Minggu, 05 Desember 2010

KONSEP DASAR PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

1
KONSEP DASAR
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN


Dalam bagian ini hasil penelitian itu ditafsirkan lagi dalam hubungan
dengan hipotesis (atau pernyataan) penelitian di sini, dibicarakan pula
implikasi dan penerapan hasil penyelidikan itu.

PENGERTIAN PEMBAHASAN
Pemikiran original si peneliti untuk memberikan penjelasan dan
interpretasi atas hasil penelitian yang telah dianalisis guna menjawab
pertanyaan penelitiannya. Kecendekiaan seorang peneliti nampak pada
bagaimana membahas atau menginterpretasikan hasil penelitiannya.
Hal ini tergantung kepada isi si peneliti dan isi si peneliti sangat
tergantung banyak sedikitnya buku terkait yang dibacanya. Semakin
banyak buku terkait dibacanya semakin banyak isi si peneliti tersebut
dan semakin kurang membaca maka akan semakin dangkal
pembahasan yang dilakukan oleh peneliti.

MENGAPA PERLU ADANYA PEMBAHASAN?
Pembahasan sangat diperlukan dalam suatu laporan penelitian
(termasuk desertasi dan tesis). Hal ini dimaksudkan untuk:
• Menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai
• Menafsirkan temuan-temuan penelitian
• Mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan
pengetahuan yang telah mapan 2
• Memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru
• Menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk
keterbatasan temuan penelitian

MODEL PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Pada dasarnya pembahasan merupakan pemikiran yang original peneliti
yang dilakukan dengan mengkaitkan antara temuan penelitian dengan
teori-teori (hasil penelitian terdahulu) yang digunakan. Secara
sederhana model pembahasan hasil penelitian tersebut dapat
dikemukakan sbb.

















Teori yang
digunakan
(Tesis)
Temuan
penelitian
(Antitesis)
Sintesis/
Tesis
• Didukung oleh hasil penelitian
• Hasil Penelitian orang lain
• Pendapat orang lain
• Sumber sumber lain
REFRLECTIF
THINKING
Pendapat pribadi
peneliti 3
PRINSIP PRINSIP INTERPRETASI
Sesudah data penelitian terkumpul dan analisis statistiknya
dilakukan peneliti dapat melangkah ke tugas yang lebih banyak
tantangannya, yaitu menambah pengetahuan.
Ketika sampai pada interpretasi ini, peneliti dapat menunjukkan
apa yang telah dapat diketahui dalam penelitian itu serta bagaimana
hubungan pengetahuan yang diperoleh itu dengan pengetahuan umum
yang ada di lapangan.
1. Peranan usulan dalam memudahkan interpretasi
Dasar yang kokoh untuk menafsirkan hasil penelitian hendaknya
sudah diletakkan di setiap pengembangan usulan, bahkan
sebelumnya penelitian yang sesungguhnya dilakukan. Dengan
selalu ingat terdiri atas apa saja data yang mereka peroleh, serta
apa yang dapat dipelajari dari data tersebut, peneliti dapat
mempersiapkan diri menafsirkan data itu dan menghubungkannya
dengan bangunan pengetahuan yang sudah ada.
2. Perlunya terus mengikuti rencana semula.
Sesudah usulan diterima dan penelitian dimulai, penyelidikan itu
harus dilaksanakan tepat seperti yang telah direncanakan. Kaidah
ini mempunyai implikasi etik maupun praktis.
Mendasarkan pada etika, tidaklah pantas kita membuang
variable bebas atau variable terikat yang nampaknya tidak sesuai
dengan “harapan“, atau menambahkan variable baru yang
nampaknya memberikan harapan . Perubahan seperti itu harus
disisihkan untuk penyelidikan yang akan datang.
Berdasarkan segi kepraktisan, penambahan variable baru itupun
tidak baik. Taktik semacam ini dapat mengacaukan hasil penelitian 4
dan mengaburkan arti hasil-hasil tersebut. Peneliti sering tergoda
untuk memasukkan variable baru yang menarik, yang muncul dalam
penyelidikannya. Akan tetapi, dasar teoritis untuk menafsirkan
variable itu masih belum diletakkan, dan sekali lagi, sebaiknya
variable yang muncul belakangan itu disisihkan untuk diteliti pada
penyelidikan berikutnya.

APA YANG DIBAHAS?
Sebagaimana dipahami dijelaskan di atas, bahwa pembahasan ini
difokuskan pada hasil penelitian yang telah dianalisis pada bab atau
bagian sebelumnya. Pada umumnya hasil analisis data penelitian dapat
dikelompokkan menjadi empat kondisi pokok yang berupa.
1. Hasil penelitian yang sesuai dengan harapan.
2. Hasil penelitian yang negatif.
3. Hasil penelitian yang menerima hipotesis nol.
4. Hasil penelitian yang tidak termasuk dihipotesiskan.
Keempat kondisi hasil penelitian tersebut perlu adanya penafsiran atau
interpretasi dari peneliti sehingga penelitian menjadi lebih bermanfaat.
Bagian ini merupakan bagian laporan yang paling sulit, tapi juga paling
berharga. Penafsiran peneliti terhadap hasil penelitian itu akan
menghubungkan hasil-hasil tersebut dengan teori dan penelitian lain di
bidang itu serta dengan prosedur penelitiannya.
Bagaimana pembahasan atau interpretasi atas hasil-hasil penelitian
tersebut akan dikemukakan berikut ini.

5
a. Penafsiran Hasil yang Sesuai dengan Harapan
Dapat dimengerti kalau peneliti yang merasa gembira jika hasil
penelitinanya sesuai dengan yang telah disusun sebelumnya,
sehingga penafsirannya dapat dilakukan seperti yang diharapkan .
Penyelidikan itu telah “ berhasil “ dan antara dasar pemikiran
dengan hasil penelitian ada kesesuaian.
Hanya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal ini.
a) Jangan membuat interpretasi yang melebihi informasi.
Kelihatannya hal ini merupakan suatu larangan yang sudah
jelas dengan sendirinya, namun para peneliti sering merasa
begitu gembira karena hasil yang diperolehnya sesuai dengan
harapannya, sehingga mereka menarik kesimpulan yang tidak
mempunyai dasar yang sah dalam data. Bahkan dalam
penelitian yang dipublikasikanpun kita sering menemukan
tafsiran-tafsiran yang melebihi apa yang dapat ditunjang oleh
data.
b) Jangan melupakan keterbatasan penyelidikan. Sudah barang
tentu keterbatasan ini hendaknya sudah diketahui sebelumnya
dalam penyelidikan itu, keterbatasan yang terdapat dalam
realibilitas dan validitas alat pengukur yang kurang sempurna,
keterbatasan yang disebabkan oleh hambatan dalam menarik
sampel, masalah validitas internal, dan sebagainya.
c) Kode etik mengharuskan peneliti melaporkan masalah
validitas internal yang dapat menjadi penyebab hasil yang
diperoleh itu.
d) Ingat bahwa hasil signifikan-statistik itu hanyalah, bahwa untuk
derajat-bebas tertentu, hasil penelitian tersebut tidak mungkin 6
terjadi secara kebetulan belaka. Signifikan secara statistik
tidak ber-arti bahwa hasli-hasil tersebut signifikan dalam arti
yang ada umumnya diterima orang, yaitu penting taua ber-arti
signifikansi statistik jangan dianggap sebagai jaminan adanya
arti penting pada hasil penyelidikan.
b. Penafsiran Hasil yang Negatif
Penelitian yang mendapat hasil yang bertentangan dengan
hipotesis sering tiba-tiba menyadari kelemahan penyelidikannya
itu. Penafsirannya terhadap hasil penyelidikan itu terasa seperti
suatu pengakuan dosa. Alat-pengukur yang tidak memenuhi syarat
untuk mengukur variabel yang bersangkutan, sampelnya terlalu
kecil dan tidak terlalu representive sehingga hasilnya tidak dapat
digeneralisasikan secara sah kepada populasi sasaran, dan
sebagainya. Tinjauan ke belakang akan mengungkap adanya
problema validitas internal yang dapat menjelaskan mengapa
penyelidikan tersebut tidak berakhir “sebagaimana mestinya“.
Sudah barang tentu, sebagian atau semua hal itu mungkin saja
benar, dan kekurangan-kekurangan suatu penyelidikan memang
seharusnya dilaporkan, apapun hasilnya. Akan tetapi, penelitian
selalu merupakan penjelajahan ke bidang-bidang yang masih
belum diketahui, sehingga tidak ada istilah “sebagaimana
mestinya“ itu. Seorang peneliti meramalkan hasil yang diharapkan
dari suatu penyelidikan berdasarkan teori, deduksi, serta hasil-
hasil penelitian sebelumnya. Kalau dasar ramalan itu begitu
meyakinkan sehingga benar-benar tidak ada keraguan lagi
mengenai hasil penyelidikan ini, maka penyelidikan itu jelas tidak
ada gunanya dilakukan.
c. Penafsiran Hasil Penelitian Bila Hipotesis Nol Diterima 7
Oleh karena hipotesis nol dapat diterima dengan berbagai alasan,
penafsiran hasil semacam itu bisa jadi sulit sekali. Hipotesis nol
yang diterima mungkin terjadi karena:
1. Hipotesis nol itu memang benar
Mungkin antara dua variabel itu memang tidak ada
hubungannya. Perlakuan eksperimental mungkin memang tidak
lebih efektif daripada perlakukan pengendali.
2. Hipotesis nol itu sebenarnya salah
Tetapi persoalan validitas internal telah mengacaukan
penelitian itu sehingga hubungan yang sebenarnya diantara
variabel-variabel itu tidak dapat diamati.
3. Hipotesis nol itu sebenarnya salah, tetapi desain penelitian itu
kurang kuat untuk menolaknya.
d. Penafsiran Hubungan Yang Tidak Tercantum Dalam Hipotesis
Telah ditekankan sebelumnya bahwa, selama pelaksanaan
penyelidikan, penelitian hendaknya tidak membuang suatu
hipotesis karena ingin mengejar kemungkinan-kemungkinan yang
lebih memberikan harapan, yang muncul dalam pelaksanaan
peyelidikan itu. Hal ini tidak berarti bahwa setiap hubungan yang
tidak tercantum dalam hipotesis (unhypothesized relationship),
yang mungkin diamati dalam penyelidikan itu, harus diabaikan.
Bahkan sebaliknya, hubungan itu hendaknya direkam dan
dianalisis sama seperti hubungan yang telah tercantum dalam
hipotesis, sepanjang sejarah ilmu pengetahuan, penemuan-
penemuan yang tidak disengaja bahkan sering terbukti penting.
Akan tetapi, penemuan ini hendaknya selalu lebih dicurigai
daripada penemuan yang langsung ada kaitannya dengan 8
hipotesis, karena relative selalu ada kemungkinan bahwa di dalam
penyelidikan akan muncul hubungan-semu yang tidak diperkirakan
sebelumnya (tidak tercantum dalam hipotesis). Hubungan
semacam ini sebaiknya dilaporkan, namun hendaknya dianggap
sebagai hal yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama
penyelidikan itu. Hubungan itu hendaknya dijadikan bahan studi
yang khusus dirancang untuk menelitinya, sebelum hubungan
tersebut dapat dipakai sebagai dasar kesimpulan.
Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian,
harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh.
Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan
dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.
Pengitergrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan
yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-
temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang lebih luas. Hal
ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian
yang telah diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang
relevan. Hal ini tidak berarti mengulang uraian yang ada di dalam Bab
II.
Membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan temuan
penelitian lain yang relevan akan mampu memberikan taraf
kredibilitas yang lebih tinggi terhadap hasil penelitian. Tentu saja
suatu temuan akan menjadi lebih dipercaya bila didukung oleh hasil
penelitian orang lain. Namun sebaiknya tidak hanya hasil penelitian
yang mendukung penelitian saja yang dibahas di bagian ini.
Pembahasan justru akan lebih menarik jika didalamnya dicamtumkan
juga temuan orang lain yang berbeda, dan pada saat yang sama 9
peneliti mampu memberikan penjelasan teoretis ataupun metodologis
bahwa temuannya memang lebih akurat.
Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting manakala
hipotesis penelitian yang diajukan ditolak Banyak faktor yang
menyebabkan sebuah hipotesis ditolak Pertama, faktor non
metodologis, seperti adanya intervensi variabel lain sehingga
menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan hipotesis yang
diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen
yang digunakan tidak sah atau kurang reliabel. Dalam pembahasan,
perlu diuraikan lebih lanjut letak ketidaksempurnaan intrumen yang
digunakan. Penjelasan tentang kekurangan atau kesalahan-
kelasalahan yang ada yangakan menjadi salah satu pijakan untuk
menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis pada masa yang akan
datang.
Pembahasan hasil penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan
perihal modifikasi teori atau menyusun teori baru. Hal ini menjadi
penting jika penelitian yang dilakukan bermaksud menelaah teori.
Jika teori yang dikaji ditolak sebagian hendaknya dijelaskan
bagaimana modifikasinya, danpenolakan terhadap seluruh teori harus
disertai dengan rumusan teori baru.

IMPLIKASI
Pada bagian ini hendaknya dibicarakan sumbangan hasil penyelidikan
itu bagi pengetahuan yang lebih luas di bidang itu. Di sini peneliti
menerangkan bagaimana hasil-hasil tersebut mungkin akan dapat
merubah teori yang bersangkutan dan menunjukkan perlunya diadakan
penelitian selanjutnya. 10
PENERAPAN
Suatu pernyataan mengenai penerapan hasil penelitian tersebut akan
membantu pembaca laporan mengetahui sejauhmana hasil akhir
tersebut dapat diterapkan di dalam praktek.
Bagian implikasi dan penerapan hasil penelitian ini sering tidak
dikembangkan secara memadai karena pembaca dianggap sudah
mengetahui masalah itu dengan jelas seperti halnya peneliti sendiri.
Sebenarnya, dalam pelaksanaan studi itu peneliti pasti memperoleh
pengertian yang lebih dalam mengenai hal itu, jika dibandingkan dengan
kebanyakan pembaca. Oleh karena itu, diharapkan penafsiran peneliti
akan lebih berari dari pada penafsiran yang mungkin dilakukan sendiri
oleh pembaca.







11
BAB VI.

PENUTUP

Pada Bab. VI atau bab terakhir dari disertasi memuat dua hal pokok
yaitu kesimpulan dan saran.

Kesimpulan Penelitian (Research Conclusions)
Tujuan umum pembelajaran:
Mampu membuat kesimpulan penelitian kuantitatif dengan baik.
Tujuan khusus pembelajaran :
1. Mampu mendiskripsikan makna inti dari kesimpulan penelitian
2. Mampu mendiskripsikan hubungan antara rumusan masalah
penelitian dengan kesimpulan penelitian
3. Mampu mendiskripsikan hubungan antara hasil penelitian dengan
kesimpulan penelitian
4. Mampu mendiskripsikan hal-hal yang seharusnya ada dalam
kesimpulan penelitian
5. Mampu mendiskripsikan arti kesimpulan menurut gaya selingkung
PPKI-UM.

Dari judul penelitian, akan diperoleh suatu petunjuk bahwa kesimpulan
dalam penelitian bukanlah suatu karangan atau diambil dari
pembicaraan-penbicaraan lain, akan tetapi merupakan hasil dari suatu
proses tertentu, yaitu ” menarik ”, dalam arti ” memindahkan ” sesuatu
dari satu tempat ke tempat yang lain. 12
Isi kesimpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait
langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata
lain, kesimpulan penelitian terikat secara substantif dengan temuan-
temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan,
namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan
penelitian yang diperoleh.
Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah
diuraikan secara lengkap dalam bab IV hasil penelitian. Tata urutannya
hendaknya sama dengan yang ada didalam bab IV. Dengan demikian
konsistensi isi dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil
yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian tetap terpelihara.

Hubungan rumusan masalah dengan kesimpulan
Sangat keliru, apabila peneliti membuat kesimpulan yang bertujuan
untuk menyenangkan hati pemesannya dengan cara memanipulasi data.
Dalam rumusan masalah, peneliti mengajukan pertanyaan dirinya
tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penelitian.
Sehuungan dengan pertanyaan ilmiah, peneliti membuat kesimpulan
yang ditarik berdasarkan data yang telah dikumpulkan yang merupakan
benar-benar jawaban yang dicari walaupun tidak selalu menyangkan
hati.

Hubungan hasil penelitian dengan kesimpulan
Kesimpulan adalah puncak dari sebuah laporan penelitian. Pada bagian
kesimpulan ini, peneliti menyatakan apa temuan-temuan penelitian yang
benar-benar berarti dalam arti konseptual. Pernyataan kesimpulan yang 13
ditunjukkan oleh hasil penelitian hendaknya dibatasi hanya pada
kesimpulan yang didukung langsung oleh hasil penelitian. Perlu sekali
dibedakan antara hasil penelitian dengan kesimpulan. Hasil penelitian
adalah pengamatan langsung, sedangkan kesimpulan adalah suatu
pengertian yang didasarkan pada hasil-hasil tersebut.
Pembahasan singkat tentang pendapat peneliti mengenai implikasi hasil
penelitian itu serta saran-saran kemungkinan penereahan hasil tersebut
boleh dimasukkan dalam bagian ini. Boleh juga mengemukakan
persoalan-persoalan baru yang muncul dari penyelidikan tersebut untuk
dijadikan penelitian selanjutnya.

Isi Kesimpulan
Bagian kesimpulan seringkali digunakan peneliti untuk mengajak
pembacanya memusatkan perhatian kembali terhadap tujuan penelitian.
Bagian ini juga digunakan untuk mengemukakan secara ringkas
temuan-temuan penelitian atau sinopsis terhadap apa yang
dikemukakan dalam garis-garis besar laporan sebelumnya. Di samping
itu peneliti dapat juga mengemukakan keterbatasan kajian,
pengembangan atau elaborasi, dan implikasi temuan-temuan ( Mantja,
2003 ). Di dalamnya dapat juga dikemukakan bahwa, wawasan
mengenai bagaimana temuan-temuannya dapat dipakai dan
kemungkinan diperlukan penelitian lanjut.

Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan
penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran
hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian. 14
Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan
operasional. Artinya jika orang lain yang hendak melaksanakan saran
tersebut, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau
melaksanakannya. Di samping itu saran yang diajukan hendaknnya
telah spesifik. Saran dapat diajukan kepada perguruan tingi, lembaga
pemerintah ataupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar