Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

Akreditasi Kesehatan Masyarakat di PTN

Akreditasi Kesehatan Masyarakat PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ini kami tampilkan, dengan tujuan sebagai bahan pertimbangan untuk membantu memilih dan menentukan jurusan / program studi di perguruan tinggi melalui jalur-jalur seperti Sbmptn, Snmptn, dan berbagai jenis seleksi PTN lainnya seperti UMB-PTN dan lainnya.

Namun patut difahami bahwa nilai akreditasi suatu jurusan di PT bukanlah satu-satunya referensi untuk menentukan pilihan. Banyak faktor lainnya yang tak kalah pentingnya seperti faktor kredibilitas dan kesenioran suatu perguruan tinggi. Bagi anda calon peserta seleksi masuk PTN dari hasil akreditasi suatu prodi yang terpenting adalah nilainya , mengenai statusnya misalnya kadaluarsa itu adalah persoalan proses pengajuan kemungkinan belum diselesaikan.

Berikut kami sampaikan akreditasi program studi di PTN untuk jenjang Sarjana (S1), selamat mempelajari!

Akreditasi Ilmu Kesehatan Masyarakat


No.WIL.Tk.Perguruan TinggiProgram StudiNo. SKTh. SKPeringkatTgl. Daluwarsa (th-bl-tg)Status Daluwarsa
1 07 S1 Universitas Airlangga, Surabaya IKM 034 2009 A 2014-11-13 masih berlaku
2 12 S1 Universitas Cenderawasih (UNCEN), Jayapura IKM 010 2005 B 2010-07-07 Kadaluarsa
3 06 S1 Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang IKM 033 2008 A 2013-01-18 Kadaluarsa
4 03 S1 Universitas Indonesia (UI), Jakarta IKM 005 2008 A 2013-05-17 masih berlaku
5 07 S1 Universitas Jember IKM 034 2009 B 2014-11-13 masih berlaku
6 11 S1 Universitas Mulawarman (UNMUL), Samarinda IKM 002 2010 C 2015-04-30 masih berlaku
7 09 S1 Universitas Sam Ratulangi, Manado IKM 002 2011 C 2016-05-13 masih berlaku
8 01 S1 Universitas Sumatera Utara (USU), Medan IKM 027 2009 B 2014-09-11 masih berlaku

Keterangan :
- Status Daluwarsa berwarna kuning berarti masa berlakunya kurang dari 1 (satu) tahun lagi.
- Program studi yang akreditasinya dalam proses pengusulan, tetap berlaku akreditasi lama. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2010 pasal 10 A ayat (1). Program dan/atau satuan pendidikan yang berstatus terakreditasi yang diusulkan oleh perguruan tinggi untuk diakreditasi kembali paling lambat (enam) bulan sebelum berakhir masa berlaku akreditasinya, tetap memiliki status terakreditasi sampai adanya penetapan status akreditasi baru oleh BAN-PT.

Demikian info Akreditasi jurusan Kesehatan Masyarakat di PTN kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Jumat, 22 Februari 2013

Akreditasi Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat dirancang dengan tujuan meningkatkan profesionalisme para peserta sehingga mempunyai kemampuan yang tinggi dalam bidang kesehatan masyarakat, baik sebagai manajer, administrator, pendidik maupun peneliti di lembaga pemerintahan maupun swasta. COntohnya kekhususan pada PS IKM UI : Ekonomi Kesehatan dibahas konsep penerapan ilmu ekonomi di bidang kesehatan. Prinsip-prinsip efisiensi, equity dan sustainability menjadi area telaah, sejalan dengan filosofi kelangkaan sumber daya dan prinsip kesehatan adalah investasi serta hak masyarakat. Mata kuliah yang akan dikupas diantaranya adalah Kebijakan Kesehatan, Pengantar Ekonomi Kesehatan, Kepemimpinan Strategis dan Berpikir Sistem, Ekonomi Kesejahteraan, Evaluasi Ekonomi dalam Program Kesehatan, Manajemen Keuangan, Health Care Financing, dan Ekonometrik dalam Pelayanan Kesehatan.

Berikut kami sampaikan info Akreditasi Ilmu Kesehatan Masyarakat 2013 di Perguruan Tinggi yang meliputi jenjang S1 (Sarjana), S2 (Magister), dan S3 (Program Doktor), silakan disimak!

Akreditasi Ilmu Kesehatan Masyarakat


No.WIL.Tk.Perguruan TinggiProgram StudiNo. SKTh. SKPeringkatTgl. Daluwarsa (th-bl-tg)Status Daluwarsa
1 02 S1 Stikes Baturaja IKM 026 2006 C 2009-01-12 Kadaluarsa
2 04 S1 Stikes Cirebon IKM 023 2005 C 2008-12-22 Kadaluarsa
3 04 S1 Stikes Dharma Husada, Bandung IKM 018 2007 B 2012-08-18 Kadaluarsa
4 04 S1 Stikes Falatehan, Serang - Banten IKM 018 2006 B 2011-11-02 Kadaluarsa
5 10 S1 Stikes Fort De Kock Bukit Tinggi IKM 012 2008 C 2013-06-28 masih berlaku
6 10 S1 Stikes Hang Tuah, Pekanbaru IKM 020 2008 B 2013-08-29 masih berlaku
7 04 S1 Stikes Indramayu IKM 020 2008 C 2013-08-29 masih berlaku
8 05 S1 Stikes Respati Yogyakarta IKM 021 2006 C 2011-12-30 Kadaluarsa
9 07 S1 Stikes Surya Mitra Husada Kediri IKM 025 2008 B 2013-10-17 masih berlaku
10 02 S2 STIK Bina Husada Palembang IKM 034 2012 C 2017-01-20 masih berlaku
11 06 S1 STIK Cendekia Utama, Kudus IKM 038 2011 C 2016-01-14 masih berlaku
12 03 S1 STIK Indonesia Maju (STIKIM) Jakarta IKM 014 2008 B 2013-07-05 masih berlaku
13 03 S2 STIK Indonesia Maju, Jakarta IKM 002 2012 B 2017-05-16 masih berlaku
14 04 S1 STIK Mahardika Cirebon IKM 009 2006 C 2009-07-27 Kadaluarsa
15 01 S1 STIK Medistra, Lubuk Pakam IKM 031 2012 B 2017-10-18 masih berlaku
16 02 S1 STIK Mitra Lampung IKM 031 2007 B 2012-12-29 Kadaluarsa
17 01 S1 STIK Mutiara Indonesia, Medan IKM 024 2009 B 2014-08-21 masih berlaku
18 04 S1 STIK Respati Tasikmalaya IKM 051 2004 B 2009-11-26 Kadaluarsa
19 04 S1 STIK Sebelas April Sumedang, Sumedang IKM 042 2010 C 2015-01-22 masih berlaku
20 01 S1 STIK U'budiyah, Banda Aceh IKM 025 2011 C 2016-09-23 masih berlaku
21 07 S1 Universitas Airlangga, Surabaya IKM 034 2009 A 2014-11-13 masih berlaku
22 12 S1 Universitas Cenderawasih (UNCEN), Jayapura IKM 010 2005 B 2010-07-07 Kadaluarsa
23 06 S1 Universitas Dian Nuswantoro, Semarang IKM 021 2006 B 2011-12-30 Kadaluarsa
24 06 S1 Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang IKM 033 2008 A 2013-01-18 Kadaluarsa
25 06 S2 >Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang IKM 007 2010 B 2015-06-24 masih berlaku
26 05 S2 Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta IKM 011 2005 A 2010-12-08 Kadaluarsa
27 09 S1 Universitas Gorontalo, Gorontalo IKM 021 2006 C 2011-12-30 Kadaluarsa
28 09 S2 Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar IKM 006 2012 A 2017-06-15 masih berlaku
29 03 S1 Universitas Indonesia (UI), Jakarta IKM 005 2008 A 2013-05-17 masih berlaku
30 03 S2 Universitas Indonesia (UI), Jakarta IKM 027 2008 A 2013-01-18 Kadaluarsa
31 03 S3 Universitas Indonesia (UI), Jakarta IKM 001 2005 B 2010-12-22 Kadaluarsa
32 09 S1 Universitas Indonesia Timur, Makassar IKM 020 2006 C 2011-12-16 Kadaluarsa
33 03 S1 Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta IKM 025 2009 B 2014-08-28 masih berlaku
34 07 S1 Universitas Jember IKM 034 2009 B 2014-11-13 masih berlaku
35 02 S1 Universitas Malahayati, Bandar Lampung IKM 003 2009 B 2014-04-11 masih berlaku
36 02 S2 Universitas Malahayati, Bandar Lampung IKM 012/SK/BAN-PT/Ak-X/M/I/2013 2013 B 2018-01-10 masih berlaku
37 02 S1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu IKM 046 2011 C 2016-02-11 masih berlaku
38 12 S1 Universitas Muhammadiyah Maluku Utara IKM 021 2006 C 2011-12-30 Kadaluarsa
39 11 S1 Universitas Muhammadiyah Pontianak IKM 001 2007 C 2012-01-13 Kadaluarsa
40 03 S1 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta IKM 026 2007 B 2012-11-09 Kadaluarsa
41 03 S2 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta IKM 028 2011 C 2016-12-01 masih berlaku
42 06 S1 Universitas Muhammadiyah Semarang IKM 007 2006 B 2011-06-29 Kadaluarsa
43 11 S1 Universitas Mulawarman (UNMUL), Samarinda IKM 002 2010 C 2015-04-30 masih berlaku
44 09 S1 Universitas Muslim Indonesia, Makassar IKM 004 2006 B 2011-06-01 Kadaluarsa
45 06 S1 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Semarang IKM 026 2009 B 2014-09-05 masih berlaku
46 03 S1 Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jakarta IKM 025 2007 C 2012-10-26 Kadaluarsa
47 02 S1 Universitas Ratu Samban, Arga Makmur - Bengkulu Utara IKM 019 2006 B 2011-12-08 Kadaluarsa
48 03 S2 Universitas Respati Indonesia, Jakarta IKM 002 2012 B 2017-05-16 masih berlaku
49 09 S1 Universitas Sam Ratulangi, Manado IKM 002 2011 C 2016-05-13 masih berlaku
50 01 S1 Universitas Sumatera Utara (USU), Medan IKM 027 2009 B 2014-09-11 masih berlaku
51 01 S2 Universitas Sumatera Utara (USU), Medan IKM 014 2011 C 2016-09-09 masih berlaku
52 08 S2 Universitas Udayana (UNUD), Denpasar IKM 002 2012 B 2017-05-16 masih berlaku

Keterangan :
- Status Daluwarsa berwarna kuning berarti masa berlakunya kurang dari 1 (satu) tahun lagi.
- IKM = Ilmu Kesehatan Masyarakat


Demikian info Akreditasi Jurusan 2013 untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!

Jumat, 17 Februari 2012

Kenapa Islam Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri ?

 Dalil yang melarang     
عن أبي هريرة يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (لا يشربن أحد منكم قائما. فمن نسي فليستقي).
Dari Abu Hurairah ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Barangsiapa yang lupa, hendaklah ia muntahkan” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2026 dan Al-Baihaqiy 7/282].

Picture : Google
Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger merupakan suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada tahapan tahapan penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih dan membentuk pengendapan di saluran sepanjang perjalanan (ureter). Endapan yang tersisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana ginjal yang sakit.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan kenikmatan saat makan dan minum yang bisa menyebabkan lupa untuk mensyukuri nikmatNya.-

Kamis, 09 Februari 2012

Kehidupan Seksual Wanita Saat Memasuki Usia Menopause

Doc.Pribadi
Pada saat wanita memasuki usia menopouse maka wanita mengalami penurunan jumlah kadar hormon estrogen dalam darah. Seperti kita ketahui secara definisi bahwa menopause adalah berhentinya siklus menstruasi untuk selamanya, keadaan yang demikian dipahami oleh sebagian masyarakat kita terutama para generasi tua bahwa pada keadaan menopause, wanita sudah tidak boleh melakukan hubungan seks. Mitos yang demikian ini di sisi lain di pahami oleh para wanita bahwa sperma yang masuk melalui vaginanya tidak akan dapat keluar lagi sehingga dapat menyebabkan penyakit busung, juga karena penurunan kadar estrogen dan progesteron tadi maka akan terjadi sulitnya keluar cairan vagina ataupun hanya sedikit mengeluarkan cairan yang dapat berfungsi sebagai rubrikan tersebut sehingga akan menyebabkan rasa nyeri yang sangat pada saat penetrasi sehingga baik suami ataupun istri tersebut merasakan tidak nyaman pada saat melakukan hubungan seks. Hal ini pula lah yang di jadikan dasar bagi para laki-laki untuk menjustifikasi kebolehannya melakukan hubungan seks ekstra marital dengan wanita lain ataupun menikah lagi.

Menopause (Klimakterium) adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana:

- ovarium (indung telur) berhenti menghasilkan sel telur

- aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti

- pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang.

Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12 bulan. Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang berusia 40 tahun. Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya.  ...  LANJUT  ...


Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.

PENYEBAB

Menopause terjadi sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan oleh LH dan FSH, yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi (pelepasan sel telur) berhenti. Ada 2 macam menopause, antara lain:

1. Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah faktor keturunan, penyakit autoimun dan rokok.

2. Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker. Histerektomi (pengangkatan rahim) menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause.

GEJALA

Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami berbagai gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal.

Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah:

1. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.

2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri.

3. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.

4. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar).

5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser).

6. Peradangan kandung kemih atau vagina.

7. Penyakit jantung dan pembuluh darah.Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Estrogen bertanggungjawab terhadap pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Selama masa reproduktif, pembentukan lapisan rahim diikuti dengan pelepasan dinding rahim pada setiap siklus menstruasi. Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan pasca menopause.

8. Osteoporosis (pengeroposan tulang). Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan pada wanita yang:

a) kurus

b) merokok

c) mengkonsumsi alkohol secara berlebihan

d) mengkonsumsi kortikosteroid

e) memiliki asupan kalsium yang rendah

f) jarang berolah raga.

Cedera ringan bisa menyebabkan fraktur (patah tulang). Fraktur paling sering terjadi pada tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.

Hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi karena perdarahan pasca menopause bisa merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan Pap smear bisa diketahui adanya perubahan pada lapisan vagina akibat perubahan kadar estrogen. Pemeriksaan darah dan air kemih bisa digunakan untuk mengukur kadar estrogen, progestero serta estron dan estradiol plasma.

PENGOBATAN

Tidak semua wanita pasca menopause perlu menjalani Terapi Sulih Hormon (TSH). Setiap wanita sebaiknya mendiskusikan resiko dan keuntungan yang diperoleh dari TSH dengan dokter pribadinya.

Banyak ahli yang menganjurkan TSH dengan tujuan untuk:

1. Mengurangi gejala menopause yang tidak diinginkan

2. Membantu mengurangi kekeringan pada vagina

3. Mencegah terjadinya osteoporosis.

Beberapa efek samping dari TSH:

- perdarahan vagina

- nyeri payudara

- mual

- muntah

- perut kembung

- kram rahim.

Untuk mengurangi resiko dari TSH dan tetap mendapatkan keuntungan dari TSH, para ahli menganjurkan:

- Menambahkan progesteron terhadap estrogen

- Menambahkan testosteron terhadap estrogen

- Menggunakan dosis estrogen yang paling rendah.

- Melakukan pemeriksaan secara teratur, termasuk pemeriksan panggul, dan Pap smear sehingga kelainan bisa ditemukan sedini mungkin.

Estrogen tersedia dalam bentuk alami dan sintetis (dibuat di laboratorium).

Estrogen sintetis ratusan kali lebih kuat dibandingkan estrogen alami sehingga tidak secara rutin diberikan kepada wanita menopause.

Untuk mencegah hot flashes dan osteoporosis hanya diperlukan estrogen alami dalam dosis yang sangat rendah. Dosis tinggi cenderung menimbulkan masalah, diantaranya sakit kepala migren.

Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet atau tempelan kulit (estrogen transdermal).

Krim estrogen bisa dioleskan pada vagina untuk mencegah penipisan lapisan vagina (sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih dan beser) dan untuk mencegah timbulnya nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Wanita pasca menopause yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen.

Jika terjadai perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan rahim.

Mengkonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi resiko terjadinya kanker endometrium.

Biasanya terapi sulih hormon estrogen tidak dilakukan pada wanita yang menderita:

- atau pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut

- perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti

- penyakit hati akut

- penyakit pembekuan darah

- porfiria intermiten akut.

Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti-cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Untuk mengurangi depersi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti-depresi.

Pemberian progesteron dengan estrogen

Progesteron diberikan bersamaan dengan estrogen untuk mengurangi resiko terjadinya kanker endometrium.

Biasanya estrogen dan progesteron diberikan setiap hari. Jadwal pemberian ini biasanya akan menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur pada 2-3 bulan pertama dari terapi, akan tetapi sesudahnya perdarahan biasanya akan berhenti.

Atau pemberian estrogen dan progesteron bisa dilakukan secara bergantian; selama 2 minggu setiap hari minum estrogen lalu selama beberapa hari minum progesteron dan estrogen, kemudian beberapa hari di akhir bulan sama sekali tidak minum estrogen maupun progesteron. Dengan jadwal ini, perdarahan vagina terjadi pada hari dimana hormon tidak diminum. Progesteron tersedia dalam bentuk tablet atau suntikan melalui otot.Efek samping dari progesteron adalah perut kembung, sakit payudara, sakit kepala, perubahan suasana hati dan jerawat.

sumber : psks.lppm.uns.ac.id