Senin, 02 Agustus 2010

Experiential Learning Diisi Dengan Perawatan Gigi

LUBUKLINGGAU - Taman Kanak-kanak(TK) Amanah Bunda Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I, mengadakan Experiential Learning (belajar dari pengalaman) yang bertemakan “Diri Sendiri”. Kegiatan yang dilaksanakan Senin (2/8), bekerjasama dengan Puskesmas Citra Medika Lubuklinggau, diisi dengan materi perawatan gigi.
“Tujuannya, untuk mengenal anak sejak usia dini untuk mengetahui bagaimana gigi yang baik, merawat gigi dan cara menggosok gigi yang benar,” kata kepala TK Amanah Bunda Nur Baiti melalui Umi Siti Dwi Hayati kepada wartawan koran ini ketika di temui di ruang kerjanya, Senin (2/8).
Ia menambahkan, kegiatan ini sesuai dengan tema yakni “Diri Sendiri”. Untuk itu, pada Experiential learning kali ini pihaknya mengajarkan anak untuk mengetahui bagaimana cara menggosok gigi dengan baik dan benar. “Kita berharap dengan telah diajarkannya bagaimana cara merawat gigi dan menggosok gigi dengan baik, anak dapat menjaga serta merawat gigi sendiri. Selain itu, melalui kegiatan ini dapat memotovasi anak untuk menjaga kesehatan gigi.Kegiatan ini berkaitan dengan parade cita-cita yang telah dilaksanakan bulan lalu,” jelas Umi Dwi Hayati.
Sedikitnya 89 anak ikut dilibatkan pada Experiential learning itu. Pada kesempatan itu juga dilanjutkan dengan penilaian terhadap gigi anak yang diaggap baik, oleh perawat dari Puskemas Citra Medika Lubuklinggau. “Ada 10 anak pada penilaian yang masuk pada kategori gigi baik dan bagus. Gigi yang dikategorikan baik, yakni gigi rapi dan tidak berlobang serta putih,” terangnya.
Kepala Puskesmas Citra Medika, Mazidwati mengatakan, cara menjaga gigi anak untuk tetap baik, anak dihindari makanan yang manis-manis, seperti permen, dan coklat dan sebagainya. Kemudian sebelum dan sesudah tidur untuk dapat menggosok gigi. “Dengan harapan anak diusia dini dapat hidup sehat.sehingga tumbuh kembang anak tidak terganggu. Sebab, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan gigi,” harapnya.(10)

Kontingen Lubuklinggau Predikat VI POPDA Sumsel

LUBUKLINGGAU-Walapun para atlit Kota Lubuklinggau berjuang sekuat tenaga untuk mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat Kota Lubuklinggau, namun harus puas pada peringkat VI. Dan kerja keras para pelajar ‘Kota Sebiduk Semare” ini mampu merebut dan membawa pulang 5 medali emas, 12 perak dan 19 perunggu. 
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida melalui Sekretaris Dinas (Sekdin), Agus Sugianto saat dihubungi wartawan koran ini ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/8), membenarkan kontingen POPDA Kota Lubuklinggau menduduki peringkat VI, dalam pelaksanaan POPDA tingkat Provinsi Sumatera Selatan(Sumsel).
“Untuk cabang olahraga (Cabor) yang mampu mendulang emas terbanyak pada Popda yakni Cabor Atletik dan pencak silat,” katanya.
Dari 10 Cabor diperlombakan, terdiri dari sepak bola, tenis lapangan, tenis meja, pencak silat, serta renang. Kontingen Kota Lubuklinggau mampu mendulang 5 emas 12 perak dan 19 perunggu. “Cabor yang terakhir diperlombakan saat itu, yakni cabor bola voli. Namun cabor tersebut gagal di final, hingga menduduki posisi ke dua. Jika cabor tersebut mampu meraih medali emas, kontingen Kota Lubuklinggau akan mendapat predikat 5,” terang Agus.
Agus menambahkan, peserta POPDA Kota Lubuklinggau dinilai baik oleh kontingen Palembang. “Mulai dari administrasi hingga kedisiplinan peserta kita dinilai bagus. Dan ada dua peserta kontingen Kota Lubuklingau mewakili kejurnas bola voli junior di Jakarta, Kamis (5/8) medatang. Jadi selesai mengikuti POPDA, anak tersebut langsung ke Jakarta untuk memperkuat tim bola Voli Provinsi Sumsel,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah atlit yang meraih medali juga mendapatkan beasiswa, seperti Porprov beberapa waktu lalu ? Agus Sugianto belum bisa memastikannya. Yang jelas, mengenai bantuan beasiswa untuk atlit yang meraih medali akan dikoordinasikannya dengan Kepala Dinas Pendidikan.
Menurut Agus soal bonus bagi altlit yang berhasil mendapat mendali, kemungknan akan dikoordinasikan Kadisdik dengan Walikota Lubuklinggau H Riduan Effendi. “Insyaallah kita koordinasikan dulu dengan Kepala Dinas mengenai bantuan beasiswa untuk atlit yang meraih medali,” pungkasnya.(10)

BEM STIE Gelar Tournament STIE Cup 2010

13 Tim Basket Siap Adu Kekuatan

LUBUKLINGGAU-Salah satu upaya mewujudkan pemuda berpestasi dan bebas dari narkoba, Badan Aksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (BEM STIE) mengadakan Tournament STIE Cup 2010. Event ini berlangsung empat hari, dilaksanakan di Lapangan Baket STIE Lubuklinggau, Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Ketua Panitia Tournament Basket Ball STIE Cup 2010, Jul Kandika menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan BEM STIE Lubuklinggau. “Tournament STIE Cup 2010, dibuka oleh Ketua STIE Lubuklinggau, dalam hal ini diwakili Pembantu Ketua (Puket) II, Ngatijo pada pukul 09.00 WIB,” kata Jul kandika kepada wartawan koran ini, Senin (2/8).
Sedikitnya, 13 tim barket yang mengikuti tournament STIE Cup 2010, yakni 10 tim putra, dan 3 tim putri. Tim yang akan bertanding itu terdiri dari tiga tim utusan SMA Negeri I Lubuklinggau, dua tim dari SMAN 2, dan SMAN 3 mengirim dua tim. Kemudian SMKN 1, SMA Yadika dan MAN 1 masing-masing mengirim satu tim.
Selanjutnya lima tim dari SMA Yadikan Lubuklinggau, teridiri dari tiga tim putri dan putra dua tim. Event ini memperebutkan piala bergilir dari STIE M.(10)

LSM SUU Nilai Wali Murid Salah Arti

*Terhadap UU Kekerasan

LUBUKLINGGAU-Sekretaris LSM Suara Undang-Undang (SUU) Kurniawan, menilai orang tua siswa salah arti dengan dikeluarkannya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hal itu dibuktikan adanya pengaduan orang tua siswa kepada aparat kepolisian, terhadap oknum guru. Sebenarnya apa yang dilakukan guru di sekolah semata-mata untuk mendidik anak, bukan ada unsur lain.

Menurut Kurniawan, dikenalnya soal kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini, sejak dikeluarkannya undang-undang perlindungan anak. Undang-Undang No 23 tahun 2002, sebagai implementasi dalam bentuk pendirian Komisi Perlindungan Anak (KPAI) yang intinya melarang tindakan kekerasan terhadap anak termasuk dilingkungan pendidikan.

“Akan tetapi sejak ada undang-undang tersebut ada semacam sikap salah dalam mengartikannya, seperti halnya yang dilakukan siswa di SMA Negeri I Lubuklinggau. Karena itu LSM SUU kedepannya mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau dan pihak sekolah untuk ada komitmen terhadap orang tua siswa. Sebab tujuan orang tua siswa mengantarkan anaknya masuk sekolah untuk mendidik agar anak tersebut berprilaku baik,” kata Kurniawan, kepada wartawan koran ini, Sabtu (31/7).

Kurniawan menghimbau kepada pihak sekolah khususnya SMA Negeri I, untuk mengundang seluruh orang tua siswa guna mengklarifikasi anggapan tindak kekerasan. Sebab apa yang dilakukan guru semata mata untuk mendidik bukan untuk melakukan kekerasan. Selain itu, SUU juga berharap kepada KPAID Kota Lubuklinggau untuk ikut andil dalam memberikan pengertian-pengertian kepada orang tua siswa mengenai klarifikasi dan batasan-batasan yang disebut tindakan kekerasan terhadap anak.

“Kendati demikian SUU mendesak KPAID Kota Lubuklinggau untuk menyeleksi setiap laporan-laporan yang masuk. Mesti ada toleransi yang sifatnya sebatas pembinaan,” jelas Kurniawan.

Salah seorang wali murid Epi S Komar, menanggapi terlalu berlebihan dengan tindakan murid yang melaporkan guru ke Polres gara-gara kepalanya dijitak oleh salah seorang guru di SMAN 1 Lubuklinggau, sewaktu berolahraga di lapangan sekolah. “Saya rasa hal yang wajar jika hanya menjitak dan memukul dengan mistar, dengan tujuan mendidik anak. Sebagai orang tua untuk menjaga dan memperhatikan anak tidak cukup guru, namun orang tua pun ikut andil dalam membina dan mendidik anak,” kata Epi S Komar. (10)

Gramedia PS Gelar Gramedia Book Fair 2010

*Tanpa Dipungut Biaya
LUBUKLINGGAU-Hari ini (Senin 2/8) Gramedia Pelembang Square (PS) menggelar pameran buku atau Garamedia Book Fair 2010. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Tujuan dilaksanakannya pameran buku tersebut, untuk mengetahui minat baca pelajar serta masyarakat di Kota Lubuklinggau khususnya dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) umumnya.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Gramedia Book Fair 2010, Nopriansyah, melalui Wakil Ketua Panitia, Lukman kepada wartawan koran ini ketika dijumpai di Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau, Sabtu (31/7).

“Kegiatan akan dilaksanakan tujuh hari, terhitung Senin (2/7) hingga Minggu (8/7). Pameran ini akan dibuka Assisten I Kota Lubuklinggau, Izhar Syafawi, mewakili Walikota Lubuklinggau. Stan pameran dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB. Bagi masyarakat yang berkunjung ke Gramedia Book Fair 2010 tanpa dipungut biaya,” kata Lukman.

Sedikitnya 2000 buku yang akan dipajangkan pada pameran tersebut. Tidak hanya itu, dalam kegiatan pameran juga diadakan berbagai macam kegiatan stan meliputi Talk Show Pendidikan, lomba mewarnai ibu dan anak pra TK/TK dan SD, Lomba Fashion Show dan game-game menarik, serta lomba meraup buku. Untuk Lomba meraup buku sepuasnya merupakan salah satu acara untuk menyemarakkan stan tersebut. Lomba meraup buku lanjut Lukman, diadakan satu hari dua kali, yaitu siang dan sore.

“Meraup buku tersebut dilaksanakan dengan sistim undian dari transaksi hari itu, dengan nilai nominal belanja Rp 100 ribu, dengan pemenang hanya tiga orang. Selanjutnya, lomba mewarnai dengan peserta anak-anak pra TK, dengan dibimbing orang tuanya. Sebab dengan adanya arahan dan bimbingan orang tua anak dapat melukis dengan baik. Sehingga nantinya didapat hasil lukisan yang baik pula,” harapnya.

Selain itu, pada stan Gramedia Book Fair 2010 juga diadakan bursa buku murah. “Mulai dari harga Rp. 7.000 sampai Rp. 20.000,” ujarnya. Untuk itu, dengan adanya pameran ini, diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat terhadap buku. Melalui event ini juga lanjut Lukman, dapat mengetahui tingkatan minat baca masyarakat Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura), Dengan tujuan dapat mencerdaskan masyarakat kabupaten/kota.

Menurut dia, kegiatan ini diadakan kendati Kota Lubuklinggau adalah kota yang besar dan memiliki universitas. Selain itu berdasarkan analisis selama satu tahun, Kota Lubuklinggau dapat disetujui. Maka dari itu jika hasil dari pameran ini baik, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membuka toko buku Gramedia di Kota Lubuklinggau.(10)

Ponpes Al-Ikhlas Adakan Doa Bersama

*Memperingati Wafatnya HM Syueb Tamat

LUBUKLINGGAU-Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Ikhlas, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I, mengadakan haul (Doa bersama). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dua tahun wafatnya pimpinan Ponpes Al-Ikhlas HM Syueb Tamat, dan menyambut bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah.

Acara doa bersama ini dilaksanakan di Masjid Ponpes Modern Al-Ikhlas Lubuklinggau, diikuti 960 orang jemaah. Ke-960 jemaah itu, terdiri dari 835 santri, 125 ustad/ustazah atau guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), SMP, dan SMA, serta seluruh karyawan di lingkungan Ponpes Modern Al-Ikhlas.

Ketua panitia Haul, Mu’allim Hasibuan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penyambung tali silaturrahmi antar warga Pondok Moder Al-Ikhlas, setelah meninggalnya Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas Syueb Tamat dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Selain itu melalui kegiatan itu dapat menyambung tali silaturrahmi antara masyarakat, kerabat, dan kolega Alm Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas. “Haul diambil dari bahasa arab yang mempunyai arti “doa bersama”. Untuk itu kami mengadakan doa bersama untuk kelangsungan pondok sebagai mana yang telah diamanatkan oleh Pimpinan Ponpes Modern Al-Ikhlas Alm Syueb Tamat, dalam memajukan dan menumbuh kembangkan Ponpes Modern Al-Ikhlas,” kata Mu’allim Hasibuan, kepada wartawan koran ini ketika dijumpai di ruang kerjanya, Sabtu (31/7).
Dalam memperingati dua tahun meninggalnya pimpinan Ponpes Modern Al-Ikhlas Alm Syueb Tamat, pihaknya juga mengadakan yasinan serta khataman Al-Quran selama tiga malam yang dilakukan seluruh santri Ponpes Modern Al-Ikhlas. “Khataman Al-Quran dilaksanakan pada malam Kamis, Jumat dan Sabtu,” jelasnya.
Haul tersebut dihadiri Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, mantan Kasek SMP dan SMA Al-Ikhlas, Dewan Pendidikan , Pimpinan Ponpes di Kota Lubuklinggau. Kemudian sahabat-sahabat beliau dari Kecamatan Karang Dapo yakni, Rusli dan Nawawi Naning serta warga sekitar Ponpes Modern Al-Ikhlas. “Untuk penceramah pada peringatan dua tahun meninggalnya Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas dan menyambut bulan suci Ramadhan yakni H Fauzan Aziz. Dan sambutan dari Pimpinan Ponpes Modern Al-Ikhlas diwakili oleh Rahmad Widodo,” papanya.(10)

Minggu, 01 Agustus 2010

Sekolah Alam

CITA RASA AJAIB YANG BERASAL DARI TANAH

Semua hal yang Allah ciptakan sangat sempurna. Contohnya, sebuah pohon buah atau jenis pepohonan lainnya, memiliki tingkat kecerdasan tinggi yang bahkan hingga saat ini pengetahuan serta teknologi mana pun belum ada yang sanggup menandinginya.

Adalah hal yang sangat mengagumkan bahwa informasi yang tersembunyi dari sebuah bibit, mengandung banyak hal mengenai wujud tanamannya, bentuk, struktur, karakteristik, warna atau bahkan jumlah dari dedaunannya, jika berbuah, karakteristik dan struktur buah-buahan tersebut.

Disamping rasa dan bau yang beragam, buah juga merupakan keajaiban dari segi estetika. Mereka sangat pas memenuhi langit-langit mulut kita, menyediakan apa yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin yang dimilikinya merupakan salah satu kebjiaksanaan dari suatu penciptaan buah. Ditambah lagi, dari segi estetika, buah memiliki penampilan yang sangat menarik dengan beragam warna.

Kemasannya pun, seperti jeruk dan pisang yang hanya dianggap sebagai lapisan buah oleh kebanyakan orang sangat cantik dan mudah dikupas. Cita rasa serta baunya pun spektakuler, contohnya jeruk, ada yang terasa pahit, ada pula yang terasa manis, begitu pun dengan baunya ada yang wangi ada pula yang tidak. Bisa saja warnanya gelap, akan tetapi setiap buah memiliki kecantikan warnanya masing-masing dan bebauan yang unik semua mereka hasilkan dari bahan yang berasal dari tanah serta lumpur, walaupun tanah berbau tidak enak namun pepohonan mencerna bahan tersebut melalui proses kimia menjadikan setiap buah memiliki rasa dan baunya masing-masing.

INFORMASI RASA DAN BAU DALAM PEPOHONAN


Ada juga keajaiban lain selain ini. Keajaiban ini, dalam kenyataan adalah hal yang sangat rumit, adalah pertanyaan bagaimana pohon-pohon ini bisa mengetahui bau serta rasa dari masing-masing buah, karena konsep seperti "rasa yang enak" atau "bau yang sedap" dimiliki manusia, dan pepohonan tidak mengetahui apakah rasa itu enak atau bau itu sedap dengan sendirinya. Mereka harus memiliki konsep tentang estetika, apakah rasa ini enak menurut langit-langit di mulut atau apakah baunya sedap. Manusia perlu mempelajari kombinasi apa saja yang mereka sukai, rasa apa yang ia sukai, atau seperti apakah anatomi yang lidah mereka miliki, setelah mempelajari ini, pepohonan melakukan hal yang sama seperti yang telah kita sebut tadi dan melakukan proses kimia terhadap zat zat yang didapatkannya dari lumpur.

Kemampuan yang sangat sempurna ini tidak hanya terbatas pada bau, rasa atau warna. Pohon yang terlihat hanya seperti kayu itu juga tahu jenis-jenis vitamin apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan menempatkannya pada buah yang mereka hasilkan. Dan jika kita amati lebih dekat, kita melihat vitamin-vitamin ini dirancang sesuai dengan musim yang ada : buah seperti jeruk, jeruk kepruk, anggur di musim dingin mengandung lebih banyak vitamin C dibandingkan saat musim panas dan ini bertujuan untuk menyediakan manusia vitamin C, guna mencegah flu.

SEKARANG BAGAIMANA POHON YANG TERLIHAT HANYA SEPERTI KAYU ITU MENGETAHUI SEMUA INI?


Jika kita mencoba untuk membentuk dedaunan pohon tiruan, pastilah kita membutuhkan usaha yang keras, dan adalah hal yang mustahil bagi kita untuk menghasilkan rasa seperti yang dihasilkan oleh pepohonan tersebut. Belum ada satu pun penemuan yang bisa menumbuhkan buah dari tanah. Satu hal yang bisa dihasilkan saat ini adalah baunya. Kita bisa menghasilkan bebauan setelah melalui proses yang sulit di dalam laboratorium. parfum juga dihasilkan dengan cara ini. tetapi parfum sendiri tidak sepenuhnya menggunakan bahan tiruan tetapi menggunakan sari tumbuhan dengan bau yang begitu sedap, manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menghasilkan bau seperti yang dihasilkan pepohonan atau tanaman , apapun jenis teknologi dan pengetahuan yang ada saat ini. Untuk itulah pepohonan memiliki tingkat kecerdasan, pengetahuan dan teknologi yang tidak bisa dimiliki manusia.


Hanya ada satu penjelasan dari situasi ini : Allah Yang Maha Perkasa, yang memiliki kesempurnaan dan kebijaksanaan tinggi, pengetahuan tak terbatas, dan kekuatan untuk menciptakan pepohonan. Salah satu tugas dari pepohonan adalah menyediakan buah untuk manusia dan mereka memenuhi tugas tersebut dengan sangat sukses, semenjak pertama kali Allah menciptakan mereka. mereka menyediakan hal yang paling lezat dan sedap yang bisa dimakan dari sesuatu yang tidak sedap seperti tanah. Allah menyatakan dalam ayat :

"Dan suatu tanda (kebesaran ALLAH) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari itu (biji-bijian) itu mereka makan. Dan Kami Jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami Pancarkan padanya beberapa mata air, agar mereka dapat makan buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur? (Surat Ya Sin 33-35)

Sumber:

Harun Yahya