Kamis, 22 April 2010

Ketika Steve and Bill Bicara (Steve-Gates)



“I really had a lot of dreams when I was a kid, and I think a great deal of that grew out of the fact that I had a chance to read a lot.”

Bill Gates quotes (American Entrepreneur and Founder of Microsoft Co., b.1955)






Bill Gates: Rumit, Kaya.

Jika Anda biasa menggunakan Microsoft PowerPoint, ya seperti itulah gaya presentasi Bill Gates. Seperti itu pulalah saya selama ini membuat materi presentasi. Sangat runtut dari satu halaman ke halaman berikutnya. Hirarki penuturan juga dibuat detil, ditulis satu persatu. Lengkap. Kompleks. Kaya.

Penasaran sama gaya presentasi Bill Gates? Simak di sini.

Sejauh ini saya tidak bermasalah dengan jenis presentasi yang rumit ini. Saya malah diuntungkan karena dengan cara seperti ini saya bisa menyampaikan sebuah materi dengan runtut pula. Tidak ada pesan yang terlupakan. Satu-satunya kelemahan adalah, peserta akan bosan kalau kita terjebak ke “membacakan materi presentasi” ketimbang “menuturkan dan berdialog dengan peserta”.

Setelah membaca dua kutub presentasi antara Steve Jobs dan Bill Gates ini, saya sedang berusaha menuju ke tipe Steve Jobs. Saya lebih menyukai tipe materi presentasi yang sederhana, tepat guna, namun dilengkapi dengan cara tutur yang berbobot, sehingga secara keseluruhan peserta mendapat banyak informasi di balik kesederhanaan materi presentasi.

Kalau Anda?


"Saudaraku, perlu ditegaskan lagi bahwa tugas kita ada tiga. Pertama, meluruskan niat. Kedua, menyempurnakan ikhtiar. Ketiga, bertawakal sepenuh hati kepada Allah. Andai kita sudah melaksanakan semua itu, namun apa yang kita dapatkan belum juga sesuai keinginan, maka yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan sekecil apapun amal hamba-Nya."

(Aa Gym)

Siswa SMKN 3 Boyong Tiga Gelar LKS

Tingkat Provinsi Sumsel 

LUBUKLINGGAU-Luar biasa! Kata ini sangat pantas ditujukan kepada siswa SMK Negeri 3 Lubuklinggau. Mengapa? Karena siswa sekolah itu berhasil merebut tiga gelar sekaligus, yaitu sebagai juara Lomba Keterampilan Siswa (LKS) antar siswa SMK se-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Palembang. 

Kepala SMKN 3 Kota Lubuklinggau, Effendi M Ali saat dihubungi koran ini membenarkan siswanya berhasil mendapat tiga gelar dalam lomba LKS tingkat Provinsi Sumsel. Dengan prestasi ini maka siswa sekolah yang dipimpinnya mampu menepis image yang kurang menyenangkan bagi SMK Negeri 3 Lubuklinggau.
“Harapan kami, prestasi yang telah ditunjukkan sejumlah siswa ini sedikit banyak bisa menepis anggapan yang kurang menyenangkan terhadap SMK Negeri 3 Lubuklinggau. Mungkin masyarakat mengetahui, selama ini siswa SMK Negeri 3 hanya bisa berbuat onar atau apalah bentuknya. Dan saat ini, kami tengah berusaha mengubah image itu mudah-mudahan semua pihak dapat mendukung keinginan tersebut,” harap Effendi, kepada wartawan koran ini ketika dijumpai di kampus STKIP-PGRI Lubuklinggau usai memberikan materi kuliah, Kamis (22/4).
Adapun siswa yang berhasil meraih prestasi membanggakan tersebut yakni, Heru Setiawan kelas XII, berhasil meraih juara II LKS bidang lomba Aplikasi Elektornik. Kemudian, Kusbini kelas XI berhasil mendapat juara III, untuk bidang lomba Automobil Teknologi, serta Bonari siswa kelas XI, berhasil sebagai juara V pada bidang lomba Autocad.
“Khusus Heru Setiawan, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tes di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dan Rabu (21/4), dia sudah kami daftarkan ke UNY dan sekarang tinggal menunggu pengumuman saja,” jelas Effendi.
Menyinggung masalah Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun pelajaran 2010/2011, pihaknya menerapkan mekanisme baru. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) No.78 Tahun 2009 tentang Kriteria Penerimaan Siswa Baru pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
“Pada PSB nanti, mungkin kami akan lebih selektif dalam menerima siswa. Sebab, berdasarkan Permen No.78 Tahun 2009 bahwa seluruh siswa yang akan masuk RSBI dan SBI harus sesuai dengan kriteria yang terkandung dalam Permen itu,” jelas Effendi.
Adapun kriteria tersebut meliputi nilai rata-rata siswa harus 7,5, tinggi badan khusus siswa laki-laki harus 160 cm dan untuk siswa perempuan 150 cm. Kemudian, bebas Narkoba dan akan diadakan tes nantinya. 
“Selain itu akan diadakan pula tes minat, bakat dan akademik. Dan bagi siswa yang beragama Islam harus pandai baca tulis Al Quran. Salah satu tujuannya, untuk meningkatkan mutu lulusan SMKN 3 dalam rangka pembangunan Kota Lubuklinggau yang kita cintai ini,” pungkasnya.(05)

Meriahkan Hardiknas, Disdik Adakan Aneka Lomba


f-Leo/Linggau Pos
Hardiknas :
Kadisdik Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida ikut menjadi peserta lomba tarik tambang dalam rangka memperingati Hardiknas di SMPN 2 Lubuklinggau, Kamis (22/4).

LUBUKLINGGAU-Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Lubuklinggau 2010, Sabtu (1/5) mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau akan mengadakan berbagai lomba. Lomba itu akan melibatkan guru dan siswa se-Kota Lubuklinggau, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 2 Lubuklinggau, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1.

“Dengan memperingati Hardiknas setiap tahun, mengingatkan kita bagaimana pentingnya pendidikan, terutama pendidikan terhadap anak-anak kita yang akan meneruskan perjuangan dimasa mendatang,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida, saat membuka kegiatan lomba, Kamis (22/4). 
Dalam kesempatan itu Septiana mengimbau kepada para guru dijajaran Disdik Kota Lubuklinggau supaya dapat memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak didiknya. Dengan mendapatkan pendidikan yang baik maka mereka dapat menjadi putra putri yang hebat dan kuat serta bermartabat dan mampu bersaing dalam era pasar bebas yang tidak dapat dihindari lagi. 
“Untuk itu kita harus mampu mempersiapkan anak-anak kita agar mampu menjadi tuan di negrinya sendiri, bukannya orang lain yang menjadi tuan di negerinya,” kata Septiana Zuraida.
Lomba kegiatan antara guru dan pelajar tersebut bertujuan untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antar sesama guru se-Kota Lubuklinggau. Adapun cabang lomba yang diadakan, yakni lomba bakiak, lomba joget balon berpasangan, lomba lagu daerah untuk ibu-ibu, lomba membacakan UUD 1945. Kemudian lomba pidato bahasa Inggris dan Indonesia untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. 
Sementara itu, mengenai perlomba yang diikuti ibu-ibu dharma wanita yakni lomba volley ball, lagu daerah, tarik tambang, bakiak bapak-bapak, dan lari karung. “Melalui kegiatan ini saya harap kita dapat saling menghargai dan menghormati sesama dan memupuk kekompakan agar terjalin kerjasama yang baik, demi terciptanya hasil pendidikan yang berkualitas,” harapnya.(16)

SPP Berubah Nama Menjadi SMK-SPPN


Yusep Mubarok

LUBUKLINGGAU-Mulai tahun pelajaran 2010/2011, Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Kabupaten Musi Rawas (Mura), akan berubah nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri(SMK-SPPN) Mura.  

Menurut Kepala SMK-SPPN Mura, Yusep Mubarok, perubahan nama SPP menjadi SMK-SPPN Mura berdasarkan Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan naskah kesepakatan bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), dan Menteri Pendidikan Nasional RI No.1018/Kpts/HM.220/7/2008, dan No.04/VII/KB/2008 tentang Pembinaan Penidikan Menegah Kejuruan pada Sekolah Pertanian Pembangunan. 
“Demi pengembangan kelembagaan, maka SPP berubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-SPPN),”kata Yusep Mubarok, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Kamis (22/4).
Dalam masa transisi menggunakan nomenklatur SMK-SPPN, SPP Mura yang sudah berdiri 24 tahun lalu telah meluluskan 1.500 siswa-siswi. Mereka telah bekerja di berbagai instansi pemerintahan atau diangkat PNS, dan swasta seperti menjadi pengusaha, karyawan perkebunan di PT PP London Sumatera Indonesia (Lonsum) Tbk, PT Juanda Sawit, PT Bina Sains Cemerlang, PT Dendi Marker Indah Lestari(DMIL), dan PT Cipta Futura Muara Enim.
”Para alumni SMK-SPPN sudah banyak disalurkan ke perusahaan besar. Tetapi jika mereka ingin menjadi PNS, kita salurkan ke Departemen Pertanian. Sebab, SPP merupakan sekolah yang menciptakan generasi yang siap pakai dan mandiri,” jelasnya.  
Mubarok menambahkan, pada pelaksanaan magang siswa kelas XI tahun pelajaran 2009/2010, direncanakan akan dimagangkan di PT Cipta Futura Muara Enim, dan PT Bina Sains. Dengan harapan siswa dapat mengetahui dunia usaha dan kerja, sehingga para siswa akan lebih menguasai ilmu yang diperolehnya dari bangku sekolah.
“Untuk siswa yang dimagangkan ke perusahaan akan diberi uang saku, penginapan uang makan dan sebagainya. Sedangkan bagi siswa yang berprestasi, setiap tahun akan disediakan beasiswa dari yayasan Supersemar untuk 20 hingga 40 siswa. Kemudian PT Cipta Futura Muara Enim juga menyedikan beasiswa untuk enam hingga 10 siswa berprestasi.  
Minggu (19/4), menurut Mubarok, sekolah yang dipimpinnya telah memberangkatkan satu orang alumni SMK-SPPN untuk mengikuti Studi ke Jepang. Study tersebut merupakan salah satu program unggulan SMK-SPPN Mura. Selain itu SMK-SPPN juga mengeluarkan dua ijazah bagi para alumni, yakni ijazah pertanian dan ijazah SMK-SPPN. “Pada Senin (19/4) hingga Kamis (17/6) mendatang siswa tersebut mengikuti training di SPP Palembang, kemudian pemantapan akan dilaksanakan di Provinsi Riau,” imbuhnya. (16)

Selasa, 20 April 2010

Gebyar Jarimatika Mura Pecah Rekor Sumatera

Peserta Capai 1.000 Orang

MUSI RAWAS-Dalam rangka memeriahkan gebyar tingkat Kabupaten Musi Rawas (Mura) (Fun matematika), maka Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura akan menggelar Gebyar Jarimatika tingkat SD Se-Kabupaten Mura, Sabtu (24/4). 

“Kabupaten Mura pecah rekor untuk Pulau Sumatera pada Gebyar Jarimatika tingkat SD se-Kabupaten Mura. Hal itu terbukti dari peserta yang mengikuti Gebyar Jarimatika mencapai 1.000 orang, sedangkan di Provinsi Medan hanya 700 orang yang mengikuti gebyar tersebut,” dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mura, Edi Purwanto melalui Kasi Statistik, Hartoyo ketika dijumpai wartawan koran ini, Selasa (20/4). 
Hartoyo menambahkan, gebyar tersebut merupakan suatu motivasi bagi anak dalam belajar, dan bagaimana anak dapat menyukai pelajaran tersebut. “Sehingga pelajaran matematika bukan pelajaran yang menakutkan, akan tetapi pelajaran matetatika merupakan pelajaran yang disenangi,” ungkapnya. 
Pada lomba Jarimatika itu siswa selain mendapatkan PIN, juga akan mendapatkan door prize dan sertifikat untuk para peserta. Kegiatan itu akan dilaksanakan di halaman kantor Disdik Kabupaten Mura. 
Untuk menunjang kegiatan tersebut, maka pihaknya mengambil dua instruktur dari Jakarta yakni Resmi Tadila Nugroho dan Vivin Purwadini. Hal itu dilakukan untuk dapat mengimbangi cara dan metode yang tepat untuk anak. 
Ke-1.000 peserta tersebut direncanakan akan dibagi menjadi 10 tim, dalam satu tim ada 100 orang dengan dibawah pengawasan satu orang pembimbing. “Dengan pembentukan 10 tim dan satu pengawas dalam tim, diharapkan instruktur dapat mengarahkan peserta secara maksimal,” ucapnya. 
Setelah gebyar tersebut dilaksanakan pihaknya akan mengadakan seminar tentang pendidikan yang akan dilaksanakan di Hotel Hakmaz Taba, Senin (26/4) mendatang. Dalam memecahkan Rekor MURI pada gebyar tersebut harus mengalahkan peringatan Gebyar Jarimatika di Semarang yang mencapai 6.000 peserta.(16)

SMAN 2 Muara Beliti Lokasi Lomba MTQ


f-Leo/Linggau Pos

MTQ : Peserta MTQ XXIV Provinsi Sumsel ketika mengikuti lomba M2KQ di SMAN 2 Muara Beliti, Selasa (20/4).


MUARA BELITI-SMA Negeri 2 Muara Beliti menjadi tempat Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), untuk cabang lomba Musabaqah Tilawatil Quran golongan anak-anak, menulis kandungan Al-Quran (M2KQ) dan tartil quran. Kegiatan itu akan berlangsung selama empat hari terhitung dari Selasa (20/4) hingga Jumat (23/4). 

“Untuk panitia pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Sumsel di SMAN 2 ada 70 orang. Terdiri dari enam orang tim kesehatan dari Kabupaten Mura, enam orang anggota polres Mura, 15 orang hakim tartil, empat orang hakim M2KQ, 15 orang hakim tilawah, 20 orang panitia dari SMAN 2 Muara Beliti, dan empat orang sopir hakim ” dikatakan Kepala Sekolah SMAN 2 Mura Beliti Awalan saat dijumpai wartawan koran ini di ruang kerjanya, Selasa (20/4).
Awalana menambahkan, selama pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumsel, tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 2. Akan tetapi pada pelaksanaan itu pihak sekolah mengurangi jam belajar siswa kelas X dan XI. Sebab peserta MTQ tersebut butuh ketenangan yang maximal dalam berkompetisi.
Untuk itu dia berharap, dengan di gunakan SMAN 2 sebagai tempat perlombaan itu, dapat memotivasi anak didiknya untuk dapat meraih prestasi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menambah nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) para guru dan siswa dan untuk membangun Mura Darussalam. “MTQ diadakan di SMAN 2, merupakan salah satu penghargaan bagi siswa dan para guru,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam pengurangan jam mbelajar tersebut, pihaknya mengharapkan siswa-siswi mengisi waktu luang dengan membaca buku pelajaran, agar dapat mengimbangi mata pelajaran yang tertinggal. Sebab sesuai dengan tema perpustakaan “bacalah sebelum bicara,” ujarnya.(16)


   

Disdik Adakan Pagelaran Seni Pelajar Tingkat Kota


Septiana Zuraida

LUBUKLINGGAU-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida, membuka pagelaran pentas seni pelajar tingkat SD, SMP, SMA se-Kota Lubuklinggau. Kegiatan itu berlangsung Selasa (20/4) di Gedung Kesenian, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Maryati mengatakan, pentas seni ini akan dilaksanakan selama seminggu, dimulai Selasa (20/4) hingga Selasa (27/4) mendatang. “Untuk peserta diambil siswa terbaik dari sekolah masing-masing se-Kota Lubuklinggau, dengan jumlah peserta 302 orang,”katanya.
Ke-302 itu terdiri dari utusan SD ada 100 orang, siswa SMP hanya 72 orang dan siswa SMA mencapai 130 orang. Cabang lomba yang akan diikuti, meliputi lomba lagu keroncong, lagu daerah, tari kreasi, lomba lukis, lagu batang hari sembilan, dan band. Dari sekian lomba yang diadakan, ternyata lomba lagu keroncong, lagu daerah, dan lukis, sangat diminati, terutama para murid SD dan pelajar SMA. “Melalui kegiatan ini kita berharap dapat meningkatkan kreativitas siswa, dalam bidang seni serta dapat mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa yang berwawasan global,” harapnya.
Maryati mengatakan, dengan tertanamnya apresiasi seni dan nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa, maka anak tidak akan melupakan budaya dan sejarah bangsa. Sebab, banyak kejadian di lingkungan sekolah yang tidak mencerminkan anak bangsa, sehingga mereka tidak mau menghargai jasa para pahlawan dalam merebut budaya bangsa. 
“Seperti halnya lagu daerah, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sehari-hari jarang sekali untuk diajarkan kepada anak, padahal itu budaya asli daerah kita,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan secara tidak langsung dapat membina dan membimbing anak untuk dapat mengingat akan budaya daerah, terutama budaya Kota Lubuklinggau yang memiliki motto ‘Sebiduk Semare’.
Pembukaan pagelaran seni pelajar tersebut dihadiri oleh Sekretaris Disdik Kota Lubuklinggau, Agus Sugianto, kepala SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, serta SMK negeri dan swasta se-Kota Lubuklinggau.(16)