Selasa, 09 Desember 2008

SURVEY RESEARCH

by Syam, Ading, Hidayati
Tujuan :
Setelah mempelajari bab ini,diharapkan dapat :
· Menjelaskan apa yang dimaksud dengan survey
· Menyebutkan dua tipe survey yang dikenalkan dalam penelitian pendidikan
· Menjelaskan tujuan survey
· Menjelaskan perbedaaan antara cross sectional survey dengan longitudinal survey
· Menguraikan bagaimana perbedaan survey research dengan penelitian tipe lain
· Menguraikan secara mendalam bagaimana survey dijalankan
· Menguraikan dengan jelas bagaimana survey melalui surat, survey melalui telepon, dan survey melalui interview face-to-face dapat dibedakan, dan menyatakan masing-masing dua keunggulan dan kelemahan dari masing-masing tipe survey tadi
· Menguraikan secara umum taktik-tehnik dalam mengembangkan pertanyaan survey
· Menjelaskan perbedaan antara pertanyaan close ended dengan pertanyaan open ended, dapat memberikan contohnya masing-masing dua dan dapat menyatakan dua keunggulan dan kelemahan dari masing-masing tipe pertanyaan tadi
· Menjelaskan mengapa nonresponse (responden yang tidak merespon) merupakan masalah dalam survey reseach dan menyebutkan dua cara meningkatkan rating response dalam survey
· Menyebutkan dua perlakuan validasi yang mempengaruhi hasil survey, dan menjelaskan tindakan-tindakan yang ada yang dapat dikontrol
· Mengenal suatu contoh survey research ketika anda menjumpai dalam literatur pendidikan
APA YANG DIMAKSUD SURVEY ?
Para peneliti biasanya tertarik pada opini kelompok besar dari manusia tentang topik tertentu atau issu. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan yang semuanya berhubungan dengan issu, untuk menemukan jawabannya. Sebagai contoh, bayangkan bahwa seorang pejabat suatu departemen konsultan pada suatu universitas besar, merasa tertarik dalam menentukan bagaimana perasaaan mahasiswa yang sedang mengambil jenjang master tentang programnya. Dia (pejabat itu) memutuskan untuk memberlakukan suatu survey untuk menemukan jawabannya. Dia memilih 50 orang mahasiswa sebagai sample dari keseluruhan mahasiswa yang ada pada jenjang master tersebut. Kemudian menyusun desain pertanyaan untuk menggali sikap mereka (mahasiswa) terhadap program. Dia mengelola pertanyaan kepada tiap mahasiswa dari 50 sampel dengan melakukan wawancara dalam waktu dua minggu lebih. Tanggapan yang diberikan oleh tiap-tiap mahasiswa dalam sample selanjutnya di lakukan pengkodean menjadi kategori-kategori terstandar untuk tujuan analisis. Kemudian rekaman/data tadi dianalisis untuk medeskripsikan posisi siswa dalam sampel. Kemudian dia menggambarkan beberapa kesimpulan tentang pendapat sample tadi. Kesimpulan ini sebagai bahan generalisasi untuk populasi yang diwakili oleh sample tadi.
Contoh di atas mengilustrasikan bahwa terdapat tiga karakeristik utama yang dimiliki oleh seluruh jenis survey, diantaranya :
1. Seluruh informasi dikumpulkan dari kelompok orang secara berurutan untuk menjelaskan beberapa aspek atau karakter (seperti: kebiasaaan, opini, sikap, kepercayaan dan/atau pengetahuan) dari suatu populasi di mana kelompok ini merupakan bagian dari populasi itu.
2. Cara utama untuk mengumpulkan seluruh informasi adalah melalui pengajuan beberapa pertanyaan, jawaban dari pertanyaan itu merupakan data dari kegiatan studi ini.
3. Seluruh informasi dikumpulkan berasal dari sample, dari pada diperoleh dari setiap anggota populasi


MENGAPA SURVEY DIPERKENALKAN ?

Tujuan dari survey adalah untuk menjelaskan karakteristik suatu populasi. Pada hakikatnya, apa yang ingin peneliti temukan adalah bagaimana anggota suatu populasi disebar dengan sendirinya pada suatu variable atau lebih (sebagai contoh : Usia, etnik, agama, sikap terhadap sekolah). Sebagai tipe lain dari penelitian, tentunya populasi sebagai satu keseluruhan telah dipelajari. Dari pada itu, pemilihan sample yang hati-hati dari responden telah disurvey, dan deskripsi tentang populasi ditarik berdasarkan apa yang ditemukan dari sample.
Para peneliti mungkin tertarik dalam menjelaskan bagaimana pastinya karakteristik para guru di sekolah menengah atas (seperti Usia, gender, etnik, keterlibatan politik dsb) tersebar di dalam kelompok. Penelioti akan memilih guru-guru sebagai sample dari sekolah menengah atas inner-city untuk disurvey. Secara umum dalams\deskripsi survey seperti itu, peneliti tidak banyak konsern dengan alasan mengapa distribusi yang diobservasi berada seperti dengan apa yang diobservasi.

TIPE-TIPE SURVEY
Terdapat dua tipe utama dari survey yang dikenalkan, yaitu Cross sectional survey dan Longitudinal survey.
a. Cross-Sectional Survey
Pada tipe Cross-sectional survey, seluruh informasi dikumpulkan dari sample yang menggambarkan dari populasi yang telah ditentukan sebelumnya. Lebih jauh lagi, informasi dikumpulkan hanya satu kali saja, meskipun waktu yang diberikan untuk mengumpulkan seluruh data yang diinginkan dialokasikan dimanapun mulai dari satu hari sampai kurang dari seminggu atau bahkan lebih.
Contoh:
Seorang professor matematika bermaksud mengumpulkan data dari sample seluruh guru matematika sekolah menengah atas dalam keadaan particular tentang ketertarikan mereka (para guru) untuk mengikuti jenjang Master dalam bidang matematika di Universitasnya.
Atau contoh lain:
Peneliti lain mungkin mengambil survey tentang beberapa bagain masalah pribadi yang dialami oleh siswa ketika usia 10, 13 dan 16 tahun. Seluruh kelompok ini harus disurvey kira-kira dalam waktu yang sama.
Ketika seluruh populasi disurvey, hal ini dinamakan sensus.

b. Longitudinal Survey
Dalam longitudinal survey, data dikumpulkan pada waktu-katu yang berbeda secara berurutan untuk mempelajari perubahan sepanjang waktu. Terdapat tiga desain longitudinal survey yaitu Trend studies, cohort studies dan panel studies.
b.1. in a Trend Studies
Dalam desain trend studies, sample yang berbeda dari populasi yang sama disurvey pada waktu-waktu berbeda. Sebagai contoh peneliti yang tertarik pada sikap petinggi sekolah menengah atas terhadap penggunaan penjadwalan yang fleksibel. Dia harus memilih sampel tiap tahun dari daftar petinggi sekolah menengah atas yang ada. Meskipun populasi akan berubah-ubah dan beberapa individual mungkin tidak bisa dijadikan sampel tiap tahun, jika pemilihan secara random telah digunakan untuk mendapatkan sampel, respon-respon yang didapatkan tiap tahun dapat dipertimbangkan representativ dari populasi petinggi sekolah menengah atas. Peneliti kemudian menguji dan membandingkan respon-respon dari tahun ke tahun untuk melihat jika beberapa trend terlihat.
b.2. in a Cohort Studies
Populasi yang spesifik diikuti sepanjang periode waktu tertentu. Berbeda dari desain trend studi, sampel populasi sebagai anggota, berubah sepanjang waktu, dalam cohort studi sampel sebagai bagian populasi tidak berubaha sepanjang waktu pemberlakukan survey. Contoh, seorang peneliti mungkin ingin mengkaji pertumbuhan keefektifan mengajar di tahun pertama mengajar dari seorang guru yang baru lulus dari Sanfrancisco State University. Nama-nama seluruh guru ini dibuat daftarnya dan kemudian sampel yang berbesa akan dipilih dari daftar itu pada waktu-waktu yang berbeda.
b.3. in a Panel Studies
Dalam desain ini, peneliti memilih sample langsung di awal penelitiannya. Dia kemudian melakukan survey individu yang sama pada waktu yang berbeda selama survey dilakukan. Sejak peneliti mempelajari individu yang sama, dia dapat menuliskan perubahan-perubahan karakter atau tingkah lakunya dan menggali alasan untuk setiap perubahan tersebut. Contoh, pada penelitian yang sebelumnya, peneliti harus memilih sample lulusan di akhir tahun dari San Francisco State University yaitu guru yang mengajar pada tahun pertama dan melakukan survey kepada individu yang sama beberapa waktu selama tahun pembelajaran. Kehilangan individu adalah masalah yang sering dalam desain panel studi, bagaimanapun juga, khususnya jika penelitian dilaksanakan selama waktu yang panjang.
Berikut adalah judul-judul bebrapa laporan survey yang dipublikasikan yang telah dilaksanakan oleh peneliti pendidikan.
· Status pernyataan pembelajaran sejarah (the status of state history instruction)
· Dimensi-dimensi kepemimpinan sekolah yang efektif : Pandangan guru (Dimensions of effective school leadership: The Teacher’s Perspective)
· Pandangan guru tentang masalah disiplin di sekolah menengah Virginia pusat (Teacher perceptions of discipline problems in a central Virginia middle school)
· Dua ribu guru memandang profesinya (Two thousand teachers view their profession)
· Peringkat masalah : tentang komunikasi (Gradding problem: A matter of communication)
· Pemerintah atau orang tua: siapakah yang paling berpengaruh pada penggunaan Cannabis (Peer or parents: who has the most influence on cannabis use)
· Pengaruh jenjang karir pada kariri guru dan sikap kerja (A career ladder’s effect on teacher career and working attitudes)
· Praktek etika perijinan konselor professional: Suatu survey dari komisi perijinan. (Ethical practices of licensed Profesional counselors: A survey of state licensing boards)

SURVEY RESEARCH DAN CORRELATIONAL RESEARCH
Hal ini belum tidak biasa untuk menemukan pengujian peneliti tentang hubungan dari respon pada suatu pertanyaan dalam survey terhadap yang lainnya, atau skor yang didasarkan pada satu set pertanyaan survey terhadap skor yang didasarkan pada set lain. Dalam beberapa contoh, tehnik dari correlational research dijelaskan dalam Bab 15.
Diduga seorang peneliti tertarik pada penyelidikan hubungan antara sikap siswa-siswa sekolah menengah atas terhadap sekolahnya dan ketertarikannya pada sekolah luar. Kuesioner yang berisi item-item yang dicocokkan dengan dua variable tersebut harus disiapkan dan dikelola pada sample siswa sekolah menengah atas, dan kemudian hubungan kedua variable itu dapat ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi atau menyiapkan tabel kontingensi. Peneliti mungkin menemukan kesimpulan bahwa siswa yang memiliki sikap positif terhadap sekolahnya akan memiliki banyak interes luar, sementara itu, siswa yang memilki sikap negative terhadap sekolahnya memiliki interes luar yang sangat sedikit.

TAHAP-TAHAP DALAM SURVEY RESEARCH
Definisi Masalah
Masalah yang diinvestigasi secara berarti dengan survey harus sangat menarik dan penting untuk memotivasi setiap individu yang disurvey untuk memberikan responnya. Pertanyaan basi yang biasa mereka dapatkan, mereka akan lemparkannya ke dekat keranjang sampah. Kita mungkin tidak akan terkejut untuk mempelajari bahwa anda telah bekerja baik pada kuesioner survey yang anda pikirkan tidak penting atau jenuh.
Peneliti perlu mendefinisikan dengan jelas tujuannya dalam melaksanakan survey. Setiap pertanyaan yang diajukan harus berhubungan dengan satu tujuan survey atau lebih. Satu strategi untuk mendefinisikan pertanyaan survey adalah dengan menggunakan pendekatan hierarki, dimulai dengan pertanyaan tentang hal-hal yang luas (beginning with the broadest), kemudian pada pertanyaan lebih umum (most general question) dan diakhiri dengan pertanyaan yang lebih spesifik (ending with the most specific).
Richard Jaeger memberikan contoh detail dari beberapa survey pada pertanyaan, mengapa banyak guru sekolah umum keluar dan meninggalkan profesinya dalam beberapa tahun. Dia menyarankan tiga factor umum -ekonomi, kondisi lingkungan kerja, dan persepsi status sosial-, sekitar struktur pertanyaan yang mungkin untuk survey. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dikembangkannya yang memperhatikan faktor ekonomi :
Apakah faktor ekonomi menyebabkan guru meninggalkan profesinya lebih awal ?
A. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena ketidakcukupan income pertahun?
1. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena penghasilan bulanannya selama di sekolah tersebut terlalu kecil?
2. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena mereka tidak mendapat tambahan selama musim semi?
3. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena kekuatan gajinya untuk mencari pekerjaan kedua selama tahun sekolah?
4. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena kekurangan kekuatan gajinya untuk mencari pekerjaan berbeda selama musim semi?
B. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena struktur skala pembayaran ?
1. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena batas atas skala pembayaran gajinya tertalu rendah?
2. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena rata-rata peningkatan skala pembayaran gajinya terlalu lambat?
C. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya karena ketidakcukupan keuntungan?
1. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena keuntungan asuransi kesehatannya tidak cukup ?
2. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena keuntungan asuransi hidupnya tidak cukup?
3. Apakah guru-guru meninggalkan profesinya lebih awal karena keuntungan jabatannya tidak mencukupi?
Seting hirarki dari pertanyaan penelitian seperti ini dapat membantu peneliti untuk mengidentifikasi isu dari kategori yang besar, mengusulkan banyak isu yang spesifik dari tiap kategori, dan menggambarkan kemungkinan pertanyaan. Dengan menentukan apakah pertanyaan yang diusulkan sesuai dengan tujuan survey, peneliti dapat mengeliminasinya bahwa hal tersebut tidak dikerjakan. Hal ini sangat penting karena lamanya quesioner survey atau jadwal interview merupakan faktor krusial (penting) dalam menentukan kesuksesan survey.

Identifikasi Populasi Target
Hampir setiap sesuatu dapat dijelaskan secara berarti dengan survey. Segala sesuatu yang dipelajari dalam survey dinamakan unit analisis. Meskipun secara tipikal, manusia, unit dari analisis dapat juga berupa objek, perkumpulan, perusahaan ruang kelas, sekolah, agen pemerintahan, dan lain-lain. Sebagai contoh, dalam kegiatan survey opini pihak pakultas tentang kebijakan disiplin baru, yang baru diberlakukan di distrik sekolah utama, tiap anggota fakultas dijadikan sampel dan disurvey sehingga menjadi unit dari analisis. Dalam survey sekolah distrik urban, sekolah distrik akan menjadi unit dari analisis.
Data survey dikumpulkan dari beberapa individu unit analisis untuk menjelaskan unit secara keseluruhan. Penjelasan ini kemudian disimpulkan untuk menjelaskan populasi dimana unit-unit analisis tersebut bersifat representativ. Pada contoh di atas, data yang dikumpulkan dari sampel anggota fakultas (unit analisis) akan disimpulkan untuk menjelaskan populasi dimana sampel ini representativ (seluruh anggota fakultas pada sekolah distrik utama).
Seperti pada penelitian tipe lainnya, suatu kelompok manusia (objek, institusi dan sebagainya) yang jadi fokus pada suatu kegiatan penelitian dinamakan populasi target. Untuk membuat pernyataan lebih meyakinkan lagi tentang populasi target, hal ini (populasi target) harus didefinisikan dengan baik. Dalam faktanya, populasi target harus segera di definisikan dengan baik yang memungkinkan untuk menyatakan dengan pasti apakah unit analisis utama merupakan anggota populasi atau bukan.
Diperkirakan, sebagai contoh, bahwa populasi target didefinisikan sebagai ” seluruh anggota fakultas di dalam sekolah distrik utama”. Apakah definisi tersebut cukup jelas sehingga segala sesuatunya dapat dinyatakan terhadap populasi. Pada tahap pertama, anda mungkin merasa tergoda untuk menyatakan ya, tetapi bagaimana dengan administrator yang juga mengajar? Bagaimana dengan guru tambahan/cadangan atau siapa yang mengajar hanya mengajar part time? Bagaimana hubungan siswa dengan guru-guru? Bagaimana dengan konselor? Populasi target yang didefinisikan cukup detail dan jelas sehingga secara makna kata (vocabulary) dapat ditentukan apakah sesuatu itu dapat dikategorikan populasi target atau bukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar