Rabu, 20 Oktober 2010

Manfaatkan Sampah Plastik Untuk Property Sekolah


Siswi SMPN I Duta Sanitasi Provinsi Sumsel



Meilisa Primarani (14), siswi SMP Negeri I Lubuklinggau, dinobatkan sebagai duta Sanitasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2010. Penobatan duta ini diraihnya setelah mengikuti jambore sanitasi ditingkat nasional. Berikut penuturannya.



Leo Mura, Lubuklinggau

SANITASI 2010 tingkat nasional yang digelar Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya di Wisma Hijau Mekarsari, Cimanggis, Depok, dikuti 128 pelajar tingkat SMP dari 32 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sejak 12 hingga 16 Oktober 2010 lalu, ternyata masih menyimpan semacam gemerutu kekecewaan yang mendalam bagi Meilisa Primarani, siswi kelas IX SMP Negeri I Lubuklinggau, sebab dirinya harus puas menyandang duta santitasi tingkat provinsi.

“Saya merasa kecewa dengan hasil yang saya peroleh kala itu. Kendati tak sesuai dengan apa yang saya harapkan sebagai duta sanitasi di tingkat nasional,” kata Lisa, sapaan akrabnya kepada wartawan koran ini ketika dijumpai di ruang Kasek SMP Negeri I Lubuklinggau, Rabu (20/10).

Ia mengaku, meski dirinya kecewa namun ia berupaya untuk tetap semangat. Walau dirinya harus puas dengan prestasi yang ia peroleh. Ia mengaku dengan mengikuti Jambore Sanitasi Nasional 2010, banyak hikmah yang dapat diambil. Sebagai titik sentral komunikasi dan unsur masa depan bangsa yang menerima dampak baik dan buruknya sanitasi. Dirinya berupaya untuk dapat memberi dan membangun SMP Negeri I Lubuklinggau, khususnya seperti sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia yang mampu mendaur ulang sampah dan botol Plastik untuk dijadikan bunga.

“Selama lima hari disana, kita banyak melakukan tukar pendapat dengan teman-teman. Dan bahkan ada sebagian siswa/siswi membawa tas dari hasil karya mereka sendiri dengan bahan plastik. Untuk itu, kita upayakan khususnya siswa/siswi SMP Negeri I Lubuklinggau, dapat melakukan hal yang sama seperti halnya yang dilakukan oleh teman-teman semasa mengikuti sanitasi nasional,” tutur gadis kelahiran Lubuklinggau 19 Mei 1996.

Diakuinya, dari 128 pelajar di Indonesia yang mengikuti Jambore Sanitasi nasional 2010, tersebut diperkecil menjadi 20 orang kemudian diperkecil lagi menjadi 5 orang. “Nah kelima orang itulah yang diambil untuk dipilih menjadi tiga orang untuk dinobatkan sebagai duta sanitasi satu dua dan tiga. dan saat penobatan inilah saya bisa ketemu dan berjabat tangan dengan Herawati Budiono, selaku istri dari Wakil Presiden RI,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia ucapkan terima kasih kepada ketiga guru pembimbing yang telah ikut serta dan berperan aktif menyukseskan Jambore Sanitasi tingkat nasional 2010. Tiga guru itu adalah Endang Puspita Sari, Anita Ika Sukesmawati, dan Nela Elmianti. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mempersiapkan anak didiknya pada Jambore Sanitasi ini. Sebab yang diutamakan pada penilaian jambore tingkat nasional 2010 yakni kepribadian. “

Kepala SMP Negeri 1 Lubuklinggau Iskandar Burni, mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswinya tersebut. Meski prestasi ini bukan yang pertama kalinya. Karena keberangkatan Meilisa Primarani pada event ini bukan hanya membawa nama SMPN 1 Lubuklinggau, akan tetapi kota berslogan ‘Sebiduk Semare’ dan bahkan Provinsi Sumsel.

“Kami berharap tahun-tahun mendatang siswa siswi SMPN 1 Lubuklinggau tak hanya go nasional melainkan go internasional,” jelasnya.

Adapun prestasi yang pernah diraih siswa SMPN 1 pada tahun ajaran 2009/2010, yakni lomba karate diraih oleh M Agung Doyonda. Kemudian lomba catur disabet oleh Niken, dan lomba bright direbut oleh Yoga dan Imam.

Menurutnya, jambore ini merupakan bagian dari kampanye untuk meningkatkan kehidupan sanitasi, sebagai unsur penting dalam kelangsungan hidup anak-anak.

Dan jambore ini akan memberikan pelajaran baru untuk anak-anak bagaimana mendalami tentang sanitasi. Kegiatan ini akan memicu keinginan kita dan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan lebih baik lagi. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar