Selasa, 23 September 2008

Renungan Malam Alqadar

Sambung doa
Bismillah wa biAsmaillahilla'dzam
wa bi asma Rasulillah wa Alihil Muthahar.
Kembali datang dan kami tak bisa apa, hanya mampu termenung mentafakur ulah diri . . . .

kelam hitam mencekam setumpuk noda nista dan dosa
malam alqadar datang kami bersimpuh sujud menggenangi sesalan pembangkangan dg isak tangis, berharap kelegaan kala air mata penyesalan kami tergenang memenuh pelupuk dan menerjang mengairi pipi kami dg deras
apakah hanya sesal?
apakah penyesalan itu cukup?
Hanya sesederhana itukah?
Kami sadar, kami tahu tidak hanya semisal itu!
Duhai Kekasih . . .

Ego kami teramat besar
Kesombongan kami tak lagi tertakar
Kedunguan kami membuat kami sesumbar, menyombongkan keburukan yg kami yakini sebagai keindahan, keutamaan tuju.
Duhai Cinta. . . .
Andai hati ini terlampau kelam oleh deraan noda biarlah seujung benang rasa cinta pada sesama berkenan Engkau tanam kuat disana.
Buka dengannya bilik buram keegoan kami. Biarkan kami merasai derita saudara kami di irak, Palestina, Afgan
seantero bumiMu.

Duhai Kasih. . .
Eratkan tangan silaturahmi kami umat muslim
tunjukkan kebesaran Engkau dengan membesarkan hati saudara-saudara kami di pusat-pusat konflik. Luaskan hati mereka Ridhakan segala hal dihadapan mereka hanya karena-Mu. Jadikan ibu-ibu diantara mereka para penopang landasan keimanan Hakiki-Mu. Jadikan para bapak diantara mereka para pendidik menuju kecintaan pada kebenaran yang Engkau isyaratkan. Jadikan para putra-putri mereka hiasan bagi orang tua mereka dalam perjuangan menuju kehakian. Tentramkan mereka bersama tetangga-tetangga mereka. Luaskan pintu Rizki yang berakibat rasa sukur pada Engkau. Bukakan pintu-pintu Rahmat-Mu atas mereka masukkan mereka melaluinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar