Kamis, 21 Oktober 2010

Rolling Guru Direspon Positif Guru Honor

LUBUKLINGGAU-Pemerhati pendidikan dan guru honor SDN 53 Lubuklinggau Lendri Alpikar, merespon positif kebijakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau Septiana Zuraida mengenai penyeleksian Kepala Sekolah (Kasek) serta rolling guru. Sebab, tahapan ini dinilai akan menjawab tantangan berat dunia pendidikan di daerah ini.

Langkah ini menurut Lendri, sangat positif, karena pengisian jabatan Kasek SD hingga SMA/SMK Negeri se-Kota Lubuklinggau, melalui hasil seleksi yang sangat selektif dengan berbagai uji kepatutan dan kelayakan serta kompetisi Kasek antara lain, seperti melalui tes tertulis serta pemaparan program, visi dan misi calon Kasek. “Langkah ini akan menjawab tantangan berat dunia pendidikan di Kota Lubuklinggau dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab pengisian suatu jabatan tidak berdasarkan suka atau tidak suka terhadap seseorang, melainkan berdasarkan kemampuan uji kepatutan. Tentunya akan berimbas kepada peningkatan kinerja Kasek yang nantinya dapat merangsang para guru dalam meningkatkan kinerja dan prestasi kerja,” kata Alpikar kepada wartawan koran ini, Kamis (21/10).

Dengan diberlakukannya pengangkatan Kasek melalui sistem ini, tentunya Kasek akan memiliki kemampuan leadership dan punya visi dan misi yang jelas dalam menjalankan program kerja, serta memiliki kredibilitas dan akuntabilitas yang tinggi dalam mencapai hasil pendidikan yang berkualitas.

“Dengan adanya pemilihan Kasek memiliki kredibilitas yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan indek prestasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan oleh dunia pendidikan di Kota Lubuklinggau. sehingga mampu mengharumkan dan mewujudkan Kota Lubuklinggau ketingkat nasional. Tentunya akan sangat membanggakan jika Kasek mampu menciptakan guru dan siswa yang berprestasi hingga ketingkat nasional,” harapnya.

Disamping itu, dengan dilakukannya penyeleksian terhadap Kasek, nantinya akan mempermudah Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini Disdik dalam mengevaluasi kinerja Kasek dalam menjalankan visi dan misinya. “Ini merupakan jaminan bagi kita semua bahwasanya Kasek akan mengerjakan tugasnya sebaik-baiknya,” tandasnya.

Ia menambahkan, rolling guru yang akan dilakukan tak lama lagi merupakan penyegaran bagi guru dalam menjalankan tugasnya, serta mencegah penumpukan guru pada satu sekolah. Selain dari pada itu, kita berharap penempatan guru nantinya ditempatkan untuk mempertimbangkan jarak dan tempat guru itu bermukim. Sebab ini nantinya akan menjawab dari permasalahan kedisiplinan guru yang sering datang terlambat, dengan alasan jarak tempat tinggal mereka yang jauh dari tempat ia tugas.

“Penempatan berdasarkan jarak tempat tinggal dengan sekolah juga akan menjadi bentuk tanggung jawab sosial bagi guru tersebut terhadap masyarakat sekitar sekolah. Disamping itu dapat mempermudah bagi guru dalam memantau dan bimbingan terhadap siswanya. Dengan harapan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelajar di Kota Lubuklinggau,” harap Lendri .(10)

744 Pelajar SMA Terima Dana BKMM

LUBUKLINGGAU- Ada 744 orang pelajar SMA, di Kota Lubuklinggau, mendapat Batuan Khusus Murid Miskin (BKMM). Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), melalui Departemen Pendidikan Nasional.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau Septiana Zuraida, melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Agus Sugianto, mengatakan BKMM bertujuan membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya, sehingga diharapkan dapat mencegah siswa dari kemungkinan putus sekolah akibat kesulitan ekonomi.

“Beasiswa itu seyogyanya disalurkan langsung ke rekening masing-masing siswa. Tapi karena tidak semua siswa punya rekening, maka disalurkan melalui rekening kepala sekolah dan tidak ada pemotongan dalam penyalurannya,” kata Agus, kepada wartawan koran ini, Kamis (21/10).

Ia mengatakan, BKMM yang diberikan kepada 744 siswa SMA tersebut, meliputi 546 siswa dianggarkan melalui Anggran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan 198 melalui APBN Perubahan. Untuk itu, siswa yang mendapatkan APBN Perubahan terhitung sejak Januari hingga Desember 2010. Sedangkan 546 yang dianggarkan melalui APBN tersebut hanya untuk priode Juli hingga Desember 2010.

“Dana BKMM diberikan kepada pelajar senilai Rp 65 ribu/bulan/siswa, yang terdiri dari siswa kelas X hingga XII, baik negeri maupun swasta dari keluarga yang tidak mampu. Dan dana tersebut dicairkan dalam satu semester satu kali, dengan total Rp 390 ribu/siswa/semester,” jelasnya. Untuk BKMM yang melalui APBN Perubahan, diperuntukkan bagi siswa SMA yang belum pernah mendapatkan BKMM, sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nomor: 900/642/SMA/Disdik/55/2010. Sementara untuk siswa yang sudah mendapatkan BKMM tidak akan mendapatkan dana tersebut. Artinya tidak mungkin terjadi siswa yang menerima bantuan itu doeble atau dua kali. “Kita berharap uang tersebut tidak diterima oleh murid melainkan diterima oleh wali murid. Kendati demikian, orang tua juga harus mengatahui tujuan diberikannya uang BKMM kepada siswa, sehingga penggunaan uang yang diberikan sesuai dengan apa yang diharapkan,” jelasnya.(10)

Disdik Tetapkan Reni Sebagai Kepala SDN 78

Pasca Mundurnya Malla Ulfa

LUBUKLINGGAU-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau menetapkan Reni, sebagai Kepala Sekolah (Kasek) SD Negeri 78 Lubuklinggau, Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklingga Utara I. Karena Malla Ulfa, selaku Kasek sebelumnya mengundurkan diri.

Demikian dikatakan Kadisdik Kota Lubuklinggau Septiana Zuraida, melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Agus Sugianto, kepada wartawan koran ini, Kamis (20/10).

Dikatakannya, alasan ketidak sanggupan Malla Ulfa menjabat selaku Kasek SDN 78 tersebut karena jarak tempuh dari rumahnya terlalu jauh. Apalagi kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk menempuh perjalanan sejauh itu. Demikian isi dari surat pengunduran diri Kasek SD Negeri 78 yang dinyatakannya adalah karena dirinya tidak kuat untuk menjalani tugas terlalu jauh dengan tempat tinggal di Kelurahan Taba Jemekeh, karena kondisi kesehatannya tidak mengizinkan lagi. Untuk itu, dirinya meminta untuk dapat mengajar (guru kelas) di SD Negeri 5 Kota Lubuklinggau.

Dengan pengunduran diri tersebut, maka Disdik Kota Lubuklinggau segera mencari penggantinya. “Pergantian Kasek yang dilakukan itu sesuai dengan pengangkatan Kasek sebelumnya, yang diangkat berdasarkan dengan rangking saat mengikuti fit and proper test beberapa bulan yang lalu. Dan SK penempatan Reni sebagai Kasek di SD Negeri 78 saat ini telah ada,” jelasnya.(10)

Rabu, 20 Oktober 2010

Manfaatkan Sampah Plastik Untuk Property Sekolah


Siswi SMPN I Duta Sanitasi Provinsi Sumsel



Meilisa Primarani (14), siswi SMP Negeri I Lubuklinggau, dinobatkan sebagai duta Sanitasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2010. Penobatan duta ini diraihnya setelah mengikuti jambore sanitasi ditingkat nasional. Berikut penuturannya.



Leo Mura, Lubuklinggau

SANITASI 2010 tingkat nasional yang digelar Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya di Wisma Hijau Mekarsari, Cimanggis, Depok, dikuti 128 pelajar tingkat SMP dari 32 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sejak 12 hingga 16 Oktober 2010 lalu, ternyata masih menyimpan semacam gemerutu kekecewaan yang mendalam bagi Meilisa Primarani, siswi kelas IX SMP Negeri I Lubuklinggau, sebab dirinya harus puas menyandang duta santitasi tingkat provinsi.

“Saya merasa kecewa dengan hasil yang saya peroleh kala itu. Kendati tak sesuai dengan apa yang saya harapkan sebagai duta sanitasi di tingkat nasional,” kata Lisa, sapaan akrabnya kepada wartawan koran ini ketika dijumpai di ruang Kasek SMP Negeri I Lubuklinggau, Rabu (20/10).

Ia mengaku, meski dirinya kecewa namun ia berupaya untuk tetap semangat. Walau dirinya harus puas dengan prestasi yang ia peroleh. Ia mengaku dengan mengikuti Jambore Sanitasi Nasional 2010, banyak hikmah yang dapat diambil. Sebagai titik sentral komunikasi dan unsur masa depan bangsa yang menerima dampak baik dan buruknya sanitasi. Dirinya berupaya untuk dapat memberi dan membangun SMP Negeri I Lubuklinggau, khususnya seperti sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia yang mampu mendaur ulang sampah dan botol Plastik untuk dijadikan bunga.

“Selama lima hari disana, kita banyak melakukan tukar pendapat dengan teman-teman. Dan bahkan ada sebagian siswa/siswi membawa tas dari hasil karya mereka sendiri dengan bahan plastik. Untuk itu, kita upayakan khususnya siswa/siswi SMP Negeri I Lubuklinggau, dapat melakukan hal yang sama seperti halnya yang dilakukan oleh teman-teman semasa mengikuti sanitasi nasional,” tutur gadis kelahiran Lubuklinggau 19 Mei 1996.

Diakuinya, dari 128 pelajar di Indonesia yang mengikuti Jambore Sanitasi nasional 2010, tersebut diperkecil menjadi 20 orang kemudian diperkecil lagi menjadi 5 orang. “Nah kelima orang itulah yang diambil untuk dipilih menjadi tiga orang untuk dinobatkan sebagai duta sanitasi satu dua dan tiga. dan saat penobatan inilah saya bisa ketemu dan berjabat tangan dengan Herawati Budiono, selaku istri dari Wakil Presiden RI,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia ucapkan terima kasih kepada ketiga guru pembimbing yang telah ikut serta dan berperan aktif menyukseskan Jambore Sanitasi tingkat nasional 2010. Tiga guru itu adalah Endang Puspita Sari, Anita Ika Sukesmawati, dan Nela Elmianti. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mempersiapkan anak didiknya pada Jambore Sanitasi ini. Sebab yang diutamakan pada penilaian jambore tingkat nasional 2010 yakni kepribadian. “

Kepala SMP Negeri 1 Lubuklinggau Iskandar Burni, mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswinya tersebut. Meski prestasi ini bukan yang pertama kalinya. Karena keberangkatan Meilisa Primarani pada event ini bukan hanya membawa nama SMPN 1 Lubuklinggau, akan tetapi kota berslogan ‘Sebiduk Semare’ dan bahkan Provinsi Sumsel.

“Kami berharap tahun-tahun mendatang siswa siswi SMPN 1 Lubuklinggau tak hanya go nasional melainkan go internasional,” jelasnya.

Adapun prestasi yang pernah diraih siswa SMPN 1 pada tahun ajaran 2009/2010, yakni lomba karate diraih oleh M Agung Doyonda. Kemudian lomba catur disabet oleh Niken, dan lomba bright direbut oleh Yoga dan Imam.

Menurutnya, jambore ini merupakan bagian dari kampanye untuk meningkatkan kehidupan sanitasi, sebagai unsur penting dalam kelangsungan hidup anak-anak.

Dan jambore ini akan memberikan pelajaran baru untuk anak-anak bagaimana mendalami tentang sanitasi. Kegiatan ini akan memicu keinginan kita dan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan lebih baik lagi. (*)

Pemkot Akan Perluas Areal SDN 38 dan 39

LUBUKLINGGAU–Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau akan melakukan perluasan area pembangunan SD Negeri 38 dan SD Negeri 39. Perluasan lahan itu mencapai 326 meter, dengan melakukan pembebasan rumah perkarangan warga di sekitar sekolah. Untuk pembebasan lahan tersebut, pihak Pemkot Lubuklinggau, membentuk tim sembilan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau Septiana Zuraida, melalui Sekretaris Disdik Agus Sugianto, mengatakan pembebasan lahan dan rumah yang berada di antara SDN 39 dan SDN 38 di Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini, telah direncanakan tahun sebelumnya, namun baru terealisasi tahun ini. “Nuryana pemilik rumah dan 10 anaknya, telah menyetujui jika tanah dan rumahnya dibeli oleh Pemkot dengan luas 326 meter persegi,” jelas Agus Sugianto kepada wartawan koran ini, Rabu (20/10).

Dikatakannya, untuk pembebasan lahan dan rumah ini, Pemkot Lubuklinggau menganggarkan dana bekisar Rp 1 miliar melalui anggaran Disdik Kota Lubuklinggau, yang diperuntukkan untuk ganti rugi dan biaya administrasi. Pembebasan lahan warga, tersebut lanjutnya, dilakukan mengingat kedua SD itu masih minimnya sarana dan prasaran. Untuk itu, pihaknya mengupayakan untuk membebaskan lahan 326 meter persegi,” imbuhnya.

Murid SDN 39 saat ini ada 296 orang murid, terdiri 145 putra dan 151 putri, dengan 12 lokal belajar dan 15 orang guru PNS dan 5 orang guru honorer. Sedangkan, untuk SDN 38 terdapat 386 murid, 191 putra dan 198 putri dengan 9 lokal belajar, dan 15 orang guru PNS, serta 7 guru honorer. Perencanaan pembangunan gedung lantai dua ini akan dilaksanakan secara bertahap.

Kadisdik Kota Lubuklinggau Septiana Zuraida, beserta jajarannya dan tim 9 Pemkot Lubuklinggau, pada pukul 09.00 WIB, Rabu (20/10) telah melakukan peninjauan lahan. Diharapkan proses pembebasan dan pembangunan gedung baru ini dapat dipercepat. Mengingat SD Negeri 38 dan SD Negeri 39 sangat membutuhkannya, guna mempercepat lajunya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). (10)

UT Gelar Pelatihan TTM Tahap III

MUSI RAWAS-Universitas Terbuka (UT) Palembang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Mura gelar pelatihan Tutor Tatap Muka (TTM) tahap III 2010. Kegiatan itu dilaksanakan di Ball Room Hotel Hakmaz Taba, Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (20/10).

Koordinator BBLBA Aria Chandra mengatakan pelatihan TTM yang diperuntukan bagi tutor UT bertujuan untuk dapat melakukan fasilitas pembelajaran secara efektif dan efisien dalam kegiatan tutorial. Dan melalui kegiatan ini juga dapat merancang tutorial untuk masa registrasi dan setiap pertemuan tatap muka. Sehingga tutor dapat dilaksanakan sesuai dengan model yang dirancang, sehingga dapat mengevaluasi hasil belajar mahasiswa dalam tutorial,” kata Aria Chandra kepada wartawan koran ini, Rabu (20/10).

Adapun materi yang akan disampaikan pada pelatihan TTM tahap III ini, yaitu sistem belajar jarak jauh (SBJJ), peta konsep, perencanaan tutorial Rancangan Aktivitas Tutor (RAT) dan SAT, pengembangan model tutorial, pelaksanaan tutor, praktik tutorial mini, pemberian dan penilaian tugas, serta pengembangan bahan presentasi.

Dikatakannya, dari delapan materi yang dilakukan, terdapat lima produk pengembangan tutor TTM pada Tahap III 2010 ini, pertama peta konsep mata kuliah, kedua dalam satu RAT ada satu mata kuliah. Ketiga delapan satuan acara tutor untuk delapan kali pertemuan, keempat tiga buah tugas tutorial, kelima yaitu rambu-rambu jawaban dan racangan bahan presentasi. “Harapan kedepanya setiap tutor mampu dan menguasai produk pengembangan tersebut,” jelasnya.(10)

Hamdan: Dunia Pendidikan Linggau Menuju Perubahan

LUBUKLINGGAU-Ternyata, dalam kurun waktu selama 11 bulan ini banyak perubahan di dunai pendidikan, khususnya di wilayah kota berslogan “Sebiduk Semare”. Sebagai bukti, telah diterapkannya kedisiplinan di sekolah mulai dari Kepala Sekolah (Kasek), guru serta staf. Demikian dikemukan Ketua Dewan Pendidikan Kota Lubuklinggau, Hamdan Kamal kepada wartawan koran ini, Rabu (20/10).
Selain dari pada itu, banyak gebrakan-gebrakan yang begitu tetap dilaksanakan Kadisdik Kota Lubuklinggau, seperti halnya pengangkatan Kasek yang melalui proses dan tahapan uji kelayakan dan uji kepatutan. Sebelumnya, belum pernah dilakukan di dunia pendidikan, khususnya di Kota Lubuklinggau. “Ini menunjukkan akan majunya pendidikan di Kota Lubuklinggau dalam waktu yang singkat ini,” imbuhnya.

Terlebih, baru-baru ini Kadisdik Lubuklinggau meluncurkan terobosan-terobosan baru seperti, siswa tidak diperbolehkannya menggunakan kendaraan sepeda motor maupun roda empat ke sekolah, memberlakukan kebijakan rok panjang untuk seragam siswi. Selanjutnya, menerapkan seragam batik pada hari sabtu, dan kegiatan belajar mengajar akan ditetapkan sistem SKS, yang seyogyanya akan bertaraf internasional. Kemudian gebrakan terakhir, yakni memberantas anak putus sekolah.

Terobosan tersebut tentunya sangat membantu semua lapisan, baik orang tua siswa, guru dan pihak keamanan. Sehingga siswa tidak akan mudah untuk meninggalkan (Minggat red) sekolah pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Sebab mereka tidak lagi menggunakan sepeda motor ke sekolah. Dan dengan diberlakukannya siswi harus mengenakan rok panjang, sangat banyak sekali manfaatnya, selain menghindari hal-hal yang negative, juga siswi tersebut kelihatan rapi.

Ia mengatakan, program tersebut sangat baik dalam mendukung dan memanjukan dunia pendidikan di Kota Lubuklinggau. “Dan saya selaku Ketua Dewan Pendidikan Kota Lubuklinggau, beserta anggota mendukung sepenuhnya program tersebut, demi terciptanya Kota Lubuklinggau menuju Kota Madani dan Kota Pelajar. Dan kami berharap hendaknya semua elemen masyarakat dan stake holderdapat mendukung program-program yang diluncurkan Kadisdik Kota Lubuklinggau, guna menciptakan kualitas dan kuantitas output yang lebih baik dan terarah,” harapnya.(10)