Sabtu, 26 Juli 2008

Qur'an dan Tahrif?


Bismilahirrahmanirahim

secara bahasa tahrif berasal dari kata حرف‎ "harafa" berarti "ghayarahu 'an mawadhi'ihi" yaitu berubah dari maudhu'nya (kamus al munjid bahasa arab ke bahasa arab) kemudian dalam lisanul arab tahrif diuraikan sebagai

تحريف الكلم عن مواضعه

"Tahriful kalimi 'an mawadi'ihi" yang berarti mengubah makna kata dari makna asli ke makna lain dimana kata itu dengan makna asli di pandang memiliki kemiripan dan manusia berpikir bahwa makna itu memiliki arti yang dekat dengan makna arti kata yang asli.

Istilah tahrif sering dipakai dalam pembahasan alquran dan riwayat hadis. Dalam konteks ini tahrif berarti penambahan atau pengurangan kata atau huruf dari teks quran atau hadis yang asli. Contoh nyata orang yang telah melakukan tahrif terhadap ayat suci adalah kaum yahudi, hal ini disinggung dalam Qs 4 : 46 dan 5 : 13

Terkait tahrif dalam alquran disebutkan juga bahwa barangsiapa menafsirkan quran sesuai pendapatnya sendiri (yang berarti melakukan tahrif terhadap quran) maka tempatnya di neraka ditentukan(disiapkan tempatnya di neraka). Dimana dalam mempelajari quran terdapat kaidah "Barangsiapa ingin mempelajari quran pelajarilah dengan bahasa arab"

تعلموالقران بعربيه

"Ta'alamul quran bi 'arabiyati" pelajarilah quran dengan bahasa arab(dengan tata cara kaidah bahasa arab, dimana setiap bahasa memiliki kaidah khas masing-masing). Hal ini sesuai dengan ulasan tegas quran surah zumar(39) ayat ‎28

قراناعربياغيرذي عوج

"Qur'anan arabiyyan ghairi zi 'iwajin" Al quran berbahasa arab, tidak ada kebengkokan(didalamnya).Terkait Mengapa syiah tidak meyakini adanya tahrif quran baik adanya pengurangan atau penambahan berupa kata atau huruf dalam alquran (adanya perubahan dalam quran) dapat kami ulas sebagai berikut.

1. Adanya tahrif maka menjadikan alquran tidak sempurna. Padahal Alquran adalah kitab Allah swt yang turun paling akhir sebagai penyempurna atas kitab-kitab terdahulu, ketika sebagai penyempurna sedang dirinya tidak sempurna maka quran tidak bisa disebut sebagai penyempurna. Sebagaimana nabi Muhammad yang menjadi penutup nabi dan rasul sehingga disebut sebagai khatamun nabiyin (sang penutup kenabian).

2. Alquran yang dimiliki dan dipakai oleh umat islam syiah diseluruh penjuru dunia adalah satu sebagaimana quran yang dipakai oleh saudara ahli sunat(suni). Disetiap masjid, husainiah, rumah, perpustakaan atau tempat masyarakat syiah yang lain hanya ada kitab yang satu. Jadi sangat tidak bisa dibenarkan ketika ada yang mengatakan quran orang syiah lebih banyak dari 30 juz apalagi menggunakan pernyataan yang tidak berdalil itu sebagai alasan untuk mengkafirkan dan menghalalkan darah orang syiah.

3. Dalam aqidah syiah alquran dan sunat nabi adalah dua hal yang tidak mungkin terpisah. Jadi quran tidak akan pernah terpisah dari orang-orang yang menjadi pemandu quran atau bisa kita sebut sebagai para gurunya quran. Karena quran sendiri memiliki dua jenis ayat, ayat muhkamat dan mutasyabihat. Manusia biasa tidak akan mampu memahami makna batin ayat ataupun ayat-ayat mutasyabihat. Manusia butuh pembimbing untuk bisa secara sempurna memahami alquran. Perlu diketahui bahwa tidak pernah ditemukan adanya ketidak sesuaian antara ucapan satu imam dengan imam yang lain dalam mensikapi segala masalah walaupun rentang jarak antar mereka cukup jauh. Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam hadis tsaqalain yang diyakini oleh syiah maupun suni sebagai hadis yang shahih lihat musnad ahmad bin hanbal juz 4 hal 31 dan juz 5 hal 181 dan dalam kanzul ummal juz 1 hal 96. " Sesungguhnya aku tidak lama lagi akan dipanggil(wafat) dan akupun akan memenuhinya. Aku meninggalkan pada kalian dua peninggalan berharga (atsaqalain) kitab Allah aza wajalla dan itrahku. Kitab Allah ibarat tali penghubung antara makhluk dengan penciptaNya. Sedang itrahku adalah ahlul baitku. Dan sesungguhnya Allah yang maha lembut telah memberitahukan padaku bahwa keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya datang padaku di telaga haud (surga). Maka perhatikanlah! Kalian berarti menyalahiku jika menyalahi keduanya" Bagaimana mungkin orang syiah meyakini adanya tahrif dalam quran.

4. Dalam kitab-kitab tafsir ulama syiah alquran yang ditafsirkan juga sama sebagaimana quran yang dipakai oleh ahli tasanun. Ketika qurannya beda dari quran milik ahli tasanun pasti kitab quran yang ditafsirkan juga beda.

5. Alquran adalah timbangan kebenaran. Imam shadiq sebagai salah satu imam penerus nabi beliau menukil dari moyangnya dari Nabi Muhammad " Hai masyarakat, segala berita yang datang dari kami (diriwayatkan bahwa itu dari kami )sampai pada kalian terimalah jika itu sesuai dengan kitab Allah swt. Berarti itu (benar-benar)dari kami. Jika tidak sesuai berarti itu bukan dari kami." ketika alquran oleh orang syiah di anggap telah di tahrif. Bagaimana bisa mereka menjadikan quran sebagai penimbang benar tidaknya kabar(riwayat) yang sampai pada mereka bahwa itu benar-benar dari nabi atau imam maksum atau bukan. Jadi jelas bahwa alquran dalam pandangan syiah tidak pernah tertahrif dan tidak akan pernah tertahrif.

6. Orang Syiah sangat memuliakan alquran. Dalam fikih mereka dapat ditemukan adanya aturan khusus terkait alquran. Orang yang tidak memiliki wuzu tidak boleh menyentuh tulisan ayat suci alquran. Ketika ada alquran jatuh ditempat najis harus segera di ambil dan di bersihkan, tidak boleh berselonjor ketika dibawah kaki ada alquran. Dan dapat kita lihat alquran orang syiah dicetak dengan kertas berkualitas dan dengan tulisan indah. Ini semua adalah gambaran penghormatan serta penghargaan yang besar terhadap alquran. Untuk fisik quran saja begitu besar penghormatan mereka bagaimana mungkin mereka tidak menghormati isi quran dengan tidak mempercayai keotentikan isi alquran?

Dalam alquran banyak sekali dalil yang bisa kita temui terkait keotentikan alquran. Alquran adalah kitab yang diturunkan Allah swt dan Allah juga yang akan menjaganya. Lihat alhijr: 9 dan at thalaq: 10-11. "alquran adalah kitab yang tidak ada kebatilan didalamnya. . . . ".lihat surat Fushilat ayat 42. Ketika mengimani alquran berarti harus mempercayai seluruh isi kandungannya. Jadi dengan dalil yang sangat jelas ini kita yakin bahwa quran sama sekali tidak pernah ditahrif dan tidak akan pernah akan.

Terkait tahrif quran dalam kitab suni dapat dicek dari beberapa rujukan dibawah.

Ibnu Abi As-Sajastani, Al-Mashâhif, Dar al Kutub Al ilmiyah, beirut, halaman 61 (penambahan kata‏"‏وغير‏"‏ dan kata"‎من‎"‎pada surah fathihah oleh sahabat umar), 62, 63, 64, 65, 66, 83, 85, 86, 87, 92, 93, 95, 97, 98, 100, 101, dan halaman 102(jg tentang penambahan kata dalam ayat alquran oleh sahabat lain)

2. Shahih Bukhari, kitab at-Tafsir, bab Surah wa'l laily idza yakhsya, jami' al-ushul, jilid 3, hal 49 Musnad ahmad, jilid 6, hal. 449 dan 451, hal 269.

3. Shahih Bukhari, Kitab al maghazi, Bab Ghazwah Ar-Ra'i wa dzakwan, jilid 5.

4. Shahih Bukhari, Bab Asy-syahadah 'inda'l hakim fi wilayatil qadha.

5. Shahih muslim, jild 3, hlm. 100. Jilid 4 hal 167 dan 168.

Simak juga penegasan ayat suci alquran. Al Baqarah : 111. Terkait tata cara berargumentasi dalam mencari kebenaran.

sekian dari kami

walhamdulillah

wasalam

qom,26-7-08

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar