Selasa, 17 Mei 2011

Notebook Lipat Yang Ringan dan Mudah Dibawa.

Kemajuan teknologi saat ini, telah menjadikan notebook menjadi bagian integral dari kehidupan kita. 
Orang yang sering bepergian membawa notebook mereka ke mana-mana, tetapi membawa beban berat dalam perjalanan anda merupakan sesuatu yang cukup mengganggu kenyamanan perjalanan. Selain itu, volume ukuran yang besar juga kadang membuat iritasi bahkan nyeri otot.

Untuk mencegah hal tersebut, seorang desainer berkebangsaan Belanda Niels Van Hoff merancang Notebook Lipat yang simpel namun tidak kehilangan fungsi. Bahkan sekarang ini tersedia di pasaran, sayangnya produk ini belum dipasarkan di Indonesia.

Notebook ini dirancang secara kompak, stylish dan menarik. Soal ukuran jelas merupakan bagian pertama yang dirusaknya dari ukuran notebook konvensional, namun fungsi tetap terjaga layaknya notebook pada umumnya.

Seperti namanya, notebook ini memiliki layar OLED yang fleksibel, yang membuat layarnya dapat dilipat membungkus keseluruhan body notebook.

Notebook ini menghilangkan area touchpad nya dan menggantikannya dengan mouse nirkabel yang terpasang disisinya dan apabila ingin digunakan dapat ditarik keluar.

Notebook lipat ini dirancang untuk bisa lentur serta body yang ergonomis dan menyatu untuk mendapatkan kesan estetiknya.

Senin, 16 Mei 2011

Photo Citra Langit Interaktif

Astronom amatir Nick Risinger (28) boleh dikatakan nekat berhenti dari pekerjaannya sebagai marketing director di sebuah perusahaan di Seattle, Amerika Serikat, dan memutuskan berkelana menemukan tempat terbaik untuk memotret langit dengan jutaan bintangnya.

Keberhasilannya memotret 37.440 citra langit yang kemudian disatukan menjadi citra interaktif 360 derajat yang menakjubkan. Citra beresolusi 5.000 megapiksel itu menggambarkan galaksi Bimasakti dan lebih dari 20 juta bintang.

Untuk memotretnya, Risinger berkelana ke wilayah terpencil di bagian barat Amerika Serikat dan Afrika Selatan. Risinger membagi langit menjadi 624 wilayah dan memotret tiap bagian itu. Ia merencanakan pemotretan saat mulai Bulan baru ketika langit benar-benar gelap.

Agar memperoleh gambar tajam, Risinger menggunakan enam kamera pada tripod yang menyesuaikan dengan gerak rotasi Bumi. Bila banyak citra untuk kepentingan ilmiah menggunakan warna merah dan biru, Risinger menambahkan warna hijau untuk meningkatkan kedalaman gambar.

Menyelesaikan petualangannya pada Januari 2011, Risinger mulai menyatukan gambar. Dengan software di komputernya, ia mengenali setiap frame foto dan memadukannya. Ia menyelesaikannya proyek "gila" itu dua minggu lalu, mem-posting gambarnya di situs web-nya, skysurvey.org (click untuk melihat gambarnya).

Risinger mengatakan, "Ini bukanlah gambar yang bisa digunakan secara ilmiah. Ini adalah untuk apresiasi dan edukasi." Ia menambahkan, tujuan misinya bukanlah untuk uang, melainkan ia berharap bisa menjual versi cetak fotonya agar web yang dikelolanya tetap jalan.

Kamis, 12 Mei 2011

Beasiswa Pelajar Kota Banjar

KELUARGA PELAJAR KOTA BANJAR SCHOLARSHIP PROGRAM
(Fokus Luar Negeri)





(Program Bimbingan Karir Keluarga Pelajar Kota Banjar)

Untuk meraih Beasiswa dalam dan luar negeri baik Undergraduate
(Sedang dalam Kuliah Sarjana)


maupun pasca sarjana
(Master dan Doktoral S2-S3)

Visi

Education for All

Misi

Yes We Can


Program

1. Mengirimkan 1000 orang Siswa pertahun untuk belajar ke 18 Universitas atau Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia (Negeri, Swasta dan Kedinasan) lewat beasiswa

2. Mengirimkan 100 orang Siswa pertahun untuk belajar ke 10 Universitas Terbaik Dunia di manca negara

3. Pelatihan dan pembinaan Mental Entrepreneurship sejak usia Dini

Pendidikan Tinggi merupakan sektor penting dalam upaya memperkuat daya saing bangsa. Perguruan Tinggi merupakan pendidikan tinggi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), yaitu menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, jujur, berkualitas, demokratis dan mampu menghadapi tantangan dan persaingan antar bangsa. Hal yang sama dinyatakan dalam Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, bahwa perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang memiliki tanggung jawab dan mampu berkontribusi pada daya saing bangsa.

Negara Tujuan Kuliah Ke Luar Negeri

Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD - Organisation for Economic Co-operation and Development)

Terdapat tiga puluh anggota penuh;[2]25 diantaranya (ditandai dengan *) dianggap sebagai negara berpendapatan tinggi oleh Bank Dunia tahun 2006.
Anggota pendiri (1961):
Amerika Serikat*
Austria*
Belanda*
Belgia*
Britania Raya*
Denmark*
Republik Irlandia*
Islandia*
Italia*
Jerman*
Kanada*
Luksemburg*
Norwegia*
Perancis*
Portugal*
Spanyol*
Swedia*
Swiss*
Turki
Yunani*
Bergabung kemudian (menurut urutan tahun bergabung):
Jepang* (1964)
Finlandia* (1969)
Australia* (1971)
Selandia Baru* (1973)
Meksiko (1994)
Republik Ceko* (1995)
Korea Selatan* (1996)
Hungaria (1996)
Polandia (1996)
Slovakia (2000)
Chile (2010)
Slovenia* (2010)
Israel* (2010)

Kandidat anggota

Estonia
Russia

Akan menjadi anggota

Brazil
China
India
Indonesia
Afrika Selatan[4]

Kerangka kerja

Ekonomi [5]
Daya Saing
Pertanian
Pertumbuhan ekonomi
Perusahaan, Industri dan Servis
Kewilayahan
Pembangunan perdesaan dan perkotaan
Pembangunan
Masalah-masalah Pembangunan
Pemerintahan
Lembaga Pemerintah
Pemberantasan Korupsi
Manajemen Perlayanan Publik
Reformasi peraturan
Kelestarian
Perikanan
Energi
Lingkungan Hidup
Kesinambungan Pembangunan



Ucapan Terima Kasih Kepada:

1. Kang Agus Haeruman, S.Si. (UGM dan MTU Singapura)
2. Kang Dede Supriatna, (IPB dan Peraih Beasiswa Turki)
3. Teh Syahdian F. Sofwan (Technical University Kaiserlaustern, Geraman)
4. Kang Karijal Muharom (Oxford Brokes University)



(Sekolah di Awan)
(Jadikan Anak Indonesia Lebih Cerdas dan Percaya Diri)

Aplikasi ini Terselenggara atas kerjasama

2. KMKB
4. Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kota Banjar di Purwokerto


("Selama masa sekolah di HBS Ir. Sukarno bagaikan busa yang mengisap semua informasi intelektual yang bisa ia peroleh. 'Buku menjadi teman saya,' ceritanya." Kutipan dari Soekarno, Biografi 1901-1950, Lambert Giebels).

Mohammad Hatta memiliki perpustakaan besar, sangat besar.


Jumlah bukunya?


30.000 buah.

Ia sudah sangat gemar membaca sejak kecil. Semua Bapak bangsa Indonesia sejak sekolah menengah (Hbs) menguasai 4 bahasa sekaligus, Belanda, Prancis, Inggris, Jerman. Ini berarti mereka juga mempunyai kemampuan menyerap pengetahuan, dari 4 bahasa dunia sekaligus.


Keunggulan mereka, daya belajar mereka, pengetahuan mereka yang unggul.


(Cukup jelas kan kenapa mereka dulu bisa mengalahkan Belanda?)

Jika para tokoh bangsa Indonesia itu menyerap semua pengetahuan dunia seperti itu, bagaimana mungkin mereka tidak menjadi sejajar dengan para tokoh besar dunia?
Jika nanti Ratusan Juta Manusia Indonesia menyerap pengetahuan dari semua manusia-manusia terbesar dunia, bukankah ratusan juta manusia itu juga akan menjadi manusia-manusia yang unggul di dunia?

(Ratusan juta manusia yang akan menyerap semuanya, dari Nabi Muhammad, Napoleon, sampai Kennedy. Dari Leonardo da Vinci, Newton, sampai Einstein. Dari Adam Smith, Rockefeller, Steve Jobs sampai Bill Gates. Buku. Membaca).

Dan pastikan anak kita senang membaca, dia mungkin juga akan jadi orang besar.

Great Input =Great Process = Great Mind= Super Man

Terima Kasih Kepada:

Buku Imperium Indonesia

(Mas Eko Laksono)

Semoga bermanfaat dan terima kasih

Jumat, 06 Mei 2011

Universitas Stanford




Stanford University's Photos - Spring blossoms at Stanford

Photo: L.A. Cicero / Stanford News

5. Economics of Education

Faculty
Martin Carnoy, Susanna Loeb and Sean Reardon.

Programs at School of Education associated with economics of education are:


The program aims to instill a thorough understanding of micro- and macro-economic analyses as they apply to the economics of education, a facility for using econometric modeling techniques to formulate complex relationships in education and to test such models with relevant data, and an acquaintance with the other social sciences as they relate to the economics of education.

Specific areas of focus include the production, distribution, and financing of education; the relationship between education and labor markets; the contribution of education to economic growth and development; and the organization of the education industry.

Students are expected to take courses in each of the following four areas: (1) economics and econometrics; (2) statistics; (3) education; and (4) related areas, including research-oriented courses in sociology, political science, psychology, anthropology, history, philosophy, mathematics, engineering-economic systems, and operations research.

Knowing how to apply the tools of economics and econometrics to problems in education will prepare students for positions in universities, research institutions, and government.


(A Student in Rice Field; Fahmi Ramadhan)


Sumber:

Sekolah pendidikan Universitas Stanford