Minggu, 15 November 2009

"KNOW HOW" TENTANG MUTU PENDIDIKAN

Informasi selama ini yang kita dapatkan cenderung skeptis dengan wajah pendidikan di tanah air. Banyak hasil pooling yang selalu menempatkan kita menjadi urutan kesekian dari sekian negara yang dijadikan sampel dari populasi survey mereka. Hebatnya, pendapat seperti ini lebih kuat daya hasutnya bagi kita untuk mempercayainya begitu saja dan ironisnya lagi pemberitaan positif anak-anak Bangsa kita yang sukses dalam berbagai olimpiade sains tingkat dunia sangat singkat publikasinya sehingga mempunyai daya hasut yang lemah dibandingkan dengan info skeptis tadi.
Jika kita kaji lagi sistim pemberitaan yang berlawanan ini, tidak selamanya salah dan belum tentu sepenuhnya benar. Mengapa demikian ? Sebab daya hasut yang kuat dari pandangan skeptis tadi disebabkan oleh kenyataan yang lebih umum dibandingkan dengan prestasi Internasional yang kita capai.
Pertanyaan selanjutnya, mengapa kualitas SDM kita rendah, karena mutu pendidikan kita rendah. Bicara mutu pendidikan, maka pendidikan formal di sekolah lah yang harus lebih banyak mendapat sorotan. Karena pendidikan di sekolah dilaksanakan secara terencana dan sistematis, sehingga seharusnya lebih banyak memberi kontribusi pada kualitas pendidikan. Itu artinya, kualitas pembelajaran yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita selama ini rendah. Karena inti dari proses pendidikan di sekolah adalah pada pembelajaran di kelas. Pola pikir seperti inilah yang pernah dilontarkan oleh senator Amerika, John F. Kennedy pada tahun 1967, pada saat Amerika Serikat merasa kalah oleh Rusia yang lebih dulu meluncurkan roketnya ke luar angkasa. Saat itu Kennedy mengajukan pertanyaan ”Apa yang salah dengan pembelajaran kita di kelas?”
Mutu pada pendidikan bukanlah tingkat klasifikasi atas kualitas kelayakan barang tetapi layanan, di mana mutu harus dapat memenuhi kebutuhan, harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya terletak pada peserta didik. Mutu pendidikan akan berkembang seirama dengan tuntutan kebutuhan hasil pendidikan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pengelolaan sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan memerlukan suatu komitmen yang penuh kesungguhan dalam peningkatan mutu, berjangka panjang dan membutuhkan penggunaan peralatan serta teknik-teknik tertentu. Komitmen tersebut harus didukung oleh dedikasi yang tinggi terhadap mutu melalui penyempurnaan proses yang berkelanjutan oleh semua pihak yang terlibat.
Ketika aspek-aspek dan indikator pengelolaan lembaga pendidikan dapat dijalankan dan diarahkan ke sebuah mutu yang baik, maka keberhasilan dari pencapaian mutu tersebut harus merupakan integrasi dari semua keinginan dan partisipasi stakeholder (semua yang berkepentingan) dalam pencapaian hasil akhirnya. Sekolah harus kreatif dan dinamis dalam mengusahakan peningkatan mutu dengan peningkatan kemandirian sekaligus masih dalam kerangka acuan kebijakan pendidikan Nasional dan Daerah.
Kreatif, inovatif, dinamis dan mandiri itulah yang membangun karakter yang menjanjikan sebuah lembaga yang mengelola pendidikan akan dapat menghasilkan output mutu yang baik. Dan ini identik dengan kecerdasan anak didik yang dihasilkan.
Namun point penting dari sebuah keberhasilan adalah tidak bersifat semu. Dalam arti kreatifitas, inovasi yang dinamis dan kemandirian itu dapat dicerminkan pada kualitas tingkat kecerdasan anak didik yang kompetitif, dapat dibuktikan dan bukan seperti “penampakan” pada reality show tv yang cenderung bersifat euforia oportunistis dengan tujuan “Asal Pemirsa Senang”. Sebab pada kondisi ini tidak ada unsur tumbuh kembangnya malah sebagaimana layaknya “penampakan” sebuah bayangan, akan lebih cepat sirna tersapu begitu saja tanpa jejak. Believe it or not ? itulah hukum alam yang tidak dapat dihindari.
Jadi mari bangun pendidikan yang bermutu mulai dari kesadaran profesionalisme tenaga pendidik, terutama wawasan keilmuan sebagai salah satu tanggung jawab moral terhadap mutu anak didik khususnya dan mutu pendidikan umumnya.-

by, Tommy 112009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar