Rabu, 02 Januari 2008

Saat Tahun Lama Pergi

Tak biasanya, malam pergantian tahun membuat saya menangis. Di tengah bisingnya suara petasan dan kembang api di luar rumah, tetesan hujan yang jatuh bersahutan seolah menyuarakan kesedihan yang saya rasakan. Ada sesuatu yang hilang bersamaan dengan datangnya tahun baru, dan tersisa pesan yang tak terungkapkan untuk saya, "Lanjutkan hidupmu! Selesaikan tugas-tugasmu!"

Berulang kali saya membangun semangat hidup yang kadang-kadang meredup. Bahkan setiap kali bangun dari tidur, hal pertama yang selalu harus saya bangunkan adalah semangat. Saya tahu, tanpa semangat, apa pun tak lagi berarti apa-apa. Saat malam semakin larut, saat kantuk tak juga datang, saya bersujud dalam tumpahan air mata yang tak mau berhenti mengalir.

Melihat anak-anak yang tertidur pulas menambah keharuan. Saya, seorang ibu yang masih begitu banyak melakukan kesalahan dan kaya dengan kekurangan. Hanya dengan Kasih Sayang Yang Maha Penyayang saya masih berdiri, dipercaya untuk menjaga titipan-Nya yang begitu berharga.

Saya percaya, hidup yang telah diberikan-Nya pada kita berisi tugas-tugas penting. Namun seringkali kita tak bisa melihat dengan jelas tugas-tugas itu. Kita terlalu disibukkan dengan rutinitas dan terkesima dengan kejadian-kejadian tak terduga yang menimpa kita.

Meski tersisa sedih, hidup harus berlanjut, dan tugas-tugas harus diselesaikan. Setiap orang mungkin punya tugas yang berbeda. Mari temukan tugas kita, dan berusaha untuk menyelesaikannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar