Kamis, 18 September 2008

Kelas Super

"Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat".

Kutipan terkenal itu adalah milik ilmuwan Thomas Alva Edison.

Ungkapan itu semakin terbukti dan ternyata ilmuwan-ilmuwan hebat itu muncul bukan karena sekedar JENIUS namun JERIH PAYAH, KERJA KERAS, KERJA ISTIQIMAH dan KERJA IKHLAS.



Indonesia memerlukan paling tidak 10,000 orang yang memiliki keahlian “advance In science and technology” sebagai persyaratan dasar sebuah bangsa untuk mengembangkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Sekarang ini baru sekitar 100 orang yang tercatat memiliki keahlian dibidang itu, padahal berdasarkan uji statistik rata rata terdapat seorang genius diantara setiap 10.000 orang di dunia. Karena Indonesia berpenduduk 230 juta secara teoritis paling tidak seharusnya terdapat 230,000 orang jenius di Indonesia! Sebuah potensi besar untuk menemukan para ahli di bidang “Advance Science and Technology”.

Kejeniusan seseorang diukur tingkat IQ-nya yang minimal 140, dan tidak mempunyai korelasi dengan standard gizi yang dikonsumsi sehari-hari. Jenius adalah sebuah bakat alam yang ada sejak dilahirkan. Masalahnya adalah sebagian terbesar anak-anak jenius ini tidak diolah, dilatih dan dididik secara proper. Jenius hanyalah potensi dasar.




Indonesia mempunyai banyak anak berbakat. Sejak tahun 1993 dalam Asian Physics Olympiad, International Physics olympiad dan International Junior Science Olympiad, Indonesia telah merebut tidak kurang dari 49 medali emas dan puluhan perak serta perunggu. Ini menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai SDM yang mampu bersaing dengan SDM dari negara manapun.



Pada bulan Januari 2005 diadakan test anak berbakat di Jakarta untuk kelas I SMU. Dari beberapa sekolah terpilih direkomendasikan 1500 anak. Dari 1500 anak ini ternyata 44 anak mempunyai IQ diatas 150. Kemudian tahun 2006 kami mengadakan seleksi dari kabupaten Tobasa, dan dari sekitar 400 peserta test kami mendapatkan sekitar 5 orang yang IQnya diatas 140. Hasil ini kembali menunjukkan bahwa SDM kita tidak dapat diremehkan.


Melihat hal ini, Yohanes Surya terinspirasi untuk membentuk kelas untuk anak-anak super ini (anak yang IQ nya diatas 140 dan mempunyai motivasi tinggi).

Tujuan Kelas Super

1. Memfasilitasi perkembangan kemampuan yang hebat dari para anak-anak yang tergolong berbakat (jenius) untuk menjadi ilmuwan yang luar biasa yang akan mengharumkan nama bangsa Indonesia.


2. Jumlah siswa per kelas 30 orang. Hanya dibuka 1 kelas.

3. Siswa dipilih yang mempunyai bakat dasar yang kuat/jenius (test IQ hanya menguji kemampuan bakat bawaan saja).





Tahun Pertama


a. Fisika, Matematika, Kimia, Biologi level perguruan tinggi tahun pertama.


b.
Musik : Piano/biola pengetahuan dasar (fokus pada musik-musik klasik yang membangkitkan kreatifitas), mengenal berbagai musik tradisional.

c. Budi Pekerti (tentang etika dalam berbagai bidang, moral, tingkah laku, sikap dalam berhadapan dengan orang, sikap bicara, sopan santun, sikap dalam presentasi, mengunjungi penjara, mengunjungi suku terasing dsb)

d. Bahasa Inggris (fokus pada conversation untuk dipakai di kelas II)

e. Bahasa Indonesia (fokus pada bagaimana menulis karya ilmiah, menulis cerpen, mengenal karya sastra, membaca cepat).

f. Art: painting, drawing



Tahun II:


a. Fokus pada 1 bidang saja: matematika, Fisika, Kimia, Komputer atau Biologi (tiap kelas minimal 5 siswa) dengan pengantar Bahasa Inggris. Materi advanced (tingkat 2 dan 3 universitas).

b. Ekonomi dan ilmu sosial (sociologi) ditujukan pada masalah-masalah di Indonesia dan kemungkinan-kemungkinan pemecahannya.

c. Bahasa Inggris (fokus pada test TOEFL, SAT dan menulis karya ilmiah dalam bahasa Inggris)

d. Leadership fokus pada kemampuan memimpin kelompok,

e. Music: Classic, mengenal alat-alat musik tradisional.

f. Kunjungan ke berbagai pusat industri di Indonesia (mengenal SDA Indonesia dan potensi Indonesia ke depannya dalam percaturan dunia).

g. Art: fokus pada berbagai seni di Indonesia seperti seni membatik, seni pahat, seni ukir, berbagai tarian daerah dsb.




Tahun III:

a. Fokus pada 1 bidang saja: matematika, Fisika, Kimia, Komputer atau Biologi dengan pengantar Bahasa Inggris. Materi ke arah Olimpiade International (tingkat S1/S2)

b. Bahasa Inggris (fokus pada presentasi dan debat bahasa Inggris, membuat proposal riset).

c. Sejarah Indonesia/sejarah dunia

d. Bahasa Asing (optional): Mandarin, Jepang, Perancis, Korea atau Jerman.

e. Music – kreativitas mencipta lagu

f. How things work

g. Banyak membaca buku-buku awam

h. Mathematica, Matlab

Matapelajaran olahraga danAgama diberikan pada hari sabtu.. Komputer (internet, programming secara umum) diberikan melalui tugas-tugas sekolah.

Minggu dan hari besar: libur


Dosen pengajar

· Untuk bidang-bidang Sains (Fisika, Kimia, Biologi) dan Matematika akan diberikan oleh para dosen yang bermutu dari berbagai perguruan tinggi. Para pengajar minimal S2.

· Bidang-bidang lain diajarkan oleh para ahlinya.

Lulusannya

a. Semua lulusannya akan diusahakan dapat melanjutkan studi ke luar negeri (kerjasama dengan negara-negara seperti Jerman, USA, Jepang, Perancis, Inggris, Korea). Beasiswa masih terus dicarikan (tetapi tidak bisa dijanjikan sekarang).

b. Lulus S1 pada point a, seluruh siswa diharapkanmelanjutkan ke program S2/S3

c. Lulus program S2/S3 mereka harus ambil postdoctoral dilanjutkan menjadi expert dalam bidangnya masing-masing.

d. Selesai program a-c, mereka yang ingin karir dengan memakai fasilitas di luar negeri diperbolehkan tinggal di luar negeri asal tidak boleh ganti warganegara. Diharapkan mereka dapat menarik mahasiswa lain dari Indonesia untuk riset dengan grant yang diperolehnya.

e. Para lulusan ini harus siap untuk kembali ke Indonesia ketika negara membutuhkan tenaga mereka untuk melakukan penelitian (tentu negara akan memberikan kompensasi yang kompetitif).

Kelas Super yang ada sekarang di SMAN 3 jakarta

dan

Briliant Class BPK Penabur Jakarta.

Kelas Super ini sayangnya masih belum berjalan seperti yang diharapkan. Kendala utama adalah dana (pelajar yang belajar di kelas Super ini tidak dikenakan biaya dan diharapkan ada asramanya). Untuk kelas Super DKI, BMW mensupport pengajarnya. Asrama belum ada sehingga pembelajaran belum maksimal.

Untuk Briliant Class belum ada komitmen kontinuitas dari para sponsor.

Bagi daerah atau organisasi (sosial, agama, pendidikan) apapun yang ingin membuat kelas super atau sejenisnya silahkan kontak langsung kekelassuper@yahoo.com

Kita harapkan kedepannya dengan adanya sponsor yang komit maka kelas super ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga bibit-bibit unggul dari setiap pelosok Indonesia dapat dimaksimalkan.

Catatan: Dalam kelas Super atau Brilliant Class,

Prof. Yohanes Surya (Surya Institute) hanya bertanggung jawab dalam kurikulum sains

(Fisika, Matematika Biologi) dan matematika. Untuk bidang lain (misi diluar sains/matematika, agama, bahasa, olahraga dsb) merupakan hak dan kewajiban sekolah/organisasi yang bersangkutan (tidak ada hubungannya dengan Prof.Yohanes Surya/Surya Institute).

Kelas Super Website:

http://www.bpkpenabur.or.id/id/id/featured/brilliant

Beberapa artikel tentang kelas super di berbagai media:

http://www.menkokesra.go.id/content/view/3067/100

Kelas Super (Pdf)


MEMBANGKITKAN KEKUTAN MANUSIA

Pernahkah kita menyadari bahwa seorang tukang parkir yang berdiri di samping sebuah mobil Mercy S700, adalah jauh lebih mengagumkan dan luar biasa dibandingkan dengan mobil tersebut. Sang tukang parkir adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, sedangkan mobil mewah adalah ciptaan manusia; tetapi kita justru lebih mengagumi mobil tersebut dibandingkan seorang manusia yang tercipta dalam kesempurnaan ilahi.

Menurut Stephen Covey, ada empat anugerah Tuhan kepada manusia yang spesifik tidak dimiliki oleh ciptaanNya yang lain. Ke empat anugerah ilahi itulah yang membuat manusia unik dan memiliki daya untuk menjadi co-creator bagi kehidupannya.


1. Kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk berpikir tentang proses berpikir kita sendiri. Ini yang menjadi alasan mengapa manusia memiliki kekuasaan atas semua benda di dunia ini dan mengapa manusia dapat membuat kemajuan penting dari generasi ke generasi.

2. Imajinasi, yaitu kemampuan untuk mencipta di dalam benak kita di luar realitas kita saat ini.

3. Suara hati, yaitu kesadaran batin yang dalam tentang yang benar dan yang salah, tentang prinsip-prinsip yang mengatur perilaku kita, dan pengertian tentang tingkat di mana pikiran dan tindakan kita selaras dengan prinsip-prinsip tersebut.


4. Kemauan, yaitu kemampuan untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri kita, bebas dari semua pengaruh lain.

Dengan keempat anugerah Ilahi tersebut berarti sesungguhnya kapasitas manusia tidak terbatas. Hal ini karena kita memiliki semua hal yang diperlukan untuk mencipta (imajinasi) berdasarkan tuntunan atau panduan suara hati yang mewujud atas kesadaran diri dan terdorong oleh kehendak bebas dalam diri kita.

Kalau kita perhatikan sekeliling kita, semua benda ciptaan manusia, tidak ada satu pun yang tercipta tanpa terlebih dulu melalui proses imajinasi dan upaya yang tidak kenal lelah untuk mewujudkannya (kehendak bebas) dan berdasarkan tuntunan intuisi, ilham atau inspirasi. Artinya setiap kita juga memiliki kemampuan unik tersebut untuk mencipta dan mewujudkan setiap imajinasi atau gambaran mental yang ada dalam pikiran kita menjadi realitas fisik atau kenyataan.

Analogi Gunung Es dan Kekuatan Tersembunyi Kita


Setiap manusia pada dasarnya tidak menyadari kekuatan yang dimilikinya, sampai akhirnya pada suatu titik ketika beberapa orang yang sukses dapat menemukan rahasia tersebut dan menjadi dan atau memperoleh apa pun yang mereka impikan dan inginkan selama ini. Kekuatan tersebut adalah seperti bagian gunung es yang tidak kita ketahui sebelumnya.

David J. Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking Big mengemukakan empat alasan atau dalih mengapa banyak orang tidak mencapai impian atau kesuksesan. Dalih tersebut antara lain adalah dalih kesehatan, dalih usia, dalih intelegensi dan dalih nasib. Ke empat hal itulah yang sering digunakan manusia untuk meyakinkan dirinya bahwa kesuksesan dan kehidupan yang luar biasa adalah bukan untuknya. Kita adalah sebatas pikiran kita. Pernyataan ini sangat tepat untuk menunjukkan bahwa apa pun jadinya kita, apa pun yang kita miliki semuanya tergantung dari apa yang kita pikirkan dan kita yakini.

Enam Kekuatan Utama Manusia


1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

Source: by schyzoprenicster


Di Tulis Ulang Oleh:

Arip Nurahma

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.


Terima Kasih, Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar