Kamis, 15 Mei 2008

Mulla Shadra dan Mawlawi Rummi, (ringkasan)


Bag 1 Eksistensi dalam dua pandangan dua Towering Figure.

Ketika esensi eksistensi terurai pada berbagai kuiditas maka hal itu akan menjadikan setiap kuiditas tersebut berbeda antara satu dengan yang lain. Maulawi Rumi menyatakan asal dari berbagai generasi dan aktualisasi adalah tuhan, Dia yang nyata, yang independen, dan tidak membutuhkan apapun. Sedang yang lainnya adalah obyektif, tidak nyata,tergantung, lemah dan tergantung pada berbagai kebutuhan.Dia juga menjelaskan bahwa makhluk adalah eksistensi. Ini menunjukkan bahwa dia juga meyakini adanya kesatuan eksistensi (wahdat alwujud). Mulla Shadra menyatakan bahwa eksistensi tidak terpisah dari yang lain. Eksistensi yang wajib ada sampai yang bersifat non-material. Wujud yang suci Gradasi eksistensi yaitu suci dalam intensitas dan kelemahan dengan berbagai bentuknya. Intisari cosmos. Dua Towering figures ini Memberikan gambaran yang komprehensif tentang manusia.


Mauwlawi memandang tingkatan eksistensi sebagai satu lingkaran yang dibagi dalam dua bagian yaitu lengkungan naik dan lengkungan turun. Dimana titik tertinggi ditempati oleh Yang Maha Kuasa, Yang Wajib Ada, Yang Memiliki seluruh sifat kesempurnaan dalam Diri-Nya dan tidak terbatas. Didekat-Nya adalah Archtypes permanen atau bentuk abadi pengetahuan Tuhan yang belum memiliki sifat-sifat eksistensi. Eksistensi tersebut diadakan oleh eksistensi Tuhan meskipun ia berbeda dengan Tuhan.

Mulla Shadra Memandang bahwa eksistensi sebagai sesuatu yang memiliki dua bagian yaitu lengkungan turun dan lengkungan naik. Lengkungan turun atau perjalanan dari tuhan yang diawali dengan Yang Maha Wajib ada. Yang wajib ada merupakan eksistensi yang tidak terbatas dan tidak membutuhkan apapun. Segala sifat kesempurnaanNya juga tidak terbatas. Semua sifat kesempurnaan tersebut berada dalam esensin-Nya dan eksistensi-eksistensi yang lain akan bergantung padanya. Yang Wajib Ada menurut mula shadra merupakan eksistensi yang berbeda dengan ciptaan-ciptaan-Nya dan yang tidak terikat. Menurut Mawlawi turunnya eksistensi berhubungan dengan makhluk yang bermula dari eksistensi terpancar atau emanasi pertama(al wujud al munbasit) yang memancar pada makhluk lain yang lebih rendah serta muncul pada berbagai tingkatan bentuknya. Kemudian ada malaikat yang abstrak dan bentuk selanjutnya adalah dunia manusia yang memiliki jiwa abstrak, tingkat yang terakhir adalah dunia hewan, tumbuhan, dan tanah.

Proses arah naik eksistensi memiliki tingkatan yang sama dan menurut mawlawi, mata rantai eksistensi mulai dari tuhan kemudian turun sampai pada dunia tanah dapat kembali lagi pada Dia pada arah naik dengan kesempurnaan sekali lagi.

Mulla Shadra menyatakan bahwa tingkatan eksistensi selanjutnya adalah eksistensi di dunia intelek yang sifatnya abstrak dan bebas dari materi dalam berbagai bentuknya. Eksistensi dunia intelek memiliki peran sebagai mediator antara tuhan dan makhluk dan pada akhirnya akan menjadi penyebab terciptanya eksistensi lain. Eksistensi tertinggi dari eksistesi-Eksistensi tersebut adalah emanasi pertama, yang merupakan makhluk pertama ciptaan Tuhan. Emanasi tersebut telah mencapai tuhan dan tidak terdapat tirai diantara keduanya. Eksistensi didunia intelek tersebut menjadi mediator antara Tuhan dan makhluk lainya karena terdapat kemiripan antara makhluk ini dengan Tuhan yang suci dari segala macam ketidaksempurnaan disatu sisi, disisi lain karena memiliki kemiripan dengan makhluk yang lainnya.

Sifat-sifat pertama pada pandangan Mulla Shadra hampir sama dengan sifat eksistensi terpancar pada pandangan mawlawi. Lingkaran terakhir pada lingkaran dunia intelek adalah eksistensi yang disebut dengan intelek aktif yang merupakan asal dari segala generasi intelektual dan bentuk umum dan jiwa....Bersambung ke bag 2,..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar