Rabu, 23 Juli 2008

Tapi Nggak Pengen Ketawa

Saat kita berdialog dengan anak-anak, seringkali kita temukan hal-hal lucu dalam dialog itu. Begitu pula yang terjadi dengan saya dan anak laki-laki saya beberapa hari yang lalu.

Malam itu saya menyempatkan diri memasak. Rencananya, saya mau membuat sambal goreng kentang, yang sejak pagi belum bisa saya lakukan. Si bungsu Luqman mengikuti saya ke dapur. Dia duduk di bangku kecil, memperhatikan saya yang sedang memotong kentang dengan pisau bergerigi (orang Sunda bilang peso gobed). Seperti biasa dia mulai bertanya perihal pekerjaan yang sedang saya kerjakan.

"Mama, kenapa kentangnya dipotong pake itu?"
"Supaya kentangnya jadi bergerigi." Jawab saya.
"Bergerigi itu seperti apa?" tanya dia lagi.
"Kayak gini nih." jawab saya sambil menunjukkan salah satu potongan kentang.
"Kenapa kentangnya harus bergerigi, Mama?" lanjut dia.
Saya bingung juga jawabnya. Tapi akhirnya saya bilang, "Yaa... supaya lucu aja."
Tahukah apa komentar dia berikutnya?
Dengan ekspresi wajah yang datar dia bilang, "Mama, tapi Ade nggak pengen ketawa."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar