Senin, 03 Mei 2010

Review Buku: Anakku Tidak (Mau) Sekolah

Anakku Tidak (Mau) Sekolah,
Jangan Takut – Cobalah Home Schooling!


Penulis : Maria Magdalena
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 208 hlm.
Tahun terbit : 2010


Great!
Mungkin itu kata yang paling tepat untuk mengungkapkan secara singkat tentang buku ini. Setelah banyak buku tentang home schooling diterbitkan, baik yang ditulis oleh praktisi maupun pemerhati home schooling, bisa saya katakan, buku ini lebih transparan menggambarkan latar belakang dan praktik nyata sehari-hari seorang praktisi home-education/home schooling.

Meski setiap keluarga home-ed memiliki ciri khas yang berbeda-beda, namun apa yang digambarkan penulis dalam buku ini setidaknya akan menjadi contoh bagaimana realitas umum sebuah keluarga home-ed/schooler. Mereka, dengan segala kelebihan dan kekurangannya mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk pendidikan anak-anaknya dengan cara yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang.

Satu dari banyak hal menarik yang saya temukan pada buku ini adalah kejujuran penulis untuk mengungkapkan proses yang penulis jalani layaknya bayi dalam menempuh fase motoriknya. Mereka merayap, merangkak, dan terus beranjak mencapai kemajuan dengan banyak belajar dari kesalahan dan bersemangat untuk memperbaiki hal-hal yang kurang.

Inilah ungkapan yang sangat saya suka dari buku Mbak Maria Magdalena, “ Waktu itu saya belum memahami bahwa sebaiknya anak dipandang dari kompetensi dan keunikannya, bukan pada kemampuannya berkompetisi atau menyamakannya dengan teman sebayanya. Lagipula, lebih memandang kompetisi akan membuat kita terjebak pada ketidakpedulian akan kebahagiaan anak serta terjebak dalam pemikiran yang lebih mementingkan hasil daripada proses.” (hlm. 30-31)

Dengan sebuah kesadaran bahwa tak ada orang tua yang sempurna, dan demikian juga setiap anak punya kekurangan dibalik kelebihannya, penulis mencoba meyakinkan pembacanya, bahwa sesungguhnya tak perlu takut untuk mencoba meski kemudian salah, dan tak perlu patah semangat hanya karena belum berhasil. Maju terus! Dengan belajar semuanya akan berubah menjadi lebih baik.

Pengalaman penulis dalam belajar mengatur waktu antara mendampingi anak, bekerja (di rumah) untuk kebutuhan ekonomi, aktualisasi diri dengan berkarya dan bermasyarakat, serta berkomunitas, juga dapat menjadi inspirasi bagi para ibu yang berniat menjalankan home-education/home schooling. Jempol 2 buat buat Mbak Maria untuk upaya kerasnya.

O’ya, karena buku ini lebih banyak berbasis pengalaman daripada teori, pembaca juga bisa mengetahui langsung bagaimana pengaturan biaya dalam menjalankan home-education. Terlebih jika bergabung dengan komunitas praktisi home-ed, baik di dunia maya maupun support grup di dunia nyata, orang tua home-ed akan mendapatkan banyak informasi tentang sumber pembelajaran yang murah tapi bermutu. Tentunya, karena tak semua peminat home-ed memiliki dana banyak untuk membayar fasilitas dan kurikulum yang mahal-mahal.

Pada akhirnya, saya menyimpulkan buku ini sangat layak dibaca oleh peminat home-education/schooling untuk memperoleh gambaran (bagaimana memulai, seperti apa tingkat kesulitan, tingkat manfaat, dan kemudahan-kemudahan home-ed). Dan buku ini juga bagus dibaca oleh mereka yang sudah menjalankan home-ed untuk memperkaya inspirasi.

Jadi, cermati baik-baik cover bukunya. Hapalkan judulnya, dan ingat nama penulisnya. Anda tak tak rugi membeli buku ini. Happy hunting! ^_^

Minggu, 02 Mei 2010

TPA Pelangi Kidz Siap Menerima Penitipan Anak

LUBUKLINGGAU-Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak dini. Tempat Penitipan Anak (TPA) Pelangi Kidz, Jalan Garuda No 02, Rt 08 Kelurahan Bandung Ujung Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang paling tepat untuk memenuhi semua itu.
Kepala TPA Pelangi Kidz Jeannita Sri A Purba, mengatakan Pelangi Kidz memberikan metode bermain dan belajar yang memacu anak untuk mempergunakan seluruh fungsi otaknya secara kreatif, terampil, gembira, sambil memperoleh pengetahuan. “Dengan media belajar yang atraktif dan interaktif, anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mudah diserap dan tersimpan dalam memori otaknya,” kata Jeannita Sri A Purba, kepada koran ini, Sabtu (1/5).
Dia menambahkan, Pelangi kidz juga bentuk pengelompokan anak. Sehingga dengan pengelompokan itu akan memberikan anak pengalaman belajar yang menyenangkan. Dalam pengelompokan tersebut, yakni Baby House (pengelompokan usia 3 bln < 2 tahun), Todler (kelompok usia 2 tahun hingga < 4 tahun), dan play group (kelompok usia 4 tahun < 6 tahun).
“Untuk pengembangan keterampilan anak, kita melatih anak untuk pengenalan hurup dan angka, toilet training, kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, kemampuan psikomotor kecekatan tubuh, kemampuan kreatifitas anak, dan kemampuan membaca Iqro. Kemudian, pembentukan sikap dan prilaku anak, serta book reading (membaca buku cerita),” jelasnya. 
Selain itu, menurut Jeannita Sri A Purba, TPA Pelangi Kidz juga bekerjasama dengan Puskesmas Perumnas Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Guna memberikan layanan kesehatan kepada anak berupa, pemeriksaan kesehatan dan gigi oleh dokter secara berkala, message (pijat) bayi oleh tenaga fisioterapi yang berpengalaman. Bukan itu saja, anak juga mendapat penyuluhan kesehatan manajemen terapi balita sakit (MTBS), penanganan darurat dan on-call dokter apabila ada anak yang sakit. “Secara berkala para orang tua dan pengasuh melakukan pertemuan bersama untuk mengoptimalkan perkembangan anak,” katanya.
Mengenai sarana dan prasarana, lanjut Jeannita Sri A Purba, TPA Pelangi Kidz memiliki gedung dilengkapi dengan ruang tidur, ruang makan, satu kamar mandi/WC anak, satu kamar mandi untuk orang dewasa (pendidik, pengelola, dan pengasuh), satu dapur dan ruang kantor. “Untuk sarana penunjang, TV, kulkas, tempat tidur, kasur box, rak buku dan lain-lain,” ujarnya.
Mengenai syarat penitipan bayi dan anak, orang tua diharuskan menyerahkan fotocopy KTP suami/istri satu lembar, pas photo suami istri 2x3 dan 3x4 2 lembar. Selanjutnya membayar biaya penitipan anak, untuk pendaftaran Rp 25.000 (mendapat member card) dan uang pangkal Rp 300.000. “Untuk louncing Pelangi Kidz akan dilaksanakan Rabu (19/5) mendatang,” Imbuhnya.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi, TPA Pelangi Kidz, Jalan Garuda No. 02 RT 08, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, dengan Kode Pos 31612.(16)

306 Siswa SMP Ikuti OSN Tingkat Kabupaten/Kota

LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 100 siswa SMP Kota Lubuklinggau dan 206 siswa SMP Kabupaten Musi Rawas (Mura) ikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP. Untuk pemenang olimpiade tersebut, akan mewakili OSN tingkat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (1/6). 
Kegiatan itu berlangsung di SMPN B Srikaton Tugumulyo dan SMPN 2 Lubuklinggau, Sabtu (1/5). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mura, Edi Iswanto, melalui Kabid Dikdas Imam Hanafi, mengatakan kepada wartawan koran ini, ke 206 orang siswa tersebut terdiri dari 53 siswa ikuti OSN pada Mata pelajaran matematika, 53 siswa ikuti mata pelajaran Fisika, 52 siswa ikuti mata pelajaran biologi dan 48 siswa ikuti mata pelajaran IPS. Kesemua siswa tersebut berasal dari sekolah yang ada dilingkungan pendidikan kabupaten Mura,” dikatakannya kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Sabtu (1/5).  
Untuk itu pengawas OSN Disdik Palembang, Effendi mengatakan, mengenai hasil OSN ini akan di umumkan tiga minggu setelah pelaksanaan kegiatan ini. Sebab dalam pengoreksian lembar jawaban OSN ini, kita lakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Dengan demikian kita akan menemukan siswa yang memang benar-benar bermutu,” ungkapnya ketika di jumpai wartawan koran ini di SMPN B Srikaton Tugumulyo.
Mengenai penilaian siswa untuk mewakili kabupaten/kota, pihaknya mengambil kriteria siswa yang tergolong dalam lima belas besar atau satu sampai lima belas. Namun jika tidak ada maka diurutkan dengan ranking 1 hingga 3. “Kita berharap dengan sistem ranking tersebut dapat mengaharumkan image kota/lkabupaten kita,” harap Effendi. 
Sementara itu, hal yang sama dikatakan Kadisdik Lubuklinggau, Septiana Zuraidah melalui Kabid Dikmenti Agusni Effendi didampingi Kasi Kurikulum Romli, membenarkan peserta yang menang pada OSN tingkat SMP tersebut akan dikirim kepalembang. “untuk pengumunan akan diumumkan tiga minggu setelah pelaksanaan OSN,” Pungkasnya.(16)

306 Siswa SMP Ikuti OSN Tingkat Kabupaten/Kota

LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 100 siswa SMP Kota Lubuklinggau dan 206 siswa SMP Kabupaten Musi Rawas (Mura) ikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP. Untuk pemenang olimpiade tersebut, akan mewakili OSN tingkat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (1/6). 
Kegiatan itu berlangsung di SMPN B Srikaton Tugumulyo dan SMPN 2 Lubuklinggau, Sabtu (1/5). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mura, Edi Iswanto, melalui Kabid Dikdas Imam Hanafi, mengatakan kepada wartawan koran ini, ke 206 orang siswa tersebut terdiri dari 53 siswa ikuti OSN pada Mata pelajaran matematika, 53 siswa ikuti mata pelajaran Fisika, 52 siswa ikuti mata pelajaran biologi dan 48 siswa ikuti mata pelajaran IPS. Kesemua siswa tersebut berasal dari sekolah yang ada dilingkungan pendidikan kabupaten Mura,” dikatakannya kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Sabtu (1/5).  
Untuk itu pengawas OSN Disdik Palembang, Effendi mengatakan, mengenai hasil OSN ini akan di umumkan tiga minggu setelah pelaksanaan kegiatan ini. Sebab dalam pengoreksian lembar jawaban OSN ini, kita lakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Dengan demikian kita akan menemukan siswa yang memang benar-benar bermutu,” ungkapnya ketika di jumpai wartawan koran ini di SMPN B Srikaton Tugumulyo.
Mengenai penilaian siswa untuk mewakili kabupaten/kota, pihaknya mengambil kriteria siswa yang tergolong dalam lima belas besar atau satu sampai lima belas. Namun jika tidak ada maka diurutkan dengan ranking 1 hingga 3. “Kita berharap dengan sistem ranking tersebut dapat mengaharumkan image kota/lkabupaten kita,” harap Effendi. 
Sementara itu, hal yang sama dikatakan Kadisdik Lubuklinggau, Septiana Zuraidah melalui Kabid Dikmenti Agusni Effendi didampingi Kasi Kurikulum Romli, membenarkan peserta yang menang pada OSN tingkat SMP tersebut akan dikirim kepalembang. “untuk pengumunan akan diumumkan tiga minggu setelah pelaksanaan OSN,” Pungkasnya.(16)

306 Siswa SMP Ikuti OSN Tingkat Kabupaten/Kota

LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 100 siswa SMP Kota Lubuklinggau dan 206 siswa SMP Kabupaten Musi Rawas (Mura) ikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP. Untuk pemenang olimpiade tersebut, akan mewakili OSN tingkat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (1/6). 
Kegiatan itu berlangsung di SMPN B Srikaton Tugumulyo dan SMPN 2 Lubuklinggau, Sabtu (1/5). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mura, Edi Iswanto, melalui Kabid Dikdas Imam Hanafi, mengatakan kepada wartawan koran ini, ke 206 orang siswa tersebut terdiri dari 53 siswa ikuti OSN pada Mata pelajaran matematika, 53 siswa ikuti mata pelajaran Fisika, 52 siswa ikuti mata pelajaran biologi dan 48 siswa ikuti mata pelajaran IPS. Kesemua siswa tersebut berasal dari sekolah yang ada dilingkungan pendidikan kabupaten Mura,” dikatakannya kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Sabtu (1/5).  
Untuk itu pengawas OSN Disdik Palembang, Effendi mengatakan, mengenai hasil OSN ini akan di umumkan tiga minggu setelah pelaksanaan kegiatan ini. Sebab dalam pengoreksian lembar jawaban OSN ini, kita lakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Dengan demikian kita akan menemukan siswa yang memang benar-benar bermutu,” ungkapnya ketika di jumpai wartawan koran ini di SMPN B Srikaton Tugumulyo.
Mengenai penilaian siswa untuk mewakili kabupaten/kota, pihaknya mengambil kriteria siswa yang tergolong dalam lima belas besar atau satu sampai lima belas. Namun jika tidak ada maka diurutkan dengan ranking 1 hingga 3. “Kita berharap dengan sistem ranking tersebut dapat mengaharumkan image kota/lkabupaten kita,” harap Effendi. 
Sementara itu, hal yang sama dikatakan Kadisdik Lubuklinggau, Septiana Zuraidah melalui Kabid Dikmenti Agusni Effendi didampingi Kasi Kurikulum Romli, membenarkan peserta yang menang pada OSN tingkat SMP tersebut akan dikirim kepalembang. “untuk pengumunan akan diumumkan tiga minggu setelah pelaksanaan OSN,” Pungkasnya.(16)

SMP SSN Ikuti Workshop Supervisi dan Evaluasi

LUBUKLINGGAU-Sebagai tindak lanjut supervisi dan evaluasi 2010 terhadap SMP Sekolah Standar Nasiona (SSN) angakatan 2008-2009, maka Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, menyelengarakan workshop evaluasi program SMP SSN. 
“Setiap SMP SSN menugaskan dua orang, meliputi kepala sekolah dan penanggungjawab program SSN di sekolah, untuk mengikuti workshop yang akan dilaksanakan di lima regional. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahap, sesuai dengan daftar dan jadwal yang telah disusun ,” katakan Kepala Dinas Pendidikan Septiana Zuraidah, melalui Kabid Dikmenti, Agusni kepada Wartawan Koran Ini di ruang kerjanya, Sabtu (1/5).
Dalam kegiatan workshop tersebut, lanjutnya, mengedepankan kegiatan yang terdiri dari evaluasi diri terhadap pengembangan dan pelaksanaan program SMP SSN. Kemudian berbagi pengalaman lapangan mengenai pelaksanaan program dimasing-masing SMP SSN, penyamaan persepsi dan penggalangan dukungan dari pihak-pihak terkait dalam pengembangan SMP SSN, serta penyempurnaan kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tahun 2010, dan identifikasi permasalahan SMP SSN.
Mengenai biaya untuk workshop evaluasi dan supervisi SMP SSN 2010, seperti biaya ransportasi pergi pulang (PP) dan akomodasi selama kegiatan workshop ditanggung Direktoral Pembina Sekolah Menengah Pertama, dengan menunjukkan bukti transportasi dan boarding pass bagi pengguna pesaat,” jelasnya.
Kegiatan itu berlangsung di Hotel Furaya Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Senin (3/5) hingga Jumat (7/5). 
“Untuk perwakilah Kota Lubuklinggau terdiri dari SMP Al-Ihklas Lubuklinggau, SMP Negeri 2 Lubuklinggau, SMP Negeri 5 Lubuklinggau, SMP Negeri 6 Lubuklinggau, dan SMP Negeri 7 Lubuklinggau,” paparnya.
Perlu diketahui, saat mengikuti workshop peserta harus mentaati aturan, seperti peserta harus hadir sebelum acara pembukaan, kemudian peserta yang terlambat akan dipulangkan dengan biaya sendiri. “Untuk kesiapan peserta mulai dari kehadiran sampai dengan akhir kegiatan workshop menjadi tolak ukur layak atau tidak SMP tersebut menerima Block Grant Program (BGP) lanjutan tahun anggaran 2010,” jelasnya.(16)
   

Harapan Itu Masih Ada

Teruntuk Negeriku Bumi Nusantara

Karena Pendidikan Untuk Peradaban


Duhai Sahabatku

Seringkali Kita Menganggap Apa yang Kita Lakukan

Hanyalah Sesuatu yang kecil dan tak berarti

Namun Ingatlah Kawan

Bahwa Setetes Air

Akan Sangat Berharga Bagi Orang yang Dahaga Kehausan

Bahwa Suatu Puzzle Tak Akan Lengkap Bila Satu Kepingannya Tak Ada

Maka Bersyukurlah atas apa yang telah kita dapat lakukan

Mari Kita buat langkah-langkah kecil itu

Teruslah Melangkah.,.,dan Melangkah.,.

Berlarilah.,.Terus Berlari.,,., Terjang dan Terobos Segala Ketakutan Kita

Beranilah Bermimpi

Beranilah Bermimpi Besar

Beranilah Menjadi Kreatif

Beranilah Menjadi Sabar

Rasakan dengan Sepenuh Hati

Karena dengan Itu





Matahari yang Panas itu Akan Dapat Kita Genggam

Janganlah Selalu Jadi Penonton

Tujulah Lapangan Pertandingan

Jadilah PEMAIN KEHIDUPAN

Jangan Pernah MENYERAH


Ucapan Terima Kasih Kepada:

Kang Danang A. P.