Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Bongo Sebagai Desa Wisata Religi di Kabupaten Gorontalo

Gorontalo. Desa Bongo yang terletak di Kecamatan Batuda'a Pantai Kabupaten Gorontalo adalah desa di pesisir pantai selatan Provinsi Gorontalo ini, sebagian besar masyarakatnya berprofesi nelayan.
Sebagai kampung nelayan, Desa Bongo identik dengan kehidupan dan keseharian masyarakat nelayan. Namun jika anda berkunjung ke desa ini, anda akan disuguhi oleh suasana perkampungan nelayan yang sedikit berbeda.
Masyarakat yang dominan muslim di desa ini membangun desanya menjadi desa tujuan wisata religi dan meramu kehidupan religius yang menyatu dengan alam. Sungguh suatu pemandangan yang lain yang mungkin hanya akan anda jumpai di desa ini.
Pesantren Bubohu Bongo yang rencananya ke depan akan berkembang menjadi SMK Parawisata menjadi motor penggerak terciptanya desa Bongo menjadi desa bernuansa religius yang kental.
Jika anda berkunjung ke sini, anda akan disuguhi oleh sambutan ramah masyarakat, lingkungan yang asri dan nyaman serta pemandangan alam yang menyejukkan mata. Jangan lupakan kamera anda ketika berkunjung sebab banyak spot landscape dan human interest yang bisa anda abadikan momentnya di desa ini.
Beberapa dokumentasi foto yang saya tampilkan semoga bisa menginspirasi anda untuk berkunjung ke Desa Bongo dan jangan lupa ucapkan salam ketika anda berpapasan dengan santri atau masyarakat di sini.-

Foto : Dokumen Pribadi

Foto : Dokumen Pribadi

Foto : Dokumen Pribadi

Foto : Dokumen Pribadi

Foto : Dokumen Pribadi

Foto : Dokumen Pribadi

Foto : Dokumen Pribadi
 Catatan perjalanan: Pelaksanaan Goverment Mobile (GM) di Kec. Batudaa Pantai 2-3 Pebruari 2012.

-0o0-










Sabtu, 19 November 2011

Tuhan Menciptakan Kejahatan ?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. 
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.” Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab si Profesor Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. 
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. 
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. 
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.” Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” 
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam. 
Tahukah anda siapa nama mahasiswa itu ? Mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Prof. Albert Einstein

Jumat, 16 Juli 2010

Negeri Para Bedebah


Tayang ulang puisi
karya: Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Inspirasi Dari Orang Yang Belajar Sambil Ngantuk

    Kalimat - kalimat inspirasi ini bukan lahir dari perenungan para filsuf, ini murni lahir dari mengamati dan menjalani kehidupan sosial sehari-hari sehingga penulis terinspirasi darinya.
    Mungkin kalimat-kalimat ini tidak terlalu puitis karena memang penulis sendiri tidak terlalu mahir dalam menggunakan kalimat terangkai layaknya dalam penulisan karya seni sastra. Hanya saja tulisan ini dipublish dengan harapan dapat bermanfaat bagi pembacanya untuk memaknainya dan mengambil sesuatu yang mungkin bisa berguna dalam membangun pemikiran yang lebih matang dalam menjalani hidup dan jauh dari keinginan untuk menggurui.

  1. Ketika penguasa menjadi hakim maka hukum bukan lagi menjadi tempat berlindung.
  2.  Imajinasi, kemauan dan ketekunan adalah bagian kecerdasan yang terabaikan.
  3.  Jiwa besar tidak akan pernah lahir dari mental yang kerdil.
  4.  Banyak membaca hanya membuat pikiran tdk mampu melahirkan ide murni. (yang ini punya Abah Einstein).
  5. Tak ada pahlawan yang tanpa luka.
  6. Pahlawan ada karena penjahatnya ada.
  7.  Buah yang terlalu manis terkadang banyak ulatnya.
  8.  Marah dalam semenit telah membuat kita kehilangan kebahagiaan dalam 60 detik.
  9.  Tuhan telah menciptakan hidup dengan seimbang, jangan buat dia menjadi timpang.
  10. Kegiatan besar terkadang hanya lahir dari ide kecil yang murni.
  11. Menulislah jika kamu tdk mahir dalam berkata-kata.
  12.  Dekadensi moral terjadi karena keimanan yang tdk lagi dipahami.
  13.  Banyak orang yang bisa membantu tapi hanya sedikit yang bisa tulus.
  14.  Kadang kita terpaku lama di depan pintu yang dijumpai tertutup sehingga kita tidak menyadari bahwa pintu yang lain masih terbuka untuk kita.
  15.  Jujur menjadi kebaikan yang beresiko pada pemerintahan yang korup.
  16.  Berlian lahir dari bongkahan batubara yang terhimpit tekanan dalam waktu yang lama.
  17.  Anak tidak pernah belajar apapun dari guru yang selalu menceramahinya.
  18.  Sekali berbohong berarti membuat kebohongan baru untuk menutupinya.
  19. Hidup adalah sandiwara yang disutradarai oleh para pemainnya sendiri-sendiri.
  20. Mengatakan sesuatu lebih mudah daripada mengerjakannya sebab energi yang terpakai untuk keduanya juga sangat berbeda.
  21.  Banyak orang yang merasa pintar tapi tidak pintar merasa.
  22.  Sesuatu yang berharga belum tentu bermanfaat, tapi sesuatu yang bermanfaat pasti dihargai.
  23.  Orang pintar bisa dikalahkan oleh orang cerdas, tapi mereka selalu kalah dari orang beruntung.
  24.  Siang dan malam senantiasa mengajarkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini dan waktu yang menyertainya adalah mesin hitung yang tidak pernah salah.
  25.  Kehidupan telah dijadikan Tuhan menjadi kitab ilmu yang maha luas, belajarlah darinya.
   Sekian dulu brother, bukan bermaksud menyaingi socrates he..he..tapi sekedar menjaring pahala dengan share hal-hal yang positif.

Rabu, 07 Juli 2010

Peribahasa Latin

 
Belajar dari ungkapan peribahasa berarti memahami makna dari kehidupan sebelumnya.
Berikut ini beberapa peribahasa latin yang disadur dari tulisan yang dimuat dalam website latin proverb.


Quod natura non sunt turpia. Sesuatu yang alamiah tak dapat dibilang buruk. Sesuatu yang tak melawan alam cenderung mempertahankan hal yang baik sepanjang zaman.
Historia magistra vitae, sejarah adalah guru kehidupan. Versi lebih lengkap: Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis. (M. Tullius Cicero, De Oratore 2.36). Sejarah adalah tanda zaman, cahaya kebenaran, kehidupan ingatan, guru kehidupan, utusan zaman purba.


Bellum se ipsum alet. Perang akan memenuhi kebutuhannya sendiri.
Bene diagnoscitur, bene curatur. Yang didiagnosis dengan baik akan diobati dengan baik.
Bene qui latuit bene vixit. (Ovid, Tristia, III.iv.25). Yang hidup baik adalah orang yang hidupnya tak menjadi pusat perhatian orang.”
Bis dat, qui cito dat. (Publilius Syrus). Siapa yang memberi tepat waktu memberi dua kali.
Bis repetita non placent. (Horace, Ars Poetica 365). Pengulangan (repetisi) tidak diterima dengan baik.
Bona valetudo melior est quam maximae divitiae. Kesehatan yang baik lebih berharga daripada kekayaan terbesar.
Damnant quod non intellegunt. (Anonim, tapi lihat Quintillian Institutions 10.1.20). Mereka mempersalahkan apa yang mereka tidak mengerti.
Eget semper qui avarus est. (St. Jerome). Orang yang rakus selalu menginginkan lebih banyak. Orang yang serakah tak pernah terpuaskan kebutuhannya.
Feliciter sapit qui periculo alieno sapit. (Plautus, Mercator 4.7.40). Orang bijak bergembira karena belajar dari bahaya yang dialami orang lain.
Improbe Neptunum accusat qui iterum naufragium facit. (Publilius Syrus, Sententia 264). Orang yang menenggelamkan kapal dua kali mempersalahkan (dewa energi) Neptunus secara tak wajar.
Iracundiam qui vincit, hostem superat maximum. (Publilius Syrus, 251). Orang yang menaklukkan kemarahannya menang atas musuh terbesar.
Ius summum saepe summa est malitia. (Terrence, Timoroumenos, 796). Hukum yang tertinggi sering menimbulkan keburukan yang terbesar.
Male secum agit aeger, medicum qui heredem facit. (Publilius Syrus, Sententia 626). Buruklah bagi seorang yang sakit yang memilih dokter menjadi ahli warisnya.
Non bene flat flammam qui continent ore farinam. (Abad Pertengahan). Orang yang tidak tidak meniup api dengan baik adalah yang mengunyah tepung di mulutnya.
Non omnes qui habent cithram sunt citharoedi. (Varro, De Re Rustica, 2.1.3). Bukan semua yang memiliki sitar adalah pemain sitar.
Occasio aegre offertur, facile amittitur. (Publilius Syrus, Sententia 449). Kesempatan yang tepat jarang datang dan gampang terlepas (kita mudah kehilangan kesempatan yang tepat itu).
Pericla timidus etiam quae non sunt videt. (Publilius Syrus, Sententia 452). Orang yang takut bahkan melihat bahaya yang tidak ada.
Qui fugit molam, fugit farinam. (Anonim). Orang yang lari dari penggiling akan meninggalkan pula tepung. Artinya, orang yang tak mau bekerja tak akan memperoleh nafkah.
Se damnat iudex, innocentem qui opprimit. (Plublilius Syrus, Sententia (614). Hakim yang menghukum orang yang tak bersalah merasa salah sendiri.
Spina etiam grata est, ex qua spectatur rosa. (Publilius Syrus, Sententia 610). Bahkan melalui semak berduri terlihat bunga mawar.
Stultus nil celat; quod habet sub corde revelat. (Abad Pertengahan). Orang yang bodoh tak menyembunyikan apa pun, ia mengungkapkan semua isi hatinya.
Sua multi amittunt, cupide dum aliena appetunt. (Anonim). Mereka yang menginginkan milik orang lain kehilangan miliknya sendiri.
Thesaurum in sepulchro ponit, qui senem heredem facit. (Publilius Syrus, Sententia 626). Seorang yang memilih orang tua sebagai ahli warisnya menaruh hartanya di dalam kubur.
Ubi iudicat qui accusat, vis, non lex, valet. (Publilius Syrus, Sententia 692). Di mana orang yang menuduh juga menjadi hakim, pemenangnya bukanlah hukum tapi kekuasaan.
Vespere promittunt multi quod mane recusant. (Abad Pertengahan). Mereka yang membuat banyak janji di malam hari mengingkarinya di pagi hari.

Minggu, 27 Juni 2010

Leadership Muslim

Sultan Muhammad Al Fatih dikenang sejarah Islam atas kemuliaan dan keadilannya dalam berpolitik, beliaua adalah pemimpin besar dalam sejarah Islam yang senantiasa berpegang dan memberikan nasehat berharga kepada para penerusnya. Nasehat sebagaimana prinsip dan komitmen kepemimpinan khalifah keempat yang mulia Ali bin Abi Thalib kepada gubernur Mesir Malik bin Harits al Asytar, pada tahun 655M. Nasihat ini berisi prinsip-prinsip dasar tentang pengelolaan atau manajemen sebuah pemerintahan, organisasi dan lain-lain.
Berikut cuplikan nasehat-nasehat Sayyidina Ali r.a. yang sangat berharga itu:
“Ketahuilah wahai Malik bahwa aku telah mengangkatmu menjadi seorang Gubernur dari sebuah negeri yang dalam sejarahnya berpengalaman dengan pemerintahan-pemerintahan yang benar maupun tidak benar. Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu, sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu. Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam.
read more
Mereka akan bicara tentangmu, sebagaimana kau bicara tentang mereka. Sesungguhnya rakyat akan berkata yang baik-baik tentang mereka yang berbuat baik pada mereka. Mereka akan ‘menggelapkan’ semua bukti dari tindakan baikmu. Karenanya, harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu. Jagalah keinginan-keinginanmu agar selalu di bawah kendali dan jauhkan dirimu dari hal-hal yang terlarang. Dengan sikap yang waspada itu, kau akan mampu membuat keputusan di antara sesuatu yang baik atau yang tidak baik untuk rakyatmu.
Kembangkanlah sifat kasih dan cintailah rakyatmu dengan lemah lembut. Jadikanlah itu sebagai sumber kebijakan dan berkah bagi mereka. Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak mereka. Sesungguhnya manusia itu ada dua jenis, yakni orang-orang yang merupakan saudara seagama denganmu dan orang-orang sepertimu.
Mereka adalah makhluk-makhluk yang lemah, bahkan sering melakukan kesalahan. Bagaimanapun berikanlah ampun dan maafmu sebagaimana engkau menginginkan ampunan dan maaf dari-Nya. Sesungguhnya engkau berada di atas mereka dan urusan mereka ada di pundakmu. Sedangkan Allah berada di atas orang yang mengangkatmu. Allah telah menyerahkan urusan mereka kepadamu dan menguji dirimu dengan urusan mereka.
Janganlah engkau persiapkan dirimu untuk memerangi Allah, karena engkau tidak mungkin mampu menolak azab-Nya dan tidak mungkin dirimu akan meninggalkan ampunan dan rahmat-Nya.
Janganlah pernah menyesal atas ampunan yang kau berikan. Begitupun janganlah bergembira dengan sebuah hukuman. Jangan pula tergesa-gesa memutuskan atau melakukan semata karena emosi, sementara engkau sebenarnya dapat memperoleh jalan keluar.
Jangan katakan:”Aku ini telah diangkat menjadi pemimpin, maka aku bisa memerintahkan dan harus ditaati”, karena hal itu akan merusak hatimu sendiri, melemahkan keyakinanmu pada agama dan menciptakan kekacauan dalam negerimu. Bila kau merasa bahagia dengan kekuasaan atau malah merasakan semacam gejala rasa bangga dan ketakaburan, maka pandanglah kekuasaan dan keagungan pemerintahan Allah atas semesta, yang kamu sama sekali tak mampu kuasai. Hal itu akan meredakan ambisimu, mengekang kesewenang-wenangan dan mengembalikan pemikiranmu yang terlalu jauh.
Jangan sampai engkau melawan Allah dalam keagungan-Nya dan menyerupai-Nya dalam keperkasaan-Nya. Sesungguhnya Allah akan merendahkan setiap orang yang angkuh dan menghinakan setiap orang yang sombong.
Senantiasa belajarlah segala sesuatu hal pada mereka yang memiliki pengalaman yang matang dan penuh kebijakan. Seringlah bertanya pada mereka tentang hal-hal kenegaraan sehingga engkau dapat mempertahankan kebaikan dan perdamaian yang oleh para pendahulumu sudah pernah ditegakkan.
Tajamkanlah matamu pada orang-orang yang sejak dulu atau sekonyong dekat denganmu, akan cenderung menggunakan posisinya untuk mengambil atau memanipulasi milik dan hak orang lain dan siap berlaku tidak adil. Tekanlah sedalamnya kecenderungan seperti itu.
Buatlah peraturan-peraturan di bawah kendalimu yang tidak memberi kesempatan sekecil pada kerabatmu. Hal itu akan mencegah mereka melakukan kekerasan pada hak orang lain dan menghindarkanmu dari kehinaan di depan Allah dan manusia umumnya.”

Menarik juga membaca surat wasiat Sultan Muhammad al Fatih (831 M) kepada anaknya. Al Fatih oleh para ulama dan sejarawan Islam disebut sebagai penakluk Konstatinopel. Ia adalah laki-laki yang disebut Rasulullah saw sebagai : “Konstatinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki . Maka orang yang memerintah di sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara.” (HR Ahmad)
Dr. Ali Muhammad as Shalabi mengemukakan sifat-sifat mulia Muhammad al Fatih. Sifat-sifat itu adalah: perhatian yang tinggi terhadap universitas dan sekolah, kepeduliannya yang besar terhadap para ulama, perhatiannya terhadap penyair dan sastrawan, kepeduliannya terhadap penerjemahan buku-buku, perhatiannya terhadap pembangunan dan rumah sakit, kepeduliannya terhadap perdagangan dan industri, perhatiannya terhadap masalah administrasi, kepeduliannya terhadap tentara dan armada laut dan komitmennya pada keadilan.
Masih ada lagi beberapa nasehat bijak sebagai berikut :
 “Tak lama lagi aku akan menghadap Allah SWT. Namun aku sama sekali tidak merasa menyesal, sebab aku meninggalkan pengganti seperti kamu. Maka jadilah engkau seorang yang adil, saleh dan pengasih. Rentangkan perlindunganmu terhadap seluruh rakyatmu tanpa perbedaan. Bekerjalah kamu untuk menyebarkan agama Islam sebab ini merupakan kewajiban raja-raja di bumi. Kedepankan kepentingan agama atas kepentingan lain apapun. Janganlah kamu lemah dan lengah dalam menegakkan agama. Janganlah kamu sekali-kali memakai orang-orang yang tidak peduli agama menjadi pembantumu. Jangan pula kamu mengangkat orang-orang yang tidak menjauhi dosa-dosa besar dan larut dalam kekejian. Hindari bid’ah-bid’ah yang merusak. Jauhi orang-orang yang menyuruhmu melakukan itu. Lakukan perluasan negeri ini melalui jihad. Jagalah harta baitul mal jangan sampai dihambur-hamburkan. Jangan sekali-kali engkau mengulurkan tanganmu pada harta rakyatmu kecuali itu sesuai dengan aturan Islam. Himpunlah kekuatan orang-orang yang lemah dan fakir, dan berikan penghormatanmu kepada orang-orang yang berhak.
Oleh sebab ulama itu laksana kekuatan yang harus ada di dalam raga negeri, maka hormatilah mereka. Jika kamu mendengar ada seorang ulama di negeri lain, ajaklah dia agar datang ke negeri ini dan berilah dia harta kekayaan. Hati-hatilah jangan sampai kamu tertipu dengan harta benda dan jangan pula dengan banyaknya tentara. Jangan sekali-kali kamu mengusir ulama dari pintu-pintu istanamu. Janganlah kamu sekali-kali melakukan satu hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Sebab agama merupakan tujuan kita, hidayah Allah adalah manhaj (pedoman) hidup kita dan dengan agama kita menang.
Ambillah pelajaran ini dariku. Aku datang ke negeri ini laksana semut kecil, lalu Allah karuniakan kepadaku nikmat yang demikian besar ini. Maka berjalanlah seperti apa yang aku lakukan. Bekerjalah kamu untuk meninggikan agama Allah dan hormatilah ahlinya. Janganlah kamu menghambur-hamburkan harta negara dalam foya-foya dan senang-senang atau kamu pergunakan lebih dari yang sewajarnya. Sebab itu semua merupakan penyebab utama kehancuran.”

Karena kemuliaan Muhammad al Fatih ini, sehingga menjadi pemimpin besar dalam sejarah Islam. Bisakah pemimpin politik kita besikap seperti itu? Wallahu aziizun hakim. Sebab sesungguhnya ini lahir dari akal, hati dan perkataan yang selalu tunduk dan takut kepada Allah swt seru sekalian alam.-

Rabu, 23 Juni 2010

Hidup Bermakna

Sebuah kisah bercerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala sekolah. Setahun ia beradaptasi dengan pekerjaannya yang baru sebagai tenaga pengajar. Selanjutnya ia terbenam dalam rutinitas sehari-hari.
Beberapa tahun kemudian ia merasa bahwa waktu yang dilaluinya selama itu cukup memadai untuk bekal mencari pekerjaan sebagai kepala sekolah.
Mulailah ia melamar dari tahun ke tahun setiap kali ia mendengar lowongan untuk kepala sekolah terbuka di kotanya. Namun, setiap kali melamar, ia gagal. Sudah 15 tahun ia menjadi guru dan sudah lebih dari 8 kali ia melamar.
Kenyataan ini membuatnya gusar: seorang guru lain yang menurutnya hanya berpengalaman kerja tujuh tahun, berhasil menduduki posisi yang ia dambakan.
Dengan marah, ia menelpon ketua yayasan sekolah yang bersangkutan, “Aneh sekali kalau Anda menerima orang tersebut, bukan saya,” ia mencemooh. ” Saya lebih senior, Pengalaman saya 15 tahun, sedangkan ia hanya tujuh tahun!!
“Oh Anda keliru,” Ketua Yayasan itu menanggapi, “Ia berpengalaman tujuh tahun. Kalau Anda, hanya satu tahun yang diulang sebanyak 15 kali”.
Hidup tidak diukur dari lamanya, tetapi dari isinya.

sumber : primandaruwidjaya

Selasa, 15 Juni 2010

Argo Cilik


Si argo mendapat tugas dari gurunya untuk membuat cerita mengenai cita-citanya. Saat dirumah si argo mulai membuat cerita mengenai cita-citanya itu.

Karena ayahnya seorang pelatih kuda miskin dan dari keluarga yang sangat kekurangan, si argo terobsesi dan memiliki mimpi bahwa bila besar nanti dia akan memiliki tempat pelatihan kuda yang seluas 400 hektar dan rumah sebesar 400 meter persegi.

Dalam karangannya tadi dia membicarakan mengenai impiannya membuat sebuah pelatihan kuda yang sangat luas. Tanpa terasa karangannya tadi menghabiskan 7 helai kertas. Paginya ia pun langsung memberikan tugas rumahnya tersebut kepada gurunya.

Setelah 1 minggu berlalu dan akhirnya tugas tersebut dikembalikan dan diberi nilai oleh gurunya. Tapi betapa kagetnya Argo karena karangannya mendapatkan nilai F dan terdapat catatan dari gurunya "setelah jam pelajaran temui saya di kantor".

Saat di kantor argo dimarahi habis2an oleh gurunya karena karangannya katanya tidak masuk akal dan tidak akan tercapai.”argo kamu itu sudah gila,kamu itu hanya anak seorang pelatih kuda miskin dan tak mungkin kamu akan membangun pelatihan kuda seluas 400 hektar” kata si guru.”kamu saya beri waktu 1 minggu untuk mengganti karangan tersebut dan nilaimu juga bisa saya ganti bila kamu membuat karangan yang lebih masuk akal” kata guru itu lagi.

Lalu setelah Argo pulang ke rumah bertanya pada ayahnya. “Ayah saya memiliki mimpi untuk membangun pelatihan kuda seluas 400 hektar tapi kata guru saya mimpi itu tak akan pernah tercapai dan hanyalah omong kosong belaka, karena saya hanyalah anak orang miskin .Lalu saya disuruh mengganti mimpi saya itu menjadi mimpi yang lain yang sesuai dan masuk akal” kata si Argo”. "Nak mimpimu adalah masa depanmu jadi terserah kamu,kamu mau menggantinya atau tidak" jawab ayah si Argo dengan bijaksana dan sabar. “Baiklah ayah ,terima kasih atas pendapatmu” kata si Argo.
Seminggu kemudian si argo tetap membawa karangannya yang dulu, yang bercerita tentang pelatihan kuda dan peternakan kuda seluas 400 hektar dan dikumpulkan lagi kepada gurunya namun kali ini dia menambahkan tulisan "biarkanlah nilai F tetap terpajang menjadi nilaiku namun inilah impianku tidak akan pernah bisa tergantikan dengan impian yang lainnya".

Setelah berpuluh puluh tahun berlalu si argo akhirnya beranjak dewasa dan dia akhirnya bisa menggapai mimpinya untuk memiliki peternakan dan pelatihan kuda seluas 400 hektar juga sebuah rumah seluas 400 meter persegi.

Suatu hari secara tidak sengaja gurunya datang ke tempat pelatihan kudanya dan bertemu dengan Argo dan kali ini si guru hanya bisa berkata “kamu hebat nak,maafkan aku bila dulu telah melarangmu bermimpi seperti ini. Aku salut padamu, aku telah lalai menjadi seorang guru yang hanya bisa merenggut mimpi anak-anak sepertimu”kata si guru pada argo.

Dalam cerita tersebut jelas sudah bagaimana mimpi merupakan inspirasi untuk bisa maju lebih ke depan.kita tinggal memilih menjadi seperti argo si pemimpi yang berusaha mengejar mimpi atau guru yang suka merenggut mimpi anak didik kita.

Sumber : Cerita Tak Bertuan

Sabtu, 14 November 2009

Ketika Iblis membentangkan Sajadah


Siang menjelang dzuhur.

Salah satu Iblis ada di Masjid.

Kebetulan hari itu hari Jum'at, saat berkumpulnya orang.

Iblis sudah ada dalam Masjid.

Ia tampak begitu khusyuk.

Orang mulai berdatangan.

Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir.

Iblis juga menempel di setiap sajadah.

Terjadilah dialog antara Kiai dan Iblis.

"Hai, Iblis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu.

Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk mengganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.

"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.

"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung.

"Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu"

"Dengan apa?"

"Dengan sajadah!"

"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Wahai laknatullah?”

"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"

"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"

"Bukan itu saja Kiai..."

"Lalu?"

"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"

"Untuk apa?"

"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus.

Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan.

Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang.

Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya. Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.

"Yang mana?"

"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".

Iblis lenyap.

Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.

Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya.

Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid.

Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil.

Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas. Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain.

Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa. Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.

"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan.

Baca ayat Kursi pada surat Al Bakaroh 255, sebagai penguat tulisan diatas.

Sumber :http://forum.wintersat.com/hikmah-motivation-inspired-story/2451