Kamis, 08 September 2011

13 Guna Garam Selain Bumbu Masak

Garam Dapur
Garam, walau sejumput masih tetap layak dibahas bukan ? Terutama untuk kaum Ibu.
Garam digunakan dalam sejarah kehidupan manusia, dapat dijumpai di mana-mana dan murah.
Ditambang dari batuan garam dan diekstrak dari air laut dan anda tidak bisa hidup sehat tanpa itu. Juga kesehatan anda akan terganggu jika terlalu banyak mengkonsumsinya.

Mari kita bahas 13 keistimewaan garam yang mengejutkan selain menjadi bumbu masak Bu;

1. Mencegah semut
Taburkan garam di pintu-pintu, kusen jendela dan tempat lain yang digunakan semut untuk menyelinap   masuk ke rumah Anda. Ini adalah cara pasti untuk menjaga mereka tetap berada di luar rumah anda.

2. Membunuh rumput liar yang tidak anda inginkan atau yang tumbuh di retakan di halaman Anda.
Lelah menyiangi halaman Anda? Taburkan garam pada rumput dan menuangkan air yang sangat panas di atasnya. Tidak hanya menjadi cara yang efektif untuk membunuh tanaman yang tidak diinginkan tapi juga ramah lingkungan.

3. Say goodbye untuk kutu
Jika hewan peliharaan Anda berkutu, cukup memandikannya dengan air garam. Jika Anda khawatir anjing Anda mungkin telah membawa kutu ke rumah Anda dan telah mengkontaminasi karpet, cukup taburi karpet Anda dengan garam bubuk dan terakhir vakum secara menyeluruh.

4. Membersihkan telur pecah.
Jika Anda menjatuhkan telur di lantai dapur, taburkan garam pada kekacauan yang ditimbulkannya, diamkan selama 20 menit. Anda bisa membersihkannya tanpa noda sedikitpun yang ditinggalkan.

5. Membersihkan tumpahan dalam oven atau tumpahan kue.
Jika kue atau gelembung masakan di dalam oven tumpah ruah dari tempatnya, tuangkan segenggam garam di atas tumpahan. Panaskan lagi menjadi menjadi kerak bersihkan setelah itu didinginkan.

6. Bersihkan bintik-bintik coklat karat dari besi Anda
Cukup taburkan garam pada selembar kertas lilin, geser besi di atasnya dan gosok ringan dengan cat perak. Besi Anda akan terlihat seperti baru dalam waktu singkat.

7. Hapus noda dari teko dan cangkir kopi Anda
Isi dengan 1 / 4 cangkir garam bubuk dan selusin batu es. Aduk dan biarkan diam selama setengah jam, isi dengan air dingin dan bilas. Teko kopi Anda akan terlihat seperti baru.

8. Hindarkan kaca mobil dari embun.
Celupkan spons ke dalam air garam dan gosokkan pada kaca maka embun tidak akan menempel bahkan pada suhu dan kelembaban yang sangat dingin.

9. Lebih mudah untuk melepas kulit ari kacang.
Rendam kacang setelah anda rebus untuk digoreng. Cara ini akan memudahkan anda melelpaskan kulit arinya sebelum anda menggorengnya.

10. Mengawetkan lilin.
Jika Anda merendam lilin baru dalam larutan garam kuat untuk beberapa jam, kemudian mengeringkannya dengan baik, maka lilinnya akan awet dan tidak cepat meleleh disaat anda membakarnya. (terutama saat ini listrik sering dipadamkan)

11. Menjinakkan api pemanggang yang menyala liar.
Tabur sedikit garam pada api pemanggang yang menyala karena lemak yang menetes dari panggangan. Ini akan mengurangi api dan menenangkan asap tanpa mematikan bara api seperti air.

12. Mengobati sengatan lebah
Basahi bagian tubuh yang tersengat, kemudian tutupi dengan taburan garam.

13. Menghentikan kebakaran karena minyak.
Tuangkan garam di atas api minyak yang menyala dan lihat hasilnya.

14. Menetralisir masakan yang terlalu manis ataupun terlalu pedas.
Jika sup atau rebusan terlalu manis atau terlalu pedas, tambahkan saja sedikit garam.

Katanya 13 kok jadi 14 ? Tanya kenapa.....

Rabu, 07 September 2011

Sejarah Pembangunan Menara Eiffel

Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel) merupakan sebuah menara besi yang di bangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris.
Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia. Struktur ini dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis.
Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Baecelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok dengan kota itu.
Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu pada tahun 1889. Menara ini diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889, dan dibuka tanggal 6 Mei.
Tiga ratus pekerja menggabungkan bersama 18.083 bagian besi benam (bentuk murni dari besi struktural), menggunakan dua setengah juta paku, dalam bentuk struktural oleh Maurice Koechelin. Resiko kecelakaan sangat besar, untuk pencakar langit modern yang tak biasa menara ini terbuka tanpa tingkat tengah kecuali dua platform. Tetapi karena Eiffel mengambil sikap hati-hati, termasuk penggunaan takal bergerak, rel bantu dan layar, dan dalam hal ini hanya satu yang meninggal.
Menara ini mendapat berbagai kritik dari masyarakat ketika di bangun, menyebutnya mengganggu mata. Surat kabar harian dipenuhi dengan surat kritik dari komunitas seni di Paris.
Eiffel memiliki izin berdiri menara selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar tahun 1909, ketika kepemilikannya diserahkan kepada Kota Paris.
Kota telah berencana meruntuhkannya (bagian dari peraturan kontes asli untuk merancang menara yang mudah di runtuhkan) tapi setelah menara ini terbukti mendatangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa.  LANJUT


Sebagai contoh, Militer menggunakannya untuk mengatur taksi Paris di garis depan selama Pertempuran Marne Pertama, dan menjadi monomen kemenangan pertempuran itu pkerja ada 300 orang hanya satu orang yang meninggal, menggunakan dua setengah juta paku,dan menggabungkan 18.083 bagian besi benam (bentuk murni dari besi struktural).
Perawatan menara terdiri dari pengadaan 50 hingga 60 ton cat setiap tujuh tahun untuk menjaganya dari karatan. Menara ini merupakan menara tertinggi ke-5 di perancis.
Berikut gambar dari tahapan pembangunan Menara Eiffel :








Senin, 05 September 2011

Membangun Kota Banjar yang Ber-IMTAQ dan Ber-IPTEKS

Keluarga Besar Forsalim

Visi

Kota Berwawasan IPTEKS

Misi



Strategi





Kota Banjar Masa Depan, sebagai kota baru, akan mempunyai keunikan desain yang berbeda dengan Kota baru lainnya, yaitu dengan menghadirkan visi dan spirit sebagai KOTA PENDIDIKAN yang BER-IMTAQ dan BERIPTEK dan Berseni Budaya, yang akan memberikan kontribusi kepada seluruh penghuni dan masyarakat Kota Banjar.

Spirit pendidikan ini akan disebar pada keseluruhan proyek, baik secara masterplan maupun segmental, yang juga menempatkan institusi formal seperti sekolah dan universitas maupun informal, dengan menghadirkan taman-taman bertema, pusat ilmu pengetahuan & teknologi.

Pembangunan Kota Mandiri akan mengakomodasikan beberapa fungsi yang berkaitan satu dengan yang lainnya, seperti : HUNIAN, terdiri dari perumahan berkepadatan rendah, menengah dan tinggi, condominium, apartemen, town house yang dilengkapi dengan fasilitas kota.

Sarana Ibadah, Mesjid dan sebagainya.

Pusat Kesehatan dan Olahraga

BISNIS, seperti Office Parks, Open Mall, hotel, ritel, dsb.

REKREASI, seperti arena rekreasi air, jogging track, hotel resor, pasar seni, dsb.

SARANA PENDIDIKAN, yang akan tersedia dari group bermain anak-anak (Play Group) hingga universitas.

Jumat, 02 September 2011

Pemakan Cabe Cenderung Cerdas




Obama Sangat Suka Makanan Pedas (sambal)

Konon kata orang pemakan makanan pedas identik dengan orang cerdas ,
kalau makan apa saja dimana saja seorang pencinta makanan pedas , pasti
nyarinya cabe/saos sambal adalah ciri ciri orang genius atau IQ diatas
non pemakan makanan pedas , entah benar atau tidak ?



Hal ini sudah kita sering lihat rata-rata pengkomsumsi makanan pedas
refleksnya cepat & sudah terlatih indra perasanya , terutama pada
lidah.



1.Ketika diberi Makanan yang sangat pedas , Mereka bisa dapat mengontrol
tingkat kepedasan dalam mulut , tanpa perlu tergesa-gesa mencari
penawarnya , lalu cenderung menambah pedas makanan.



2.Pemakan makanan pedas/cabe lebih terlihat santai daripada Orang yang tidak Memakan Cabe.



3.Pemakan makanan pedas/cabe tidak terlalu banyak untuk memperdulikan jenis Makanan secara variatif/Cuek.



4.Komsumsi Makan Orang pedas cenderung lebih banyak.



5.Pemakan cabe lebih mudah mengontrol emosinya.



6.Berat badan biasanya lebih dari rata-rata non pemakan cabe.



7.Wajahnya lebih berseri.



8.Jantung lebih kuat.



9.Jauh dari penyakit Kanker.





10.Lebih banyak berimprovisasi.



11.Pemakan cabe lebih kritis & Biasanya sangat tanggap.



12.Pemakan cabe cenderung lebih Kreatif.



13.Optimis.



14.Pemakan cabe cenderung lebih sehat daripadi non pemakan cabe/pedas.



15.Pemakan cabe lebih cepat bertindak dalam melakukan suatu hal.



16.Cara bicara lebih ketus dan tajam.


So jika anda merasa sedikit genius dan anda bukan pemakan cabe, anda adalah pengecualian.

Kamis, 01 September 2011

Asyiknya Meneliti

Mari Kita Mengenalkan Penelitian pada Anak-Anak

"Proses Berkpikir Kreatif pada anak akan bertambah dengan kegiatan-kegiatan Pembelajaran yang bersifat penemuan"
~Arip~

Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pihak guru dan sekolah karena mereka memang dituntut dengan kurikulum baku yang telah diwajibkan oleh DIKDASMEN kementrian pendidikan nasional.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak sekolah menjadikan ujian nasional sebagai suatu tujuan utama tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang tidak kalah penting. Aspek lain seperti peningkatan motivasi anak untuk melakukan penelitian, mengenal karya seni dan berbagai hal lain yang menarik kurang mendapat perhatian oleh pihak penyelenggara pendidikan.

Sistem pendidikan di negara kita memang menuntut seperti itu sehingga pihak sekolah mau tidak mau harus ikut dalam arus pola pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai semu dari mata pelajaran yang diberikan. Banyak nilai tersebut hasil dari perahan otak anak untuk menghafalkan tentang suatu hal yang sebenarnya tidak perlu.

Saya masih ingat bahkan ibukota suatu negara dijadikan pertanyaan dalam sebuah ujian.

Pengetahuan seperti itu sebenarnya tidak perlu dipaksakan kepada anak, mereka akan mengetahui dengan sendirinya kelak saat mereka rajin membaca berita atau browsing di internet tentang suatu negara.

Alangkah lebih berartinya jika pelajaran geografi digunakan untuk mempelajari hal lain dari geografi yang tentunya banyak yang lebih menarik daripada menghafalkan nama ibukota negara.

Penyampain mengenai manfaat ilmu geografi, pengenalan teknik-teknik pemetaan dan cara membaca peta, pengenalan aplikasi-aplikasi yang menarik seperti Geographic Information System dengan video-video yang sederhana dan banyak bahan menarik lainnya yang dapat diberikan.

Ditulis oleh:

Dhidik Prastiyanto


Powered by:

Banjar Innovation Research & Development School

Senin, 29 Agustus 2011

Perjalanan di Bulan Ramadhan 1

Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". (Ar Ruum : 42)




Ayat senada akan kita temukan juga pada Al Quran surat Al Israa':37, Al Hajj:46, Ar Ruum:9, Al An'am:11, dan Ali Imran:137. Tanpa sadar, anjuran untuk melakukan perjalanan di muka bumi ternyata begitu sering diungkapkan dalam Al Quran. Karena itulah, kami coba manfaatkan masa perjalanan jelang idul Fitri ke sanak family di pulau Sumatera dengan sebaik-baiknya. Kami usahakan agar perjalanan tersebut memberi manfaat untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kemampuan bertadabur, menyelami makna-makna lewat segala sesuatu yang kami alami, kami lihat, dan dengar sepanjang perjalanan.





Sejak 19 Agustus 2011, kami sudah berada di Payukumbuh, Sumatera Barat. Memang terlalu jauh dari jadwal idul fitri, tapi banyak ketenangan yang dirasakan karena hal itu. Jalanan belum macet, kendaraan bisa melenggang bebas. Selama 8 hari kami berada di Payakumbuh, di sela-selanya kami bisa berkunjung ke Bukittinggi melihat-lihat tempat khas di sana.



Bagi anak-anak hal tersebut seperti hal baru lagi. Pernah kami ke sana saat mereka masih kecil. Memori mereka tentang hal tersebut mungkin sudah memudar. Kami berkunjung melihat jam gadang, istana bung hatta, dan lobang jepang, sekaligus memandangi ngarai sianok yang terkenal itu.



Saat memasuki gerbang lobang jepang, rasa penasaran Luqman meningkat. Mengapa disebut lobang jepang, apa yang yang dilakukan jepang di indoenesia, dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Momentum belajar pun begitu pas, apalagi bertepatan dengan hari proklamasi kemerdekaan. Kami bisa cerita tentang masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia dan berbagai peristiwa. Belum lengkap memang, tapi hal itu memunculkan daya tarik untuk belajar sejarah sendiri setelah pulang, seperti yang selama ini sering terjadi.



Kelebihan yang terasa belajar sejarah lewat cerita ketimbang hanya menyalin catatan dari buku pelajaran sejarah saat saya sekolah dulu, anak-anak jadi terlihat antusias, bebas bertanya, bebas dari beban untuk menghafal, dan tentu saja bisa lebih leluasa mengait-ngaitkan dan menanamkan nilai-nilai heroisme secara lebih mendalam.





Mengenal Budaya


Jika anak-anak hanya tinggal di satu tempat tanpa mengenal daerah-daerah lain, pastinya mereka hanya mengenal budaya yang homogen. Hal itu sedikit menyulitkan mereka ketika suatu hari harus beradaptasi di tempat yang berbeda. Saya kini malah merasakan pentingnya program pengenalan lintas budaya dengan mengunjungi banyak daerah yang berbeda. Dari sana anak-anak akan belajar tentang memahami, mengenal alternatif, dan mengharagai orang lain. Bahkan, tak jarang banyak kebiasaan positif di daerah lain bisa menginspirasi mereka untuk menemukan hal-hal baru



Yang paling saya rasakan, anak-anak benar-benar mengalami adaptasi terhadap makanan. Kami yang tinggal di tanah Sunda dan lebih sering makan makanan Sunda harus mau mencoba makanan yang disediakan tuan rumah, tidak menyulitkan mereka. Sebenarnya ada kontras tajam antara makanan Sunda dan Minang, tapi ternyata pengetahuan sebelumnya tentang menghargai makanan yang disajikan membuat adaptasi terjadi lebih mudah dan alami.



Hal lainnya? Insya Allah akan saya ceritakan pada tulisan ke-2. Perjalanan kami ke Aceh Selatan pada tanggal 26 Agustus 2011 tak kalah menakjubkan dan memberi banyak pelajaran.









Minggu, 21 Agustus 2011

Sambutan Presiden RI pada Silaturahim dengan Paskibraka



SAMBUTAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA SILATURAHIM

DENGAN PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA,

PASUKAN KEHORMATAN TARUNA AKADEMI TNI DAN AKPOL,

PADUAN SUARA DAN ORKESTRA GITA BAHANA NUSANTARA,

PARA TELADAN NASIONAL, SERTA PESERTA LOMBA DAN PAMERAN KEBUDAYAAN INDONESIA TAHUN 2011

TANGGAL 18 AGUSTUS 2011

DI JI EXPO KEMAYORAN, JAKARTA




Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua



Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Herawati Boediono,

Para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II,

Panglima TNI dan Kapolri, beserta Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, dan Kepala Staf Angkatan Udara,

Para pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian,

Para teladan, para putra-putri bangsa berprestasi, para juara lomba, para partisipan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2011,

Hadirin sekalian yang saya cintai dan saya banggakan,



Alhamdulillah, pada malam hari ini, kita dapat bertatap muka dan bersilaturahim setelah kita bersama-sama mengemban tugas yang amat penting, yaitu memperingati hari kemerdekaan negara yang kita cintai, tepatnya kemarin tanggal 17 Agustus tahun 2011. Saya, atas nama negara dan pemerintah, pertama-tama ingin mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangga saya kepada para teladan dan putra-putri bangsa yang meraih prestasi maupun yang menjadi juara dalam berbagai perlombaan. Boleh tepuk tangan.



Tepuk tangan itu setia, sayang, menghormati kawan-kawan yang mengukir prestasi atau yang berbahagia, yang patut kita berikan tepuk tangan ataupun salut kepada mereka. Saya berharap prestasi yang telah dicapai, yang telah diraih itu dipertahankan, dan ditingkatkan di waktu yang akan datang. Di samping itu, saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas partisipasi dan kontribusi Saudara dalam rangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan kita yang sebenarnya sudah kita mulai sejak tanggal 15 Agustus, 16 Agustus, 17 Agustus, dan hari ini, 18 Agustus. Kita ketahui, dengan tentu mengucap syukur alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, semua rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan, baik yang dilaksanakan di Jakarta, di tingkat pusat, maupun di daerah-daerah, saya mendengar laporan semuanya berjalan baik, aman, dan lancar. Meskipun ini bulan puasa, Bulan Ramadhan, dan umat Islam menjalankan ibadah pada bulan suci ini, tetapi semangat untuk merayakan hari kemerdekaan cukup tinggi. Saya senang, saya bersyukur, dan saya bangga atas semangat dan kesadaran untuk memperingati hari yang paling bersejarah ini.



Tentu ada sejumlah modifikasi, sejumlah penyesuaian, termasuk pengaturan jadwal. Contoh, sebelum jatuh pada bulan puasa, puncak Peringatan Hari Kemerdekaan yang kita laksanakan setiap tahun, sebelum tanggal 17 biasanya diawali dengan lomba pada tingkat SD dan SMP, yaitu lomba mencipta puisi, lomba melukis, lomba mencipta lagu, dan lomba desain batik. Tetapi karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, maka lomba itu akan kita laksanakan Insya Allah pada Bulan September mendatang. Demikian juga, biasanya ada Pawai Budaya Nusantara. Setiap Provinsi akan tampil untuk mengirimkan kontingen budayanya dan melaksanakan pawai di Ibukota Jakarta. Sekali lagi, karena bertepatan dengan bulan puasa, maka ditiadakan, dan penggantinya sebagaimana kita saksikan tadi, yang meraih juara adalah Lomba Foto atau Fotografi pada tingkat nasional. Tentu saja ada sejumlah penyesuaian yang lain, tetapi sekali lagi tidak mengurangi sama sekali kemeriahan dan keagungan dari peringatan hari kemerdekaan ini.



Tujuh tahun terakhir ini, tampilan seni budaya yang ditampilkan di istana, baik Istana Merdeka maupun Istana Negara, setiap tanggal 17 sore dan malam hari nampak makin meriah. Oleh karena itu, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi untuk memeriahkan rangkaian Hari Kemerdekaan kita. Terima kasih.



Saudara-saudara, Putra-putri bangsa teladan dan yang berprestasi,



Usia negara kita genap 66 tahun. Sejak merdeka, pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga hari ini, negara kita terus membangun diri, melakukan perubahan-perubahan yang konstruktif menuju masa depan yang lebih baik. Sejak Indonesia merdeka, Indonesia telah memiliki enam Presiden yang resmi memimpin pemerintahan di negeri ini, mulai dari Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Baharuddin Jusuf Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarno Putri, dan saya. Kesemua pemerintahan, mulai dari Presiden Soekarno hingga saya, dan akan terus berlanjut ke depan, semuanya juga membangun negara ini dan gigih berjuang untuk menuju masa depan yang kita cita-citakan, yaitu Indonesia yang lebih maju, lebih adil, dan lebih sejahtera. Banyak hasil dan capaian yang kita raih dalam pembangunan bangsa sejak merdeka hingga hari ini, meskipun masih banyak pula tantangan dan persoalan yang harus kita jawab dan atasi. Demikianlah hakikat sebuah pembangunan bangsa, sebuah proses panjang, bukan proses satu hari, satu tahun, dua tahun, tetapi proses berlanjut yang dilaksanakan dari satu generasi ke generasi yang lain. Tetapi percayalah, siapapun yang memimpin negeri ini, pemerintahan manapun yang menjalankan roda pemerintahan, akan senantiasa berjuang dan bekerja dengan gigih untuk memajukan kehidupan rakyat Indonesia yang kita cintai bersama.



Saya harus mengatakan bahwa prospek kita di masa depan baik. Marilah kita bersikap optimis bahwa Indonesia di masa depan dengan izin Allah akan lebih baik dari Indonesia sekarang ini. Yang bisa mewujudkan cita-cita besar itu, yang benar-benar bisa menghantarkan negara kita ke arah yang lebih baik tadi, syaratnya adalah kita harus punya keyakinan yang kuat bahwa negeri kita dengan pembangunan yang sungguh-sungguh akan lebih baik, yang kedua diperlukan persatuan dan kebersamaan di antara kita di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Dan, di samping keyakinan dan persatuan tadi, semua warga bangsa harus bekerja dengan sungguh-sungguh, harus bekerja keras, tidak boleh bermalas-malas, agar sekali lagi masa depan kita jauh lebih baik dari masa sekarang. Itulah hakikat dari perjalanan negara yang kita cintai dari tahun ke tahun, dari dasawarsa ke dasawarsa, dan demikian seterusnya.



Saudara-saudara,

Para teladan, para partisipan upacara, dan putra-putri bangsa yang berprestasi,



Dalam pembangunan yang dilakukan oleh bangsa kita di seluruh tanah air, saya mesti mengatakan bahwa negara dan pemerintah tidak pernah berhenti di dalam membangun negerinya, di dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang. Pembangunan ini tidak kita laksanakan asal-asalan, tidak mungkin kita laksanakan tanpa rencana, begitu-begitu saja, tidak mungkin. Ini negara, ini bangsa, yang tentu harus punya masa depan yang baik. Maka, di dalam membangun bangsa, membangun negeri kita, kita telah menetapkan arah, kebijakan, dan program-program pembangunan yang tepat, benar, dan jelas. Semua itu akhirnya, mengapa kita membangun, tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.



Saya ingin mengatakan, bahwa lima tahun ini, 2009 - 2014, di samping pembangunan secara menyeluruh, kita juga menggarisbawahi, mengagendakan, dan memprioritaskan tiga hal. Pertama, kita ingin meningkatkan pembangunan ekonomi di seluruh Indonesia, agar dengan ekonomi yang berhasil, kita bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itu pertama. Yang kedua, kita juga ingin membangun kehidupan politik dan demokrasi yang bermartabat dan membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan yang ketiga, yang tidak kalah pentingnya, kita ingin menegakkan hukum dan keadilan, keadilan bagi semua. Agar dengan tegaknya hukum dan keadilan, negara kita akan menjadi tentram, menjadi damai, dan bebas dari kejahatan, termasuk kejahatan korupsi. Itulah tiga hal yang menjadi prioritas. Saudara tahu, bahkan sebagian ikut menyaksikan, ketika saya menyampaikan pidato di depan DPR RI dan DPD RI tentang anggaran pembangunan yang akan kita alokasikan tahun 2012 mendatang.



Saudara-saudara,



Membangun negeri, menjalankan roda pemerintahan, meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan apa saja yang ada di negeri ini, tentu memerlukan biaya. Biaya itulah yang kita gunakan untuk membangun diri. Rencana pembiayaan itulah yang kita sebut dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Saudara sudah mendengar sendiri, dari tahun ke tahun kita meningkatkan jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kita. Apabila APBN terus meningkat, makin banyak anggaran atau dana yang kita gunakan untuk membangun semua sektor pembangunan di negeri ini. Kalau biayanya makin besar, pengunaan biayanya tepat dan benar, hampir pasti, hasilnya adalah kita bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Dengan penerimaan negara yang makin baik, dengan ekonomi yang terus tumbuh, dengan pengaturan yang tepat, kita juga ingin ke depan terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, termasuk gaji para pegawai.



Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini tahun ketujuh saya memimpin negeri ini, dengan izin Allah dan dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, Saudara tahu, agar penghasilan makin layak, maka gaji setiap tahun terus kita tingkatkan. Termasuk gaji ketiga belas. Dan sejumlah tunjangan bagi yang tepat menerima tunjangan itu. Tetapi, negara, pemerintah, tentu tidak mungkin hanya memikirkan gaji pegawai, termasuk guru, termasuk TNI, termasuk Polri, termasuk pensiunan. Kita juga ingin saudara-saudara kita yang tidak menjadi pegawai juga memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Apakah mereka petani, nelayan, buruh, atau pekerja, atau yang bekerja di swasta, semuanya, kita berharap, kita berjuang, kita berikhtiar, dengan ekonomi yang makin tumbuh, mereka juga bisa menikmati kehidupan yang lebih layak. Itulah yang kita perjuangkan bersama.



Oleh karena itu, dengan Saudara sudah mengetahui perjalanan bangsa kita sejak merdeka, dan apa saja yang kita lakukan dalam pembangunan ini yang akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka marilah kita ciptakan keadaan dalam negeri kita yang baik, politik yang stabil, keadaan sosial yang baik, rukun, dan harmonis, hukum yang tegak, keamanan yang bisa kita pelihara. Kalau semua bisa dijaga, semua ikut bertanggung jawab di seluruh negeri ini, termasuk para pemimpin di daerah, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, sampai Kepala Desa, Lurah, semua ikut bertanggung jawab, ikut bekerja keras, maka keadaan Indonesia akan makin baik, tenang, stabil, tentram, dan dengan kondisi itu kita bisa meningkatkan perekonomian kita lebih maju lagi, sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan Saudara-saudara semua.



Itulah yang harus kita ketahui, itulah yang menjadi tugas kita. Dengan tantangan-tantangan yang kita hadapi, tetapi, saya yakin dengan izin Allah sekali lagi, masa depan kita baik dan marilah tidak kita sia-siakan momentum dan kesempatan sejarah ini untuk bekerja lebih giat lagi, lebih bersatu lagi, lebih rukun lagi, dengan keyakinan diri agar semua pembangunan yang kita laksanakan berhasil dengan baik.



Saudara-saudara,

Putra-putri bangsa teladan, berprestasi, dan yang menjadi juara di berbagai perlombaan,



Akhirnya saya ucapkan selamat kembali ke daerah masing-masing, jaga keselamatan di perjalanan. Ceritakan pengalaman Saudara selama berada di Jakarta sekian hari ini kepada handai taulan dan sanak saudara. Tidak semua mendapatkan izin Tuhan yang Maha Kuasa, lulus seleksi, dan akhirnya bersama-sama kita semua memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Ibukota Jakarta ini. Tolong disyukuri, dan tolong itu menjadi catatan dalam perjalanan hidup Saudara-saudara semua. Saya pada saatnya akan terus berkunjung ke daerah. Sampai ketemu lagi dengan saya, dan semua nanti dan sampaikan salam sayang saya kepada para keluarga yang ada di daerah. Semoga para keluarga mendapatkan lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekian, selamat berjuang, terima kasih. Dirgahayu Republik Indonesia!



Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.