Minggu, 05 Desember 2010

PENGARUH PEMBELAJARAN MULTIMEDIA

Pendahuluan
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran
sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan.
Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi,
serta diketemukannya berbagai macam pengembangan proses belajar, maka
pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh
media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.
Karena sesungguhnya belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka
guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu
komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Association for Educational
Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat
digunakan dalam proses belajar, yaitu: Pesan: meliputi kurikulum (GBPP) dan mata
pelajaran, Orang: mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, Bahan: merupakan suatu
format yang digunakan untuk menyimpanpesan pembelajaran, seperti buku paket, buku
teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide, alat
peraga (biasa disebut software), Alat: merupakan sarana (piranti, hardware) untuk
menyajikan bahan yang meliputi proyektor OHP, slide, film tape recorder. Teknik; adalah
cara (prosedur) yang digunakan orang dalam memberikan pembelajaran guna tercapai
tujuan pembelajaran. seperti ceramah, permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama
(roleplay). Serta latar (setting) atau lingkungan seperti pengaturan ruang, pencahayaan,
dan sebagainya. Bahan dan alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain
adalah media pendidikan.
Istilah yang sering digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer antara lain
CAI (Computer Assisted Instructional) dan CMI (Computer Managed Instructional). CAI
yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi
pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI ini dapat juga
dipakai sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. juga bermacam-macam
bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa
berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian
dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan, sedangkan CMI
digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat,
seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku/e-library, kegiatan administratif
sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi. padasaat ini CMI dan CAI bersamaan
fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-Learning, yaiyu urusan administrasi dan
kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem.
Fisika adalah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sains dan
sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi. Tetapi pada
kenyataannya fisika masih kurang disenangi bahkan dianggap sulit dan membosankan.
Ada beberapa alasan siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan mempelajari
fisika diantaranya, konsep-konsep yang bersifat abstrak dan sulit diamati banyak
ditemukan dalam pembelajaran fisika misalnya, terjadinya muatan listrik pada suatu
benda. “Pada dasarnya anak belajar melalui hal-hal yang kongkrit. Untuk memahami
suatu konsep yang abstrak anak memerlukan benda-benda yang kongkrit (riil) sebagai
perantara atau visualisasi” (Mulyati Arifin, dkk, 2000). Seorang guru perlu menyadari
bahwa proses komunikasi tidak selalu berjalan lancar, bahkan proses komunikasi dapat
menimbulkan kebingungan, salah pengertian bahkan menimbulkan salah konsep. Untuk
mengatasi kesulitan tersebut, perlu adanya media pembelajaran sebagai bentuk
penyederhanaan atau pemodelan dari konsep-konsep yang abstrak, sehingga konsep
yang disajikan lebih nyata dan dapat teramati.
Media komputer merupakan suatu media yang dapat digunakan untuk
mengevaluasi materi atau konsep yang abstrak. Penggunaan Multimedia (audio visual)
dapat menampilkan tidak hanya grafik, tetapi juga tampilan gambar, suara animasi, video
dan teks materi pelajaran, yang dapatmewakili permasalahan fisika yang abstrak.
Penggunaan Multimedia komputer dapat merangsang minat siswa pada suatu materi
pelajaran, selain itu sifat interaksinya memungkinkan siswa berperan aktif. Berdasarkan Proceeding of The First International Seminaron Science Education ISBN:979-25-0599-7
uraian sebelumnya, penelitian ini dilakukan untuk mencoba membuat model
pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa,
yaitu dengan membuat software multimedia pembelajaran dengan menggunakan bahasa
pemrogaman Makromedia Dreamweaver. Multimedia pembelajaran ini diterapkan pada
pokok bahasan Listrik Statis, yang dipelajari siswa kelas 2 semester 2 di salah satu SMK
Negeri di Kota Bandung.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen.
Menurut Luhut P .P (2000) “ciri-ciri penelitian quasi eksperimen secara khas mengenai
keadaan praktis yang tidak mungkin mengontrol semua variabel yang relevan kecuali
beberapadari variabel-variabel tersebut”. Penggunaan metode quasi eksperimen dalam
penelitian ini dipandang tepat karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi
tentang pengaruh pembelajaran berbasis multimedia terhadap hasil belajar fisika.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas adalah pembelajaran
berbasis multimedia dalam proses belajar-mengajar sedangkan variabel terikat adalah
hasil belajar fisika yang meliputi aspek pengetahuan dan pemahaman.
Desain penelitian yang digunakan yaitu NonequivalentControl Group Design.
Dalam rancangan ini, pengambilan subyektidak dilakukan secara acak. Rancangan ini
dipilih karena selama penelitiantidak memungkinkan untuk mengubah kelas yang telah
ada. Menurut Campbell 1966 : 47 (Adrian, 2004) pretest digunakan untukmenyetarakan
pengetahuan awal kedua kelompok sedangkan post tes digunakan untukmengukur
miskonsepsi siswa setelah diberi perlakuan.Rancangan quasi eksperimennya disajikan
pada tabel 1 berikut:
Tabel 1. Nonequivalent Control Group Design
Kelompok Tes awal Perlakuan Tes akhir
Eksperimen T1 XM T2
Kontrol T1 Xm T2
Keterangan :
T1
XM
T2
Xm
=
=
=
=
Tes prestasi yang diberikan sebelum proses belajar mengajar dimulai,
diberikan kepada kedua kelompok (eksperimen dan kontrol)
Pemberian proses belajar mengajar untuk kelompok eksperimen yang
menggunakan multimedia komputer.
Tes prestasi yang diberikan setelah proses belajar mengajar berlangsung
dan diberikan kepada kedua kelompok (eksperimen dan kontrol).
Kelompok kontroldiberikan pembelajaran dengan OHP.
Hasil dan Pembahasan
1. Hasil
Pengumpulan data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan alat
pengumpul data berupa tes objektif pilihan ganda. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah nonequivalent control group design, dan data yang disajikan untuk
kedua kelompok tersebut adalah data hasil tes awal dan tes akhir. Untuk lebih jelasnya,
data hasil tes awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 2
Sedangkan data hasil tes akhir kedua kelompok penelitian dapat dilihat pada tabel 3
seperti berikut:
Tabel 2. Deskripsi Tes Awal Hasil Belajar
Kelompok
Sampel
Jumlah
Sampel
Skor
terendah
Skor
tertinggi
Mean
Std.
Deviasi
Eksperimen 26 3 8 4,35 1,325
Kontrol 26 2 8 5,08 1,598Proceedingof The First International Seminar on Science Education ISBN:979-25-0599-7
Tabel 3. Deskripsi Tes Akhir Hasil Belajar
Kelompok
Sampel
Jumlah
Sampel
Skor
terendah
Skor
tertinggi
Mean
Std.
Deviasi
Eksperimen 26 6 12 9,12 1,532
Kontrol 26 6 11 8,19 1,167
Dengan memperhatikan rata-rata skor tiap kelompok sampel, maka dapat
diketahui bahwa kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan
menggunakan multimedia memiliki rata-rata skor yang lebih tinggi, hal tersebut
menunjukkan bahwa kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan
menggunakan multimedia berhasil mencapai prestasi belajar yang lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan OHP.
Untuk mengetahui hasil penelitian yang dilakukan, maka perlu diadakan
perbandingan hasil tes awal dan tes akhir dari kedua kelompok, serta membandingkan
gain dari kedua kelompok tersebut. Dari hasil perhitungan, diperoleh data pada tabel 4
sebagai berikut:
Tabel 4. Data gain Tes Hasil Belajar
Kelompok
Sampel
Jumlah
Sampel
Gain
terendah
Gain
tertinggi
Mean
Std.
Deviasi
Eksperimen 26 3 7 4,73 1,313
Kontrol 26 1 6 3,12 1,336
Dari table.4 dapat diketahui bahwa kelompok eksperimen yang mendapatkan
pembelajaran dengan menggunakan multimedia memperoleh gain yang lebih tinggi
dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian hasil belajar kelompok eksperimen
lebih tinggi dibandingkan hasil belajar kelompok kontrol.
Uji Normalitas Tes Hasil Belajar
Setelah dilakukan pengolahan data, diperoleh hasil uji normalitas tes awal, tes
akhir dan gain untuk kedua kelompok penelitian. Uji normalitas digunakan untuk
mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak dengan ketentuan bahwa data
berdistribusi normal bila probabilitas atau p > 0,05 pada uji normalitas menggunakan uji
Liliefors significance correction dari Kolmogrov-Smirnov. Hasil uji normalitas test awal
hasil belajar diperlihatkan oleh tabel 5.
Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Tes Awal Hasil Belajar
Statistik Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol
N 26 26
Mean 4,35 5,08
Std. Deviasi 1,325 1,598
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,065 0,370
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% ( = 0.05). Dari tabel 5, terlihat
bahwa kedua kelompok penelitian berdistribusi normal karena memenuhi kriteria
probabilitas (Asymp. Sig. (2-tailed)) p > 0,05. Hasil uji normalitas test akhir hasil belajar
diperlihatkan oleh tabel 6.
Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Tes Akhir Hasil Belajar
Statistik Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol
N 26 26
Mean 9,12 8,19
Std. Deviasi 1,532 1,167
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,306 0,063Proceeding of The First International Seminar on Science Education ISBN:979-25-0599-7
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% ( = 0.05). Dari tabel 6.,
terlihat bahwa kedua kelompok penelitian berdistribusi normal karena memenuhi kriteria
probabilitas (Asymp. Sig. (2-tailed)) p > 0,05. . Hasil uji normalitas gain test hasil belajar
diperlihatkan oleh table 7.
Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Gain Tes Hasil Belajar
Statistik KelompokEksperimen Kelompok Kontrol
N 26 26
Mean 4,73 3,12
Std. Deviasi 1,313 1,336
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,374 0,060
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% ( = 0.05). Dari tabel 7, terlihat
bahwa kedua kelompok penelitian berdistribusi normal karena memenuhi kriteria
probabilitas (Asymp. Sig. (2-tailed)) p > 0,05.
Uji Homogenitas
Setelah kedua sampel penelitian tersebut dinyatakan berdistribusi normal,
selanjutnya dicari nilai homogenitasnya dengan menggunakan Independent Sample T-
Test. Kriteriapengujian yang digunakan pada tingkat kepercayaan tertentu. Sampel
dinyatakan homogen apabila Fhitung< Ftabel
dan probabilitas atau p (sig.) > 0,05. Hasil uji
homogenitas tes awal hasil belajar diperlihatkan oleh tabel 8.
Tabel 8. Hasil Uji HomogenitasTes Awal Hasil Belajar
Statistik
Fhitung 0,483
Ftabel
1,955
P (sig.) 0,490
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% ( = 0.05). Dari tabel 8, terlhat
bahwa kedua kelompok berasal dari populasi yang homogen, karena memenuhi Fhitung<
Ftabel
danprobabilitas atau p (sig.) > 0,05. Hasil uji homogenitas tes akhir hasil belajar
dapat dilihat pada tabel 9
Tabel 9. Hasil Uji Homogenitas Tes Akhir Hasil Belajar
Statistik
Fhitung 0,917
Ftabel
1,955
P (sig.) 0,343
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% (a = 0.05). Dari tabel 9, terlihat
bahwa kedua kelompok berasal dari populasi yang homogen, karena memenuhi Fhitung<
Ftabel dan probabilitas atau p (sig.) > 0,05. . Hasil uji homogenitas gain hasil belajar dapat
dilihat pada tabel 10
Tabel 10. Hasil Uji Homogenitas Gain Hasil Belajar
Statistik
Fhitung 0,230
Ftabel
1,955
P (sig.) 0,633
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% ( = 0.05). Dari tabel 10, terlihat
bahwa kedua kelompok berasal dan populasi yang homogen, karena memenuhiFhitung<> 0,05.
Proceeding of The First International Seminar on Science Education ISBN: 979-25-0599-7
Pengujian Hipotesis
 Uji Kesamaan Dua Rata-rata Hasil Tes Awal
Pengujian dilakukanuntuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan
antara skor tes awal kelompok eksperimen dengan skor tes awal kelompok kontrol.
Hipotesis yang diajukan adalah :
Ho = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tes awal
kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
H1 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tes awal kelompok
eksperimen dengan kelompok kontrol.
Pengujian hipotesis tersebut, akan diuji dengan menggunakan rumus uji-t, dengan
kriteria pengujian pada tingkat kepercayaan 95 % sebagai berikut:
Jika ± thitung <± ttabel
, maka H0 diterima dan Hl
ditolak, Jika ± thitung >± ttabel
, maka H0
ditolak dan Hl
diterima.
Dari Perhitungan diperoleh bahwa nilai thitung = -1,795, dan ttabel
pada distribusi nilai,
yaitu pada taraf kepercayaan 95 % (α = 5 % dan karena uji t bersifat dua sisi, maka nilai
α yang dirujuk
adalah α/2 = 5 % = 0,025) dan derajat bebas (df) = n-1 = 26-1 = 25, sehingga harga ttabel
= t (0,025;25) = 2,060. Hasil pengujian yang diperolehmenunjukkan bahwa thitung ada di
daerah penerimaan H0 yaitu -2,060 < -1,795 < 2,060. Dengan demikian H0 diterima dan
H1 ditolak pada taraf kepercayaan 95 %, hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tes awal kelompok eksperimen dengan
rata-rata skor tes awal kelompok kontrol.
 Uji Kesamaan Rata-rata Hasil Tes Akhir
Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah skor tes akhir kelompok
eksperimen yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan multimedia lebih besar
secara signifikan dibandingkan dengan skor tes akhir kelompok kontrol yang diberikan
pembelajaran dengan menggunakan OHP. Untuk pengujian tersebut diajukan hipotesis
berikut:
Ho = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tes akhir
kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
H1 = Terdapat perbedaan yang signifikan antana rata-rata skor tes akhir
kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
Pengujian hipotesis tersebut, akan diuji dengan menggunakan rumusuji-t, dengan
kriteria pengujian pada tingkat kepercayaan 95 % sebagai berikut:
Jika ± thitung <± ttabel
, maka H0 diterima dan Hl
ditolak, Jika ± thitung >± ttabel
, maka H0
ditolak dan Hl
diterima.
Dari Perhitungan diperoleh bahwa nilai thitung = 2,138,dan ttabel
pada distribusi nilai,
yaitu pada taraf kepercayaan 95 % (α = 5 % dan karena uji t bersifat dua sisi, maka nilai
α yang dirujuk adalah α/2 = 5 % = 0,025) dan derajat bebas (df) = n-1 = 26-1 = 25,
sehingga harga ttabel
= t (0,025;25) = 2,060. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan
bahwa thitung ada di luar daerah penerimaan H0 yaitu 2,138 > 2,060. Dengan demikian H0
ditolak dan H1 diterima pada taraf kepercayaan 95 %, hal ini menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tesakhir kelompok eksperimen
dengan rata-rata skor tes akhir kelompok kontrol. Dari hasil pengujian terlihat adanya
pengaruh penggunaan multimedia terhadap hasil belajar fisika siswa pada pokok
bahasan listrik statis.
2 Pembahasan
Dari hasil analisis hipotesis tes akhir dengan menggunakan uji kesamaan rata-rata
hasil tes akhir, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tes
akhir kelompok eksperimen dengan rata-rata skor tes akhir kelompok kontrol, artinya
bahwa terdapat pengaruh penggunaan multimedia terhadap hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan listrik statis. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar
Proceeding of The First International Seminar on Science Education ISBN: 979-25-0599-7
fisika siswa.
Peningkatan hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan listrik statis pada kelas
eksperimen dibuktikan dengan rata-rata gain yang lebih tinggi dari rata-rata gain
kelompok kontrol. Dengan taraf kepercayaan 95% ( = 0,05) hasil uji-t menunjukkan
adanya rata-rata gain yang signifikan dengan thitung sebesar 4,064 yang lebih besar dan
ttabel
sebesar 2,060.
Pembelajaran fisika dengan menggunakan multimedia merupakan sebuah media
pembelajaran yang dapat didengar sekaligus dilihat, ternyata mampu meningkatkan hasil
belajar fisika siswa. Gambar, animasi, video serta managemen konsep yang menarik
akan diingat dengan baik oleh siswa dibandingkan pada saat guru hanya memvisualkan
teori fisika dengan cara mencatat pada papan tulis. Dengan demikian maka akan sangat
beralasan apabila dinyatakan bahwa model pembelajaran fisika dengan menggunakan
multimedia berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dari pada model
pembelajaran dengan menggunakan media lain (OHP).
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data rata-rata skor tes akhir, uji hipotesis tes akhir,
ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor tes akhir kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan antara hasil belajar kelompok siswa yang diberi pembelajaran berbasis
multimedia dengan kelompok siswa yang diberi pembelajaran dengan media OHP.
Setelah diimplementasikan, model pembelajaran berbasis
multimedia berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar fisika, hal ini dibuktikan
dengan rata-rata gain kelas eksperimen lebih unggul sebesar 4,73 terhadap rata-rata
gain kelas kontrol sebesar 3,19. Perbedaan gain tersebut signifikan pada taraf nyata 0,05
dengan probabilitas 0,00 dengan thitung sebesar 4,064 yang lebih besar dibandingkan
dengan ttabel
sebesar 2,060.
Daftar Pustaka
Arifin, M. et. al. 2000. Strategi Belajar Mengajar Kimia, Prinsip dan Aplikasinya Menuju
Pembelajaran yang Efektif. Bandung: JICA.
Adrian, 2004.”Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa”. Teredia: http://e-
pendidikan.com [11 Maret 2007]
Arikunto, Suharsimi. 2003. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi. Cetakan
Keempat. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Budi, Prawira Triton. 2006. SPSS 13.0 Terapan; Riset Statstik Parametik. Yogyakarta :
Penerbit ANDI.
Depdiknas. 2004. Kurikulum 2004 Kompetensi Fisika untuk SMK.Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Harun, Jamalludin dan Zaidatun Tasir. 2003. Multimedia Dalam Pendidikan. PTS.
Publications: Bentong. Tersedia: http://www.jz-media.com [18 Maret 2007]
Ikhsan, Muhamad. 2006. ”Prinsip Pengembangan Media Pendidikan”. Tersedia:
http://tepe-unj.org/ [30 Maret 2007]
Panggabean, P. L. 2000. Penelitian Pendidikan.Diktat Kuliah. UPI Bandung.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D). Bandung : Penerbit Alfabeta.
Tim Divisi Penelitian dan Pengembangan MADCOMS.2006. Mahir Dalam 7 Hari:
Macromedia Dreamweaver dengan ASP. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Wagon, Joy. 1999. “Static Electricity”. Tersedia:
http://www.regentsprep.org/regents/physics/.../default.html[4 Maret 2007]
__________. “Capacitors”. Tersedia:
http://www.techitoutuk.com/.../capacitors/capac.html [4 Maret 2007]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar