Rabu, 12 Oktober 2011

Semangat Kerja Keras





"If I have seen further than others, it is by standing upon the shoulders of giants. " 
~Newton~


Dari kecil kita sering dijejali dengan cerita-cerita mitos dan penyederhanaan fakta yang ajaib oleh orang tua, guru, dan akhir-akhir ini MOTIVATOR-MOTIVATOR yang membuat kita berpikir bahwa ada keajaiban di dunia dan dunia ini seperti negeri dongeng, ada keajaiban di dunia yang membuat semua orang bisa menjadi apapun yg mereka inginkan tanpa kecuali. 

Dan cerita-cerita tersebut tersebar luas dan akhirnya banyak dipercaya sebagai FAKTA yang dapat digunakan untuk membela diri terhadap kekurangan diri sendiri. Nah, karena sekarang kita sudah besar, maka saya akan mengulas beberapa mitos yang sebenarnya bumbu cerita tersebut itu. 

Mari kita mulai dari: 

Ide bisa muncul begitu saja secara ajaib

Cerita : Newton menemukan teori gravitasi karena kejatuhan apel. semua orang pasti pernah mendengar cerita ini dari pertama kali belajar gravitasi waktu guru SD/SMP kita menerangkan dengan bersemangat bagaimana teori ini ditemukan :

"Di suatu hari yang cerah, Newton duduk di pekarangan universitas Cambridge, mungkin sembari melihat-lihat gadis-gadis inggris menikmati musim panas, waktu tiba-tiba sebuah apel jatuh mengenai kepalanya. 

Dan EUREKA!! 

Dari apel ajaib itu tiba-tiba keluarlah ide tentang gravitasi dan secara ajaib keluarlah rumus:






yang merevolusi ilmu pengetahuan." 

All because of one silly apple,,,,????

Dan cerita ini sering kali dipakai oleh motivator-motivator untuk mengatakan bahwa Kita juga dapat mendapat ide cemerlang besar tiba-tiba yang dapat mengubah hidup Kita. 

The truth is, cerita tentang apel tidak pernah didengar dari Newton sendiri. Cerita apel jatuh ini pertama kali ditemukan di Elements de la Philosophie de Newton karangan Voltaire, dipublikasikan tahun 1738, 11 tahun setelah meninggalnya Newton dan 73 tahun setelah apel yang disebut-sebut itu jatuh. 

Kita tahu bahwa zaman dahulu cerita-cerita seperti ini sering dimasukkan untuk menambah efek dramatis dari sesuatu yang benar-benar terjadi, untuk menarik pembaca tentu saja, sesuatu yang tidak pernah berubah dari media. 

Kita pun  tahu bahwa Voltaire bukan seorang scientist, dia adalah seorang filsuf, yang, tentu saja mahir mendramatisir cerita.

Sumber kedua adalah biografi Newton oleh William Stukely, yang ditulis tahun 1752 (27 tahun setelah Newton meninggal), dalam 27 tahun setelah kita meninggal, seseorang yang populer bisa saja mendapat jutaan cerita mitos yang salah satunya diambil sebagai fakta. 

Menurut saya, inilah yang sebenarnya mungkin terjadi. Kita tahu bahwa Galileo Galilei memulai revolusi teori gravitasi sejak awal abad 17, mengubah pandangan manusia bahwa percepatan gravitasi tidak dipengaruhi oleh berat benda. Mulai sejak itu, semua matematikawan yang tertarik dengan gravitasi mencoba membuat teori-teori baru tentang gravitasi. Newton adalah salah satunya. 

Beliau mulai tertarik memikirkan gravitasi di akhir 1660an, dan dari penelitian dan kerja keras selama 20 tahun (yeah 20 tahun, keep it in mind), akhirnya pada 1687 dia menjadi orang pertama yang mengeluarkan teori gravitasi universal-nya yang terkenal itu. 

Jadi Newton adalah orang yang memikirkan sesuatu dengan serius dan bekerja keras menyempurnakan teorinya, bukan orang biasa yang entah bagimana tiba-tiba mendapat ide karena kejatuhan apel dan menulis teorinya dalam waktu singkat. 

Mau tahu seberapa keras kerjanya?

Newton bekerja terlalu keras dan pada akhir hidupnya menjadi agak aneh dan eksentrik. 

Setelah meninggal, otopsi menemukan bahwa tubuhnya mengandung terlalu banyak merkuri, yang mungkin disebabkan oleh ketekunannya mengerjakan penelitian tentang alkimia. Hal inilah yang mungkin menyebabkan keanehan perilaku dalam akhir hidupnya. 

Kenapa cerita-cerita tentang kerja keras ini kurang mendapat perhatian dibanding cerita apel? 

Well,, people like dramas and magics, and instant success. 

Semua orang suka Bedah Rumah dan Uang Kaget bukan? 


"To every action there is always opposed an equal reaction. " 
~Newton~ 


Disarikan dari tulisan:

Kak Fajar Sastrowijoyo, Studied Electrical Engineering at Chungbuk National University, Cheongju,  Korea Selatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar