Minggu, 11 Maret 2012

PERMULAAN PERDAGANGAN BELANDA DAN INGGRIS DI INDONESIA

A. PERDAGANGAN BELANDA

Pada pertengahan pertama abad XVI, keadaan perdagangan Belanda masih tetap seperti keadaan abad-abad sebelumnya.Pelayaran yang diselenggarakan masih berkisar antara Eropa Utara dengan Eropa Selatan.Pelabuhan-pelabuhan di negeri Belanda masih berfungsi sebagai tempat pemberhentian dan pemuatan barang-barabg ke kapal. Dalam lapangan perdagangan internasional, kota Antwerpen menempati peran yang penting. 

Kapal – kapal dari berbagai bangsa dating ke Antwerpen membawa barang-barang yang berasal dari Cadiz, Lisabon, Inggris, dan juga dari daerah timur.Eksport terpenting Antwerpen adalah laken. Hamper semua pedagang besar Eropa memiliki kantor dagang sebagai perwakilan di kota ini. Ketika terjadi perselisihan antara Belanda dengan Spanyol, Antwerpen memihak kepada Belanda.Pada akhir abad XVI pedagang-pedagang Belanda mulai mengadakan pelayaran di Laut Tengah.

Dalam tahun 1580 terjadi perubahan politik akibat dikalahkannya Portugas atas Spanyol.Akibatnya pedagang Belanda mengalami kesusahan dalam perdagangan.Para pedagang Belanda akhirnya merasa perlu untuk menemukan sendiri jalan ke arah timur, ke daerah sumber barang-barang yang sebelumnya dapat diperoleh di Lisabon. Kondisi-kondisi objektif yang dimiliki oleh para pedagang Belanda sebagai dorongan untuk menemukan jalan ke timur (Hindia) adalah : 

1. Modal yang mereka miliki sebagai keuntungan perdagangan laut timur sudah cukup untuk mengadakan penjelajahan ke dunia Timur. 

2. Syarat-syarat teknis sudah terpenuhi untuk melakukan penjelajahan samudra. 


3. Sejak tahun 1594 prdagang-pedagang Belanda dilarang melakukan kegiatan dagang di Lisabon melalui dekrit yang dikeluarkan oleh raja Phillipus II dari Spanyol. Tujuan dikeluarkannya dekrit tersebut adalah untuk mematika sumber perekonomian Belanda, sehingga tidak mampu membiayai perangnya melawan Spanyol. 

Portugis yang sudah terlebih dahulu dating ke Asia menguasai Lautan Hindia dan Teluk Persia hingga Selat Malaka tidak menghendaki bangsa Eropa lain mendekati wilayah kekuasaanya. Oleh karena itu, pedagang-pedagang Belanda berlayar menjahui daerah-daerah yang membentang di Lautan Hindia tersebut. Itulah sebabnya pedagang-pedagang Belanda yang melakukan espedisi pertamanya ke perairan Indonesia, setelah dari ujung selatan benua Afrika langsung menuju ke Jawa yang belum diduduki Portugis.Pedagang-pedagang Belanda banyak menaruh kepercayaan kepada keberhasilan ekspedisi dagang pertama yang mencapai wilayah Indonesia.

Dari masa penjelajahan itu banyak diperoleh informasi yang cukup lengkap mengenai perdagangan tradisional yang ada di Indonesia dan Asia pada umumnya.Jika melihat latar belakang kehadiran pedagang-pedagang Belanda ke Indonesia, maka secara ekonimis kehadiran mereka ini semata-mata adalah untuk berdagang.Hal ini berbeda bila dibanding dengan motif kehadiran Portugis dan Spanyol yang setengah-tengah.

Oleh karena semangat dagang yang lebih besar yang dimiliki oleh orang-orang Belanda, maka mereka berusaha membentuk organisasi dagang yang benar-benar rapi dalam rangka memperoleh keuntungansecara ekonomis.Pada tahun 1602 terwujud dibentuknya Vereenigde Oost Indische Compsgnie (VOC) yang terbentuk atas prakarsa dari Johan van Oldenbarneveld. Keja sama pedagang-pedagang VOC ini dianggap penting karena alasan-alasan berikut : 1. Secara bersama-sama diperlukan adanya suatu kekuatan untuk menghadapi kekuasaan Spanyol dan Portugis. 2. Perjalanan yang jauh dan penuh resiko dalam pelayaran dapat diperingan dengan kerjasama di antara mereka. 3. Untuk dapat mempertahankan diri di Asia, maka mereka harus memegang monopoli perdagangan. 

Segera setelah VOC berdiri dibentuk, pada tahun 1602 itu pula organisasi ini memperoleh hak octroi dari staten general yang isinya adalah monopoli perdagangan di wilayah yang membentang antara Tanjung Harapan (Afrika Selatan) hingga selat MagelhaensAmerika Selatan). Semua hak yang dimiliki VOC itu secara ketatanegaraan sebenarnya merupakan hak yang dimiliki oleh suatu Negara yang berdaulat.Untuk memperkuat kedudukan VOC di Indonesia, pemerintah Belanda memberikan hak-hak istimewa. Hak-hak istimewa VOC tersebut antara lain : 

a. Hak monopoli dagang 

b. Hak membuat dan mencetak uang 

c. Hak membentuk tentara 

d. Hak menyatakan perang ataupun membuat perjanjian Tujuan diberikannya hak octroi itu dimaksudkan: 

1. Mencegah terjadinya persaingan diantara pedagang-pedagang Belanda sendiri. 

2. Mampu secara bersama-sama mengahadapi persaingan sesama pedagang Eropa dan pedagang Asia. 

3. Memberikan kekuasaan kepada para pedagang untuk mengadakan perlawanan terhadap Spanyol dan Portugis. 

Bagi para pendiri VOC (kebanyakan pendirinya adalah bekas anggota-anggota compagnie van verre ). Kumpeni dagang Belanda ini dimulai dengan modal 6,5 juta gulden yang terbagi atas saham-saham. Untuk memperkuat kedudukan kumpeni di Indonesia, De Heren Seventien pada tahun 1609 memutuskan untuk memberikan pimpinan pusat kepada perusahanny yang adaa di Indonesia. 

Untuk pertama kali Pieter both diangkatsebagai pimpinan tertinggi kumpeni di Indonesia sebagai Gebernur Jenderal di Ambon.Dalam melaksanakan tugasnya, gubernur jenderal dibantu oleh beberapa Dewan Hindu yang merupakan penasehat-penasehat yang ahli dalam masalah-masalah penduduk bumiputera.Fungsi seorang gubernur jenderal adalah sebagai kepala militer, kepala pemerintahan sipil, dan kepala perdagangan.Dengan demikian Ambon berfungsi sebagai pusatmiliter, pusat pemerintahan dan pusat dagang.Sementara itu dalam perdagangan, posisi Portugis semakin terdesak akibat sifat perdagangannya yang agresif.

Namun saingan berat yang muncul adalah pedagang-pedagang Inggris.Pada masa kepimpinan gubernur jenderal dipegang oleh J.P.Coen diputuskan untuk melakukan perlawanan terhadap pedagang-pedagang dari Inggris. J.P.Coen memidahkan pusat kegiatan dari Ambon ke Batavia.Pemindahan ini dimaksudkan untuk mendapatkan pangkalan militer dan pangkalan dagang yang dekat dengan pelayaran-pelayaran menuju Tanjung Harapan, India, Melayu dan Asia Timur. 

B. Perdagangan Inggris 

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish.Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia.Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama. 

 Pengalaman kedua pelaut tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasioalnya.Hal ini dilakukan dalam rangka menggalakan ekspor wol, menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah.Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia.

EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia.Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Kedatangan mereka ke dunia timur juga didorong oleh kebutuhan untuk mencari daerah pasaran bagi hasil industrinya,terutama tektils dan lebih utama lagi adalah wool. Perdagang-pedagang Inggris juga membawa rempah-rempah ke Eropa tetapi Inggris tidak melibatkan diri dalam perdagangan rempah-rempah karena sudah banyak saingan di Eropa yaitu Portugis dan Belanda. 

Di wilayah Asia, Inggris sedapat mungkin menghindari bentrokan dengan Eropa yang lain. Perang perdagangan dilakukan jika keadaan sangat terpaksa. Ekspedisi Inggris ke dunia Timur dilakukan dengan menghindari pos-pos dagang yang telah dikuasai oleh bangsa lain. Ketika berlangsung ekspedisi antara tahun 1577 – 1580 di bawah Francis Drake, tebukalah harapan untuk melakukan penjajahan lebih lanjut. Periode antara 1591 – 1602 dilaksanakan secara sungguh-sungguh usaha untuk menemukan jalan ke Asia.Usaha mereka akhirnya berhasil yaitu dibuktikan dengan diselenggarakanya hubungan perdagangan dengan Aceh dan Banten sejak tahun 1602.

Secara keseluruhan perdagangan Inggris di Asia dilaksanakan dengan lebih tenang dibanding dengan saingannya dari Eropa.Di wilayah Indonesia, Inggris tidak menemukan sesuatu yang mereka cari.Oleh karena itu, perhatian mereka terhadap Indonesia tidak begitu besar. Kurangnya perhatian terhadap Indonesiadisebabkan oleh 2 hal, yaitu : 

1. Indonesia tidak memiliki cukup persediaan bahan untuk keperluan indusri tekstil, yaitu kapas. 

2. Belanda yang sudah dahulu masuk ke Indonesia menggunakan kekerasan dalam menghadapi pesaing-pesaing dagangnya. 

C. Perkembangan Kumpeni Dagang Belanda 

Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. 

Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan ini. Akibatnya, harga bahan-bahan ini pun sangat ditentukan oleh mereka. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah.Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. 

Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang Pertimbangan-pertimbangan dan perhitungan-perhitungan ekonomis selalu digunakan dalam mengambil semua tindakan.Usaha mereka selalu diarahkan untuk memperoleh keuntungan secara materi.Untuk itulah mereka berusaha merebut daerah-daerah strategis secara ekonomis, yaitu daerah-daerah penghasil rempah-rempah dan lada. Keberhasilan menguasai daerah produsen dan daerah perdagangan milik Portugis dan Spanyol di Asia itu bagi negeri Belanda memiliki arti : 

1. Perang melawan Portugis dan Spanyol dapat diperluas hingga Asia. 

2. Keuntungan perdagangan Asia bagi Portugis dan Spanyol merupakan dana pendukung perang yang sangat diandalkan bagi Negara-negara tersebut. Karena maksud seperti itulah, sejak berdirinya kumpeni dagang VOC, pemerintah negeri Belanda telah memberikan kekuasaan yang sangat luas kepada persekutuan dagang ini. Di Maluku, khususnya di Ternate dan Ambon, VOC berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah. Ketika Ambon sedang melawan Portugis, Belanda segera melibatkan diri dalam kemelut itu.Atas bantuan Belanda, maka Ambon berhasil mendesak pedagang-pedagang Portugis keluar dari Ambon. 

Di Ternate, karena bantuan yang diberikan kepada sultan Ternate ketika menghadapi ancaman dari Portugis dan Spanyol, kumpeni Belanda akhirnya memperoleh hak beli utama atas rempah-rempah di Ternate. Bahkan olehsultan akhirnya VOC dianggap sebagai pelindung.Demikian pula dengan keberadaan Spanyol di Tidore.Namun oleh VOC keberadaan Spanyol tidak terlalu membahayakan kedudukan Belanda di Maluku.Spanyol akhirnya juga terusir dari Tidore pada tahun 1663.

Pesaing-pesaing mereka tinggal pedagang-pedagang Jawa.Kumpeni cukup sulit dalam menghadapi pedagang-pedagang Jawa ini. Beberapa factor yang menyebabkan kumpeni Belanda sulit untuk menggantikan peranan pedagang Jawa : 


1. Perdagangan yang dilakukan di Indonesia Timur adalah perdagangan bebas, artinya pada tingkat pasar, pedagang-pedagang lokal melakukan hubungan dagang dengan siapa saja. 

2. Pedagang-pedagang Jawa menguasai bahan penukar yang dibutuhkan oleh pedagang-pedagang Maluku. Untuk mengalahkan pedagang-pedagang Jawa di Maluku, maka kumpeni Belanda berusaha untuk memotong perdagangan mereka di wilayah barat. Dengan cara seperti itu menjadikan peran pedagang Jawa di Maluku menjadi mundur. Di kepulauan Banda VOC juga berusaha memperoleh monopoli pembelian atas pala. Mereka memerlukan waktu yang cukup lama untuk memperoleh monop[oli dagang di Banda. Kemantapan ekonomi dan politik orang-orang Belanda sebenarnya baru dicapai ketika mereka memindahkan pusat kegiatannya dari Ambon ke Batavia pada tahun1619. Dikatakan sebagai peletak dasar kekuasaan Belanda di Indonesia, karena tindakan-tindakan berikut : 

1. Memindahkan pangkalan tetap dari Ambon ke Batavia 

2. Mengeyahkan semua pedagang asing dari Maluku 

3. Mulai menaruh perhatian terhadap daerah pedalaman Jawa Pada permulaan abad XVII, Malaka yang dikuasai oleh Portugis merupakan ancaman militer yang terpendam bagi orang-orang Belanda.Bagi pedagang-pedagang Portugis, Malaka merupakan pelindung yang diandalkan bagi perdagangan mereka.Jalur selat Malaka lebih menguntungkan untuk pelayaran menuju Eropa. Kebutuhan akan tekstil sebagai bahan penukar perdagangan dengan daerah Maluku dicukupi oleh India, namun mereka tidak memperolehnya secara langsung. 

Pada tahun 1641 Malaka diserang oleh kapal-kapal Belanda dan sejak itu perdagangan Malaka sama sekali jatuh. Pusatperdagangan Indonesia sebelah barat digantikan oleh Batavia.Puncak kekuasaan VOC di perairan Indonesia adalah akhir abad XVII. Angkatan laitnya menguasai Samudra Hindia dan membantu mempertahankan monopoli-monopoli perdagangan di Maluku, Makassar, Banten dan daerah-daerah lain. 

Kekuasaan VOC di darat sebatas hanya meliputi beberapa pulau rempah-rempah di Maluku dan beberapa tempat bertahan berupa benteng-benteng pertahanan di kota-kota pantai.Kebesaran perdagangan laut yang dimiliki pada akhir abad XVII oleh Belanda belum didukung oleh penguasaan atas daratan di Indonesia. 

Posted by: Fazar Shiddieq Karimil Fathah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar