Selasa, 29 Juli 2008

Makin Asyik Sekolah di Rumah

Semua orang tua pasti pernah merasakan moment yang sangat berkesan saat bersama buah hati. Bagi saya, terutama akhir-akhir ini, momentum itu terjadi saat saya dan anak-anak melakukan kegiatan yang membuat mereka antusias dan penasaran. Dan yang menarik, kegiatan itu sendiri bisa jadi hanyalah kegiatan biasa yang tidak khusus diperuntukkan untuk mereka.

Dulu, semasa saya sekolah, sering sekali saya dengar kalimat guru seperti ini setelah mereka selesai menerangkan di kelas, "Anak-anak, siapa yang mau bertanya, acungkan tangan!" Sayangnya, jarang sekali saya lihat anak-anak yang mau mengacungkan tangan untuk bertanya. Kalaupun ada, isi pertanyaan hanyalah basa-basi.

Sekarang, seiring dengan bertambah besarnya anak-anak, saya menyaksikan fenomena yang terbalik di "sekolah" mini saya di rumah. Kedua anak saya, tanpa harus diminta, bisa langsung bertubi-tubi mengajukan pertanyaan atas apapun yang sedang saya kerjakan. Modal saya tentu saja adalah "MAU MENJAWAB". Karena tanpa jawaban dari mulut saya, lama kelamaan keinginan mereka untuk bertanya juga akan sirna dengan sendirinya.

Saya memang sedang menikmati asyiknya belajar di rumah bersama keluarga. Saya bisa merasakan benar perbedaan situasi belajar saat saya sekolah dulu dengan situasi belajar anak-anak saya saat ini. Ada rasa penasaran terhadap sesuatu, bisa mereka tanyakan langsung segera tanpa harus menunggu hari berganti esok.

Hari ini, anak-anak melihat proses perbaikan klep pompa air di rumah kami yang sedang rusak. Luar biasa tatapan mata mereka saat melihat si tukang pompa bekerja. Pertanyaan-pertanyaan pun meluncur, "Itu apa?", "Kenapa semennya harus dikasih air?", "Kenapa lubangnya harus dikasih semen?", dll.

Kalau kita libatkan anak-anak untuk melakukan kegiatan bersama kita, maka bahan ajar untuk mereka sungguh tak terbilang dan tak ada habisnya. Hebatnya, kegiatan-kegiatan nyata kehidupan ini bisa sangat komprehensif: Sekaligus berdimensi matematis, bahasa, fisika, biologi, dan lain-lain, tanpa harus dipecah-pecah dalam satuan pelajaran secara khusus. Mau mencoba?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar