hari. Kita yang mengaku sebagai pecinta pribadi yang semacam ini, tapi ternyata bukan hanya tidak pernah memisahkan makanan dari kerongkongan kita untuk diberikan kepada orang-orang miskin, bila perlu kita enyahkan juga makanan yang hendak memasuki kerongkongan orang-orang miskin!
Riwayat-riwayat yang disebutkan dalam buku Ushul al-Kafi dan sebagian buku hadis lain tentang tanda-tanda orang Syiah kembali pada masalah ini. Artinya, Syiah harus berbuat seperti ini! Kita harus mendemostrasikan kehidupan mereka dalam kehidupan kita, sekalipun dalam bentuknya yang lemah. Tentu saja kita ini siapa dan mereka siapa! Jelas, kita tidak akan pernah sampai ke tingkat mereka, bahkan sebatas lingkaran tangan mereka juga tidak akan sampai. Namun kita harus berbuat seperti yang mereka lakukan. Tentu saja tidak boleh terjadi kita hidup bertentangan dengan apa yang dicontohkan oleh Ahlul Bait tapi pada saat yang sama kita mengaku sebagai bagian dari orang-orang yang dibebaskan oleh Ahlul Bait. Apakah hal yang demikian mungkin terjadi? Coba asumsikan ada seorang yang hidup di masa Imam Khomeini ra yang senantiasa mengikuti musuh bangsa Iran yang selalu dibicarakan oleh Imam Khomeini ra. Apakah orang itu mampu mengatakan bahwa dirinya taat kepada Imam? Bila ada ucapan seperti ini keluar dari orang yang seperti itu, apakah kalian tidak menertawakannya? Kondisi yang ada ini sama juga dengan masalah Ahlul Bait.
Kita harus buktikan kelayakan kita!
Apakah kita tidak mengatakan bahwa bila seseorang mendengar apa saja perabot rumah tangga Sayyidah Fathimah az-Zahra as, pasti air matanya bercucuran? Apakah kita tidak mengatakan bahwa wanita dengan derajat tinggi seperti beliau tidak memperhatikan dunia dan hiasannya? Lalu mengapa setiap harinya kita malah menumpuk segala bentuk perabot, perhiasan dan hal-hal yang tidak berarti? Kita tinggikan mahar anak-anak perempuan.
Di awal-awal, ketika ada keluarga yang memberikan mahar mahal, kita biasanya menertawakannya. Kita katakan kepada mereka apakah kalian benar-benar akan memberikan logam emas sebanyak itu. Bila memang benar, lebih baik bila kalian tidak langsung mengatakan 72 logam emas! Namun sekarang bagaimana! Kita menyaksikan betapa penentuan mahar yang mahal telah menjadi sebuah kenyataan. Apa sebenarnya yang telah terjadi! Anda sebagai ayah dari anak perempuan, apakah anda dapat mengklaim pengikut ayah Fathimah as? Hal ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus memikirkan kondisi kita. (Pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)
Shiddiqah Kubra
Nilai Sayyidah Fathimah az-Zahra as kembali pada ibadah dan penghambaannya kepada Allah. Bila tidak ada penghambaan dalam diri Sayyidah Fathimah as, beliau tidak akan disebut Shiddiqah Kubra (kejujuran terbesar). Apa artinya shiddiq? Shiddiq adalah seseorang yang jujur menunjukkan apa yang dipikir dan diucapkan dalam perbuatannya. Selama kejujuran ini semakin besar, maka sudah pasti nilai seorang manusia juga bertambah. Ia menjadi Shiddiq seperti yang disebutkan oleh al-Quran dalam surat an-Nisa' ayat 69 yang artinya "Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." Dalam ayat ini jelas mendudukkan shiddiqin setelah nabiyyin. Tapi perlu diketahui Sayyidah Fathimah az-Zahra lebih di atas itu. Karena beliau adalah Shiddiqah Kubra yang berarti wanita terbaik dari kalangan shiddiqin.. Sifat Shiddiq ini diberikan karena penghambaan. Bila hal itu tidak dilakukan, niscaya beliau tidak akan diberi sebutan Shiddiqah Kubra. Artinya, inti dari semua ini adalah penghambaan kepada Allah.(Pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)
Dimensi Kehidupan Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Dalam kehidupan biasa Sayyidah Fathimah az-Zahra as ada satu poin penting yang patut diperhatikan. Sayyidah Fathimah az-Zahra as mampu menggabungkan antara seorang wanita muslim dalam perilakunya dengan suami dan anak-anaknya dan melaksanakan kewajibannya di rumah dan dari sisi lain melaksanakan kewajibannya sebagai seorang mujahid yang tidak pernah lelah menghadapi pelbagai peristiwa politik pasca meninggalnya Rasulullah saw. Beliau mendatangi masjid dan berpidato lantang membela sikapnya dan berbicara sebagai seorang mujahid tulen yang tidak pernah merasa lelah serta menanggung segala kesulitan. Sementara itu, beliau adalah seorang hamba Allah yang melaksanakan shalatnya di malam hari. Beliau bangkit melaksanakan shalat hanya karena Allah semata. Tunduk dan khusyu di hadapan-Nya. Di bilik mihrabnya, wanita muda ini bak para wali senior Allah melangsungkan munajatnya dengan Sang Kekasih.
Tiga dimensi yang mampu dikumpulkan dalam dirinya menjadikan titik cemerlang dalam kehidupan Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Beliau dengan indah menggabungkan tiga dimensi ini. Sebagian orang beranggapan bahwa manusia yang sibuk dengan ibadah dan disebut abid tidak akan mampu menjadi seorang politikus. Atau sebagian lain beranggapan seorang politikus, laki-laki maupun perempuan, dan aktif di medan jihad, bila seorang wanita, pasti ia tidak akan mampu melaksanakan kewajibannya sebagai ibu dan istri yang baik. Bila seorang laki-laki, ia tidak akan mampu menjadi kepala rumah tangga yang memimpin keluarganya dengan baik. Mereka membayangkan keduanya bertentangan. Padahal dalam pandangan Islam ketiganya ini tidak saling bertentangan, bahkan saling membantu mengantarkan manusia menjadi sempurna.
Kalian harus mempertahankan partisipasi kalian mengikuti demonstrasi, berpartisipasi dalam pembangunan, ikut ke medan tempur dan ikut serta dalam pemilu. Partisipasi kalian sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan negara dan Revolusi. Pada saat yang sama kalian memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah lewat ibadah dan zikir. Pertanyaannya, bagaimana hal ini dengan mudah dapat dilakukan? Kita punya teladan bernama Sayyidah Fathimah az-Zahra as. (Pidato di Acara Peringatan Syahadah Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 13 Desember 1989)
Sayyidah Fathimah az-Zahra Sejak Kecil Hingga Akhir Hayatnya
Ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Syiah bahwa Rasulullah kepada Sayyidah Fathimah az-Zahra as bersabda, "Wahai Fathimah! Aku tidak mampu membuatmu tidak butuh akan sesuatu di hadapan Allah." Artinya, engkau harus berpikir tentang dirimu sendiri. Itulah mengapa Sayyidah Fathmah az-Zahra sejak kecil hingga akhir hayatnya senantiasa memikirkan dirinya. Perhatikan bagaimana beliau menjalani kehidupannya! Sebelum menikah beliau adalah seorang anak perempuan kecil yang membantu ayahnya yang punya tugas agung. Menyaksikan itu Rasulullah saw menyebutnya dengan Ummu Abiha (ibu ayahnya).
Di masa itu, ketika Rasulullah saw tengah berusaha meninggikan bendera Islam agar kekal selama-lamanya, sudah pada tempatnya bila kepada Sayyidah Fathimah az-Zahra disebut Ummu Abiha. Rasulullah saw memberikan panggilan seperti itu kepada beliau disebabkan pengabdian, kerja keras dan perjuangannya. Hal itu dilakukannya dengan baik selama di Mekah di Syi'b Abi Thalib atau saat ibunya wafat meninggalkan ayahnya seorang diri. Sayyidah Fathimah az-Zahra senantiasa berada di sisi ayahnya. Kesedihan mendalam baru saja menghantui Rasulullah saw setelah ditinggal paman dan isterinya. Tentu saja Rasulullah merasakan kesendirian. Pada masa itulah Sayyidah Fathimah az-Zahra bangkit memenuhi kekosongan yang ada. Dengan tangan-tangan mungilnya beliau menepis debu ujian dari wajah ayahnya. Ummu Abiha mampu mengademkan hati Rasulullah saw. Sebutan ini dimulai sejak masa itu.
Bayangkan kepribadian yang luas dan penuh perjuangan ini! Setelah itu tiba periode Islam dan masa pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib as. Ya, itulah Ali yang menjadi contoh nyata sempurna seorang basiji yang penuh pengorbanan terhadap revolusi. Basiji adalah ini. Artinya, seluruh kehidupannya diwakafkan hanya untuk Islam. Diwakafkan sesuai yang diinginkan Rasulullah saw dan membuat Allah rela kepadanya. Imam Ali as tidak pernah berbicara dan meninggalkan sesuatu untuk pribadinya. Selama 10 tahun hidup bersama Rasulullah saw, Imam Ali as hanya bekerja dan berbuat untuk kemajuan Islam. Bila kalian menyaksikan bahwa Fathimah az-Zahra as, Imam Ali as dan anak-anaknya memilih lapar demi orang miskin disebabkan prinsip mulia mereka. Karena bila seorang Imam Ali as hanya memikirkan pekerjaan, ia akan mampu mendapatkan profesi yang terbaik.
Itulah Imam Ali as yang di masa tuanya bekerja menggali sumur. Beliau menggali sumur seukuran leher unta dan mengambil air dari sana. Baru saja selesai menggali sumur dan tangannya belum dibersihkan dan dicuci dari tanah dan debu, beliau lalu duduk sibuk menuliskan surat wasiat bahwa sumur itu diperuntukkan umat Islam. Beliau menulis surat wakaf! Imam Ali as banyak melakukan hal ini. Betapa banyak kebun kurma yang menghijau berkat kerjanya. Lalu mengapa Imam Ali as harus menahan lapar di usia muda? Dalam sebuah riwayat disebutkan, Fathimah az-Zahra as menghadap Rasulullah saw. Beliau tampak sangat lapar. Rasul sendiri menyaksikan betapa wajahnya telah berwarna kuning. Hati Rasulullah saw tersayat-sayat menyaksikan kenyataan ini. Beliau lalu menengadahkan tangannya ke atas berdoa untuk putrinya.
Seluruh kerja keras Imam Ali as diperuntukkan di jalan Allah dan demi kemajuan Islam. Imam Ali as tidak pernah bekerja untuk dirinya. Ini contoh nyata dan sempurna seorang basiji.
... Saat itu Fathimah az-Zahra ternyata lebih memilih seorang pemuda yang mewakafkan dirinya di jalan Allah yang senantiasa berada di medan perang. Ini tidak sederhana. Anak perempuan seorang pemimpin Islam waktu itu dan segala lamaran yang datang dengan kekayaan dan pribadi, ternyata Allah memilihkan Ali untuk Fathimah. Sayyidah Fathimah az-Zahra as juga rela dengan pilihan ini dan merasa bahagia. Beliau kemudian hidup dengan Imam Ali as dan rela dengan kehidupannya. Ucapan Sayyidah Fathimah az-Zahra di hari-hari terakhir hidupnya kepada Imam Ali as menjadi saksi semua ini.
Sayyidah Fathimah az-Zahra as bersabar. Beliau harus membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Setelah itu beliau membela mati-matian hak wilayah. Beliau menanggung segala kesulitan dan siksaan di jalan Allah. Semua itu dilaluinya dan akhirnya mereguk cawan syahadah. Inilah Sayyidah Fathimah az-Zahra as.(Pidato di Hari Wiladah Sayyidah az-Zahra as pada 23 November 1994)[IRIB/SL]
irib indonesia
Keagungan Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei saat bertemu dengan para pengidung Ahlul Bait pada 24 November 1994 tentang keagungan pribadi Sayyidah Fathimah az-Zahra as mengatakan, "Apa saja yang telah kita ucapkan mengenai Sayyidah Fathimah az-Zahra as tetap saja kurang. Pada hakikatnya kita tidak apa yang harus diucapkan dan apa yang harus dipikirkan. Sedemikian luasnya dimensi keberadaan Haura Insiyah, Ruh Mujarrad, Inti Kenabian dan Wilayah bagi kita, sehingga kita tidak mampu memahaminya. Kita benar-benar dibuat tidak berdaya dengan pribadi agung ini."
Maqam Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Sayyidah Fathimah az-Zahra benar-benar merupakan pribadi besar dan berada di level pertama Islam. Sejatinya beliau menjadi pribadi level teratas dalam sejarah kehidupan manusia. Hal ini dapat ditemukan dalam ucapan Rasulullah saw saat berkata kepadanya, "Ala Tardhaina an Takuni Sayyidata Nisail ‘Alamin (Apakah engkau tidak rela menjadi junjungan wanita sedunia?). Engkau junjungan wanita seluruh dunia sepanjang sejarah manusia. Sayyidah Fathimah az-Zahra as sendiri bertanya kepada Rasulullah saw, "Fa aina Maryamu binti ‘Imran? Bagaimana dengan Maryam junjungan wanita yang telah dijelaskan dalam al-Quran? Rasulullah saw bersabda, "Maryam merupakan junjungan seluruh wanita di masanya. Sementara engkau adalah junjungan seluruh wanita sepanjang sejarah umat manusia."
Bila pribadi Sayyidah Fathimah az-Zahra tampak bagi otak sederhana dan mata kita yang hanya bisa melihat dari dekat, niscaya kita akan membenarkan betapa beliau adalah junjungan seluruh wanita di alam semesta. Seorang wanita yang telah mencapai maqam spiritual dan keilmuan di usia muda dan umur yang pendek. Maqam ini sama dengan derajat para nabi dan auliya. Sejatinya Sayyidah Fathimah az-Zahra adalah fajar yang menyingsing dan darinya mentari imamah dan wilayah bersinar. Beliau bak langit tinggi yang dari pelukannya muncul banyak bintang wilayah. Seluruh Imam as begitu menghormati dan menghargai ibunya. Penghormatan yang jarang didapat oleh seseorang dari para Imam as. (Cuplikan pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra pada 9 Oktober 1997)
Berkah Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Berkah Sayyidah Fathimah az-Zahra as tidak terbatas pada sekelompok kecil manusia. Bahkan bila memandang secara realistis dan logis, manusia berutang pada keberadaan Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Ini bukan hal yang terlalu dibesar-besarkan. Sebuah kenyataan. Sebagaimana manusia berutang pada Islam, al-Quran, ajaran para nabi dan Rasulullah saw. Sepanjang sejarah selalu demikian. Hari ini juga demikian. Setiap harinya cahaya Islam dan spiritual Sayyidah Fathimah az-Zahra as semakin tampak. Manusia akan merasakan hal itu.
Berkah yang banyak yang disebutkan dalam al-Quran dengan ungkapan al-Kautsar merupakan kabar gembira yang diberikan kepada Rasulullah saw. Disebutkan bahwa takwil "Inna A'thainaaka al-Kautsar" adalah Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Sejatinya beliau adalah sumber segala kebaikan yang setiap harinya dari sumber agama dilimpahkan kepada seluruh mansuia dan makhluk hidup di dunia. Banyak orang yang berusaha menutupi-nutupi kenyataan ini, bahkan mengingkarinya tapi mereka tidak mampu. "Wallahu Mutimmu Nurihi wa lalu Kariha al-Kafiruun"(ash-Shaff ayat 8).
Kita harus mendekatkan diri pada inti cahaya ini. Kelaziman dari upaya ini, kita juga akan bercahaya. Kita harus bercahaya dengan perbuatan, bukan hanya cinta kosong. Perbuatan yang sebenarnya adalah cinta, wilayah dan keimanan itu sendiri. Hal inilah yang didiktekan dan yang diinginkan dari kita. Dengan amal kita harus menjadi bagian dari keluarga dan bergantung pada keluarga ini. Bukan hal yang mudah ketika Qanbar berada di rumah Imam Ali as. Salman menjadi "Salman minnaa Ahlulbait" juga bukan pekerjaan mudah. Kita sebagai masyarakat berwilayah dan Syiah Ahlul Bait berharap dari para Imam as agar menjadikan kita bagian dari mereka dan termasuk orang-orang yang mengelilingi mereka. Hati kita ingin agar Ahlul Bait menilai kita seperti itu. Tapi ingat! Ini bukan hal yang mudah. Ini tidak akan bisa terwujudkan hanya dengan pengakuan. Semua ini membutuhkan amal, sikap pemaaf, pengorbanan dan berupaya menyerupai akhlak mereka. (Pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)
Belajar dari Sirah Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Coba kalian perhatikan! Sayyidah Fathimah az-Zahra meraih segala keutamaan ini di usianya yang keberapa? Di usia yang ke berapa segala kecemerlangan ini ditampakkannya? Di usia yang masih muda; 18, 20 atau ada yang mengatakan 25 tahun. Semua keutamaan ini tidak diraih begitu saja. "Imtahanaki Allah alladzi Khalaqaka qabla an Yakhluqaki Fawajadaki lamma Imtahanaki Shabira" (Allah Sang Penciptamu telah mengujimu sebelum menciptamu dan menemukanmu begitu sabar ketika diuji). Allah swt telah menguji hamba-Nya yang terpilih ini. Apa yang Allah lakukan telah diperhitungkan dengan matang. Bila Dia memaafkan, maka hal itu dilakukan dengan perhitungan matang. Allah mengetahui betapa hamba pilihan-Nya ini fana di jalan ilahi saat memaafkan, mengorbankan dan mengenal. Oleh karenanya Allah menjadikannya sebagai inti keberkahan manusia.
Kita juga harus melewati jalan ini. Kita juga harus jadi orang pemaaf, berkorban dan menaati Allah. Bukankah dalam riwayat disebutkan betapa Sayyidah Fathimah az-Zahra beribadah sehingga kakinya bengkak (hatta Tawarrama Qadamaaha). Begitu lamanya ia berdiri di mihrabnya beribadah kepada Allah. Kita juga harus berdiri di mihrab kita untuk beribadah! Kita juga harus berzikir kepada Allah. Kita juga harus terus memperbanyak cinta ilahi dalam hati kita. Bukankah kita mengetahui betapa beliau dengan kondisi lemah pergi ke masjid agar dapat meraih kembali hak yang dirampas? Kita juga harus berusaha keras dalam segala kondisi guna mengembalikan hak kepada yang berhak. Kita harus seperti beliau tidak takut kepada siapapun. Bukankah disebutkan dalam riwayat bahwa beliau seorang diri berdiri di hadapan masyarakat di masanya? Kita juga harus seperti yang disabdakan oleh suaminya, "La Tastauhisyuu fi Thariq al-Huda li Qillati Ahlihi" (Jangan pernah takut di jalan Allah sekalipun dengan jumlah sedikit!) Kita jangan pernah takut sekalipun jumlah kita sedikit menghadapi dunia kezaliman dan hegemoni. Teruslah berusaha! Bukankah diriwayatkan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Sayyidah Fathimah az-Zahra as membuat Allah menurunkan surat ad-Dahr untuknya, suami dan anak-anaknya? Pengorbanan yang dilakukan untuk orang-orang miskin dan membantu orang-orang yang membutuhkan dengan harga dirinya dan keluarganya bakal merasakan lapar yang luar biasa! "Yu'tsiruuna ‘ala Anfusihim wa lau Kana bihim Khashaashah (al-Hasyr ayat 9). Kita juga harus melakukan perbuatan seperti ini.
Tidak bisa dibiarkan kita berbicara lantang tentang cinta Fathimah az-Zahra as. Perhatikan bagaimana beliau dikarenakan orang-orang yang lapar, makanan yang seharusnya untuk diri, suami dan anak-anak tercintanya diberikan kepada orang-orang yang lapar. Beliau memberikan makanan itu kepada orang miskin. Bukan satu hari. Bukan dua hari, tapi tiga hari. Kita yang mengaku sebagai pecinta pribadi yang semacam ini, tapi ternyata bukan hanya tidak pernah memisahkan makanan dari kerongkongan kita untuk diberikan kepada orang-orang miskin, bila perlu kita enyahkan juga makanan yang hendak memasuki kerongkongan orang-orang miskin!
Riwayat-riwayat yang disebutkan dalam buku Ushul al-Kafi dan sebagian buku hadis lain tentang tanda-tanda orang Syiah kembali pada masalah ini. Artinya, Syiah harus berbuat seperti ini! Kita harus mendemostrasikan kehidupan mereka dalam kehidupan kita, sekalipun dalam bentuknya yang lemah. Tentu saja kita ini siapa dan mereka siapa! Jelas, kita tidak akan pernah sampai ke tingkat mereka, bahkan sebatas lingkaran tangan mereka juga tidak akan sampai. Namun kita harus berbuat seperti yang mereka lakukan. Tentu saja tidak boleh terjadi kita hidup bertentangan dengan apa yang dicontohkan oleh Ahlul Bait tapi pada saat yang sama kita mengaku sebagai bagian dari orang-orang yang dibebaskan oleh Ahlul Bait. Apakah hal yang demikian mungkin terjadi? Coba asumsikan ada seorang yang hidup di masa Imam Khomeini ra yang senantiasa mengikuti musuh bangsa Iran yang selalu dibicarakan oleh Imam Khomeini ra. Apakah orang itu mampu mengatakan bahwa dirinya taat kepada Imam? Bila ada ucapan seperti ini keluar dari orang yang seperti itu, apakah kalian tidak menertawakannya? Kondisi yang ada ini sama juga dengan masalah Ahlul Bait.
Kita harus buktikan kelayakan kita!
Apakah kita tidak mengatakan bahwa bila seseorang mendengar apa saja perabot rumah tangga Sayyidah Fathimah az-Zahra as, pasti air matanya bercucuran? Apakah kita tidak mengatakan bahwa wanita dengan derajat tinggi seperti beliau tidak memperhatikan dunia dan hiasannya? Lalu mengapa setiap harinya kita malah menumpuk segala bentuk perabot, perhiasan dan hal-hal yang tidak berarti? Kita tinggikan mahar anak-anak perempuan.
Di awal-awal, ketika ada keluarga yang memberikan mahar mahal, kita biasanya menertawakannya. Kita katakan kepada mereka apakah kalian benar-benar akan memberikan logam emas sebanyak itu. Bila memang benar, lebih baik bila kalian tidak langsung mengatakan 72 logam emas! Namun sekarang bagaimana! Kita menyaksikan betapa penentuan mahar yang mahal telah menjadi sebuah kenyataan. Apa sebenarnya yang telah terjadi! Anda sebagai ayah dari anak perempuan, apakah anda dapat mengklaim pengikut ayah Fathimah as? Hal ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus memikirkan kondisi kita. (Pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)
Shiddiqah Kubra
Nilai Sayyidah Fathimah az-Zahra as kembali pada ibadah dan penghambaannya kepada Allah. Bila tidak ada penghambaan dalam diri Sayyidah Fathimah as, beliau tidak akan disebut Shiddiqah Kubra (kejujuran terbesar). Apa artinya shiddiq? Shiddiq adalah seseorang yang jujur menunjukkan apa yang dipikir dan diucapkan dalam perbuatannya. Selama kejujuran ini semakin besar, maka sudah pasti nilai seorang manusia juga bertambah. Ia menjadi Shiddiq seperti yang disebutkan oleh al-Quran dalam surat an-Nisa' ayat 69 yang artinya "Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." Dalam ayat ini jelas mendudukkan shiddiqin setelah nabiyyin. Tapi perlu diketahui Sayyidah Fathimah az-Zahra lebih di atas itu. Karena beliau adalah Shiddiqah Kubra yang berarti wanita terbaik dari kalangan shiddiqin.. Sifat Shiddiq ini diberikan karena penghambaan. Bila hal itu tidak dilakukan, niscaya beliau tidak akan diberi sebutan Shiddiqah Kubra. Artinya, inti dari semua ini adalah penghambaan kepada Allah.(Pidato di Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)
Dimensi Kehidupan Sayyidah Fathimah az-Zahra as
Dalam kehidupan biasa Sayyidah Fathimah az-Zahra as ada satu poin penting yang patut diperhatikan. Sayyidah Fathimah az-Zahra as mampu menggabungkan antara seorang wanita muslim dalam perilakunya dengan suami dan anak-anaknya dan melaksanakan kewajibannya di rumah dan dari sisi lain melaksanakan kewajibannya sebagai seorang mujahid yang tidak pernah lelah menghadapi pelbagai peristiwa politik pasca meninggalnya Rasulullah saw. Beliau mendatangi masjid dan berpidato lantang membela sikapnya dan berbicara sebagai seorang mujahid tulen yang tidak pernah merasa lelah serta menanggung segala kesulitan. Sementara itu, beliau adalah seorang hamba Allah yang melaksanakan shalatnya di malam hari. Beliau bangkit melaksanakan shalat hanya karena Allah semata. Tunduk dan khusyu di hadapan-Nya. Di bilik mihrabnya, wanita muda ini bak para wali senior Allah melangsungkan munajatnya dengan Sang Kekasih.
Tiga dimensi yang mampu dikumpulkan dalam dirinya menjadikan titik cemerlang dalam kehidupan Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Beliau dengan indah menggabungkan tiga dimensi ini. Sebagian orang beranggapan bahwa manusia yang sibuk dengan ibadah dan disebut abid tidak akan mampu menjadi seorang politikus. Atau sebagian lain beranggapan seorang politikus, laki-laki maupun perempuan, dan aktif di medan jihad, bila seorang wanita, pasti ia tidak akan mampu melaksanakan kewajibannya sebagai ibu dan istri yang baik. Bila seorang laki-laki, ia tidak akan mampu menjadi kepala rumah tangga yang memimpin keluarganya dengan baik. Mereka membayangkan keduanya bertentangan. Padahal dalam pandangan Islam ketiganya ini tidak saling bertentangan, bahkan saling membantu mengantarkan manusia menjadi sempurna.
Kalian harus mempertahankan partisipasi kalian mengikuti demonstrasi, berpartisipasi dalam pembangunan, ikut ke medan tempur dan ikut serta dalam pemilu. Partisipasi kalian sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan negara dan Revolusi. Pada saat yang sama kalian memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah lewat ibadah dan zikir. Pertanyaannya, bagaimana hal ini dengan mudah dapat dilakukan? Kita punya teladan bernama Sayyidah Fathimah az-Zahra as. (Pidato di Acara Peringatan Syahadah Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 13 Desember 1989)
Sayyidah Fathimah az-Zahra Sejak Kecil Hingga Akhir Hayatnya
Ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Syiah bahwa Rasulullah kepada Sayyidah Fathimah az-Zahra as bersabda, "Wahai Fathimah! Aku tidak mampu membuatmu tidak butuh akan sesuatu di hadapan Allah." Artinya, engkau harus berpikir tentang dirimu sendiri. Itulah mengapa Sayyidah Fathmah az-Zahra sejak kecil hingga akhir hayatnya senantiasa memikirkan dirinya. Perhatikan bagaimana beliau menjalani kehidupannya! Sebelum menikah beliau adalah seorang anak perempuan kecil yang membantu ayahnya yang punya tugas agung. Menyaksikan itu Rasulullah saw menyebutnya dengan Ummu Abiha (ibu ayahnya).
Di masa itu, ketika Rasulullah saw tengah berusaha meninggikan bendera Islam agar kekal selama-lamanya, sudah pada tempatnya bila kepada Sayyidah Fathimah az-Zahra disebut Ummu Abiha. Rasulullah saw memberikan panggilan seperti itu kepada beliau disebabkan pengabdian, kerja keras dan perjuangannya. Hal itu dilakukannya dengan baik selama di Mekah di Syi'b Abi Thalib atau saat ibunya wafat meninggalkan ayahnya seorang diri. Sayyidah Fathimah az-Zahra senantiasa berada di sisi ayahnya. Kesedihan mendalam baru saja menghantui Rasulullah saw setelah ditinggal paman dan isterinya. Tentu saja Rasulullah merasakan kesendirian. Pada masa itulah Sayyidah Fathimah az-Zahra bangkit memenuhi kekosongan yang ada. Dengan tangan-tangan mungilnya beliau menepis debu ujian dari wajah ayahnya. Ummu Abiha mampu mengademkan hati Rasulullah saw. Sebutan ini dimulai sejak masa itu.
Bayangkan kepribadian yang luas dan penuh perjuangan ini! Setelah itu tiba periode Islam dan masa pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib as. Ya, itulah Ali yang menjadi contoh nyata sempurna seorang basiji yang penuh pengorbanan terhadap revolusi. Basiji adalah ini. Artinya, seluruh kehidupannya diwakafkan hanya untuk Islam. Diwakafkan sesuai yang diinginkan Rasulullah saw dan membuat Allah rela kepadanya. Imam Ali as tidak pernah berbicara dan meninggalkan sesuatu untuk pribadinya. Selama 10 tahun hidup bersama Rasulullah saw, Imam Ali as hanya bekerja dan berbuat untuk kemajuan Islam. Bila kalian menyaksikan bahwa Fathimah az-Zahra as, Imam Ali as dan anak-anaknya memilih lapar demi orang miskin disebabkan prinsip mulia mereka. Karena bila seorang Imam Ali as hanya memikirkan pekerjaan, ia akan mampu mendapatkan profesi yang terbaik.
Itulah Imam Ali as yang di masa tuanya bekerja menggali sumur. Beliau menggali sumur seukuran leher unta dan mengambil air dari sana. Baru saja selesai menggali sumur dan tangannya belum dibersihkan dan dicuci dari tanah dan debu, beliau lalu duduk sibuk menuliskan surat wasiat bahwa sumur itu diperuntukkan umat Islam. Beliau menulis surat wakaf! Imam Ali as banyak melakukan hal ini. Betapa banyak kebun kurma yang menghijau berkat kerjanya. Lalu mengapa Imam Ali as harus menahan lapar di usia muda? Dalam sebuah riwayat disebutkan, Fathimah az-Zahra as menghadap Rasulullah saw. Beliau tampak sangat lapar. Rasul sendiri menyaksikan betapa wajahnya telah berwarna kuning. Hati Rasulullah saw tersayat-sayat menyaksikan kenyataan ini. Beliau lalu menengadahkan tangannya ke atas berdoa untuk putrinya.
Seluruh kerja keras Imam Ali as diperuntukkan di jalan Allah dan demi kemajuan Islam. Imam Ali as tidak pernah bekerja untuk dirinya. Ini contoh nyata dan sempurna seorang basiji.
... Saat itu Fathimah az-Zahra ternyata lebih memilih seorang pemuda yang mewakafkan dirinya di jalan Allah yang senantiasa berada di medan perang. Ini tidak sederhana. Anak perempuan seorang pemimpin Islam waktu itu dan segala lamaran yang datang dengan kekayaan dan pribadi, ternyata Allah memilihkan Ali untuk Fathimah. Sayyidah Fathimah az-Zahra as juga rela dengan pilihan ini dan merasa bahagia. Beliau kemudian hidup dengan Imam Ali as dan rela dengan kehidupannya. Ucapan Sayyidah Fathimah az-Zahra di hari-hari terakhir hidupnya kepada Imam Ali as menjadi saksi semua ini.
Sayyidah Fathimah az-Zahra as bersabar. Beliau harus membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Setelah itu beliau membela mati-matian hak wilayah. Beliau menanggung segala kesulitan dan siksaan di jalan Allah. Semua itu dilaluinya dan akhirnya mereguk cawan syahadah. Inilah Sayyidah Fathimah az-Zahra as.(Pidato di Hari Wiladah Sayyidah az-Zahra as pada 23 November 1994)[IRIB/SL]
irib indonesia
Negeri Muslim Terbesar, Kalah Bidik Peluang Produk Halal
Thailand dalam mempromotori usulan pengajuan standar halal ke ISO tersebut, menurut Arief, patut diacungi jempol. Pasalnya, Thailand bukan merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Thailand dalam hal ini mencoba menangkap pasar halal yang besar.
Adang menambahkan, "Memang agak aneh kok Thailand masuk juga. Tapi dia pintar menangkap peluang. Dia lihat ini peluang besar. Kita harusnya bisa mencontoh dia. Orang-orang ahli halal yang kerja di sana dan Malaysia itu orang Indonesia. Mereka yang bikin lisensinya".
Dalam perdagangan, ia menegaskan, setiap langkah sertifikasi dan penetapan suatu standar wajib mengajukan notifikasi kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Jika dalam 60 hari kerja tidak ada keberatan dari negara anggota WTO, standar tersebut dinyatakan bebas diberlakukan. Sebelumnya, ia mengungkapkan, ada kejadian tanpa koordinasi yang dilakukan oleh LPPOM MUI yang menetapkan aturan mengenai sertifikasi lembaga sertifikasi standar halal di luar negeri, dan mencabut beberapa aturan yang telah ditetapkan lembaga sertifikasi halal di luar negeri tersebut.
Selain itu, lanjut dia, penerapan aturan standar harus terbuka, transparan, dan bisa diakses oleh semua pihak. Audit tidak bisa dilakukan secara mendadak dan tiba-tiba sehingga menyulitkan bagi pemilik usaha.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komite Tetap bidang Kerjasama Regional Franky Sibarani mengatakan, penerapan halal sebagai sistem ISO tidak mudah dilakukan. Dia menjelaskan, "Halal dan ISO itu dua hal yang berbeda. ISO dengan pemenuhan sistem standarisasi dan dokumentasi harus baik. Halal harus sesuai dengan aspek ketentuan agama. Selain itu, dengan menjadikan halal sebagai ISO justru menyulitkan industri di dalam negeri".
Sementara itu, menghadapi peluang produk halal di dunia, Indonesia ditargetkan menjadi The World Halal Center mengingat posisinya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun demikian, dalam mencapai target tersebut, Malaysia merupakan rival yang tidak bisa diremehkan.
Pasalnya, negara tersebut mampu menangkap potensi produk halal dengan baik. Indonesia jauh tertinggal.
Ketua Komite Tetap Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam Timur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rifda Ammarina mengatakan meskipun jumlah penduduk muslim Malaysia kurang dari 10% dari Indonesia, namun Malaysia sangat gencar menarik wisatawan muslim dunia dengan berbagai program dan forum halalnya. Bahkan Malaysia sudah menjadi negara tujuan utama kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Asia.
Rifda menjelaskan, produk makanan halal Malaysia memposisikan dirinya dengan baik di pasar dunia. Produk Indonesia masih banyak yang belum bersertifikasi halal. Malaysia telah membuka pusat makanan halal di Xian China. Malaysia juga berhasil mendirikan Halmart Inc Sdn Berhad dan telah membuka outlet di Prancis pada 2007 dan di Inggris pada 2010 dengan target 300 outlet di seluruh dunia.
Untuk mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal tersebut, Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia International Halal Business & Food Expo (IHBF) pada 23-25 Juli 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Rencananya sebanyak 60 lembaga halal dunia akan ikut serta dalam acara tersebut.
Target PLN Atasi Krisis Tak Tercapai
PT Perusahaan Listrik Negara kesulitan mengatasi berbagai persoalan kelistrikan di kawasan Indonesia bagian timur. Target tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir pada akhir Juni nanti terancam tidak tercapai. Krisis kelistrikan itu bahkan terjadi di dua ibu kota provinsi, yaitu Palu dan Mataram. Karena prihatin atas kondisi kelistrikan di dua ibu kota provinsi itu, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menangis dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR, Selasa (18/5) di Jakarta.
Sebagaimana dibeberkan harian Kompas, dengan tetesan air mata Dahlan menyatakan, "Ini berat karena Palu itu tidak memiliki panas bumi, air tidak punya, angin tidak punya. Satu-satunya yang ada hanya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), itu pun terkendala dan tidak selesai-selesai".
Operasional PLTU milik swasta di daerah itu tersendat karena PLN membeli listrik terlalu murah sehingga pengembang tidak bisa membeli batu bara untuk bahan bakar pembangkit itu. Dia menjelaskan, "Kami mengambil cara berisiko. Dasar pemikiran kami, kenapa kita mau membayar listrik dari pembangkit listrik milik asing Rp 800 per kWh, tetapi tidak mau membeli dari swasta lokal Rp 700 per kWh".
Selama ini, PLN kesulitan menaikkan harga listrik karena aturan pemerintah melarang pembelian listrik swasta melebihi Rp 500 per kWh. Kini aturan itu dicabut. Untuk itu, PLN segera memperbaiki perjanjian pembelian listrik dari PLTU 2 x 15 megawatt itu dengan menaikkan harga beli listrik dari Rp 500 per kWh menjadi Rp 750 per kWh.
Dahlan mengaku sudah memerintahkan jajarannya menandatangani pembelian listrik dari pengembang listrik swasta lokal. Namun, bawahannya tidak bersedia menandatangani pembelian itu karena takut masuk penjara. Dia menambahkan, "Saya katakan, biar saja saya yang masuk penjara. Masak pada tahun 2010 masih ada ibu kota provinsi yang belum berlistrik. Jadi, kami akan menyelesaikan dengan cara berisiko".
Adapun di Mataram, pembangkit listrik milik swasta berkapasitas 20 MW di daerah itu disita karena kredit macet sehingga tidak bisa membangkitkan listrik. Dahlan menandaskan, "Kami negosiasi ke bank agar pembangkit boleh dijalankan meski status sita. Solusi lain, menunggu pembangkit yang sedang dalam perjalanan. Jangka panjang, perlu membangun pembangkit baru".
Komisi VII DPR mendukung pimpinan PLN dalam melakukan terobosan untuk mengatasi krisis kelistrikan di Indonesia. Dalam rapat itu, Komisi VII DPR meminta PT PLN membuat standar perjanjian pembelian listrik panas bumi agar menjadi acuan penentuan harga listrik.
Kementerian ESDM diminta membuat surat penugasan kepada PLN untuk membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi hasil lelang wilayah kerja panas bumi yang dilakukan pemda.
Dengan surat penugasan itu, PLN tidak perlu bernegosiasi dengan pemenang lelang WKP mengenai harga jual listrik dari panas bumi. Dahlan menyatakan, "Kebijakan penetapan harga uap panas bumi diperlukan dengan mempertimbangkan pembagian risiko yang adil dan seimbang antara PLN dan pengembang".
irib indonesia
Adang menambahkan, "Memang agak aneh kok Thailand masuk juga. Tapi dia pintar menangkap peluang. Dia lihat ini peluang besar. Kita harusnya bisa mencontoh dia. Orang-orang ahli halal yang kerja di sana dan Malaysia itu orang Indonesia. Mereka yang bikin lisensinya".
Dalam perdagangan, ia menegaskan, setiap langkah sertifikasi dan penetapan suatu standar wajib mengajukan notifikasi kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Jika dalam 60 hari kerja tidak ada keberatan dari negara anggota WTO, standar tersebut dinyatakan bebas diberlakukan. Sebelumnya, ia mengungkapkan, ada kejadian tanpa koordinasi yang dilakukan oleh LPPOM MUI yang menetapkan aturan mengenai sertifikasi lembaga sertifikasi standar halal di luar negeri, dan mencabut beberapa aturan yang telah ditetapkan lembaga sertifikasi halal di luar negeri tersebut.
Selain itu, lanjut dia, penerapan aturan standar harus terbuka, transparan, dan bisa diakses oleh semua pihak. Audit tidak bisa dilakukan secara mendadak dan tiba-tiba sehingga menyulitkan bagi pemilik usaha.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komite Tetap bidang Kerjasama Regional Franky Sibarani mengatakan, penerapan halal sebagai sistem ISO tidak mudah dilakukan. Dia menjelaskan, "Halal dan ISO itu dua hal yang berbeda. ISO dengan pemenuhan sistem standarisasi dan dokumentasi harus baik. Halal harus sesuai dengan aspek ketentuan agama. Selain itu, dengan menjadikan halal sebagai ISO justru menyulitkan industri di dalam negeri".
Sementara itu, menghadapi peluang produk halal di dunia, Indonesia ditargetkan menjadi The World Halal Center mengingat posisinya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun demikian, dalam mencapai target tersebut, Malaysia merupakan rival yang tidak bisa diremehkan.
Pasalnya, negara tersebut mampu menangkap potensi produk halal dengan baik. Indonesia jauh tertinggal.
Ketua Komite Tetap Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam Timur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rifda Ammarina mengatakan meskipun jumlah penduduk muslim Malaysia kurang dari 10% dari Indonesia, namun Malaysia sangat gencar menarik wisatawan muslim dunia dengan berbagai program dan forum halalnya. Bahkan Malaysia sudah menjadi negara tujuan utama kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Asia.
Rifda menjelaskan, produk makanan halal Malaysia memposisikan dirinya dengan baik di pasar dunia. Produk Indonesia masih banyak yang belum bersertifikasi halal. Malaysia telah membuka pusat makanan halal di Xian China. Malaysia juga berhasil mendirikan Halmart Inc Sdn Berhad dan telah membuka outlet di Prancis pada 2007 dan di Inggris pada 2010 dengan target 300 outlet di seluruh dunia.
Untuk mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal tersebut, Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia International Halal Business & Food Expo (IHBF) pada 23-25 Juli 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Rencananya sebanyak 60 lembaga halal dunia akan ikut serta dalam acara tersebut.
Target PLN Atasi Krisis Tak Tercapai
PT Perusahaan Listrik Negara kesulitan mengatasi berbagai persoalan kelistrikan di kawasan Indonesia bagian timur. Target tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir pada akhir Juni nanti terancam tidak tercapai. Krisis kelistrikan itu bahkan terjadi di dua ibu kota provinsi, yaitu Palu dan Mataram. Karena prihatin atas kondisi kelistrikan di dua ibu kota provinsi itu, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menangis dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR, Selasa (18/5) di Jakarta.
Sebagaimana dibeberkan harian Kompas, dengan tetesan air mata Dahlan menyatakan, "Ini berat karena Palu itu tidak memiliki panas bumi, air tidak punya, angin tidak punya. Satu-satunya yang ada hanya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), itu pun terkendala dan tidak selesai-selesai".
Operasional PLTU milik swasta di daerah itu tersendat karena PLN membeli listrik terlalu murah sehingga pengembang tidak bisa membeli batu bara untuk bahan bakar pembangkit itu. Dia menjelaskan, "Kami mengambil cara berisiko. Dasar pemikiran kami, kenapa kita mau membayar listrik dari pembangkit listrik milik asing Rp 800 per kWh, tetapi tidak mau membeli dari swasta lokal Rp 700 per kWh".
Selama ini, PLN kesulitan menaikkan harga listrik karena aturan pemerintah melarang pembelian listrik swasta melebihi Rp 500 per kWh. Kini aturan itu dicabut. Untuk itu, PLN segera memperbaiki perjanjian pembelian listrik dari PLTU 2 x 15 megawatt itu dengan menaikkan harga beli listrik dari Rp 500 per kWh menjadi Rp 750 per kWh.
Dahlan mengaku sudah memerintahkan jajarannya menandatangani pembelian listrik dari pengembang listrik swasta lokal. Namun, bawahannya tidak bersedia menandatangani pembelian itu karena takut masuk penjara. Dia menambahkan, "Saya katakan, biar saja saya yang masuk penjara. Masak pada tahun 2010 masih ada ibu kota provinsi yang belum berlistrik. Jadi, kami akan menyelesaikan dengan cara berisiko".
Adapun di Mataram, pembangkit listrik milik swasta berkapasitas 20 MW di daerah itu disita karena kredit macet sehingga tidak bisa membangkitkan listrik. Dahlan menandaskan, "Kami negosiasi ke bank agar pembangkit boleh dijalankan meski status sita. Solusi lain, menunggu pembangkit yang sedang dalam perjalanan. Jangka panjang, perlu membangun pembangkit baru".
Komisi VII DPR mendukung pimpinan PLN dalam melakukan terobosan untuk mengatasi krisis kelistrikan di Indonesia. Dalam rapat itu, Komisi VII DPR meminta PT PLN membuat standar perjanjian pembelian listrik panas bumi agar menjadi acuan penentuan harga listrik.
Kementerian ESDM diminta membuat surat penugasan kepada PLN untuk membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi hasil lelang wilayah kerja panas bumi yang dilakukan pemda.
Dengan surat penugasan itu, PLN tidak perlu bernegosiasi dengan pemenang lelang WKP mengenai harga jual listrik dari panas bumi. Dahlan menyatakan, "Kebijakan penetapan harga uap panas bumi diperlukan dengan mempertimbangkan pembagian risiko yang adil dan seimbang antara PLN dan pengembang".
irib indonesia
Selasa, 18 Mei 2010
35 Pelajar SMP/MTs Linggau Ujian Ulangan
LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 56 pelajar SMP/MTs di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan 35 pelajar SMP/MTs di Kota Lubuklinggau ikuti ujian ulangan. Selama dua hari Pelaksanaan ujian ulangan tersebut tidak di temukan kendala.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lubuklinggau, Septiana Zuraida melalui kabid Dikdas, Agusni Effendi, didampingi Kasi Kurikulum, Irianto menjelaskan untuk pelaksanaan ujian ualngan pelajar SMP/MTs sama dengan ujian ulangan tingkat SMA/MA/SMK. “ Akan tetapi Tim Pengawas Independen (TPI) pada pelaksanaan ujian ulangan tingkat SMP/MTS ini hanya diambil dari perguruan tinggi dilingkungan kota Lubuklinggau, lainhalnya dengan pelaksanaan ujian ulangan tingkat SMA/MA/SMK yang diambil langsung dari palembang atau Universitas Sriwijaya (Unsri). Dan pelaksanaan ujian ulangan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 2 Lubuklinggau,” papar Irianto, kepada wartawan koran ini, Selasa (18/5).
Dalam pelaksaan ujian itu juga, TPI dan kepolisian selalu hadir tepat waktu. Dan juga pihaknya juga bentuk tim pengawas dari Disdik Lubuklinggau. Mengenai lembar jawaban ujian ulangan lanjutnya, disimpan dikantor Disdik Lubuklinggau dengan pengawalan dan lembar jawaban tersebut semuanya telah dilak dan saksikan oleh TPI ujian. Kemudian seluruh lembar jawaban tersebut akan diantar kepalembang pada akhir ujian ulangan, Kamis (20/5).“Untuk soal ujian semuanya di letakkan di sub rayon masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Kabid Dikdas, Imam Hanafi di dampingi Kasi Pembina SMP, Irwan Evendi mengatakan dalam pelaksanaan Ujian tersebut tak terdapat kendala, baik hari pertama peklaksanaan hingga hari kedua pelaksanaan. “Di hari pertama ujian ulangan siswa SMP/MTs hanya mengalami sedikit grogi dalam menjawab soal yang diberikan pada hari pertama ujian itu,” jelas Irwan.(10)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lubuklinggau, Septiana Zuraida melalui kabid Dikdas, Agusni Effendi, didampingi Kasi Kurikulum, Irianto menjelaskan untuk pelaksanaan ujian ualngan pelajar SMP/MTs sama dengan ujian ulangan tingkat SMA/MA/SMK. “ Akan tetapi Tim Pengawas Independen (TPI) pada pelaksanaan ujian ulangan tingkat SMP/MTS ini hanya diambil dari perguruan tinggi dilingkungan kota Lubuklinggau, lainhalnya dengan pelaksanaan ujian ulangan tingkat SMA/MA/SMK yang diambil langsung dari palembang atau Universitas Sriwijaya (Unsri). Dan pelaksanaan ujian ulangan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 2 Lubuklinggau,” papar Irianto, kepada wartawan koran ini, Selasa (18/5).
Dalam pelaksaan ujian itu juga, TPI dan kepolisian selalu hadir tepat waktu. Dan juga pihaknya juga bentuk tim pengawas dari Disdik Lubuklinggau. Mengenai lembar jawaban ujian ulangan lanjutnya, disimpan dikantor Disdik Lubuklinggau dengan pengawalan dan lembar jawaban tersebut semuanya telah dilak dan saksikan oleh TPI ujian. Kemudian seluruh lembar jawaban tersebut akan diantar kepalembang pada akhir ujian ulangan, Kamis (20/5).“Untuk soal ujian semuanya di letakkan di sub rayon masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Kabid Dikdas, Imam Hanafi di dampingi Kasi Pembina SMP, Irwan Evendi mengatakan dalam pelaksanaan Ujian tersebut tak terdapat kendala, baik hari pertama peklaksanaan hingga hari kedua pelaksanaan. “Di hari pertama ujian ulangan siswa SMP/MTs hanya mengalami sedikit grogi dalam menjawab soal yang diberikan pada hari pertama ujian itu,” jelas Irwan.(10)
PSB Negeri Tak Dikenakan Biaya
MUSI RAWAS-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Sekretaris Disdik, Mawardi menegaskan pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2010-2011, untuk negeri tidak ada pungutan biaya. Pasalnya dalam PSB nantinya pemerintah pusat telah menyediakan dana untuk PSB.
Dikatakan Sekretaris Disdik Mura Mawardi kepada wartawan koran ini, Selasa (18/5) melanjutkan untuk PSB tingkat SD dan SMP, pemerintah menganggarkan dana melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk siswa SMA/SMK sederajat akan ada bantuan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), demikian halnya dengan Kota Lubuklinggau. “Kami berharap sekolah tidak lagi memberatkan wali murid dalam PSB 2010/2011 dengan memungut biaya kepada orang tua siswa, untuk biaya pendaftaran,” terangnya.
Dia mengatakan proses PSB terutama di SD dan SMP harus mengutamakan siswa tidak mampu dan siswa di sekitar sekolah. apalagi saat ini dalam penerapan Mura cerdas pihaknya akan terapkan hak belajar untuk anak bukan wajib belajar sembilan tahun. Dengan demikian, tidak ada lagi anak putus dan tidak sekolah sama sekali, dengan alasan tidak diterima.
Untuk itu, ia berharap, sekolah yang ada dilingkungan Kabupaten Mura dapat bekerjasama dengan warga dan kepala dusun. Guna mendata ulang anak-anak yang seharusnya masih duduk dibangku sekolah, akan tetapi tidak sekolah. “Kami ingin pihak sekolah bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk dapat mendata anak yang terancam putus sekolah akibat kekurangan biaya atau tidak ada dana,” pintanya.
Kemudian bagi pelajar yang tidak dapat sekolah factor dana, insyaallah akan mendapat hak mereka untuk melanjutkan sekolah. “Kami berharap dengan adanya berbagai bantuan pemerintah, seperti BOS dan dana sekolah gratis, tidak ada lagi anak yang putus sekolah dengan mengatas namakan masalah biaya,” harapnya.(10)
Dikatakan Sekretaris Disdik Mura Mawardi kepada wartawan koran ini, Selasa (18/5) melanjutkan untuk PSB tingkat SD dan SMP, pemerintah menganggarkan dana melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk siswa SMA/SMK sederajat akan ada bantuan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), demikian halnya dengan Kota Lubuklinggau. “Kami berharap sekolah tidak lagi memberatkan wali murid dalam PSB 2010/2011 dengan memungut biaya kepada orang tua siswa, untuk biaya pendaftaran,” terangnya.
Dia mengatakan proses PSB terutama di SD dan SMP harus mengutamakan siswa tidak mampu dan siswa di sekitar sekolah. apalagi saat ini dalam penerapan Mura cerdas pihaknya akan terapkan hak belajar untuk anak bukan wajib belajar sembilan tahun. Dengan demikian, tidak ada lagi anak putus dan tidak sekolah sama sekali, dengan alasan tidak diterima.
Untuk itu, ia berharap, sekolah yang ada dilingkungan Kabupaten Mura dapat bekerjasama dengan warga dan kepala dusun. Guna mendata ulang anak-anak yang seharusnya masih duduk dibangku sekolah, akan tetapi tidak sekolah. “Kami ingin pihak sekolah bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk dapat mendata anak yang terancam putus sekolah akibat kekurangan biaya atau tidak ada dana,” pintanya.
Kemudian bagi pelajar yang tidak dapat sekolah factor dana, insyaallah akan mendapat hak mereka untuk melanjutkan sekolah. “Kami berharap dengan adanya berbagai bantuan pemerintah, seperti BOS dan dana sekolah gratis, tidak ada lagi anak yang putus sekolah dengan mengatas namakan masalah biaya,” harapnya.(10)
Polres Mura Adakan Lomba Cerdas Cermat
f-Leo/Linggau Pos
Cerdas cermat : Puluhan pelajar ketika menghadiri acara pembukaan lomba Cerdas cermat dilingkungan Polres Mura, Selasa (18/5).
MUSI RAWAS-Berbagai cara dilakukan pihak Polri untuk mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009, tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. Salah satunya lewat lomba cerdas cermat.
Untuk pencapaian target quick wins tahu 2010, Direktorat Lantas Polda Sumsel, melakukan mensosialisasikan UU Nomor 22 tahun 2009, dengan mengadakan kegiatan Lomba cerdas cermat dengan materi UU No 22 tahun 2009, raja ratu painting helm SNI dan duta lalu lintas Musi Rawas (Mura) Darussalam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Atmani Wedhana Mapolres Mura, Muara Beliti, Selasa (18/5). Dengan jumlah lomba duta lalu lintas, yakni 27 orang, kemudian lomba cerdas cermat tingkat SMA, dengan jumlah peserta 81 orang, utusan 27 sekolah di Kabupaten Mura.
Syukur mengatakan, kegiatan itu bertujuan memberikan pembelajaran terhadap pelajar SMA tentang aturan lalu lintas, dan memberikan motivasi kepada anak didik untuk tertib dalam berlalu lintas di Jalan raya. Kemudian diharapkan masyarakat dapat mencintai dan menumbuhkan kebanggaan terhadap helm yang mereka gunakan. “Kegiatan lomba cerdas cermat dengan materi UU No 22 tahun 2009 tentang, raja ratu painting helm SNI dan duta lalu lintas Mura Darussalam ini sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” harapnya.
Ia menambahkan, perubahan UU No 14 tahun 1992 ke UU Nomor 22 tahun 2009, salah satunya dalam pasal 106 ayat (8) menyatakan, Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Kami berharap Pelajar tingkat SMA mengetahui aturan Lalu lintas sesuai dengan UU No 22 tahun 2009, serta masyarakat pengguna sepeda motor dapat mencintai dan menjadi kebanggaan menggunakan helm SNI yang mereka gunakan,” harapnya.
Merngenai teknis lomba tambah Syukur, lomba cerdas cermat dilaksanakan dengan sistem gugur, dan tim juri dari Sat Lantas Polres Mura, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura dan sponsor.(10)
Langganan:
Komentar (Atom)