Sabtu, 11 Februari 2012

Memaksimalkan DSLR Entry Level

Judul di atas hanyalah bahasa kerennya dari memaksimalkan kamera DSLR pemula. Tapi tunggu dulu teman, ada pepatah “ siapa yang dibelakang kamera” bukan apa kameranya khan ? Berdasarkan pepatah itu, para pemakai DSLR entry level seperti saya juga, terus berusaha memaksimalkan senjata pemula ini untuk bekerja seperti mesin canggih walau harus peras otak hitung-hitungan, fill dan mengatur fokus secara manual sampai terkadang mata kelilipan :).
Sering kita membaca dan mendengar para pakar berbicara soal tehnik memotret lansekap dari tehnik slowspeed sampai penggunaan filter berlapis yang bukannya menghasilkan tonal natural seperti apa yang terlihat malah membuat foto lansekap menjadi mejikuhibiniu bak pelangi. Penggunaan perangkat pendukung itu memang perlu juga untuk mengejar kesan dramatik sebuah foto. Tapi sebelumnya kita akan membahas ruang tajam atau teknik hiperfocal secara detil dan bukan sekedar mendengar lalu manggut-manggut pura-pura paham khan.
Contoh foto di bawah ini di ambil dengan menggunakan  gear Nikon D3100 VR dengan lensa Kit ditambah filter CPL sebagai penyaring cahaya mathari dan refleksinya di air secara frontal. Disetting dengan Focal Length 18mm, F/9 dan Speed 1/250.
Dokumen Pribadi

Dengan hitungan ini saya bisa mendapatkan ruang tajam refleksi di genangan air dan perahu sebagai FG dan selanjutnya akan infinity (tak terhingga) untuk BG landscapenya.
Entry level kok bisa ya membicarakan Hyperfocal Techniques ? Tentu saja sobat, sebab saya menggunakan ini sebagai kalkulatornya. Hasil dari hitung-hitungan di situ saya pahami untuk digunakan setiap mau take lansekap.

Cara menggunakan teknik hyperfocal Dalam dof master calculator di atas pertama kali anda harus memasukkan jenis gear yang anda gunakan, apperture yang digunakan dan focal length nya. Misalnya setingan foto saya di atas (karena umumnya pemula menggunakan lensa kit 18-55).
Setelah saya memasukkan parameter maka terlihat di kotak no. 1 muncul angka hyperfocal distance. Angka ini adalah jarak dimana kita harus melakukan focusing (dalam hal ini kita harus memfokuskan pada obyek dengan jarak di sekitar 1.82m di depan lensa).
Setelah itu kita masukkan hyperfocal distance ke subject distance sehingga far limit di kotak no. 2 menjadi infinity. Saya tidak memasukkan angka 1.82 m ke dalam subject distance karena saat memperkirakan, saya berdiri sekitar 2 meteran dari FG, jadi saya masukkan 1.9 m .
Near limit di kotak no.2 adalah jarak terdekat dari lensa yang masih masuk dalam kategori tajam berarti 1 m dari lensa. Sedangkan far limit adalah jarak terjauh yang masih masuk dalam kategori tajam.
Sekian sedikit ulasan yang saya rangkum dari berbagai sumber ini semoga bisa bermanfaat dan lebih utama lagi gratis tis workshop onlinenya kan.. :) .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar