Sabtu, 15 Oktober 2011

Bersahabat dengan Anak Muda Zaman Sekarang

Tidak bisa Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dan Sciences lainnya

Kita tetap bisa menjadi Scientist handal?






“It is almost a miracle that modern teaching methods have not yet entirely strangled the holy curiosity of inquiry; for what this delicate little plant needs more than anything,
besides stimulation, is freedom.”

~Albert Einstein~


Einstein menemukan rumus-nya yang super dahsyat tapi begitu sederhana, waktu umurnya baru 26 tahun. Saat itu dia tidak berada di lingkungan para ilmuwan dan intelektual, melainkan hanya bekerja jadi pegawai kantor hak paten di Berne, Swiss.

Rumus besar apa yang dihasilkannya waktu umur 26 tahun ?

Tahukah Anda apa hobi Einstein sejak kecil?

Cerita :

Einstein pernah dianggap to**l karena tidak paham matematika Saya sering sekali mendengar alasan ini dari teman-teman setelah mengerjakan ujian matematika dan Fisika. Bahwa semasa kecil di Wurttemberg, Einstein sering gagal dalam matematika dan seperti tidak mengerti.

Sepertinya hal ini menjadi dasar bahwa:

“Oh, ok, saya memang nggak bisa ngerjain ujian tadi,, tapi dulu Einstein pun juga begitu, kan? Jadi santai saja, kalau Einstein bisa menjadi seorang Einstein, saya juga bisa menjadi seorang se-genius dan se-sukses Einstein!!”

The truth is, tidak pernah ada bukti yang mendukung klaim ini.

Cerita ini tidak jelas berkembang dari siapa dan akhirnya masuk ke kolom “Ripley’s Believe It or Not!” Dan saat itu Einstein masih hidup, sehingga waktu seseorang menunjukkan kolom itu, dia tertawa dan berkata,

“I never failed in mathematics. Before I was fifteen (15) I had mastered differential and integral calculus.”

Holy Sh*t. Differential and integral calculus.????

Mengerikan

Einstein never failed in math. Bahkan ia adalah math prodigy, mathematical genius. Bagi semua orang yang pernah mengenyam pendidikan SMA, semua tentu tahu diferensial, dan beberapa yang cukup pandai mungkin juga mempelajari konsep integral. 2 konsep yang sangat susah sehingga banyak orang tidak mau masuk Sains & Teknik karena takut akan mempelajarinya lagi.


Hell yeah, butuh 1 tahun bahkan lebih di universitas untuk benar-benar mengerti apa itu diferensial dan integral, dan itu belum masuk ke multiple integral, stokes theorem, Gaussian surface, integral of differential forms,….. ok saya berhenti sebelum Anda muntah.

Einstein mempelajari semuanya sebelum 15 tahun, dan sebelum 12 tahun dia sudah membuktikan sendiri bahwa teorema pythagoras itu benar, menggunakan teori yang dia ciptakan sendiri.


Whew. :P

Umur 15 tahun di Indonesia adalah masa SMP. Zaman senang-senangnya bermain-main, ngeband, pac**an, mencoba mem*lak, r***k, a***hol, dan g**ja, berantem, jadi pentolan, mencoba berpakaian seperti Kurt Cobain, Jeremy Thomas atau that girl in Meteor Garden, atau sekarang lagheee musim Pelem and Gaya Koreahhh.,.,#_#, menonton film p***o untuk pertama kali, dan mungkin ber****asi.


Kalau ada yang belajar integral dan diferensial di umur segitu?

I’m sure he’ll be bullied by big scoundrel kids and people will call him,

“FREAK!!!!”


“Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.”

~Einstein~

Saya mungkin memprediksi belum ada di antara teman-teman atau adik-adik kita saat ini yang mengerti apa itu diferensial dan integral saat SMP.

Mudah-mudahan saja saya keliru.

Saat itu mungkin kita semua masih meraba-raba aritmatika dan geometri dasar, dan belum pernah mendengar kata “integral” kecuali nama game Metal Gear Solid : Integral.

Namun apakah anak-anak kita akan dibiarkan demikian?

Tentu tidak.

Kita bersama-sama akan membuat suasana belajar itu menyenangkan, penuh gairah dan kebahagiaan, kita akan menciptakan suasana belajar seperti bermain dan penuh semangat.


Sehingga mereka MENCINTAI membaca, menulis, menghitung, bereksperimen dan kegiatan positif lainnya.

Tidak dan bukan karena paksaan namun karena mereka menyenanginya, menyukainya dan bahagia melakukannnya.


Bukankah belajar yang paling hebat itu adalah ketika kita melakukannya dengan menyenangkan dan membahagiakan?



"Nikmatilah proses belajar kita, maka kita tidak akan pernah merasa lelah dalam belajar, Semua hanyalah keasyikan yang menyenangkan dan membahagiakan"
~Arip~



Ucapan Terima Kasih Kepada: 

1. Kak Fajar Sastrowijoyo, M.Eng. 
Studied Electrical Engineering at Chungbuk National UniversityCheongju,  Korea Selatan.

2. Wael Alghamdi, B.Sc. 
(From Saudi Arabia) 
Studied Mathematics at  Massachusetts Institute of Technology, USA.
(Medal Winner at International Mathematics Olympiad 2008)


Wallohualam Bissawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar