Jumat, 22 Januari 2010

Inilah orang–orang yang didoakan oleh para malaikat

Inilah orang–orang yang didoakan oleh para malaikat

Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu
Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam
keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam
pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat
berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena
tidur dalam keadaan suci’” (hadits ini dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat
Tarhib I/37)

Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim
meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah
SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian
yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam
keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya
‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Shahih Muslim no. 469)

Orang – orang yang berada di shaf bagian depan di
dalam shalat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah)
dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada
shaf – shaf terdepan” (hadits ini dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

Orang – orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan
sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu
Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al
Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah
SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat
selalu bershalawat kepada orang – orang yang
menyambung shaf – shaf” (hadits ini dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib
I/272)

Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam
selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan
dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi
‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian
‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan
dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya
yang masa lalu” (Shahih Bukhari no. 782)

Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan
shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan
selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian
selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia
melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya,
(para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan
sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad
Syakir menshahihkan hadits ini)

Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar
secara berjama’ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para
malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para
malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang
sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke
langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.
Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat
‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari
(hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan
malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal,
lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian
meninggalkan hambaku ?’, mereka menjawab, ‘Kami datang
sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami
tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan
shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Al
Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh
Ahmad Syakir)

Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan
orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim
dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW
bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang
dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya
adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada
seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap
kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah
kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan
engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih
Muslim no. 2733)

Orang – orang yang berinfak (berderma). Imam Bukhari
dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun
dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali
2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara
keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi
orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah,
hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Shahih Bukhari
no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath
Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra.,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan
para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang
yang makan sahur” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh
Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad
meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin
menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus
70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat
kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di
waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Al Musnad no.
754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya
shahih”)

Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al
Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan
seorang alim (berilmu) atas seorang ahli ibadah
bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah
diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan
bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan
ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang
mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi
II/343)

Maraji’ :

Disarikan dari Buku Orang – orang yang Didoakan
Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir,
Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar