Selasa, 03 Januari 2012

Pembelajaran Terintegrasi

Beberapa waktu terakhir, karena sebuah 'tugas', saya mempelajari sejarah beberapa ilmuwan muslim. Walaupun terasa sulit pada awalnya, namun hikmah buat saya adalah berpijarnya kembali pemikiran tentang dunia belajar.

Berdasarkan data yang saya peroleh, rata-rata para ilmuwan muslim zaman dulu menguasai berbagai bidang ilmu sekaligus, tidak dikotomis. Mereka menguasai matematika, kimia, kedokteran, dan juga ilmu tanaman, bahkan musik pada taraf faqih (mahir/ahli). Hal itu membuat saya menduga bahwa pada zaman dahulu ilmu memang tidak disekat-sekat menjadi cabang-cabang yang sempit. Setiap orang yang cinta ilmu belajar apa saja yang sekiranya diperlukan dan dianggap saling berkaitan satu sama lain.

Adapun munculnya pengelompokkan ilmu, sehingga disebut-sebutlah ilmuwan A ahli di bidang X atau ilmuwan B ahli di bidang Y, terjadi sesudahnya, oleh para akademisi, ketika memasuki era sekolah formal (baru dugaan saya, belum meneliti lebih jauh sejarahnya ^_^).

Melalui dugaan tersebut, saya makin tertarik untuk melanjutkan proses belajar yang terintegrasi. Satu bidang ilmu dengan yang lainnya ditempatkan saling berkaitan, karena memang demikianlah faktanya di dunia nyata. Secara alami kita bisa menggabungkan semuanya dalam sebuah kegiatan.

Pengetahuan yang diperoleh anak-anak biarlah nantinya dikelompokkan dalam cabang ilmu yang mana, terpenting mereka belajar dengan antusias apapun yang mereka minati. Biar saja informasi tentang cabang-cabang ilmu itu diketahui sesudahnya, dengan sendirinya. Tidaklah hal-hal semacam itu harus dijadikan pelajaran pertama seperti pada umumnya isi BAB 1 buku pelajaran sekolah. Bukankah isi lebih penting didahulukan daripada kerangka, meski kerangka juga penting pada akhirnya. ^_^.

Contoh sketsa ide pembelajaran terintegrasi adalah seperti gambar di bawah. Kalau dikembangkan terus setiap kelompoknya akan melahirkan banyak turunan gagasan yang seru. Hanya dari kegiatan memasak saja, kita bisa menyentuh beberapa cabang ilmu. Saya yakin, para pembaca bisa mengeksplorasi sendiri pengembangan gagasan berikutnya. Selamat mencoba!




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar