Rabu, 10 Desember 2008

(BIRDS) Banjar Innovation Research & Development School



Impian dan harapan di Masa Depan adanya, Sciences & Technology Park
di Tiap Kabupaten/ Kota di Indonesia

Banjar Innovation Research & Development School




http://www.progriptek.ristek.go.id/
http://www.progriptek.ristek.go.id/sarpras/index.php?formaction=0

Tinggal Klik Gambar di bawah ini



BIRDS
(Banjar Innovation Research & Development School)

Vision

Memecahkan Permasalahan Kota Banjar dengan Inovasi, Riset dan Pengembangan

Mission

1. Memperkenalkan apa itu Riset (Penelitian), Inovasi dan Pengembangan kepada Masyarakat Kota Banjar pada Umumnya dan Siswa Sekolah Kota Banjar pada khususnya.

2. Meningkatkan jumlah tulisan ilmiah di Kota Banjar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan seputar pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan Sains Teknologi di Kota Banjar


Anggota

"Semua Masyarakat yang Ingin berkontribusi dalam, Inovasi, Riset dan Pengembangan"

Pengasuh:

Arip Nurahman, Angga Fuja W., Bambang Achdiyat

(Fisika FPMIPA UPI)

Penelaah:

Dra. Setya Utarai, M.Si.
(Dosen Peneliti Senior Fisika Universitas Pendidikan Indonesia)




Diasuh Oleh:

Bapak Drs. Nanang Sudiana

SMAN 1 Banjar, Jawa Barat. Indonesia





LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA


Prof. Dr. Mien Ahmad Rifa’i mengatakan, ada tujuh hal penilaian untuk menentukan siapa yang layak jadi pemenang, yaitu kreativitas, orisinilitas, inovasi, pemanfaatan, komprehensif, peragaan, penyajian, dan presentasinya. “Kedelapan peserta ini memenuhi standar penilaian yang kami tetapkan,” ujar Dosen AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) ini.

Penialaian yang cepat dijelaskan Mien Ahmad Rifa’i karena memang tidak begitu sulit menentukan juara kalau penelitiannya bagus-bagus. Mereka juga memiliki sudut pandang yang menarik untuk diketahui isi makalahnya. “Bisa saya simpulkan LPIR tahun ini kualitasnya sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, karena beberapa hal yang dipaparkan peserta di luar dari dugaan tim juri. Mudah-mudahan mereka akan terus tekun dan yakin untuk jadi seorang peneliti,” Harap Pak Mien.

Tim juri lainnya Prof. Dr. M. Ansjar menyampaikan pesan bagi para peserta bahwa banyak hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Dari hasil wawancara tahun ini tim juri menilai, masih ada beberapa siswa yang belum cermat dalam menyampaikan isi makalahnya. Hal ini harusnya ditunjang dengan tutur kata serta penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, pengusaan ilmu yang dimiliki masih sebatas penelitiannya saja. Belum menguasai hakikat ilmu secara lebih luas. Maka itu banyak-banyaklah membaca. “Bagi peserta yang belum berhasil tahun ini bukan berarti anda tidak ada apa-apanya. Jangan berkecil hati dan putus asa, karena semua yang telah anda perbuat itu sudah mendapatkan penghargaan dari kami. Yang perlu dipikirkan ke depan adalah bagaimana membuat penelitian selanjutnya menjadi lebih baik,” pesan Prof. Dr. M. Ansjar. ~Rinda~


NYIA (National Young Innovator Awards)


“To be a Qualified Young Generation through Innovation”

KATEGORI LOMBA

  • Lingkungan & Energi
    Inovasi alat untuk menjaga kelestarian lingkungan seperti meminimalisir akibat bencana alam dan lingkungan,atau pemanfaatan /pengolahan limbah.
  • Pangan
    Inovasi alat pengolahan pangan berbasis lokal.
  • Teknologi Tepat Guna
    Mempermudah kehidupan, produksi, dll
Salah satu Peserta NYIA "Jagung Marning" Keren juga ya ^_~ anak yang hebat.



LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA (LKIR) KE-41 TAHUN 2009

    Menumbuhkan Minat Remaja Mencintai Iptek

BIDANG LOMBA

    Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
    Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
    Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik

PENGUMUMAN FINALIS LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA (LKIR) KE-41 TAHUN 2009

Berdasarkan Rapat Dewan Juri LKIR Ke-41 Tahun 2009 setelah membaca, menganalisis dengan seksama uraian karya tulis ilmiah, serta mendiskusikannya dengan sesama Anggota Dewan Juri, maka dengan ini kami memutuskan dan menetapkan nama-nama yang tercantum di bawah ini sebagai Finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-41 Tahun 2009.

Dewan Juri LKIR Ke-41 Tahun 2009:

Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan: Dr. Syarif Hidayat (LIPI), Dr. Ninok Leksono (KOMPAS), Dr. Daniel Dhakidaee (LP3ES)

Bidang Ilmu Pengetahuan Alam: Dr. Adi Santoso (LIPI), Dr. Ir. Machmud Thohari (IPB), Dr.rer.nat Hery Haerudin (PERTAMINA)

Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik: Dr. LT Handoko (LIPI), Dr. Yudi Darma (ITB), Dr. Ir. Erzi Agson Gani, M.Eng (BPPT)

Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan

  1. Nada Hamid Baraja dan Namira Nurmalatya, SMP Al Hikmah Full Day School, Surabaya-Jawa Timur, Judul Karya: Mengungkap Kejanggalan Pemberitaan Media Massa Tentang Desa Pragaan Daya Sebagai Desa Pengemis.
  2. Cholida Firdaus Muhandasa (SMAN 9 Bogor) dan Cholila Djavad Nammah (SMAN 5 Bogor), Kota Bogor, Judul Karya: Tingkat Pengenalan Pelajar Kota Bogor terhadap Toponimi Indonesia
  3. Ikhsan Brilianto, SMAN 1 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, Judul Karya: Prospek Distro sebagai Industri Kreatif di Tengah Penjajahan Produk Luar Negeri
  4. Afrizal, Wafiakmal Miftah dan Lutfi Fachri Muhamad, SMAN 17 Palembang, Sumatera Selatan, Judul Karya: Dibalik Pembangunan Pelabuhan Tanjung Si Api Api, Kontroversi atau Rezeki?
  5. Ferryzco Islamie, Rysti Dwiana Sari, dan Yobelliana, SMAN 1 Muara Enim, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan, Judul Karya: Pentingnya Internet Bagi Remaja Daerah

Bidang Ilmu Pengetahuan Alam

  1. Dio Cesar Alfananda, Gineng Pratidina Permana Sakti dan Jayu Pramudya, SMAN 1 Surakarta, Jawa Tengah, Judul Karya: Influensi Pseudomonas aeruginosa dan Analisisnya terhadap Perubahan Kadar Ion Besi (FE3+) dalam Air
  2. Iffatu Masrura Al Hakimi, Maulidya Rosaline dan Miftakhul Farikhah, SMAN 2 Lamongan, Kab. Lamongan, Jawa Timur, Judul Karya: Pengaruh Ekstrak Doisgenin pada Rimpang Pacing (Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith) terhadap Mencit Putih Betina
  3. Zulyana Surimidani dan Shabrina Izazi Anwar, SMP Al Hikmah Full Day School, Surabaya, Jawa Timur, Judul Karya: Efektivitas Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa ) dalam Meningkatkan Kecerdasan Tikus Putih
  4. Gede Marta Wahana Putra, Nyoman Virna Uginiari dan I Nyoman Herlian Budiman, SMAN 1 Singaraja, Kab. Buleleng, Bali, Judul Karya: Observasi Siklus Hidup, Perilaku Sosial dan Arsitektur Sarang Lebah Madu (Apis cerana) di Desa Bondalem Kabupaten Buleleng
  5. Darmadi dan Riyawan, SMAN 8 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, Judul Karya: Sedimentologi Daerah Pertemuan Sungai Opak dan Sungai Oyo (Studi terhadap Model Transportasi, Mekanisme Pengendapan, Struktur dan Tekstur Material Sedimen)

Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik

  1. Muh. Wildan Yahya, Ardhy Purwo N., dan Diana Sekar Sari, UPTD SMAN 2 Pare, Kediri, Jawa Timur, Judul Karya: Optimalisasi Produksi Biofuel dari Kelapa (Cocos Nucifera) dengan Pengolahan Bertingkat
  2. Annisa Dejanira P, Risalatul Amanah dan Zidnie Dzakya Urbayani, SMAIT Nur Hidayah, Sukoharjo, Jawa Tengah, Judul Karya: Modifikasi Lesung Tradisional Menggunakan Prinsip Katrol
  3. Fitria Trisna Putri, Laily Immawati dan M. Pandi Alam, Diklat LPI Bina Bangsa, Kab. Jombang, Jawa Timur, Judul Karya: Oven Sakti (Alat Pembuat Telur Asin 48 Jam)

Bilamana di kemudian hari terdapat kekeliruan di dalam penentuan Finalis, maka akan diadakan perubahan sebagaimana mestinya.


Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta 12710
Telp (021) 5225711, Ext. 273,274, 276
Fax. (021) 52920839

Presentasi finalis akan diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2009. Para finalis diwajibkan membawa perlengkapan sesuai yang dianjurkan dalam brosur, serta USB/CD soft copy karya tulis. Perlu diketahui bahwa presentasi masing-masing finalis menggunakan media LCD (Power Point dan sejenisnya).

Informasi lebih lanjut:
Tri Budi Iswaryanto, HP. 0812 9438366

Panitia LKIR Ke-41 Tahun 2009
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta 12710
Telp (021) 5225711, Ext. 273,274, 276
Fax. (021) 52920839



InaYS Competition adalah kepanjangan dari Indonesian Young Scientist Competition, merupakan suatu ajang adu kemampuan dalam mempresentasikan hasil penelitian.

Kegiatan ini ditujukan bagi peneliti belia berusia 13-19 tahun, atau siswa-siswi SMA/SMP/SMK/MA/MTs. InaYS dilakukan setiap tahun dengan penyelenggaranya Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS), Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Bidang ilmu yang dilombakan adalah :

  1. Fisika
  2. Matematika
  3. Ilmu Komputer
  4. Ekologi (Biologi, Kimia, Kedokteran, Lingkungan)

InaYS Competition juga merupakan seleksi Tim Indonesia untuk lomba presentasi penelitian tingkat internasional, yaitu International Conference of Young Scientists (ICYS), yang diselenggarakan setiap tahun di Eropa.

Tim Indonesia dibina dan disiapkan oleh:


Prof.Yohanes Surya, PhD dan Surya Institute.

Prestasi Tim Indonesia di ICYS 2009 adalah menempati posisi pertama pada perolehan medali untuk 4 bidang penelitian yaitu Matematika, Fisika, Ilmu Komputer dan Ekologi.

Perihal ICYS dapat dilihat dalam website: http://metal.elte.hu/~icys/

InaYS Competition 2009, kerjasama antara Jurusan Fisika Unpar, Surya Institute dan Depertemen Pendidikan Naisonal.


Berikut adalah hasil lomba penelitian InaYS Competition 2009 yang telah diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober 2009

BIDANG FISIKA-MATEMATIKA :

Ranking Judul Penelitian (Fisika-Matematika) Nama Peneliti Sekolah
1 Design of Vertical Turbine Andreas Widy Purnomo dan Aldo Vitus Wirawan SMA St. Laurensia, Tangerang
2 Experiment on Seaweed as Membrane in the Process of Sea Water Purification Using Reverse Osmosis Method in Sayang Heulang Beach, Cikelet District, Garut, West Java Dwisa Andarini Respati, Liliane Dwiasputri, Fauqia Tambunan SMA Mutiara Bunda, Bandung
3 Nighttime Earthquake Detector Albert Tanoto, Regina Martha Tandoko SMP Chandra Kusuma, Deli Serdang
4 The Influence of Gergaji Dorong to Increase Amount Production of White Brick in Tuban Region Latifa Nurrachma Pradany, Tiarisna Hidayatun Nisa, Ma'rifatul Amalia SMA Negeri 1, Tuban
Building Structure Made From Bamboo Vincensius Yandi Arie Putra SMAK BPK Penabur, Gading Serpong
Brain Stimulating Effect of Acoustic Sasando Freddy Giovanni Setiawan, Ratnaganadi Paramita, Ricky Dwiputra Setiamanah SMAK BPK Penabur, Gading Serpong
5 A Mathematical Way to Enjoy Indonesian popular Songs Adeline Tiffanie Suwana SMP Jubilee, Jakarta
6 Easy Way to Find Distance Between Point And a Line Ivan Bonardo Pradipta SMA Chandra Kusuma, Deli Serdang
7 The Magic Number Trick Revealed Raka Agung Laksana, Nito Waruwu SMP Global Mandiri, Jakarta
Spark of Stored Energy Justin Matthew Adijanto Ichthus International School, Jakarta
8 Breaking Myth With Laws of Physics I Made Rayo Putra Indrawan, Grace, Adhiwidnya Ananta SMAK Petra 2, Surabaya
Practical Analysis of an Optimium Riser for Ladder Based on Foreleg Aan Andrianto, Darian Gunamardi, Devina Setyawati Budisarwono, Kent Sidharta, Paulivia Dewi Sutanto, Ruli Elissa Febby, Skolastika Febriana Anjani SMPK St. Agnes, Surabaya
9 Early Warning Device for Earthquake and Tsunami Andri Eka S., Sherly SMA Ananda Bekasi
10 Net For Motorbike Helmet Bayu Kanugrahan Luknanto, Muhamad Eka Pramudita, Muhamad Helnan Nawawi SMA Negeri 6, Yogyakarta
The Effect of Wave and Melodies of Gamelan Music with Specific Frequency to mIlk Production of Dairy Cattles Filipus Ivan Denata, William Putera Sukmajaya SMAK St. Louis, Surabaya
The Miracle of Twisted Number Nesya Pravitasari Suherman SMP Global Mandiri, Jakarta

BIDANG EKOLOGI:

RANKING Judul Penelitian (Ekologi) Nama Peneliti Sekolah
1 The Effectiveness of Embryonic Cell from Chicken (Psychotria rostrata) Egg and Mangosteen (Garcinia mangostana) Peel Extract on The Growth of Abnormal Cell by In Vitro Culture Evelyn Lee, Florencia Vanya Vaniara SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
2 Composite Material of Chiitin and Cellulose to Make Synthetic Polymer Fransiscus Leo Chandra, Lidwina Stefani SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
3 Utilization of High Carbohydrates Surplus Plants Material Using Trichoderma reesei Enzyme as Biocatalyst on Hydrolysis Process From Polysaccharides into Glucose Christy Hong SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
4 Big Match: "Suka Kelor" Caramel VS Malnutrition Dwiky Rendra Graha Subekti SMA Theresiana 1 Semarang
5 The Role of Saccharomyces sp. In Decolorization og Batik Liquid Waste Alberta Lowe, Irene Angelina SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
Albuprotect-a Fire Retardant Element Made from Albumin Naivedh Shongruf, Choi Eda Spins International School
6 The Effects of kemangi (Ocimum x citriodorum) and Teki Tuber (Kyllinga brevifolia) Extract in Reducing the Amount of Mosquito Larvae T. Robyn, Anita Maria SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
Preserving Mangrove (Sonneratia alba) Syrup Without Chemical Marterials Jessica Karli, Yosephine Livia Pratiknyo Cita Hati Senior High School
The Effects of Angsana Tree Sap (Pterocarpus indicus) on The Growth of Microorganism That Caused Oral Ulcer Amanda Dwikarina, Quincy Rosemarie SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
The Effectiveness of Insectiside from Liquid Smoke on Aedes aegypti Larvae and Mosquitoes Gracia Windiasti, Audesia Alvianita SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
7 Nutmeg (Myristica fragans) Plastic Composite Sallie Naomi, Zoya Marie SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
The Use of Lerak (Sapindus rarak) Seeds as Bio-Insektiside Handy Billy Tirta, Lisa Charisa Wijaya Cita Hati Senior High School
Starter Medium for Saprothoph bacteria Atya Shabrina Monica, Yasmin Diya SMA Global Mandiri
8 The Study of The Use of Tobacco Extract as a Red Ant Repellant Evan Goldwin Widjaja, Yudhistira Andersen Bunjamin SMA Santa Laurensia Serpong Tangerang
Herbal Medicine from Wild Plant Joanna Nadia, Elsa Vinietta Santo Aloysius High School
Sweitenia Oil Dian Sartika Sari, Muhammad Kautsar, Hidayu Permata Hardi, Dhicha Putri Maharani SMA Negerei 6 Yogyakarta
9 The Inventory of Family Medicinal Plants in the District of Purwareja Klampok Banjarnegara Widhany Nur Prasetyo SMAN 1 Purwareja Klampok Banjar Negara
In The Middle of Monosodium Glutamate Controversy Henry Suryadinata, Kiki Stefanus Santo Aloysius High School
Guard Machine Cattle Feed Quality Vicky Hanggara Limanjaya, Harris Kristanto Gunawan, Stephen Martadinata Suryadi SMA Kristen Petra 1
Tape Ketan Christina, Hans Santo Aloysius High School

Selamat kepada juara 1,2 dan 3 masing-masing bidang.
Selamat meneliti kepada seluruh peneliti belia Indonesia.

Ketentuan Umum Lomba

  1. Peserta adalah pelajar SMA/SMP/SMK/MA/MTs berusia usia 13-19 tahun pada saat lomba
  2. Peserta wajib mengirimkan makalah penelitian.
  3. Penelitian dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.
  4. Peserta wajib mempresentasikan hasil penelitian yang dikirimkan tersebut di depan dewan juri.

Ketentuan untuk Karya Ilmiah

  1. Karya ilmiah ditulis dengan menggunakan metoda ilmiah.
  2. Karya ilmiah ditulis dalam bahasa Inggris.
  3. Karya ilmiah merupakan hasil penelitian sendiri yang meliputi satu bidang penelitian tertentu. Bidang penelitian yang dapat dipilih adalah Matematika, Fisika, Ekologi, Ilmu Komputer ( termasuk di dalam Ekologi adalah Biologi, Kimia, Kedokteran, Lingkungan, Psikologi ).
  4. Karya ilmiah diketik dengan menggunakan :
    1. kertas ukuran: A4 (5 - 15 halaman)
    2. tipe huruf: Times New Roman (12pt - spasi 1,5)
    3. margin kiri: 2 cm, kanan: 2 cm, atas: 2 cm, bawah: 2 cm
  5. Abstrak maksimal 1 halaman A4, tipe huruf: Times New Roman (12pt - spasi 1,5), margin kiri: 2 cm, kanan: 2 cm, atas: 2 cm, bawah: 2 cm, dikirimkan ke panitia melalui email (inays@home.unpar.ac.id) , selambat-lambatnya 20 Oktober 2009




Lomba ini merupakan ajang lanjutan dari ajang LPIR (Lomba Penelitian Ilmiah Remaja) tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Pada tahun 2009 ini, OPSI merupakan kegiatan perdana, dimana kegiatan olimpiade penelitian ini diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK/MA, akan diselenggarakan pada 16-20 November 2009 di Jakarta.

Ruang lingkup dari Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) mencakup bidang IPA (Pertanian, Biologi, Matematika, Fisika, Mesin, Elektronika, Kimia, Geologi, Kesehatan Psikologi dan Ekologi) yang murni atau terapan dan penemuan-penemuan yang bersifat inovatif yang kesemuannya itu merupakan hasil peneltian yang berdasarkan pada kaidah-kaidah ilmu pengetahuan.

Berbeda dengan ajang lomba ilmiah remaja yang lain, seperti LPIR, ISPO, LKIR, NYIA dan INAYS. OPSI merupakan lomba yang nantinya bukan hanya membuat karya tulis, melainkan juga membuat media penyampaian informasi penelitian dalam bentuk poster dan alat peraga yang nantinya juga diikutkan dalam presentasi yang menggunakan 2 bahasa, yakni bahasa Indonesia dan inggris.

1. Dessy Eprilya (SMAN 38 Jakarta) dengan judul "Implementasi Kamera Digital untuk Mengidentifikasi Satelit di Jupiter".

2. Amadea Nuurunnisaa (SMAN 38 Jakarta) dengan judul "Daya Saing Gingseng Jawa dengan Gingseng Korea".

3. Jeanne Nadia Ingrida (SMAN 49 Jakarta ) dengan judul "Komparasi Duren Lokal (Petruk) dengan Durian Mothong dan Mengungkap Mitos di masyarakat dalam mengkonsumsi Durian".

4. Ilham Naharudinsyah,dkk (SMA Labschool Kebayoran) dengan judul "Pengaruh Jatuhnya Air Terhadap Deformasi Permukaan Tanah".

5. Heri Sutianta Amrullah, dkk (MAN 13 Jakarta) dengan judul "Prototype Detektor Keretakan Tanah pada Tanggul Danau Buatan".

6. Ersania Auliyani, dkk (MAN 13 Jakarta) dengan judul "Pemafaatan Kluwak (Pangiu Edule Reinw) sebagai Pengawetan Alami pengganti Formalin pada Bahan Makanan".






Pustaka Maya Innovation, Research and Development

(Perpustakaan Digital Inovasi, Penelitian dan Pengembangan)


Dewan Riset Daerah Jawa Barat

Jl. Soekarno-Hatta No. 458 Bandung

Telp. 022-2033097

Ketua: Prof. Dr. Ateng Syafrudin, SH

CP: Ir. Samsoel Maarif




Bidang Khusus Penelitian

1. Ekonomi & Bisnis Kecil dan Menengah
Oleh: Agung Febrianto (Ekonomi UNSOED)

2. Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat
Oleh: Kurniawan (STIKES BP Kota Banjar)

3. Pendidikan (Termasuk Sains dan Teknologi)
Oleh: Arip Nurahman


Penelitian dan pengembangan atau lit-bang (Bahasa Inggris: Research and Development, R and D, atau R&D) adalah kegiatan penelitian dan pengembangan, dan memiliki kepentingan komersial dalam kaitannya dengan riset ilmiah murni dan pengembangan aplikatif di bidang teknologi. R&D atau litbang ini memegang peranan penting dan menjadi indikator kemajuan dari suatu negara. Untuk tahun 2006, tiga negara dengan pengeluaran dan budget litbang terbesar adalah Amerika Serikat (AS$330 bilyun), Tiongkok (AS$136 bilyun), dan Jepang (AS$130 bilyun) .

Aktivitas litbang biasanya dilakukan oleh suatu unit, lembaga atau pusat khusus yang dimiliki oleh suatu perusahaan, perguruan tinggi, atau lembaga negara. Dalam konteks bisnis, "penelitian dan pengembangan" biasanya merujuk pada aktivitas yang berorientasi ke masa yang akan datang dan untuk jangka panjang baik dalam bidang ilmu maupun dalam bidang teknologi. Metode yang dipakai dalam kegiatan litbang biasanya menggunakan teknik riset ilmiah yang standar tanpa mengharapkan hasil yang pasti (bentuk riset ilmiah murni) atau untuk mendapatkan prakiraan hasil yang mempunyai nilai komersial dalam waktu dekat. Bentuk riset (penelitian) yang murni biasanya dihasilkan oleh lembaga penelitian seperti BATAN, LIPI, LAPAN, dll. Sementara bentuk pengembangan dari hasil riset yang bersifat praktis bisa dilakukan oleh BPPT dan Pusat Litbang yang ada di masing-masing departemen pemerintah maupun perusahaan.

Di sini kami mencoba membentuk tim "Peneliti Amatir" untuk membuat penelitian Ilmiah Sederhana, semoga berhasil.

Hakikat Meneliti

Penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherche.Intinya hakekat penelitian adalah “mencari kembali”.


Definisi tentang penelitian yang muncul sekarang ini bermacam-macam, salah satu yang cukup terkenal adalah menurut Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan bahwa penelitian adalah “penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”.


Dalam buku berjudul Introduction to Research, T. Hillway menambahkan bahwa penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”. Ilmuwan lain bernama Woody memberikan gambaran bahwa penelitian adalah “metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis)”.


Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

1. Penelitian Kualitatif


Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru. Penelitian kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili fenomena dan bukan angka-angka yang penuh prosentaase dan merata yang kurang mewakili keseluruhan fenomena. Dari penelaitian kualitatif tersebut, data yang diperoleh dari lapangan biasanya tidak terstruktur dan relative banyak, sehingga memungkinkan peneliti untuk menata, mengkritis, dan mengklasifikasikan yanglebih menarik melalui penelitian kualitatif. Istilah penelitian kualitatif, awalnya beraasal dari sebuah pengamatan pengamatan kuantitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kualitatif (Suwardi Endraswara, 2006:81).


Menurut Brannen (1997:9-12), secara epistemologis memangada sedikit perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Jika penelitian kuantitatif selalu menentukan data dengan variabel-veriabel dan kategori ubahan, penelitian kualitatif justru sebaliknya. Perbedaan penting keduanya, terletak pada pengumpulan data. Tradisi kualitatif, peneliti sebagai instrument pengumpul data, mengikuti asumsi cultural, dan mengikuti data.

Penelitian kualitatif (termasuk penelitian historis dan deskriptif)adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian.

Asumsi dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Penelitian kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau deskriptif. Penelitian kualitatif mencakup berbagai pendekatan yang berbeda satu sama lain tetapi memiliki karakteristik dan tujuan yang sama.

Berbagai pendekatan tersebut dapat dikenal melalui berbagai istilah seperti: penelitian kualitatif, penelitian lapangan, penelitian naturalistik, penelitian interpretif, penelitian etnografik, penelitian post positivistic, penelitian fenomenologik, hermeneutic, humanistik dan studi kasus. Metode kualitatif menggunakan beberapa bentuk pengumpulan data seperti transkrip wawancara terbuka, deskripsi observasi, serta analisis dokumen dan artefak lainnya.

Data tersebut dianalisis dengan tetap mempertahankan keaslian teks yang memaknainya. Hal ini dilakukan karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena dari sudut pandang partisipan, konteks sosial dan institusional. Sehingga pendekatan kualitatif umumnya bersifat induktif.


Penelitian kualitatif adalah satu model penelitian humanistik, yang menempatkan manusia sebagai subyek utama dalam peristiwa sosial/budaya. Jenis penelitian ini berlandaskan pada filsafat fenomenologis dari Edmund Husserl (1859-1928) dan kemudian dikembangkan oleh Max Weber (1864-1920) ke dalam sosiologi. Sifat humanis dari aliran pemikiran ini terlihat dari pandangan tentang posisi manusia sebagai penentu utama perilaku individu dan gejala sosial. Dalam pandangan Weber, tingkah laku manusia yang tampak merupakan konsekwensi-konsekwensi dari sejumlah pandangan atau doktrin yang hidup di kepala manusia pelakunya. Jadi, ada sejumlah pengertian, batasan-batasan, atau kompleksitas makna yang hidup di kepala manusia pelaku, yang membentuk tingkah laku yang terkspresi secara eksplisit.



2. Penelitian Kuantitatif


Menurut August Comte (1798-1857) menyatakan bahwa paradigma kuantitatif merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Positivisme adalah satu aliran filsafat yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Karena penolakannya terhadap unsur metafisis dan teologis, positivisme kadang-kadang dianggap sebagai sebuah varian dari Materialisme (bila yang terakhir ini dikontraskan dengan Idealisme).


Dalam penelitian kuantitatif diyakini, bahwa satu-satunya pengetahuan (knowledge) yang valid adalah ilmu pengetahuan (science), yaitu pengetahuan yang berawal dan didasarkan pada pengalaman (experience) yang tertangkap lewat pancaindera untuk kemudian diolah oleh nalar (reason). Secara epistemologis, dalam penelitian kuantitatif diterima suatu paradigma, bahwa sumber pengetahuan paling utama adalah fakta yang sudah pernah terjadi, dan lebih khusus lagi hal-hal yang dapat ditangkap pancaindera (exposed to sensory experience).

Hal ini sekaligus mengindikasikan, bahwa secara ontologis, obyek studi penelitian kuantitatif adalah fenomena dan hubungan-hubungan umum antara fenomena-fenomena (general relations between phenomena). Yang dimaksud dengan fenomena di sini adalah sejalan dengan prinsip sensory experience yang terbatas pada external appearance given in sense perception saja. Karena pengetahuan itu bersumber dari fakta yang diperoleh melalui pancaindera, maka ilmu pengetahuan harus didasarkan pada eksperimen, induksi dan observasi (Edmund Husserl 1859-1926).


Sejalan dengan penjelasan di atas, secara epistemologi, paradigma kuantitatif berpandangan bahwa sumber ilmu itu terdiri dari dua, yaitu pemikiran rasional data empiris. Karena itu, ukuran kebenaran terletak pada koherensi dan korespondensi. Koheren besarti sesuai dengan teori-teori terdahulu, serta korespondens berarti sesuai dengan kenyataan empiris. Kerangka pengembangan ilmu itu dimulai dari proses perumusan hipotesis yang deduksi dari teori, kemudian diuji kebenarannya melalui verifikasi untuk diproses lebih lanjut secara induktif menuju perumusan teori baru. Jadi, secara epistemologis, pengembangan ilmu itu berputar mengikuti siklus; logico, hypothetico, verifikatif.



3. Tindakan

Tindakan adalah suatu perbuatan yang dilakukan dalam penelitian guna mencapai penelitian yang senpurna. Tindakan ini dimaksudkan agar peneliti mengetahui dengan jelas bahwa ada beberapa ketentuan dalam melakukan tindakan penelitian. Seperti halnya penelitian kualitatif dan kuantitatif, tindakan termasuk aspek yang perlu dikaji oleh seorang peneliti. Tindakan merupakan salah satu ketentuan dalam penelitian.

Sumber:

1. Wikipedia

2. Ristek

3. http://perpustakaan-online.blogspot.com/2008/07/hakikat-penelitian.html


Ucapan Terima Kasih:

Kepada Orang Tua, Guru dan Dosen Terkasih, Teman-teman seperjuangan, semoga kebaikannya dilipat gandakan oleh Yang Maha Kuasa, amin!

Perbaikan:

Ke-1: 13-11-2009


Arip Nurahman

Pendidikan Fisika FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, U.S.A.

Semoga Bermanfaat, Bersemangat, Mohon Maaf dan Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar