Sabtu, 13 September 2008

MASALAH PENELITIAN & ETIKA DALAM PENELITIAN

MASALAH PENELITIAN
Apa yang dimaksud dengan “masalah penelitian”?

Masalah penelitian adalah masalah yang layak untuk diteliti
Merupakan masalah yang menimbulkan ketidakpuasan, atau tidak sesuai dengan harapan
Sesuatu yang dirasa menyulitkan sehingga perlu diubah
Suatu proses yang tidak berjalan baik
Kondisi yang perlu ditingkatkan
Kesulitan yang harus diatasi
Pertanyaan yang memerlukan jawaban
PERTANYAAN PENELITIAN
Pada umumnya masalah penelitian merupakan pertanyaan yang
akan menjadi fokus penyelidikan dan menentukan metode yang akan
digunakan. Berikut ini adalah contoh pertanyaan penelitian yang
menentukan arah bagi metodologi yang akan digunakan;

Apakah pembelajaran yang berpusat pada siswa lebih mampu meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan pembelajaran tradisional? (penelitian eksperimental)
Pembelajaran seperti apakah yang umumnya terjadi setiap hari di sekolah dasar? (penelitian etnografi)
Apakah dalam buku sains SD terdapat miskonsepsi? (Analisis isi)
Bagaimana kita dapat memprediksi siswa manakah yang mengalami kesulitan belajar pada topik listrik? (penelitian korelasional)
Bagaimana sikap orang tua terhadap program konseling di sekolah? (penelitian survey)
Pertanyaan di atas seringkali muncul dalam tugas guru atau peneliti
berdasarkan observasi atau pengalamannya, dan pertanyaan ini
seringkali memerlukan penyelidikan yang lebih mendalam. Untuk itu
seorang peneliti perlu mengumpulkan sejumlah informasi untuk
menjawabnya.

Ada pula pertanyanyaan yang sulit dijaring informasinya, misalnya:
Apakah filsafat perlu dimasukkan dalam kurikulum sma?
Apa makna kehidupan?

Pertanyaan pertama, berkaitan dengan nilai: baik dan buruk; perlu dan
tidak perlu; Jadi, tidak dapat diamati. Namun pertanyaan pertama di
atas dapat menjadi pertanyaan penelitian bila kalimatnya diubah:
“Apakah masyarakat merasa perlu memasukkan filsafat dalam kurikulum SMA?”

Dengan pertanyaan di atas, kita dapat mengumpulkan data untuk
menjawab pertanyaan penelitian.
Pertanyaan kedua bersifat metafisika, di luar jangkauan pengalaman
kita dan bersifat transcendental. Pertanyaan ini memerlukan jawaban
yang bersifat akumulasi dari sejumlah informasi.

Karakteristik pertanyaan penelitian
Pertanyaan bersifat feasible; dapat diselidiki sesuai dengan tenggat waktu, energi dan dana yang terbatas.
Pertanyaan jelas: dapat dipahami oleh orang lain.
Pertanyaan bermakna untuk diteliti karena akan memberikan kontribusi penting secara keilmuan.
Pertanyaan hendaknya menyelidiki hubungan meskipun tidak selalu.

Baik kita bahas satu persatu!
1. Pertanyaan penelitian harus feasible
Pertanyaan penelitian yang feasible adalah pertanyaan yang dapat diteliti
melalui sumber-sumber yang ada. Pertanyaan tertentu misalnya tentang
“eksplorasi ruang angkasa”, atau “efek jangka panjang terhadap para astronot
yang mengikuti program penelitian ruang angkasa” jelas memerlukan dana
yang sangat besar dan waktu yang lama. Dalam bidang farmasi, kedokteran,
pertanian, dan militer, penelitian dilakukan oleh orang yang terlibat langsung
dalam kegiatan praktik. Namun dalam bidang pendidikan, masih penelitian
yang dilakukan oleh guru masih sangat kurang. Pada umumnya dilakukan oleh
orang di “luar” sekolah, seperti dosen dan mahasiswanya yang ditunjang oleh
waktu dan dana yang terbatas, sehingga mungkin saja fisibilitasnya tidak ada.

Contoh:
Bagaimana pendapat siswa tentang program pembelajaran berbasis komputer untuk topik tentang model-model atom? (feasible)
Bagaimana efeknya terhadap hasil belajar siswa, bila masing-masing siswa memiliki komputer pribadi untuk digunakan selama satu? (tidak terlalu feasible)

2. Pertanyaan penelitian harus jelas
Pertanyaan penelitian harus mencerminkan apa yang akan diteliti, atau
yang menjadi fokus penelitian.

Contoh:
a. Apakah pembelajaran berorientasi humanistik efektif?
Bagi sebagian orang kata yang digaris bawahi di atas mungkin jelas, tetapi orang lain mungkin tidak memahami apa yang dimaksud dengan “pembelajaran berorientasi humanistik” tersebut. Apa karakteristiknya? Bagaimana strategi pembelajarannya? Bagaimana kegiatan pembelajarannya? Apa kegiatan siswa dan kegiatan guru? Media apa yang digunakan?
Bagaimana perasaan guru terhadap kelas khusus bagia anak cacat?
“Guru” dalam pertanyaan di atas perlu diklarifikasi: guru kelas berapa? Mengajar apa? Siswa usia berapa yang dilibatkan? Pengalaman belajar apa yang diberikan?
“Perasaan guru” juga ambiguous. Apakah berarti pendapat guru? Reaksi emosional guru? Atau tentang kegiatan guru?
“Kelas khusus” dan “anak cacat” juga perlu diklarifikasi.
Dalam konsep pendidikan saat ini banyak istilah yang perlu dijelaskan,
misalnya: kurikulum inti, kegiatan pembelajaran, pengelolaan yang
efektif, pendekatan konstruktivisme, dll.

Oleh karena itu perlu ada penjelasan istilah, yang dapat dilakukan
melalui:
Pendekatan kamus: ada banyak keterbatasan; kurang dianjurkan
Definisi istilah melalui contoh.
Mendefinisikan istilah secara operasional, bagaimana kegiatan dilakukan, bagaimana data dijaring, termasuk variabel bebas atau variabel tak bebas.
Definisi operasional sangat membantu dalam menjelaskan istilah.

Penjelasan istilah sangat penting bagi peneliti untuk menentukan arah
bagi teknik pengumpulan dan analisis data.
3. Pertanyaan penelitian harus bermakna
Maksudnya berharga untuk diteliti dan memiliki kontribusi secara
keilmuan karena suatu penelitian memerlukan energi, waktu,
materi, dana, dan sumber-sumber lain yang perlu dihargai maka
hasilnyapun perlu dihargai sebagai karya penelitian.

Untuk itu peneliti perlu bertanya tentang: Apa manfaat hasilnya?
Apakah mempunyai implikasi untuk meningkatkan praktis
pembelajaran? Apakah untuk menentukan arah kebijakan? Apakah
untuk perencanaan program?

Ada 2 kelemahan proposal yaitu (1) terlalu banyak asumsi (2) terlalu
membesar-besarkan implikasi penelitiannya.
4. Pertanyaan bersifat etis
Rumusan pertanyaan hendaknya tidak menyinggung
perasaan pihak lain, baik secara langsung maupun tak
langsung. Kalimat sopan dan tertata dengan baik.

Tambahan: untuk penelitian korelasional atau
kausal komparatif, petanyaan penelitian
hendaknya mencerminkan hubungan yang akan
dikaji. Untuk penelitian lain kadang-kadang juga
memerlukan pertanyaan yang mencerminkan hubungan.
KESIMPULAN
Masalah penelitian sebaiknya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
Pertanyaan penelitian hendaknya dapat memberi arah bagi proses penelitian
Pertanyaan penelitian yang baik memiliki 4 ciri: feasible, jelas, bermakna, dan etis; kadang-kadang perlu mencerminkan adanya hubungan
Ada 3 cara menjelaskan istilah: definisi kamus, definisi melalui contoh, dan definisi operasional
Definisi operasional menggambarkan tentang bagaimana suatu istilah diukur atau diidentifikasi

ETIKA DALAM PENELITIAN
Etika berkaitan dengan “benar” atau “salah” dalam melaksanakan
penelitian. Seorang peneliti perlu memperhitungkan apakah
penelitiannya layak atau tak layak untuk dilakukan. Pada dasarnya
semua peneliti berharap agar hasil penelitiannya tidak menyinggung
perasaan subyek yang ditelitinya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam
Melakukan penelitiannya:
Dalam merencanakan penelitian, peneliti bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi terhadap kemungkinan penerimaan setempat. Mencari informasi tentang adat kebiasaan, cara menyapa, bertanya atau melindungi partisipan
Mempertimbangkan apakah subyek partisipan adalah orang yang beresiko atau kurang beresiko karena mengenal peneliti.
Peneliti juga bertanggung jawab terhadap perlakuan etis dari para kolaborator, asisten, mahasiswa, atau siapapun yang terlibat dalam penelitian pada saat berlangsungnya penelitian
Perlu ada perjanjian yang jelas dan jujur antara peneliti dengan partisipan penelitian. Penghargaan atau komitmen lainnya.
Metodologi: sebelum melakukan studi, peneliti mempunyai tanggung jawab khusus untuk (i) menentukan teknik yang diperkuat oleh nilai keilmuan, pendidikan dan nilai setempat (ii) menentukan prosedur alternatif (iii) mencari cara agar partisipan dapat memberikan penjelasan yang diperlukan..
Peneliti menghargai kebebasan individual untuk bertindak sebagai partisipan atau mengundurkan diri
Setelah data terkumpul, peneliti hendaknya memberi informasi kepada partisipan tentang hakikat penelitiannya untuk menghindari miskonsepsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar