Tampilkan postingan dengan label Universitas Harvard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Harvard. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2010

Keadilan

" Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berbuat adil dan berbuat ihsan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran." (Al-Qur'an 16:90)





Prof. Michael Sandel

Anne T. and Robert M. Bass Professor of Government
Theory Harvard University



Michael J. Sandel is the Anne T. and Robert M. Bass Professor of Government at Harvard University, where he has taught political philosophy since 1980.

The recipient of three honorary degrees, Sandel is a member of the American Academy of Arts and Sciences and the Council on Foreign Relations.

A summa cum laude, Phi Beta Kappa graduate of Brandeis University (1975),

Sandel received his doctorate from Oxford University (D.Phil.,1981), where he was a Rhodes Scholar.

Email Address

msandel@gov.harvard.edu

Phone

617-495-2097

Office Location

1737 Cambridge Street, CGIS Knafel Building 432, Cambridge, MA 02138

Related Links

MR 22 Justice
BBC Reith Lectures
Harvard-WGBH Justice project

Rabu, 06 Oktober 2010

Kisah Cinta di Universitas Harvard





Siapa yang tidak kenal "Harvard University", dan siapa yang tidak bangga bila anaknya dapat kuliah disini, termasuk orang AS sendiri, Universitas ini bukan hanya terkenal karena kemegahan Sarana dan prasarana yang dimilikinya, baik dalam mendukung proses belajar mengajar dalam perkuliahan, tapi juga sistem kurikulum, metoda belajar, kualitas pengajar dll, menjadi acuan perguruan tinggi di dunia.

Sebagai contoh, Harvard Business Review , yang merupakan kumpulan-kumpulan artikel dan jurnal-jurnal Bisnis terkini, selalu dijadikan acuan oleh para pebisnis dan pendidikan di dunia dalam menganalisis setiap permasalahan kompleks namun diselesaikan dengan cara-cara yang cermat, dan hasil yang luar biasa.

Harvard Medical School & Clinical Medicine and Pharmacy merupakan fakultas kedokteran terbaik di dunia, begitu juga Harvard Business School merupakan sekolah bisnis terbaik di dunia dan tahun 2010 ini Harvard University Department of Physics menjadi jurusan Fisika terbaik dunia.

Universitas Harvard yang berdasarkan sejarah berdirinya Universitas Harvard didirikan oleh seorang dermawan kelahiran Inggeris, John Harvard di Tahun 1636, yang meninggal di thn 1638 dan meninggalkan perpustakaan dan rumahnya untuk institusi ini, diawal berdirinya dia hanya mempunyai Sembilan murid, dan Tujuh dari muridnya menjadi Presiden, hmmm….hebat kan?


Saya pernah nonton Film berjudul “
Love Story in Harvard”, selain memang film drama ini bertema kisah percintaan mahasiswa Korea yang kuliah disana, namun latar belakang lingkungan Harvard jadi mewarnai cerita ini, menambah cerita menjadi lebih berbobot. Bagaimana perjalanan seorang mahasiswa dalam mencapai kesarjanaannya selalu dihadapkan pada kasus-kasus real di lapangan, jadi bukan melulu teori….wuih…bandingkan dgn kita yg melulu masalah teori…prosentasi perkuliahan di lapangan sangat kecil…

Kim Hyun-woo adalah mahasiswa baru jurusan Hukum di Harvard dan bertemu dengan gadis bernama Lee Soo-in secara tidak sengaja. Awalnya ia hanya penasaran dengan gadis ini, tidak disangka lama kelamaan malah jatuh hati padanya. Hyun-woo sekelas dengan seorang siswa yang juga saingan beratnya dalam kuliah, Hong Jung min.

Ternyata nantinya Jung-min tidak hanya rival dalam kuliah tapi juga dalam merebut perhatian Soo in. Namun, pilihan Soo-in jatuh pada Hyun woo. Kerendahan hati pria itu telah membuat jantung gadis ini berdetak lebih cepat dari biasanya. Tinggal seatap di asrama semakin mendekatkan hubungan keduanya.

Masalah pertama muncul saat Soo-in, yang merupakan mahasiswa kedokteran disana, menghadapi situasi sulit saat ia harus menyelamatkan sorang pria yang terhambat penafasannya. Sebagai seorang mahasiswa, ia tidak diperbolehkan melakukan praktek kedokteran tanpa ijin.

Namun karena keadaan genting dan tidak ada dokter saat itu, Soo-in terpaksa mengambil tindakan demi menyelamatkan nyawa pria itu. Tindakan nekatnya membuahkan hasil tuntutan dari pihak keluarga karena merasa nyawa si korban dipertaruhkan di tangan seorang mahasiswa biasa. Karuan saja hati Soo-in kacau, ia bisa kehilangan beasiswanya untuk kuliah disana.

Mengetahui masalah ini, Hyun-woo berusaha sekuat tenaga mengumpulkan bukti-bukti untuk menguatkan posisi Soo-in dan usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil : Soo in dibebaskan dari tuduhan tersebut. Kejadian ini makin membuat cinta Soo-in pada Hyun-woo bertambah besar dan Jung-min pun semakin terbakar api cemburu.


Seorang Mahasiswi kedokteran, pada semester-semester tertentu langsung terjun di RS, dengan berbagai kasus penyakit yang ada di masyarakat dan mempelajarinya dengan bimbingan seorang Dosen yang juga dokter ahli di bidangnya, membuat analisis penyakit, tindakan emergency yang diperlukan, keakuratan dalam mengambil keputusan sangat membantu dalam tindakan menyelamatkan nyawa orang lain, dan setiap selesai dalam tindakan atau peluang tindakan, dilalui dengan diskusi cepat dan taktis oleh pembimbing dosennya….

Lain lagi cerita dari seorang Mahasiswa Hukum, bernama Lee Jung-Jin (mahasiswa baru dalam cerita ini) ketika seorang mahasiswa baru masuk dalam perkuliahan. Dalam proses belajar mengajar dan diskusi, setiap si Jim ini angkat tangan mau menjawab, bila ada pertanyaan yang dilontarkan oleh sang profesor ahli hukum ini, si Jin tidak pernah ditunjuk untuk menjawab, justru diserahkan pada yang lain, bahkan oleh rekan-rekannya juga dukucilkan, tdk pernah diajak dalam team/Regu diskusi.

Sampai suatu saat sang Profesor memberikan pertanyaan tentang keadilan dan saksi dalam suatu persidangan, si Jin memberanikan diri menjawab tanpa angkat tangan, katanya…….bahwa seorang tertuduh disaat lemah secara argument dan saksipun, tetap harus mendapat perlindungan, seperti halnya dalam kelas ini. Si Profesor bertanya balik, dengan mimik marah agar pembicaran dihentikan, namun si Jin tetap mengemukan Argumennya, karena sudah merasa dipinggirkan di kelasnya.

Kemudian professor bertanya, apa yg dimaksud dari ucapan mahasiswanya tadi?

Si Jin Menjawab lagi : “ketika saya masuk ke Harvard semua dilakukan melalui tes ketat, dan saya berhak berada disini dan mendapat perlakuan yang sama dengan mahasiswa lain, sementara dia mendapat perlakuan berbeda, agar dia mengundurkan diri dari perkuliahaan ini, dan anda sebagi dosen harus membuktikan bahwa saya tidak layak ada disini, saya akan tetap disini, dan melaporkan ke dewan universitas atas tindakan anda, dan akan saya pertahankan atas kelayakan saya disini”….

Setelah melalui perdebatan panjang dengan sang Profesor, dan si Jin sanggup menjawabnya, akhirnya si Profesor tersenyum, ditambah dengan dengan tepuk tangan teman-temannya….bahwa ternyata, maksud dari perdebatan tadi itu, sang professor mendidik seorang calon pengacara harus punya keberanian, mengambil resiko dan mempertahankan haknya….karena di dunia nyata, hal semu bisa saja terjadi, dan seorang pengacara harus sanggup memformulasikan dan pada akhirnya dapat membela orang lain.

Ditambah lagi kasus lain yang menyangkut dinamika permasalahan lebih nyata, kasus kedokteran dll, yang dilihat dari pandangan hukum, benar-benar dinamis,…. Itu adalah sekilas kehidupan di kampus nomor wahid, yang dilihat dari pandangan luar, dari sebuah film bisa benar bisa tidak…..dalam kenyataanya???

Saya kira tidak akan banyak berbeda dari itu, melihat kenyataan kualitas lulusan ini…..

Bersambung ^_^


Kamis, 29 Juli 2010

Awas ada Harvard "Prikitiw"



"Ya Robbana jadikanlah hambamu ini orang-orang yang senantiasa bersyukur kepada Mu, Alhamdulilah"
~Arip Nurahman~

David J. Malan, Ph.D.

Instructor

Lebih lengkap di:

dmalan@harvard.edu
http://www.cs.harvard.edu/malan/

http://cs50.tv/.

Harvard College

blog.cs50.net.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Sabtu, 24 Juli 2010

Awas ada Harvard "Prikitiw"



Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabiin (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu:

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.


Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.


Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.


Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman
kita.


Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.


Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.


Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

David J. Malan, Ph.D.

Instructor

Lebih lengkap di:

http://cs50.tv/.

Harvard College


Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Minggu, 18 Juli 2010

Awas Ada Harvard "Prikitiw"



"Banyak orang ingin membangun kehidupan yang besar, tetapi hanya membiasakan diri dengan peran yang kecil. Kita ingin TERBANG SEPERTI RAJAWALI, tetapi MENGGUNAKAN SAYAP BURUNG PIPIT. Mulai hari ini, angkat tangan Anda dan katakan PLEASE USE ME! GUNAKANLAH SAYA UNTUK TUGAS-TUGAS YANG BESAR. Kemudian patuhlah kepada guru dan penasehat, agar Anda mewarisi kemampuan yang telah menjadikan mereka berjaya."
~Mario Teguh~

Kamis, 15 Juli 2010

Awas Ada Harvard "Prikitiw"




"Sedangkan ketakaburan dapat mempersempit wawasan tentang Islam. Dan tentu sikap seperti itu akan menjadi benalu bagi umat. Sifat takabur bersumber dari rasa diri memiliki kelebihan, lalu timbul bangga diri, rindu dan gemar dipuji. Kemudian menganggap orang lain tidak seperti dirinya, lebih remeh dan lebih rendah daripadanya, yang kesemuanya ini diwujudkan dalam gerak-geriknya."

~Aa Gym~

David J. Malan, Ph.D.

Instructor

Lebih lengkap di:

dmalan@harvard.edu
http://www.cs.harvard.edu/malan/

http://cs50.tv/.

Harvard College

blog.cs50.net.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Jumat, 11 Juni 2010

Awas Ada Harvard "Prikitiw"



Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemampuan kreatif kita:

1. Banyak membaca dan menulis.

2. Banyak berdiskusi dan bertanya.

3. Banyak melihat (mengadakan studi banding).

4. Banyak merenung (tafakur).

5. Banyak berbuat dan mencoba.

6. Banyak beribadah dan berdoa.

Mudah-mudahan kegigihan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, jujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua. Wallahu a'lam bishshawab.

~Aa Gym~


David J. Malan, Ph.D.

Instructor

Lebih lengkap di:

dmalan@harvard.edu
http://www.cs.harvard.edu/malan/

http://cs50.tv/.

Harvard College

blog.cs50.net.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Selasa, 18 Maret 2008

Universitas Harvard

(Photo by: Arip Nurahman, @ Bangunharja Village)

"Jika Pendidikan merupakan Tulang Punggung Peradaban, Maka Mendidiklah"~Arip Nurahman~


Bagian dari Perkuliahan Pendahuluan Terhadap Komputer dan Internet
Nonton Bareng Film:
The Pirates of Silicon Valley
Lecture 3: Software ▾ expand all

It's the first of two movie nights for Computer Science E-1!

A look at "how modern day visionaries Bill Gates and Steve Jobs changed the world" by way of Pirates of Silicon Valley, a dramatization of the history of Microsoft Corporation and Apple Computer, Inc.

Links

Resensi

This is the story of the growth of the personal computer industry. The movie while based on historical fact, did alter things a bit for dramatic reasons. The Movie begins with IBM in the early 1980's, the big brother in the computer world that everyone else feared. Everyone dressed alike at IBM, company songs and jingles filled the air, and men in suits were everywhere.

Steve Jobs along with his friend who he calls "Waz" delight in working with computers. They eventually form their own company, Apple Computers and begin making computers in a garage. There is just one problem, Hewlett Packard has the choice of first rights on anything that "Waz" develops. Fortunately for Apple, Hewlett Packard hated the puny Apple machines so the mechanisms of progress continued. A venture capitalist one day drops by the garage and offers $50,000 in venture capital. Apple was up and running.

Meanwhile Bill Gates was off in school doing wild things. He slept in his clothes, never could find his ties, and dreamed of computers and power. Bill Gates formed a company called Microsoft that made software such as operating systems. During one key meeting with IBM, Bill Gates sells IBM on the idea of using Microsoft's new operating system "DOS" as the operating system for all IBM machines. The only catch was that Microsoft would retain rights to the software and could sell it to other companies. IBM reasoned that hardware not software is where the money is at, so they agree. Microsoft had no operating system to sell at all though! They promptly buy one from a reclose for $50,000 and the Microsoft dynasty begins.

At the Apple camp Steve Jobs is invited to see the graphical user interface which has been developed by Xerox. Xerox had developed the mouse, and standard interface styles we all know today. But the company big whigs thought it was a silly idea and agreed to let Apple look at everything they had. Apple naturally stole everything they could.

Over at Microsoft, Bill Gates fears Apple's expansive growth, and travels to Apple headquartes to talk of an alliance. Bill weasels his way into the heart of Steve Jobs, Apples founder and has access to Apples new machines. After reverse engineering and a few modifications, Windows is born. Apple discovers this during a speech touting Apples new advertisement campaign for the Macintosh. Bill Gates yells at Steve Jobs for the first time. The great rivalry between Windows, and Mac is born.

In the movie Steve Jobs split his company, Apple into two camps. One the old Apple computer camp, and the other the new Macintosh development camp. After seeing this effect on the company, Steve Jobs is forced to leave his position at Apple. Years later the movie picks up with Steve Jobs back in command of Apple who now has partnered with Microsoft and Bill Gates This was a made for TV movie by Turner but it was an excellent movie.


Branches of software engineering


Test your understanding of hardware, software, and the Internet!


Ujian

Test your understanding of hardware, software, and the Internet!


Video Minggu Ini

Volume 2: Software ▾ expand all
Browser Wars
Finding and Installing Windows Updates
Installing Windows XP
Macs versus PCs


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat dan Tetap Semangat