Anak-anak memang tak terhentikan. Gejolak untuk mencoba apa yang mereka pikir asyik untuk dicoba ternyata memang luar biasa besar, walaupun yang mereka coba mungkin membuat orang tuanya sedikit 'gusar'. Saya tak yakin bisa menghentikan mereka saat rasa ingin mencoba itu datang. Larangan hanya didengar beberapa detik lalu menguap ditiup angin. Dan sesungguhnya, tanpa alasan yang kuat saya malah mati kata untuk melarang.
Pagi ini pun mereka sedang mencuri kesempatan bermain di antara pasir sisa bahan bangunan. Saya memilih untuk tidak melarang mereka, karena jikapun mereka berhenti bergumul dengan pasir, mereka akan pindah bermain "tepung" tanah yang melimpah di tepian kebun. Dan itu jauh lebih buruk, karena debu-debu tanah itu akan menghambur terisap atau menerpa wajah dan rambut mereka.
Permainan mereka berdua di atas pasir biasanya tak lepas dari percakapan pura-pura yang sebenarnya menarik untuk disimak. Mereka sedang membuat jalan kereta api, membuat gunung, dan Luqman bilang bahwa rumahnya adalah matrial. Ya, anak lelaki saya itu memang begitu takjub saat pertama kali dibawa papanya pergi berbelanja bahan bangunan. Matanya langsung "scanning" melihat semua yang ada di toko bangunan (matrial) dan mulai bertanya ini dan itu.
Lalu, di tempat yang berbeda, di lapangan rumput dekat rumah kami beberapa anak sekolah main layangan. Dan apa yang saya dengar dari mereka? Berhamburan kata-kata kotor bersahut-sahutan. Nama-nama binatang bergantian disematkan pada lawan bicaranya.
Dari manakah anak-anak itu mendapatkan kosa kata yang sungguh tak nyaman untuk didengar? Di sekolah kah ataukah di rumahnya? Yang jelas, menurut saya kosa kata adalah produk pendidikan. Pendidikan bisa dilakukan di mana saja, di sekolah atau di rumah tidaklah ada bedanya. Namun salahkah jika kami memilih mendidik sendiri anak-anak kami di rumah dan memilihkan teman yang baik untuk mereka karena kami ingin mereka punya kosa kata yang baik, cara berpikir yang baik, dan teman bergaul yang baik?
Sabtu, 25 Juli 2009
Selasa, 21 Juli 2009
Hidup Sederhana
Tingkat perekonomian keluarga yang meningkat biasanya mau tidak mau akan berimbas pada perubahan gaya hidup. Jika sebelumnya selalu menimbang dan memilih dengan selektif apapun yang hendak dibeli, setelah ekonomi meningkat kita jadi sembarangan berbelanja. Tak peduli mahal asalkan kita mau, ya beli saja!
Mengingat keluarga adalah pusat pembentukan karakter dan juga gaya hidup anak-anak, maka sesungguhnya sangat diperlukan konsep yang kuat dalam memilih model perilaku hidup yang akan dijalankan. Anak-anak akan menjadi duplikat orang tuanya dalam model kehidupan, kecuali ada keberuntungan mereka menemukan model sendiri di luar kebiasaan keluarganya.
Hidup sederhana adalah satu model yang menurut saya tak boleh berhenti untuk ditularkan pada anak-anak. Tak peduli kita sedang berekonomi kuat ataupun sedang dan juga lemah, latihlah diri kita dan juga anak-anak untuk tetap sederhana. Sederhana bukanlah berarti menyiksa diri, melainkan berusaha ada di pertengahan. Dengan begitu, kita dan anak-anak akan selalu menikmati hidup, meski di zona ekonomi manapun kita berada.
Contoh kongkret latihan buat anak-anak adalah:
Kebiasaan Makan
Biasakan anak-anak makan makanan buatan sendiri yang sederhana tapi sehat (Mungkin tempe, tahu, telur, dan sayuran), bahkan sesekali ajarilah anak-anak untuk makan makanan seadanya yang tersedia di dapur ketika mereka lapar.
Berpakaian
Sentuhlah jiwa sederhana anak-anak dengan kebiasaan berpakaian yang juga sederhana. Tanamkan rasa percaya diri anak bukan pada pakaian yang berharga mahal, sehingga mereka tak perlu minder dengan pakaian yang mereka kenakan hanya karena harganya murah. Sikap konsumtif salah satunya terlahir dari keinginan untuk berpakaian yang mahal bukan?
Mainan
Mainan disinyalir merupakan item yang cukup menghabiskan dana yang besar dalam memenuhi kebutuhan anak, terlebih kini sedang populer sosialisasi pentingnya mainan edukatif. Harganya bahkan bisa mencapai jutaan rupiah jika berasal dari luar negeri. Orang tua yang permisif, biasanya ikut maunya anak-anak membeli mainan ini dan itu, walaupun harganya menguras isi kantong.
Sesungguhnya mainan edukatif tak selalu harus mahal dan tak selalu pula harus dibeli. Isi rumah kita tak jarang bisa sekaligus menjadi mainan edukatif yang murah. Tak percaya? Contohnya saja perabotan rumah tangga. Kalau di toko mainan ada seperangkat cooking toys, maka mengapa tak pakai saja the real cooking ware yang kita miliki. Kalau perabotannya dalam keadaan bersih, anak-anak bisa juga kok memainkan wajan, panci, piring plastik, sendok, garpu, dll.
Dalam konteks mengajarkan hidup sederhana pada anak-anak, semuanya pada akhirnya akan merangsang kreativitas kita sebagai orang tua dan tanpa sadar akan menular pada anak-anak.
Saya sering secara sengaja "mengamankan" kotak mainan anak-anak ke atas lemari. Hasilnya, setelah mereka sedikit kelimpungan pada awalnya, tapi kemudian otot kreatif mereka sepertinya mulai bekerja. Mereka akan ambil selotip, spidol, kertas-kertas, cari gunting, cari kardus bekas atau botol-botol bekas air mineral, cari benang, dan lain-lain. Lalu mereka sibuk mengoprek semua itu hingga jadi sesuatu yang bisa dimainkan. Setelah diperhatikan, nyatanya mereka bisa lebih asyik dengan alat bermain yang mereka ciptakan sendiri.
Hidup sederhana itu sebenarnya indah buat mereka yang menghayatinya. Saya sendiri berharap anak-anak bisa merasakan indahnya hidup sederhana. Karena itulah saya berusaha mengajari mereka untuk memiliki sikap itu sedari mereka kecil.
Salam pendidikan!
Mengingat keluarga adalah pusat pembentukan karakter dan juga gaya hidup anak-anak, maka sesungguhnya sangat diperlukan konsep yang kuat dalam memilih model perilaku hidup yang akan dijalankan. Anak-anak akan menjadi duplikat orang tuanya dalam model kehidupan, kecuali ada keberuntungan mereka menemukan model sendiri di luar kebiasaan keluarganya.
Hidup sederhana adalah satu model yang menurut saya tak boleh berhenti untuk ditularkan pada anak-anak. Tak peduli kita sedang berekonomi kuat ataupun sedang dan juga lemah, latihlah diri kita dan juga anak-anak untuk tetap sederhana. Sederhana bukanlah berarti menyiksa diri, melainkan berusaha ada di pertengahan. Dengan begitu, kita dan anak-anak akan selalu menikmati hidup, meski di zona ekonomi manapun kita berada.
Contoh kongkret latihan buat anak-anak adalah:
Kebiasaan Makan
Biasakan anak-anak makan makanan buatan sendiri yang sederhana tapi sehat (Mungkin tempe, tahu, telur, dan sayuran), bahkan sesekali ajarilah anak-anak untuk makan makanan seadanya yang tersedia di dapur ketika mereka lapar.
Berpakaian
Sentuhlah jiwa sederhana anak-anak dengan kebiasaan berpakaian yang juga sederhana. Tanamkan rasa percaya diri anak bukan pada pakaian yang berharga mahal, sehingga mereka tak perlu minder dengan pakaian yang mereka kenakan hanya karena harganya murah. Sikap konsumtif salah satunya terlahir dari keinginan untuk berpakaian yang mahal bukan?
Mainan
Mainan disinyalir merupakan item yang cukup menghabiskan dana yang besar dalam memenuhi kebutuhan anak, terlebih kini sedang populer sosialisasi pentingnya mainan edukatif. Harganya bahkan bisa mencapai jutaan rupiah jika berasal dari luar negeri. Orang tua yang permisif, biasanya ikut maunya anak-anak membeli mainan ini dan itu, walaupun harganya menguras isi kantong.
Sesungguhnya mainan edukatif tak selalu harus mahal dan tak selalu pula harus dibeli. Isi rumah kita tak jarang bisa sekaligus menjadi mainan edukatif yang murah. Tak percaya? Contohnya saja perabotan rumah tangga. Kalau di toko mainan ada seperangkat cooking toys, maka mengapa tak pakai saja the real cooking ware yang kita miliki. Kalau perabotannya dalam keadaan bersih, anak-anak bisa juga kok memainkan wajan, panci, piring plastik, sendok, garpu, dll.
Dalam konteks mengajarkan hidup sederhana pada anak-anak, semuanya pada akhirnya akan merangsang kreativitas kita sebagai orang tua dan tanpa sadar akan menular pada anak-anak.
Saya sering secara sengaja "mengamankan" kotak mainan anak-anak ke atas lemari. Hasilnya, setelah mereka sedikit kelimpungan pada awalnya, tapi kemudian otot kreatif mereka sepertinya mulai bekerja. Mereka akan ambil selotip, spidol, kertas-kertas, cari gunting, cari kardus bekas atau botol-botol bekas air mineral, cari benang, dan lain-lain. Lalu mereka sibuk mengoprek semua itu hingga jadi sesuatu yang bisa dimainkan. Setelah diperhatikan, nyatanya mereka bisa lebih asyik dengan alat bermain yang mereka ciptakan sendiri.
Hidup sederhana itu sebenarnya indah buat mereka yang menghayatinya. Saya sendiri berharap anak-anak bisa merasakan indahnya hidup sederhana. Karena itulah saya berusaha mengajari mereka untuk memiliki sikap itu sedari mereka kecil.
Salam pendidikan!
Senin, 20 Juli 2009
Sekolah Bertaraf Internasional
Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.
.......Pemenang selalu jadi bagian dari solusi
.......Orang yang gagal, selalu jadi bagian dari masalah.
Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.
"The Winner is always part of the answer,
The loser is always part of the problem.
.......Pemenang selalu jadi bagian dari solusi
.......Orang yang gagal, selalu jadi bagian dari masalah.
(eko leksono)
"Ya Robbana Antarkan Kami menjadi Pemenang-Pemenang dan Bertemu dengan-MU"
Minggu, 19 Juli 2009
Pestisida
Dalam perjalanan pulang dari museum geologi (Minggu, 19 Juli), sehabis acara launching Asosiasi Praktisi Pendidikan Rumah (ASPIRASI) wilayah Bandung, anak saya Luqman duduk di samping saya. Ia sempat tertidur di bis, tapi di jalan tol ia terbangun. Matanya langsung segar. Mungkin karena melihat pesawahan di sepanjang jalan.
Tak berapa lama setelah itu, anak saya tiba-tiba berkata, “Mama, coba kita punya penyemprot pestisida…”
“Kenapa?” Tanya saya.
“Supaya tanaman-tanaman tidak dimakan hama” katanya.
Pernyataan anak saya itu tiba-tiba menyadarkan saya, bahwa dia sedang ingin tahu. Dan anak HE bisa belajar di mana saja, tak terkecuali di bis. Inilah saatnya mentransfer pengetahuan tentang apa itu pestisida dan apa bahayanya. Dia memang masih 5 tahun, tapi justru karena masih 5 tahun setiap informasi akan jadi lebih melekat, bukan?
Saya pun jadi cerita tentang untuk apa pestisida dibuat dan apa bahayanya pestisida jika termakan oleh makhluk hidup. Saya jadi cerita tentang bukunya Rachel Carson “Silent Spring”, yang mengisahkan tentang musim semi yang jadi sepi karena burung-burung sudah tak lagi dapat bersuara. Mereka sakit bahkan mati, karena makanan yang mereka makan sudah banyak mengandung racun pestisida.
Saya pun bilang pada anak saya, “Itulah kenapa kita menanam sayur sendiri di kebun… Supaya sayur yang kita makan tidak mengandung pestisida. Sayuran yang dibeli di pasar biasanya selalu disemprot pakai pestisida oleh para petaninya”.
Anak saya terdiam menyimak. Kemudian dia bertanya, “Kenapa para petani memakai pestisida?”
“Mungkin karena mereka tidak tahu bahayanya,” ujar saya.
"Kalau Ateu (Maksudnya tantenya yang kuliah di jurusan Hama Penyakit Tanaman)?"
Saya bilang, "Ateu pake pestisida untuk belajar..."
Setelah bis mulai keluar dari tol Cileunyi dan berbelok ke arah Jatinangor, Luqman tiba-tiba berseru, “Kalau kita punya sawah, kita akan menanam padi-nya nggak pake pestisida. Jadi, kalau ada burung-burung yang makan padi kita, mereka nggak mati!”
Duh… jadi haruuuuu banget hati ini mendengar kata-katanya. Berarti dia, anak yang kemarin (18 Juli) berulang tahun yang ke- 5 itu mengerti apa yang dikatakan ibunya. Semoga pengetahuan dan pemahaman itu membekas hingga ia dewasa.
Tak berapa lama setelah itu, anak saya tiba-tiba berkata, “Mama, coba kita punya penyemprot pestisida…”
“Kenapa?” Tanya saya.
“Supaya tanaman-tanaman tidak dimakan hama” katanya.
Pernyataan anak saya itu tiba-tiba menyadarkan saya, bahwa dia sedang ingin tahu. Dan anak HE bisa belajar di mana saja, tak terkecuali di bis. Inilah saatnya mentransfer pengetahuan tentang apa itu pestisida dan apa bahayanya. Dia memang masih 5 tahun, tapi justru karena masih 5 tahun setiap informasi akan jadi lebih melekat, bukan?
Saya pun jadi cerita tentang untuk apa pestisida dibuat dan apa bahayanya pestisida jika termakan oleh makhluk hidup. Saya jadi cerita tentang bukunya Rachel Carson “Silent Spring”, yang mengisahkan tentang musim semi yang jadi sepi karena burung-burung sudah tak lagi dapat bersuara. Mereka sakit bahkan mati, karena makanan yang mereka makan sudah banyak mengandung racun pestisida.
Saya pun bilang pada anak saya, “Itulah kenapa kita menanam sayur sendiri di kebun… Supaya sayur yang kita makan tidak mengandung pestisida. Sayuran yang dibeli di pasar biasanya selalu disemprot pakai pestisida oleh para petaninya”.
Anak saya terdiam menyimak. Kemudian dia bertanya, “Kenapa para petani memakai pestisida?”
“Mungkin karena mereka tidak tahu bahayanya,” ujar saya.
"Kalau Ateu (Maksudnya tantenya yang kuliah di jurusan Hama Penyakit Tanaman)?"
Saya bilang, "Ateu pake pestisida untuk belajar..."
Setelah bis mulai keluar dari tol Cileunyi dan berbelok ke arah Jatinangor, Luqman tiba-tiba berseru, “Kalau kita punya sawah, kita akan menanam padi-nya nggak pake pestisida. Jadi, kalau ada burung-burung yang makan padi kita, mereka nggak mati!”
Duh… jadi haruuuuu banget hati ini mendengar kata-katanya. Berarti dia, anak yang kemarin (18 Juli) berulang tahun yang ke- 5 itu mengerti apa yang dikatakan ibunya. Semoga pengetahuan dan pemahaman itu membekas hingga ia dewasa.
Sabtu, 18 Juli 2009
Universitas Harvard

"The World is at your feet, Dream.,.Dream Big"
~Ratatouille (2007)~
~Ratatouille (2007)~
Lecture 7: JavaScript
Monday, 2 November 2009
Monday, 2 November 2009
Disusun Ulang Oleh:
Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.
Terima Kasih, Semoga Bermanfaat dan Tetap Semangat
Jumat, 17 Juli 2009
Ada Apa Dengan TOEFL?
Mari Belajar TOEFL
Tips dan Trik TOEFL iBT
Welcome to the Inside TOEFL iBT Page!
This page gives you advice on how to study in order to increase your iBT TOEFL score.
As you may already know, the TOEFL iBT examination tests many features of your English language ability.
TOEFL iBT Vocabulary and Idioms:
In order to achieve a high score on the new TOEFL iBT, you will need very high level English vocabulary.
You will also need to understand American English idioms for the TOEFL iBT exam.
For this reason, the core part of our TOEFL iBT Course is a vocabulary e-book which you should study first of all.
Our courses contain the vocabulary that has appeared on the most recent TOEFL tests!
If you learn the key words that have been used on the past TOEFL iBT tests, you will be able to perform well on the day of your iBT TOEFL.
TOEFL iBT Grammar:This page gives you advice on how to study in order to increase your iBT TOEFL score.
As you may already know, the TOEFL iBT examination tests many features of your English language ability.
TOEFL iBT Vocabulary and Idioms:
In order to achieve a high score on the new TOEFL iBT, you will need very high level English vocabulary.
You will also need to understand American English idioms for the TOEFL iBT exam.
For this reason, the core part of our TOEFL iBT Course is a vocabulary e-book which you should study first of all.
Our courses contain the vocabulary that has appeared on the most recent TOEFL tests!
If you learn the key words that have been used on the past TOEFL iBT tests, you will be able to perform well on the day of your iBT TOEFL.
Of course, you will also need advanced English grammar for the TOEFL iBT examination.
Our writing course includes the key features of American English grammar that examiners look for on the TOEFL iBT.
TOEFL iBT Listening:
Listening skills are also of key importance for your performance on the new iBT TOEFL.
This is because the listening, speaking, and writing portions of the new internet-based test contain lectures that you will listen to and comment on.
TOEFL iBT Practice Tests:
Finally, you will need to take some practice tests for the TOEFL iBT before you take the actual iBT TOEFL test.
Our practice tests help you get used to the new TOEFL test format because they provide exam tips and advice.
For more information on each of our e-books, please click on the links on the left-hand side of the page.
If you would like more inside TOEFL iBT tips on how to improve your English language skills in general for the TOEFL, please click on the link below.
Leave the Inside TOEFL iBT Page and Go to the English Language Tips Page |
Pembimbing:
Ferra Wulandari D. S.
Lintang Meidita Pribadi
Penasehat:
1. Ibu. Dra. Hj. Mimin Aminah, M.Pd.
2. Bpk. Yusuf Kurniawan, S.Pd.
3. Ibu. Hikmah, S.Pd.
Ucapan Terima Kasih:
1. Bpk. Ahmad Bukhori, S.Pd. M.A.
(English Department of Indonesia University of Education)
2. Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia
Balai Bahasa | Universitas Pendidikan Indonesia
3. The British Institute
The British Institute - Study English with the Best
Terima Kasih Semoga Bermanfaat
Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih
Senin, 13 Juli 2009
Teknologi Pendidikan (Penerapan Sains dan Teknologi Masyarakat Untuk Pendidikan)

Kegiatan Belajar-Mengajar di PAUD Al-Wustho

No. 1
I. Menyediakan Multimedia Pendidikan
*Berupa Text (e-Book, e-Journal, e-Tutorial, e-Newspapers, e-magazine)
*Berupa Audio
Mendengarkan Radio di Internet
dan
mencoba membangun EDUCATION CYBER RADIO di Kota Banjar
I. Menyediakan Multimedia Pendidikan
*Berupa Text (e-Book, e-Journal, e-Tutorial, e-Newspapers, e-magazine)
*Berupa Audio
Mendengarkan Radio di Internet
dan
mencoba membangun EDUCATION CYBER RADIO di Kota Banjar
*Berupa Audio Visual
Menonton Televisi di Internet dan mebahasnya, mencoba membangun
EDUCATION CYBER TELEVISION
II. Pusat Konsultasi Pengembangan Sekolah Bertaraf International
(Pengembangan dalam segi Teknologi)
III. Menghubungkan seluruh Institusi Pendidikan di Kota Banjar dari Pendidikan Anak Usia Dini, SD,SMP,SMA dan Sekolah Tinggi dalam satu jaringan pendidikan
(Sistem Teknologi Informasi Sekolah)
Secara integral dan Simultan
Menonton Televisi di Internet dan mebahasnya, mencoba membangun
EDUCATION CYBER TELEVISION
II. Pusat Konsultasi Pengembangan Sekolah Bertaraf International
(Pengembangan dalam segi Teknologi)
III. Menghubungkan seluruh Institusi Pendidikan di Kota Banjar dari Pendidikan Anak Usia Dini, SD,SMP,SMA dan Sekolah Tinggi dalam satu jaringan pendidikan
(Sistem Teknologi Informasi Sekolah)
Secara integral dan Simultan
IV. Membangun Knowledge Based Society yang Tangguh dan berlandaskan VERITAS
(Kebenaran dan Kejujuran)
*Mebangun CYBER DIGITAL LIBRARY dengan Koleksi 1.000.000 judul e-buku (e-books)
di Tahun 2018
*Proyek 1000 web-blog, yaitu membangun 1000 web-blog untuk seluruh para Pendidik dan Siswa di Kota Banjar untuk kegiatan Inovasi, Riset dan Pengembangan serta Publikasi dalam Pendidikan di tahun 2010
*Menjadi Pusat Komunikasi Seluruh Pelajar di Kota Banjar
(Center of Excellent in Education).
*Mengantarkan SISWA-SISWI Kota Banjar Untuk Berprestasi di Tingkat Regional (Provinsi), Nasional dan International dalam Kompetisi-kompetisi ilmu Pengetahuan.
(Kebenaran dan Kejujuran)
*Mebangun CYBER DIGITAL LIBRARY dengan Koleksi 1.000.000 judul e-buku (e-books)
di Tahun 2018
*Proyek 1000 web-blog, yaitu membangun 1000 web-blog untuk seluruh para Pendidik dan Siswa di Kota Banjar untuk kegiatan Inovasi, Riset dan Pengembangan serta Publikasi dalam Pendidikan di tahun 2010
*Menjadi Pusat Komunikasi Seluruh Pelajar di Kota Banjar
(Center of Excellent in Education).
*Mengantarkan SISWA-SISWI Kota Banjar Untuk Berprestasi di Tingkat Regional (Provinsi), Nasional dan International dalam Kompetisi-kompetisi ilmu Pengetahuan.
No. 2
I. Memecahkan Permasalahan Kota Banjar dengan Inovasi, Riset dan Pengembangan
1. Bidang ICT (Information & Communication Technology), Memperluas, mempermudah dan mempermurah akses Internet kedalam dunia pendidikan di Kota Banjar.
I. Memecahkan Permasalahan Kota Banjar dengan Inovasi, Riset dan Pengembangan
1. Bidang ICT (Information & Communication Technology), Memperluas, mempermudah dan mempermurah akses Internet kedalam dunia pendidikan di Kota Banjar.
Teknologi Pendidikan dari MIT
Penyusun:
Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, U.S.A.
Ucapan Terima Kasih:
Kepada Orang Tua, dan Guru-guru terkasih, serta sahabat semua yang saya cintai!
Semoga Bermanfaat, Bersemangat dan Terima Kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)