Jumat, 01 Agustus 2008

Menuhankan Tuhan

Sebagai hamba bertuhanlah seharusnya
Sebagai ciptaan seharusnya mengerti bahwa dicipta
Sebagai akibat semestinya menyadari sang penyebab
Sebagai wujud yang mungkin selayaknya mengabdi pada wujud wajib
Sebagai penyembah terus menatap sang sembahan
Dalam dekap keterbatasan memanggil-Mu. . .Tuhan
Disekat kebodohan merabai kerifan
Di belantara kegelapan memandang wujud wajib-Mu
Dalam kefakiran datang dan mengurai damba
Berdiri di mihrab dalam lain suci wuzu
Membentang sajadah penyesalan
seluas hati
tertunduk diam
berpeluh tangis
Lantunan kebahasaan suci dipenuhi getar
Tenggelam di aura kasih
Terguyur anugrah cinta
Tersedu-sedu suara membelah kelam sunyi
Bertata krama dengan-Mu
Mengurai keluh
Mencicipi manisnya samudra makna ayat suci
Meraup dahaga perpisahan dengan dunia
sepenuh hati berkata
Tuhan maafi kami
Tuhan Ulurkan tangan pertolongan-Mu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar