Sabtu, 20 Agustus 2011
Kota dengan Ekosistem ICT Terbaik
Adopsi peranti keras dan lunak serta layanan menciptakan ekosistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) baru yang dirujuk IDC sebagai Intelligent X.
Songdo di Incheon, Korea Selatan dan Toronto di Ontario, Kanada merupakan contoh baik karena berhasil membangun ekosistem TIK. Songdo dan Toronto menggunakan platform server berstandar industri dan virtualisasi dalam membentuk ekosistem TIK.
Desain pusat data mereka pun disebut-sebut merupakan contoh yang baik. Secara teperinci, Songdo merupakan contoh yang baik karena pemerintah lokal dan perusahaan swasta berkolaborasi untuk mewujudkan visi membentuk kota yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial sehingga dapat memenuhi kebutuhan penduduk dan bisnis.
Sedangkan di Toronto terdapat Waterfront Toronto Corporation yang dibangun tiga tingkat pemerintahan, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk meregenerasi area-area tertinggal di sekeliling pelabuhan.
Waterfront Toronto Corporation mempertimbangkan pemanfaatan ICT dan konektivitas yang tersedia untuk menciptakan klaster-klaster inovasi yang akan mengarah pada pengembangan komunitas yang dinamis.
Sumber : MI Online
Kamis, 18 Agustus 2011
Allhamdulilah Berkesempatan Mengikuti Kuliah Umum Peraih Nobel Kimia
Penulis Bersama dengan Peraih Nobel kimia tahun 1988,Prof. Rober Huber, Ph.D.
"Negara kalian disinari matahari setiap tahunnya, ini potensi besar"
By: Prof. Robert Huber
Pemenang Nobel Kimia 1988 untuk
"Penentuan Struktur Pusat Reaksi Fotosintesis"
Studium Generale from ITB
Proteins and their structures at the interface of Physics, Chemistry, Biology, and application in Medicine
I was born February 20, 1937 in München as the first child of Sebastian and Helene Huber. My father was cashier at a bank and my mother kept the house and brought up the children, me and my younger sister, a difficult task during the war, a continuous struggle for some milk and bread and search for air-raid shelters. There was no Grammar school in 1945 and 1946 and I entered the Humanistische Karls-Gymnasium in München 1947 with intense teaching of Latin and Greek, some natural science and a few optional monthly hours of chemistry. I learned easily and had time to follow my inclination for sports (light athletics and skiing) and chemistry, which I taught myself by reading all textbooks I could get.
I left the Gymnasium with the Abitur in 1956 and began to study chemistry at the Technische Hochschule (later Technische Universität) in München, where I also made the Diploma in Chemistry in 1960. A stipend of the Bayerisches Ministerium für Erziehung und Kultur and later of the Studienstiftung des Deutschen Volkes helped to relieve financial problems of my family and allowed me to study without delay.
The most impressive teachers I remember were W. Hieber and the logical flow and impressive diction of his lectures in inorganic chemistry; E.O. Fischer, the young star in metalloorganic chemistry; F. Weygand and his deep knowledge of organic chemistry; and G. Joos and G. Scheibe, the physicist and physicochemist, respectively. I joined the crystallographer W. Hoppe's laboratory for my diploma work on crystallographic studies of the insect metamorphosis hormone ecdysone.
Part of these studies were made in Karlson's laboratory at the Physiologisch-Chemisches Institut der Universität München, where I found by a simple crystallograpic experiment the molecular weight and probable steroid nature of ecdysone which Hoppe and I later elucidated in atomic detail after my thesis work which was on the crystal structure of a diazo compound (1963). This discovery convinced me of the power of crystallography and led me to continue in this field.
From Les Prix Nobel. The Nobel Prizes 1988, Editor Tore Frängsmyr,
[Nobel Foundation], Stockholm, 1989
Copyright © The Nobel Foundation 1988
Rabu, 17 Agustus 2011
Kecerdasan Emosional Anak
Kepada anak sering diajarkan cara berpikir realistis dan optimistis, bahwa kadang kala nilai di sekolah dapat naik atau turun, seperti halnya kesehatan, kalau tidak dijaga, bisa turun. Agar anak bisa berpikir realistis dan optimistis sebaiknya membekalinya dengan kecerdasan emosional (EQ, Emotional Quotient) sejak dini. Supaya anak tidak memiliki masalah perilaku di usia dewasanya.
Penelitian Carroll Izard, Ph.D. dari University of Delaware di Newark menunjukkan, anak-anak yang sulit memahami perasaan-perasaan mereka dan orang lain, akan rentan terhadap masalah-masalah perilaku dan pembelajaran di usia lebih besar.
Cara yang mudah untuk mengajarkan kecerdasan emosional, misalnya dengan:
1. Kartu emosi
Kartu buatan sendiri dengan gambar yang menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda-beda bisa membantu anak mengenali macam-macam perasaan seperti marah atau kaget. Tanyakan pada anak Anda, kapan ia pernah merasakan hal yang sama.
2. Curahan hati
Anak harus siap membuka diri bila anak ingin bercerita tentang sekolahnya. Anda harus mampu berempati terhadap masalahnya. Jika ia tidak suka bercerita, sering-seringlah bertanya setiap ia pulang sekolah. Bila kurang efektif, pancing anak agar bercerita. Caranya, menceritakan pengalaman masa kecil Anda di sekolah, baik yang menyenangkan atau yang buruk. Mungkin hal itu akan merangsang anak untuk bercerita.
3. Membaca dongeng atau buku bersama
Cari buku-buku yang fokus pada berbagai jenis perasaan. Pilihlah dongeng yang memberikan pesan moral. Dari kisah-kisah itu anak akan mengetahui bahwa ada banyak orang yang juga mengalami masalah di sekolah atau di rumah. Selain itu, taburilah mereka dengan pesan-pesan moral dan nasihat menjalani hidup untuk meningkatkan kecerdasan moralnya.
4. Bermain peran atau drama
Latihan memainkan kejadian-kejadian emosional bersama anak. Misalnya, berpura-pura sakit, mendapat nilai ujian yang jelek, atau lainnya. Libatkan pula saudara dan teman-temannya.
5. Libatkan anak dengan kegiatan olahraga atau organisasi
Anak akan belajar bagaimana bekerja sama dengan orang lain dan belajar bagaimana memahami sikap teman-teman yang berbeda dengan dirinya. Bila memungkinkan, ajak mereka berkemah, ke gunung, hutan, atau pantai untuk melihat matahari terbit dan terbenam. Hal ini juga erat hubungannya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Tempat ibadah juga dapat Anda manfaatkan untuk hal ini.
6. Puji dan motivasilah anak.
Bila anak mendapat nilai jelek, beri motivasi bahwa ia masih bisa mencapai nilai yang lebih baik besok atau ujian berikutnya. Anda punjangan marah bila ia mendapat nilai buruk. Pujilah, asal jangan berlebihan bila berhasil mencapai prestasi. Anak harus belajar bahwa dirinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi tidak mungkin ia bisa pandai di semua pelajaran. Anak yang perfeksionis cenderung menjadi depresi dibandingkan dengan anak lain. Beri tahu pula agar jangan takut berbuat salah. Karena pengalaman juga merupakan pelajaran berharga untuk menghadapi hidup.
Dengan demikian anak akan mengetahui mana perilaku yang seharusnya dan tidak seharusnya.Kecerdasan sosial anak akan terbangun dari karakter kecerdasan emosi yang diajarkan kepada mereka sejak dini.
Pustaka dan Sekolah Mobile
Mobile SchoolSuatu hari nanti tidak ada seorang pun anak-anak di kota ini yang tidak merasakan pendidikan, mereka akan menikmati berlimpahnya sumber-sumber ilmu pengetahuan, mereka senang belajar, senang mengembangkan bakat-bakat dan keterampilannya. Insha Alloh.
Harris & Bennett dalam karyanya “School Effectiveness Research: META ANALISIS” mengemukakan karakteristik-karakteristik sekolah unggul, yaitu sbb :
1. KEPEMIMPINAN YANG PROFESIONAL (Professional Leadership)
2. VISI DAN TUJUAN BERSAMA (Shared Vision and Goals)
3. LINGKUNGAN BELAJAR (a Learning Environment)
4. KONSENTRASI PADA BELAJAR-MENGAJAR (Concentration on Learning and Teaching)
5. HARAPAN YANG TINGGI (High Expectation)
6. PENGUATAN/PENGAYAAN/PEMANTAPAN YANG POSITIF (Positive Reinforcement)
7. PEMANTAUAN KEMAJUAN (Monitoring Progress)
8. HAK DAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK (Pupil Rights and Responsibility)
9. PENGAJARAN YANG PENUH MAKNA (Purposeful Teaching)
10. ORGANISASI PEMBELAJAR (a Learning Organization)
11. KEMITRAAN KELUARGA-SEKOLAH (Home-School Partnership).
Minggu, 07 Agustus 2011
Kondisi Internet Saat Ini
Apa yang
terjadi dengan internet pada tahun 2010
lalu ?
Berapa jumlah Website per
Desember 2010 ? Berapa banyakemail yang dikirim ? Berapa banyak
pengguna Internet sampai saat itu? Posting ini akan menjawab semua
pertanyaan tersebut. Jika data
statistik yang
Anda inginkan, Anda berada di tempat yang tepat.
Kami menggunakan berbagai sumber dari seluruh Web untuk menempatkan posting ini
bersama-sama. Anda dapat menemukan daftar lengkap referensi sumber di bawah
posting jika Anda tertarik mengecek
langsung. Dan siapkan sumber yang lebih baik dari informasi yang dianggap
berlebihan.
- 107 .000.000.000.000 - Jumlah email yang dikirim di Internet pada tahun 2010.
- 294. 000.000.000
- Jumlah rata-rata pesan email per hari. - 1.880.000.000.000, - - Jumlah pengguna
email di seluruh dunia. - 480 .000.000.000,
- - pengguna
email Baru sejak tahun sebelumnya. - 89,1% - Persentase email yang
spam. - 262.000.000.000, - - Jumlah spam email
per hari (asumsi 89% adalah spam). - 2.900.000.000.000, - - Jumlah account email di seluruh dunia.
- 25% - Berbagi
account email yang perusahaan.
- 255 .000.000.000, - - Jumlah situs per Desember
2010. - 21,400.000.000,
- - Website yang baru ditambahkan pada tahun 2010.
39,1% -
Pertumbuhan jumlah situs Web Apache pada 2010.- 15,3% - Pertumbuhan jumlah situs IIS di 2010.
- 4,1% - Pertumbuhan jumlah situs nginx pada tahun 2010.
- 5,8% - Pertumbuhan jumlah situs Google GWS pada tahun
2010. - 55,7% - Pertumbuhan
jumlah situs Lighttpd pada tahun 2010.
- •
88.800.000.000, - - nama domain COM pada akhir 2010.. - 13.200.000.000, - - nama domain BERSIH pada akhir tahun 2010..
- 8.600.000.000, - - nama domain ORG pada akhir 2010..
- 79.200.000.000, - - Jumlah domain kode negara top-level (misalnya CN, Inggris,
DE, dll...). - 202 .000.000.000, - - Jumlah nama domain di semua domain tingkat atas
(Oktober 2010). - 7% - Peningkatan nama domain sejak tahun sebelumnya.
- 1.970.000.000.000, - - pengguna internet di seluruh dunia (Juni 2010).
- 14% - Kenaikan pengguna internet sejak tahun sebelumnya.
- 825.100.000.000, - - pengguna internet di Asia.
- 475.100.000.000, - - pengguna internet di Eropa.
- 266.200.000.000, - - pengguna Internet di Amerika Utara.
- 204.700.000.000, - - pengguna Internet di Amerika Latin / Karibia.
- 110.900.000.000, - - pengguna internet di Afrika.
- 63.200.000.000, - - pengguna internet di Timur Tengah.
- 21.300.000.000, - - pengguna Internet di Oceania / Australia.
- 152
.000.000.000, - - Jumlah blog di Internet (seperti dilacak oleh BlogPulse). - 25. 000.000.000.000, - - Jumlah tweets dikirim di Twitter di tahun 2010
- 100 .000.000.000, - - account baru ditambahkan di Twitter di tahun 2010
- 175 .000.000.000, - - Orang di Twitter sebagai September 2010
- 7.700.000.000, - - Orang berikut @ ladygaga (Lady Gaga, user Twitter yang paling di folow).
- 600 .000.000.000, - - Orang di Facebook pada akhir 2010.
- 250 .000.000.000, - - orang baru di Facebook pada tahun 2010.
- 30.000.000.000.000, - - Potongan konten (link, catatan, foto, dll) berbagi di
Facebook per bulan. - 70% - Persentase basis pengguna Facebook berada di luar Amerika Serikat.
- 20.000.000.000, - - Jumlah Facebook aplikasi diinstal setiap hari.
- 2
000.000.000.000, - - Jumlah video ditonton per hari di YouTube. - 35 - video per jam di upload ke YouTube.
- 186 - Jumlah video online per jam rata-rata pengguna Internet dalam satu
bulan di (AS). - 84% - Pengguna internet yang melihat video secara online (USA).
- 14% - Persentase pengguna Internet yang telah meng-upload video online (USA).
- + 2.000.000.000.000, - - Jumlah video yang dapat dsaksikan per bulan di Facebook.
- +20 .000.000.000, - - Video di upload ke Facebook per bulan.
- 5
000.000.000.000, - - Foto-host oleh Flickr (September 2010). - 3000 + - Foto diupload per menit untuk Flickr.
- 130 .000.000.000, - - Jumlah foto yang diunggah per bulan ke
Flickr. - 3 + 000.000.000.000, - - Foto-upload per bulan ke Facebook.
- 36 000.000.000.000, - - Jumlah foto yang diupload ke
Facebook per tahun.
Data
sources and notes:
Spam percentage from MessageLabs (PDF). Email user numbers and
counts from Radicati Group (the number of sent emails
was their prediction for 2010, so it’s very much an estimate). Website numbers from Netcraft. Domain name stats from Verisign and Webhosting.info. Internet user numbers and distribution from Internet World
Stats. Facebook stats from Facebook and Business Insider. Twitter stats from Twitter (and here), TwitterCounter and TechCrunch. Web browser stats from StatCounter. YouTube video numbers from Google. Facebook video numbers from GigaOM. US online video stats from Comscore and the Pew Research Center. Flickr image numbers from Flickr. Facebook image numbers from this blog.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Google Kodenya Meretas Atau Bukan ?
Senin, 01 Agustus 2011
Asyiknya Meneliti

"Rasa Ingin Tahu adalam diri Anak-Anak adalah Fondasi untuk Megembangkan Kemampuan Riset mereka"
~Arip~
Banyak kita liat bahwa guru umumnya menggunakan metode belajar satu arah dengan menjelaskan berbagai hal dan teori yang harus diserap oleh siswa. Anak-anak lebih terfokus untuk menghafalakan apa yang dikatakan dan ditulis oleh gurunya dan hanya diberi sedikit kesempatan untuk berpikir kreatif tentang hal tersebut.
Contoh sederhananya guru mengajarkan cara penyelesaian persamaan matematik tanpa perlu menjelaskan dengan detail apa kegunaan dan contoh nyata kegunaan persamaan tersebut nantinya. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana guru saya menjelaskan tentang persamaan deferensial tanpa memberikan contoh aplikasi apa yang membutuhkan penyelesaian persamaan diferensial tersebut.
Memang tidak harus sedetail orang kuliah, tetapi kiranya dapat dijelaskan dalam bahasa yang dimengerti oleh anak-anak. Yang terpenting bukanlah anak-anak hafal bagaimana menyelesaikan persamaan tersebut tetapi pondasi yang membentuk pola anak berpikir kreatif.
Hasil dari pola pendidikan dengan penjelasan satu arah dan penjejalan berbagai materi tanpa mempersiapkan pondasi kokoh dan pemahaman tentang pokok persoalan membuat anak-anak tersebut akan tumbuh dewasa menjadi orang yang miskin kreatifitas dan inovasi.
Dapat kita liat bahwa banyak pemenang olimpiade fisika, matematika dan berbagai kompetisi lainnya berasal dari negara kita, tetapi pada tingkatan hasil karya nyata teknologi dan produk produk ilmu pengetahuan kita masih sangat miskin.
Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto
Powered by:



