Kamis, 23 Juni 2011

GURU SEBAGAI MOTOR REVOLUSI INFORMASI

GURU SEBAGAI MOTOR REVOLUSI INFORMASI
OLEH : MAHURI GURU SMK NEGERI 4 KOTA BENGKULU
Karakteristik Perubahan Proses Belajar Perubahan Proses Belajar Peran Peserta Pendidikan (1) Dari pelatihan ke penampilan (2) Dari ruang kelas ke di mana dan GURU: kapan saja (3) Dari kertas ke “on line” atau - fasilitator pembelajaran, pelatih, saluran kolaborator, navigator pengetahuan, dan (4) Dari fasilitas fisik ke fasilitas mitra belajar jaringan kerja - memberikan lebih banyak alternatif dan (5) Dari waktu siklus ke waktu tanggung jawab kepada setiap siswa dalam nyata proses pembelajaran MURID: - partisipan aktif dalam proses pembelajaran - beralih dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain Rosenberg, 2001; Prof Moh Surya, 2006 6
Peranan Guru dalam Revolusi Informasi Konselor Manajer Pembelajar Pengarang Pelatih pembelajaran Partisipan Pemimpin (coaches) menciptakan satu situasi interaksi kemandirian dan terus menerus kreatif dan guru tidak hanya mampu belajar-mengajar, otonomi yang belajar dalam inovatif berperilaku menggerakkan memberikan di mana siswa seluas-luasnya rangka menghasilkan mengajar akan orang lain untuk peluang yang melakukan dalam mengelola menyegarkan berbagai karya tetapi juga mewujudkan sebesar- perilaku keseluruhan kompetensinya yang akan berperilaku perilaku menuju besarnya bagi pembelajaran kegiatan belajar- serta digunakan untuk belajar dari tujuan bersama siswa untuk dalam suasana mengajar dengan meningkatkan melaksanakan interaksinya (dalam mengembangkan psikologis yang mendinamiskan kualitas tugas-tugas dengan siswa pendidikan) cara-cara kondusif dan seluruh sumber- profesionalnya profesionalnya pembelajarannya tidak ada jarak sumber penunjang sendiri yang kaku pembelajara dengan guru Guru sebagai Pelaku Aktif Revolusi Informasi "Reinventing Education", Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995)
A.Tantangan dan Usulan: Menyiapkan Guru untuk Revolusi Informasi •
 Tantangan # 1: Menyiapkan Metoda Pembelajaran Baru – Menetapkan proses belajar mengajar dengan berpusat pada siswa – Guru sebagai fasilitator pembelajaran dan selalu terbaharui
 Tantangan # 2: Menyiapkan Infrastruktur e-Learning – Penetapan visi pembelajaran digital di sekolah untuk semua stakeholder pendidikan di sekolah (sekolah, guru, siswa, orangtua) – Penyiapan infrastruktur pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi – Penyiapan metoda pembelajaran (pedagogi) – Penyiapan perangkat yang tepat dan relevan untuk sekolah, guru, siswa
 Tantangan # 3: Memanfaatkan sumber daya digital – Mengembangan konten dan pembelajaran berbasis digital – Memanfaatkan Internet sebagai sumber daya informasi dan kolaborasi – Blog sebagai Sumber Daya Informasi dan Penyebaran Pengetahuan
B. Guru Sebagai Motor Revolusi Informasi
Karakteristik Perubahan Proses Belajar Perubahan Proses Belajar Peran Peserta Pendidikan (1) Dari pelatihan ke penampilan (2) Dari ruang kelas ke di mana dan GURU: kapan saja (3) Dari kertas ke “on line” atau - fasilitator pembelajaran, pelatih, saluran kolaborator, navigator pengetahuan, dan (4) Dari fasilitas fisik ke fasilitas mitra belajar jaringan kerja - memberikan lebih banyak alternatif dan (5) Dari waktu siklus ke waktu tanggung jawab kepada setiap siswa dalam nyata proses pembelajaran MURID: - partisipan aktif dalam proses pembelajaran - beralih dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain Rosenberg, 2001; Prof Moh Surya, 2006 6
1. Peranan Guru dalam Revolusi Informasi Konselor Manajer Pembelajar Pengarang Pelatih pembelajaran Partisipan Pemimpin (coaches) menciptakan satu situasi interaksi kemandirian dan terus menerus kreatif dan guru tidak hanya mampu belajar-mengajar, otonomi yang belajar dalam inovatif berperilaku menggerakkan memberikan di mana siswa seluas-luasnya rangka menghasilkan mengajar akan orang lain untuk peluang yang melakukan dalam mengelola menyegarkan berbagai karya tetapi juga mewujudkan sebesar- perilaku keseluruhan kompetensinya yang akan berperilaku perilaku menuju besarnya bagi pembelajaran kegiatan belajar- serta digunakan untuk belajar dari tujuan bersama siswa untuk dalam suasana mengajar dengan meningkatkan melaksanakan interaksinya (dalam mengembangkan psikologis yang mendinamiskan kualitas tugas-tugas dengan siswa pendidikan) cara-cara kondusif dan seluruh sumber- profesionalnya profesionalnya pembelajarannya tidak ada jarak sumber penunjang sendiri yang kaku pembelajara dengan guru Guru sebagai Pelaku Aktif Revolusi Informasi "Reinventing Education", Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995) 7
2. Tantangan dan Usulan: Menyiapkan Guru untuk Revolusi Informasi • Tantangan # 1: Menyiapkan Metoda Pembelajaran Baru – Menetapkan proses belajar mengajar dengan berpusat pada siswa – Guru sebagai fasilitator pembelajaran dan selalu terbaharui • Tantangan # 2: Menyiapkan Infrastruktur e-Learning – Penetapan visi pembelajaran digital di sekolah untuk semua stakeholder pendidikan di sekolah (sekolah, guru, siswa, orangtua) – Penyiapan infrastruktur pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi – Penyiapan metoda pembelajaran (pedagogi) – Penyiapan perangkat yang tepat dan relevan untuk sekolah, guru, siswa • Tantangan # 3: Memanfaatkan sumber daya digital – Mengembangan konten dan pembelajaran berbasis digital – Memanfaatkan Internet sebagai sumber daya informasi dan kolaborasi – Blog sebagai Sumber Daya Informasi dan Penyebaran Pengetahuan 14
C. Solusi Sistem Informasi Siswa (SISFOSIS) Online yang Real Time

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat, maka pengaksesan terhadap data atau informasi yang tersedia dapat berlangsung dengan cepat, efisien serta akurat. Metoda-metoda baru dalam bidang komunikasi via selular juga dihasilkan. Metoda-metoda baru di bidang komunikasi baik terhadap transmisi data maupun content atau isi dari data terus dikembangkan untuk bisa menyesuaikan diri dari pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Sektor pendidikan yang merupakan salah satu sektor pembangunan yang sedang mendapat perhatian besar dari pemerintah merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial untuk dapat diintegrasikan dengan kehadiran teknologi informasi. Dampak dari perkembangan itulah yang menyebabkan dunia pendidikan harus menyelaraskan diri guna peningkatan kualitas dan performa institusi pendidikan untuk bisa bersaing ditengah-tengah arus globalisasi, dan bisa menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa institusi pendidikan tersebut bisa diterima dan diakui oleh banyak pihak yang terkait.

Dengan kemajuan perkembangan pendidikan di Indonesia, baik dari aspek administratif atau teknologi, maka proses pelayanan informasi pendidikan di Indonesia dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk mengembangkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah SMA dan keterlibatan orangtua siswa dalam mengikuti perkembangan dan potensi anak-anaknya di sekolah, dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung, dimana salah satu fasilitas pendukung tersebut adalah aplikasi teknologi informasi dengan mengimplementasikan suatu sistem informasi berbasis jaringan komunikasi global dalam satu komunitas yang menghubungkan beberapa pusat pelayanan informasi aplikasi berbasis SMS.




D. Tingkat Kesiapan Guru TIK dalam Pelaksanaan Kurikulum 2006
Dalam rangka mensukseskan KTSP diperlukan kemandirian guru, terutama dalam melaksanakan, menyesuaikan, mengadaptasikan KTSP tersebut dalam pembelajaran dikelas. Kemandirian ini penting dalam kaitanya dengan penyesuaian KTSP dengan situasi aktual didalam kelas, serta menyesuaikan KTSP dengan perbedaan karakteristik perserta didik yang beragam. Dengan demikian, implementasi KTSP yang ditunjang oleh kemandirian guru diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, yang akan bermuara pada peningkatan prestasi belajar peserta didik dan prestasi sekolah secara keseluruhan. Menurut Mulyasa ( 2006: 164 ) agar sebagai guru TIK dapat melaksanakan pembelajaran TIK yang sejalan dengan KTSP maka hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut :

1. Menguasai dan memahami kompetensi dasar.
Sebagai guru TIK hendaknya harus menguasai dan memahami kompetensi. Hal ini ditujukan agar dalam proses pembelajaran, guru secara terarah mampu menguasai materi yang diajarkan sehingga tidak menyimpang dari apa yang telah ditentukan. Selain itu dalam kaitanya guru harus menguasai dan memahami kompetensi dasar, maka hendaknya guru TIK dituntut tangung jawab yang lebih besar dalam menguasan sarana dan prasaran yang hubunganya sangat erat dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

2. Guru hendaknya menyukai apa yang diajarkanya dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi.
Guru adalah semua orang yang berweenang dan bertangung jawab untuk membimbimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun secara klasikal, disekolah maupun diluar sekolah. (Djamarah: 1997:32 ). Dari uraian tersebut hendaknya guru mampu menjaga pofesi dengan menerapkan sikap profesionalisme dalam bekerja. Menurut Drs. Syaiful Bahri Djamarah.(1997 ) guru memiliki beberapa tugas antara lain:
1. Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman yang dimilikinya.
2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar negara kita pancasila.
3. Menyiapakan anak menjadi warga negara yang baik sesuai undangundang pendidikan yang merupakan keputusan MPR No.11 Tahun 1983.
4. Sebagai perantara dalam belajar.
5. Sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik kearah kedewasaan.
6. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
7. Guru sebagai penegak disiplin.
8. Guru sebagai administator dan manajer.
9. Pekerjaan guru sebagai suatu profesi (tidak terpaksa)
10. Guru sebagai perencana kurikulum.
11. Guru sebagai pemimpin.
12. Guru sebagai Sponsor dalam kegiatan anak-anak.

Selain itu menurut Soetjipto ( 1999 : 43-52 ) tugas sebagai guru, guru diwajibkan mampu mengembangkan sikap profesional keguruan. Hal ini ditujukan agar berlagsungnya proses pendidikan dapat berjalan lancar tanpa melalui banyak hambatan . Adapun sikap professional yang harus dikembangkan antara lain:
1. Sikap terhadap peraturan perundang-undangan.
2. Sikap terhadap organisasi profesi.
3. Sikap terhadap teman sejawat.
4. Hubungan guru berdasarkan lingkungan kerja.
5. Hubungan guru berdasarkan lingkungan keseluruhan.
a. Sikap tehadap anak didik.
b. Sikap terhadap teman kerja.
c. Sikap terhadap pemimpin.
d. Sikap terhadap pekerjaan.

Dengan adanya penjabaran tugas guru dan sikap professional yang harus dimiliki guru diharapkan mampu dijadikan sebagai acuan setiap guru dan mampu dilaksanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan dalam pengajaran termasuk proses pengajaran KTSP.

3. Guru sebaiknya memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan dan prestasinya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik, Sehingga dalam pembelajaran guru harus berusaha melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Mengurangi metode ceramah.
2. Memberikan tugas yang berbeda pada setiap peserta didik.
3. Mengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuanya, serta disesuaikan dengan mata pelajaran.
4. Memodifikasi dan memperkaya bahan pembelajaran.
5. Menghubungi spesialis, bila ada peserta didik yang mempunyai kelainan
6. Menggunakan prosedur yang bervareasi dalam membuat penilaian dan laporan.
7. Memahami bahwa peserta didik tidak berkembang dalam kemampuan yang sama.
8. Mengembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap anak bekerja dengan kemampuan masing-masing pada setiap pembelajaran
9. Mengusahakan peserta didik dalam berbagai kegiatan pembelajaran. ( Mulyasa,2006 : 163 ).

4. Guru sebaiknya siap mengunakan metede yang bervareasi dalam mengajar dan membentuk kompetensi peserta didik.

Agar pembelajaran materi TIK dapat diterima oleh siswa dengan baik maka guru diharapkan mampu menguasai metode mengajar dan menerapakan salah salah satu metode yang dirasa sesuai dalam penyampai pada pokok materi pelajaran tertentu, yang diharapkan saat pembelajaran itu berlangsung dapat diterima siswa dengan baik. Adapun metode mengajar pun dapat dibedakan 3 aspek, yaitu:
1. Aspek penyampaian pesan
1. Metode ceramah Dalam pelajaran TIK guru perlu memberikan pelajaran berupa materi secara teoritik, untuk itu berlangsung proses pembicaraan yang disampaikan oleh guru.
2. Metode tanya jawab Untuk mengetahui apakah siswa benar-benar sudah menguasai materi.
3. Metode demonstrasi Dalam pembelajaran TIK guru dapat memperlihatkan hasil dari penerapan salah satu materi seperti pembuatan wabsite.
4. Metode eksperimen Metode ini dapat diterapkan pada saat anak menerapkan teori ke dalam praktek.
5. Metode tugas dan resitasi Cara belajar mengajar di mana guru dengan siswa merencanakan bersama-sama suatu soal, problema atau kegiatan yang harus diselesaikan siswa dalam waktu itu. Metode melatih Guru harus memberikan latihan pada siswa agar siswa sudah benar-benar paham dan mampu dalam penguasaan alat atau media tersebut.
2. Aspek pendekatan pengajaran.
a. Metode problem salving Dasar metode ini mendorong anak berfikir secara sistematik dengan menghadapkannya kepada problem.
b. Metode discovery dan inguary Pembelajaran inguary adalah pembelajaran dimana guru dan siswa mempelajari gejala-gejala dengan pendekatan dan jiwa ilmuan.
c. Teknik penjernihan nilai Metode mengajar dimana guru menolong siswa untuk menetapkan nilai pilihannya dari sejumlah alternatif nilai yang dihadapinya.
d. Role playing Suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendramatisasikan sikap tingkah laku atau enghayatan seseorang seperti yang dilakukan dalam hubungannya sosial sehari-hari di masyarakat.
e. Simulasi Suatu kegiatan atau latihan yang menggambarkan atau mewakili keadaan yang sebenarnya. Maksudnya adalah siswa dengan bimbingan guru melakukan peran dalam situasi tiruan untuk mencoba menggambarkan kejadian yang sebenarnya.

3. Aspek pengorganisasian siswa
a. Karya wisata Dengan pendekatan pengajaran ini dapat dilakukan dengan membawa siswa ke universitas-universitas yang menunjang pada pembelajaran TIK.
b. Kerja kelompok Guru memberikan tugas kelompok dengan pembuatan website.
c. Diskusi Yaitu guru dapat bertukar pikiran dengan siswa yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas siswa dan guru.
d. Proyek Pengajaran proyek atau utuh didefinisikan sebagai suatu sistem penyampai materi pelajaran yang ditujukan pada suatu masalah untuk di pecahkan secara utuh yang memiliki arti tersendiri. (Teori Belajar Mengajar, 1990

5. Guru sebaiknya mampu mengeliminasi bahan – bahan yang kurang penting dan kurang berarti dalam kaitanya dalam pembentukan kompetensi.

Dengan mengeliminasi bahan-bahan yang dirasa kurang penting dalam pembentukan kompetensi hendaknya dapat memanfaatkan waktu secara efisien guna memperoleh hasil yang optimal. Sehingga apabila dalam proses pembelajaran terdapat sisa waktu, dapat dimanfaatkan untuk mengulang materi pelajaran yang dirasa belum mencapai hasil yang optimal.

6. Guru sebaiknya mengikuti perkembangan pengetahuan yang mutahir.
Guru diharapkan mampu memberikan informasi kepada peserta didik mengenai sesuatu yang baru. Yang nantinya diharapkan bermanfaat bagi kehidupan peserta didik dan sekaligus dapat menambah wawasan dan pembentukan pola pikir kearah yang lebih baik.
7. Menyiapkan proses pembelajaran
Penguasaan atas proses pembelajaran adalah penguasaan terhadap kemampuan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran meliputi kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, kemampuan dalam menganalisis, menyusun program perbaikan dan pengayaan. Kusus guru kelas SD menyusun program bimbingan dan konseling. (Ganesa, 2006 : 34 ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar