Senin, 03 Maret 2008

ASSESMEN DALAM PENDIDIKAN SAINS



Standar assessmen merupakan kriteria untuk menentukan kemajuan visi pendidikan sains dari seluruh literasi ilmiah. Standar tersebut menggambarkan kualitas assessment practices yang digunakan oleh guru, lembaga, dan agensi federal untuk mengukur prestasi siswa dan kesempatan siswa belajar science. Dengan mengidentifikasi essensi dari karakteristik standar assessment yang digunakan, maka standar tersebut dapat dijadikan petunjuk untuk mengembangkan assesmen lebih lanjut, kegunaannya serta kebijaksanaan-kebijaksanaan. Standar ini juga dapat digunakan untuk assessment terhadap siswa, guru, dan program; untuk memajukan dan mengambangkan kegunaan assessment, dan untuk assessment kelas sebaik skala besar, assessment eksternal. Chapter ini dimulai dengan pengenalan tentang komponen-komponen proses assessment dan beberapa teori pengukuran dan prakteknya. Pengenalan ini disertai oleh penjelasan tentang assesmen standar dan diskusi mengenai cara-cara guru dalam menggunakan assessment dan beberapa karakteristik assessment .



Proses assessment adalah alat yang efektif untuk mengkomunikasikan tujuan dari system pendidikan science yang seluruhnya konsern (terfokus) terhadap pendidikan science.



Dua tujuan dari assessment yaitu, (1) Untuk mengukur pemahaman siswa tentang alam, (2) Untuk mengukur mereka dalam melakukan penelitian.


Visi assessment yang digambarkan oleh National Science Education Syandards, assessment adalah mekanisme feedback primer dalam system pendidikan science. Sebagai contoh, data assessment yang diperoleh siswa merupakan feedback tentang sebaik apakah siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan guru atau orang tua mereka., feedback dengan guru yaitu sebaik apakah siswa mereka belajar, feedback bagi distrik (lembaga) yaitu sebaik apakah efektivitas guru dan program yang dijalankan, dan feedback bagi pembuat kebijaksanaan yaitu sebaik apakah kebijaksanaan mereka berjalan. Feedback tersebut menuntun perubahan dalam system pendidikan science dengan menstimulasi perubahan dalam kenijaksanaan, menuntun pengembangan guru yang professional, dan mendorong siswa untuk memperbaiki pemahaman mereka terhadap science.


Proses assessment adalah alat yang efektif untuk mengkomunikasikan tujuan dari system pendidikan science yang seluruhnya konsern (terfokus) terhadap pendidikan science. Kegunaan dan kebijaksanaan assessment merupakan definisi operasional tentang pentingnya assessment. Asebagai contoh, penggunaan inqury terpimpin untuk assessment memberikan isyarat tentag apa yang dipelajari siswa, bagaiman siswa mengajar, dan dimana sumber-sumber yang digunakan akan diletakkan.


Assessment adalah sistematik, proses multistep yang melibatkan proses mengumpulkan dan menginterpretasi data pendidikan. Empat komponen proses assessment secara rinci dapat dilihat pada gambar 5.1



Seiring dengan perubahan cara berpikir pendidik science tentang cara pendidikan science yang baik, maka pengukuran dalam bidang pendidikanpun berubah menjadi semakin baik. Pengenalan tentang pentingnya assessment untuk pembentukan kembali pendidikan yang kontemporer dikatalisator (dirangsang) oleh penelitian, perkembangan dan implementasi dari metode baru pengumpulan data seiring dengan cara baru yang digunakan untuk menilai kualitas data itu sendiri. Perubahan dalam teori pengukuran dan kebunaanya direfleksikan dalam assessment standar.


Pada bagian ini, assessment dan pengukuran adalah dua sisi yang berbeda dari sebuah koin. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data ditentukan berdasarkan apa yang seahrusnya guru ajarkan dan apa yang seharusnya murid pelajari. Dan ketika siswa ikut serta dalam latihan assessment, maka mereka harus belajar dari hal ini.


Pandangan mengenai assessment ini sangat yakin bahwa hasil yang diperoleh berasal dari assessment yang sampelnya terdiri dari berbagai variable dengan menggunakan metode pengumpulan data yang bermacam-macam pula, dibanding dengan pengambilan sampel yang tradisional darisatu buah variable dengan satu jenis metode. Jadi, Semua aspek dalam prestasi science (Science achievement) – kemampuan untuk meneliti, pemahaman ilmiah tentang alam dan kesatuan science- dapat diukur dengan menggunakan multiple metodhs seperti performance (penampilan) dan portofolio, sebaik conventional pape and pencil tset (tes tulis).


Assessment standar melibatkan penekanan pada kesempatan untuk belajar. Penghargaan terhadap siswa (Student achievement) tergantung pada pengalaman yang mereka peroleh dari program yang berkualitas.


Hal penting lainnya yaitu “authentic assessmen” (assessment otentik). Seruan/ajakan untuk berlatih telah mendekati tujuan outcome dari pendidikan science. Latihan-latihan pada assessment otentik memberikan pengetahuan ilmiah bagi siswa dan dapat menerapkannya pada situasi yang mirip yang akan mereka hadapi diluar kelas, sebaik ketika para ilmuwan melakukannya.


Konseptual lainnya mengenai pengukuran pada bidang pendidikan bahwa assessment science yang melibatkan suatu validitas memiliki implikasi yang signifikan. Validitas tidak saja diperhatikan dalam hal kualitas teknik dari data pendidikan, tetapi juga memperhatikan social dan konsekuensi pendidikan dari interpretasi data.


Assumsi yang penting yang mendasari assessment standard adalah baik Negara bagian (state) maupun local dapat mengembangkan mekanismepengukuran prestasi siswa yang spesifik dalam content standard (standar isi) dan mengukur kesempatan untuk belajar science dalam program dan system standar. Jika prinsip-prinsip dalam assessment standar dipenuhi, maka informasi yang dihasilkan dari cara baru pada suatu assessment yang digunakan secara local dapat memiliki arti dan nilai dalam standar nasional, meskipun prosedur dan instrument yang digunakan berbeda. Ini sangat kontras dengan pengukuran pendidikan secara tradisional yang melakukan pengukuran dengan jenis tes yang sama sehingga hasilnya hanya akan menunjukkan perbandingan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar