Kamis, 18 Desember 2008

Strategi pembelajaran dengan metode Multiple Intelligence





Ada beberapa tahapan dalam proses kerja system ini.
 Pertama strategi pengembangan sekolah unggul
 Tahap kedua adalah proses reformasi sekolah dan
 Tahap terakhir adalah penerapan metode multiple intelligence system (MIS).
Jadi pertama kali yang perlu dilakukan adalah pembenahan dari dalam, yaitu dari sekolah yang bersangkutan. Disini perlu adanya evaluasi secara detail dari kekuarangan dan kelebihan sekolah yang akan menerapkan metode MIS, penerapan MIS tanpa adanya pembenahan secara mendasar dari sekolah yang bersangkutan tidak akan memberikan dampak secara maksimal sesuai yang dinginkan.
Reformasi sekolah juga tidak kalah penting. Sekolah yang sudah terkenal dengan ketertinggalannya tidak akan mungkin bisa maju dan diterima masyarakat ketika masih menggunakan nama sekolah yang sama. Nama sekolah yang lama sudah memberikan image yang buruk didalam benak masyarakat akan menjadi pengahalang demi kemajuan sekolah itu sendiri. Secara detail reformasi sekolah bisa dengan mengganti nama sekolah yang telah ada dengan nama lain yang lebih sederhana, mudah diingat serta menarik bagi masyarakat.
Ketika susunan dan konsep dalam struktur sekolah sudah diperbaiki maka penggunaan MIS baru akan tampak hasilnya.
Dalam MIS ada tiga proses yang harus diterapkan pada masing-masing anak didik
 Input berupa Multiple Intelligence Research
 Proses berupa Strategi Pembelajaran
 Output berupa Penilaian Otentik
Anak didik yang masuk kesekolahan dengan metode MIS tidak dibatasi dengan batasan nilai semacam kecerdasan IQ dan berbagai macam metode ujian baik tertulis atau verbal. Sekolah menerima semua anak dengan kekurangan masing-masing. Disini diterapkan konsep bahwa sekolah memang menjadi tempat membenahi dan memberikan solusi pemecahan. Bisa dikatakan “kalau anak sudah pandai mengapa harus dimasukkan kedalam sekolah?’’ jadi resiko pertama sekolah dengan metode ini adalah menerima anak yang “nakal-nakal”. Sering sekali orang salah dalam menerjemahkan kecerdasan anak, anak yang aktif dalam bergerak, dalam berbicara atau pada suatu kecenderungan tertentu malah dinilai sebagai nilai buruk bagi mereka dan diberi stenpel sebagai anak nakal. Padahal sebenarnya itu semua adalah gambaran terhadap potensi terpendam yang dapat dikembangkan dari masing-masing mereka. Dapat kita temukan bahwa otak seorang schizophrenia (orang yang suka mengasingkan diri) memilki jantung yang lebih luas dibandingkan dengan orang yang normal, walau tidak semua penderita Schizophrenia memiliki tanda ketidak normalan ini. The schizophrenic brain has enlarged ventricles (jantung)(fluid-filled cavities)Microsoft ® Encarta ® 2008.
Dengan metode MIS research diharapakan seorang guru dapat menyesuaikan gaya belajar yang disukai siswa, karena proses belajar mengajar yang berhasil hanya akan dicapai ketika gaya belajar siswa sama dengan gaya mengajar guru. Hubungan apik keduanya disebut dengan rumus pembelajaran.
Gaya Belajar Siswa + Gaya Mengajar Guru---> Rumus Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar metode MIS 70% waktu adalah untuk siswa, dan 30% waktu yang tersisa adalah waktu untuk memberikan pengarahan bagi para guru. Disini siswa secara tidak langsung dipaksa untuk belajar secara lebih aktif dan guru hanya bertindak sebagai pemantau.
Strategi Sekolah MI (Multiple Intelligence)
 The Best All Proses
 Strategi
 Produk
 Benefiditas
Dengan menerapkan proses terbaik dalam segala tahapan pengajaran maka akan didapatkan hasil yang terbaik pula. Hal ini menuntut adanya strategi dengan kualitas yang memadai. Penerapan strategi tidak terlepas dari keadaan sekolah, pengajar dan siswa yang akan menjadi produk sekolah yang bersangkutan. Semua elemen ini harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Selain memperhatikan keadaan siswa untuk mengetahui menu terbaik yang bisa diterapkan bagi mereka serta membangun konsep seokolah dengan baik, perhatian terhadap kesejahteraan guru juga menjadi element yang berperan secara signifikan. Adalah tidak mungkin mengharapkan para guru untuk memberikan peranan terbaik tapi kesejahteraan mereka tidak dijamin.
Accelerated learning
(Percepatan Pembelajaran)
Memori
Disini dapat diterapakan
1. Metode hafalan, misalnya materi pelajaran yang ada dibuat menjadi lagu dan dinyanyikan bersamaan.
2. Metode kedua Mind Map, metode kedua ini dilakukan dengan membuat kerangka dari materi yang disajikan, diharapakan dengan melihat kerangka materi ini siswa dapat memahami dan bahkan mampu menjelaskan materi dengan baik.
3. Speed Reading, dengan membaca secara cepat akan membantu otak untuk merangkai memori.
4. Higher order thinking : ( pengaturan cara berfikir)
Action Research
The question :
Hal ini dilakukan dengan memerintahkan anak didik untuk membuat pertanyaan hipotesa atau mengungkapakan suatu masalah
Data collection :
Disini anak didik disuruh untuk mengumpulkan data terkait permasalah yang sedang dibahas.
Misalnya masalah temanya masalah kedzaliman. Anak anak disuruh mencari data di Koran, majalah atau sumber yang lain untuk mencari data tentang tindak kedzaliman yang sering terjadi dalam keseharian.
Data Analysis :
Melakukan analisa terhadap data-data yang telah terkumpul pemecahan suatu permasalahan. Setelah data data terkumpul para guru pembimbing bertugas menjelaskan permasalahan yang ada ketika ada hal-hal yang tidak jelas ketika anak didik sedang menganalisa masalah.
The Findings :
Disini anak dibimbing untuk menemukan beberapa alternaif dan cara penyelesaian dari suatu masalah.
The Action plan :
Melakukan rencana yang sudah ditentukan sesuai prioritas. Anak didik dibimbing untuk melakukan pemilihan dari hal-hal terpenting dari yang penting.
Pengaplikasian Pengajaran
Dalam praktek pengajaran diusahakan materi pendidikan dimasukkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode ini anak didik akan lebih enjoy dalam mengikuti pelajaran pelajaran bisa diberikan dalam bentuk permainan-permainan tertentu. Pengajaran yang monoton akan membuat anak menjadi cepat merasa jenuh. Bisa dibayangkan ketika anak didik sudah jenuh anak didik tidak akan bisa mampu menerima pelajaran dengan baik. Jadi diupayakan agar anak merasa senang dengan apa yang sedang dia lakukan. Indikasi dari kesuksesan ini anak tidak akan merasa ingin cepat selesai. Mereka akan minta tambahan jam pelajaran supaya bisa tetap bermain. Metode yang dipakai adalah metode yang memicu anak untuk memakai daya pengingatan jangka panjang (Long term memory). Pada saat anak belajar dengan perasaan bahagia maka pelajaran akan lebih mudah untuk dipahami. Misalanya dalam materi sejarah. Disini anak didik didaulat untuk menjadi pelaku sejarah. Anak didik dibagi dalam kelompok tertentu atau kedalam kelompok besar untuk membentuk drama kolosal. Jadi dalam cerita nabi Nuh as ada yang berperan sebagai nabi Nuh ada yang menjadi penduduk yang mengolok-olok nabi Nuh ada yang jadi anak Nabi Nuh yang durhaka dan seterusnya. Dengan sistem ini anak dengan mudah memahami sejarah Nabi Nuh walau mereka tidak melihat sejarah itu secara langsung. Mereka akan ingat nama anak nabi Nuh, istri beliu dan bagian-bagian sejarah nabi Nuh dengan detail tanpa harus kepayahan untuk menghafal. Bisa kita bandingkan ketika anak didik disuruh menghafalkan itu semua hanya dengan membaca buku-buku sejarah yang sudah ada di perpus. Hasilnya akan jauh berbeda.
Cara berikutnya berupa Pelaporan Oral
Anak didik diminta menceritakan apa yang yang mereka lihat atau yang telah mereka lakukan. Misalanya pertama mereka disuruh untuk mengamati lingkungan. Dari apa yang mereka lihat disuruh untuk dicatat apa-apa yang termasuk sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Anak didik disuruh melaporkan apa yang mereka catat didepan kelas atau tempat tertentu yang lebih nyaman. Ajak mereka untuk menjelaskan mengapa yang mereka catat itu mereka anggap sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Dengan model latihan seperti diatas anak tidak merasa terkekang dikelas, anak lebih bebas beraktifitas, anak terdorong untuk memunculkan kemampuan linguistic mereka yang masih tersimpan. Kemampuan linguistic ini bisa juga dikembangkan dengan tehnik wawancara/ interview. Anak didik disuruh mewancarai orang-orang yang ada dilingkungan sekolah tentang suatu permasalahan. Pada saat mencari data dengan metode ini anak didik secara tidak langsung terlatih kecerdasan linguistik dan mental mereka. Kedua anak didik akan terbiasa untuk membuat suatu ringkasan, analisa, memahami suatu keadaan dan berimajinasi yang merupakan modal dasar untuk menjadi seorang penulis. Disini perlu dihindari tema-tema yang tidak relevan. Karena itu para guru pembimbing bertugas untuk memilihkan tema-tema yang pas.
sehingga anak terkesan dan berniat untuk tidak melakukan hal yang sama.
selanjutnya semua tetap kembali pada kreativitas seorang guru, guru cerdas adalah guru yang ingin dan berusaha keras mencari cara cerdas demi kecerdasan anak didiknya
dari berbagai sumber.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar