Jumat, 02 Mei 2008

Di Ufuk Senja Lapuknya Usia

Di Ufuk Senja Lapuknya Usia
Bergelantung diantara derit derit waktu pastilah melelahkan jiwa yang merdeka. Menggulung selaksa batin.

Hari perhitungan itu kini datang menyahuti nyawa yang mulai lapuk di perantauan. Undakan undakan ujian. Tingkat tingkat pencapaian. Mewajah waktu gundah kala terus lalai diselubung kesilapan. Tujuh mei kembali datang mengiring berputarnya tahun, terus bergulir dalam semilir hidup, hari yang bisa diurai dalam bermacam bentuk makna tergantung bagaimana pensifat mensikapi hidup, hari dimulainya penyampaian amanat. Kesempatan untuk mengurai kejadian yang telah berlalu. Merentang berbagai kejadian dari dua ujung waktu. Menyisir seluruh laksa, menata ulang serpihan langkah demi tahun yang lebih bermanfaat bagi sesama. Mengartikan dengan telanjang dari pakaian dosa dan seluruh nista. Berangkat dari kesadaran dengan apa apa yang ada dalam diri mengharap maaf dari siapapun yang terusik oleh ulah pribadi.
Bapak Ibu, sayang dan hormat terus mengiring bagi panjenengan berdua. Walau sebentar, sungguh terus berharap berkesempatan berhidmat kepada panjenengan berdua. Kiralah Dia Sang Pemegang hati meruang kerekahan kasih sayang bagi panjenengan kinasih ruh.



Pak Rohmad Siamto, Pak Dede Ruslan Muttaqin. Tonggak hidup telah kalian tancap dalam usia belasanku. Bersumber semangat dari toreh nasihat penuh hikmah. Bersama kalian mengusik Tuhan mengenal Dia dan melerai kejanggalan hati. Bersama meniti jalan nabi-nabi dan terbuka diri untuk terus mengorek din sejati, membenah, bersemangat meraih kebaikan insani. Semoga putra-putri didik panjenengan di madrasah tempat kalian berjuang menebar kembang peradaban, dipermudah dalam raihan kemuliaan dan menjadi pejuang nilai-nilai kebenaran. Penapak tapak kehakikian,. . . . semoga.

Bu Ahsani, Bu Tumpuk Susilowati, Bu Agus, Bu Lamidi trimakasih atas bimbing kritik dan bantuan kalian. dimanapun kalian berada saya ucap bangga, salut dan rasa bahagia atas juang yang kalian torehkan. Dengan seni keibuan, kalian telah merintis para tombak agama dan bangsa. Mencetak para pendekar dan bidadari di pesisir bumi.


Kaji hasan, Mas Bunari, Ustad Yusuf. All of you was helped me to open a part of science. Those that all of you said. Language is the key of the world. I will never forget it. Thanks for teaching me. I always hope both of your praying For all of my life. The real life.
Ustadz Imam, Ustadz Ruston, Ustadz Nur. Sukron katsir lidirosati quranukum ilaina. Qod fatahtukum dzihni nganhu. Afwan idza yujadu katsirun minal khoto i yuzahimukum.




Di ufuk senja lapuknya usia. Banyak hal tlah dilalui.
kini dengan besar hati Untuk kawan Sarmi, masfuanah, sukron makmun, Budi pakis, Yusuf, Rovik kristyo rini, punari jepara, Aan, Sigit, lukman kencong jember, Beni, Aris, budi banyuwangi, Mardi, Urfan bandung, mas Hadi jember, Ninik Suwarni sragen, Asri Fajar Mahmudah solo, Rio, mas Hendrik, Avon sidoarjo, Pungky blitar, Umam, Agus tegal, Baidi jepara, Sri Sadono, Ruhani sragen, Yanuar jakarta, Ali kalimantan, M4il makasar, Haidar, Hamzah semarang, yohana nganjuk, ihsan salatiga, Idrus hamid jakarta, Teh Nur bandung. Uzi, Rani, khusnul khotimah, and Zaenal my english tim.
Bersama kalian berlabuhku mengkaji, menggali, dan mengurai berbagai fenomena hidup. Tulisan dan ucapan kalian adalah inspirasi bagiku. Semangat dan bersemangatlah. Kalianlah pencetak generasi penerus bersama kekasih yang kalian sanding.
Li Ustadz Tsauban ustadz Salman wa sohibi khotim, wa Satrudin min sinegal, asykuru alaikum lidurusi lughotil ngarobiyati. Qod akhudztu auqotakum. Jaza ukum khoirol jaza wallahu maakum jamian.

Baroye oghoye muhammad natiq, lukmani, ke kheili zahmat mi kesidan tasyakur mikunam. Umidworam khudo baroye hameye sumo bistar rahmat taufik podos wa digar bedahad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar