Kamis, 07 Agustus 2008

Otak Kecerdasan...Kecerdasan Otak

Sumber Kecerdasan

Sesungguhnya kita bisa melakukan apa saja asal kita mau untuk melakukan itu. Dalam dunia pendidikan kecerdsan merupakan tema besar yang menjadi objek untuk dipecahkan, sebuah pertanyaan yaitu bagaimana menjadikan anak didik menjadi cerdas baik cerdas secara jasmani ataupun cerdas ruhani menjadi pilihan tema utama. Sebab dua jenis kecerdasan ini memiliki peran yang sama-sama penting sebagai bekal masa depan anak. Keduanya adalah dua bagian yang saling menyempurnakan satu dengan yang lain.Salah satu sumber kecerdasan anak adalah kebiasaan yang dilakukan oleh anak (Howard Gardner).
Kebiasaan adalah prilaku yang diulang-ulang. Anak yang membiasakan diri melompat dari suatu balok ke balok yang lain akan memiliki kemahiran dalam prilaku itu. Begitu juga ketika anak membiasakan atau terbiasakan untuk menghafal alqur’an maka hal itu akan menyatu dengan anak dan dia akan mahir didalamnya. Jadi sebenarnya orang tua memiliki kesempatan besar untuk menjadikan anak menjadi cerdas. Tinggal bagaimana bisa mengajak anak untuk mencintai perbuatan dan prilaku mulia itu sehingga ia akan membiasakan diri dengannya. Para orang tua pasti ingin anak-anak mereka menjadi generasi cerdas. Mereka senang ketika anak yang menjadi tanggungannya itu menyayangi dan menghormati mereka. Pertanyaannya apakah para orang tua itu sungguh-sungguh menginginkan hal itu? Mengapa, karena sebenarnya mereka bisa untuk itu. Ketika ingin anaknya memilki rasa hormat pada orang lain maka sebagai orang tua tinggal memberi contoh kepada mereka untuk melakukan hal itu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan menjadikan anak terbiasa dan akrab dengan prilaku tersebut serta sedikit demi sedikit berkeinginan mengikuti kebiasaan itu.Ada dua sumber kebiasaan anak yang menjadi pelopor kecerdasan.

Pertama, kreatifitas. Disini anak berusaha menciptakan hal-hal yang baru. Anak ini tidak bisa diam dia selalu berusaha melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya. Kedua, problem solving, anak selalu berusaha memecahkan masalahnya secara mandiri. Orang tua bisa menghantarkan anak untuk menjadi pribadi yang mandiri, jadi dalam kehidupan senantiasa diarahkan agar anak tidak terlalu bergantung pada orang lain, berusaha membimbing mereka menjadi diri mereka sendiri.Kreativitas adalah :
1 Kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru
2 Kemampuan untuk menyelsaikan masalah yang khas
3 Keinginan untuk meningkatkan imajinasi, prilaku dan produktifitas.Masing-masing manusia memiliki kecenderungan pada suatu kecerdasan. Dimana kebanyakan setiap orang memiliki kecenderungan pada kecerdasan yang berbeda.

Kecerdasan itu dapat dikembangkan oleh setiap individu.Para orang tua selayaknya menyadari hal ini, jangan sampai hanya karena anak mendapat nilai kurang bagus dari ujian dilembaga pendidikan yang dia iktui terus mereka berkesimpulan bahwa anaknya tidak cerdas. Sebab kecerdasan anak itu berbeda-beda. Bisa jadi anak memilki modal menjadi seorang cerdas namun karena prilaku orang tua yang kurang bijak hal itu menjadikan kecerdasan anak terhambat. Sudahkah para orang tua mengkaji kecenderungan kecerdasan dari anak-anak mereka? Serta menilai prilaku keseharian mereka apakah semua itu menjadi penghambat berkembangnya anak atau tidak?Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada kreatifitas seseorang
1. Otak kiri/kananKreatifitas akan semakin tinggi ketika kerja sama antara keduanya makin baik
2. Pembuatan catatan mind-mapingDengan cara mempresentasikan ide-ide yang ada didalam kepala dalam bentuk nyata baik tulisan, lukisan, gambaran, garis, suatu bagunan atau yang lain.
3.KecepatanSemaikin cepat dalam mengeluarkan gagasan baru maka semakin baik. Kecepatan ini menjadi ukuran produktifitas kreatif.
4.FleksibilitasKemampuan untuk mengeluarkan dan memperooleh gagasan, kemudian beralih dari satu cara kecara yang lain dengan menggunakan berbagai metode.
5.OrisinallitasKemampuan mengahasilkan gagasan yang dimiliki yang tidak biasa, unik dan eksentrik.
6. Pengembangan gagasan Pengembangan gagasan, perluasan, perancangan dan penguraian pemikiran yang asli secara terperinci.Adalah ciri-ciri pemikir kreatif.

Mitos-Mitos Dalam Sifat Jenius Yang Kreatif

1 Orang jenius karena keturunan. Kecerdasan bukan menjadi hak khusus dari segolongan orang saja. Kecerdasan adalah suatu hasil setiap orang memilki kesempatan yang sama untuk mendapatkannya. Batu marmer akan menjadi sebuah karya besar ditangan seorang pemahat profesional, namun ketika pemahatnya hanya hem drehem (sal-asalan) maka batu marner itu akan berakhir pada tong sampah. Alasan ini hanya sekedar alasan media mengkambinghitamkan bagi kaum pemalas yang tidak mau mencoba.

2 Jenius sudah dikenali semenjak kecilBeberapa kalangan masih rancu dalam memahami antara bakat dengan jenius. Bakat memang dikenali semenjak kecil namun jenius tidaklah seperti itu. Sebagai misal Albert Einstein sang ilmuwan besar ini sebenarnya sulit bicara hingga umur 3 tahun. Thomas Alfa Edison sang penemu lampu mendapat nilai C untuk pelajaran fisika. JK Rowlins menulis novel harry poter yang menggegerkan dunia pada umur 46 tahun. Mereka menjadi orang-orang hebat setelah melewati proses dan melakukan percobaan-percobaan tertentu dengan memadukan keinginan, semangat, kesungguhan, serta kesabaran didalamnya. Jadi semua orang punya peluang dan potesnsi yang sama.

3 Orang jenus itu kebetulan. Untuk menemukan sebuah karya besar, para penemu tidak melakukan secara kebetulan, untuk menciptakan lampu sebelum menemukan rangkaian lampu yang memenuhi standar yang cukup mereka mencoba dan mencoba berulang kali tanpa peduli sudah berapa kali percobaan gagal yang sudah dilakukan. Mereka meneliti setiap kegagalan dan kemudian memperbaiki kesalahan itu. Akhirnya mereka menemukan karya besar itu

4 jenius adalah orang unggul serta berbakat dalam berbagai hal. Kemampuan dalam suatu bidang yang diasah maka hal itu sudah cukup disebut sebagai jenius. Kemauan mengasah potensi diri adalah pintu menuju gerbang- kejeniusan

A. Hukum Kreatifitas
1 “Katakan ‘Ya’ untuk setiap kemungkinan, jangan katakan ‘tidak’.’’” Rumus kreatifitas diatas tidak berlaku pada hukum-hukum sosial dan hukum dunia, pada moralitas dan keagamaan, serta pada etika atau aturan prilaku. Dengan teori kreatifitas 1 jawablah !Apakah bisa rumah itu masam, kuning atau bundar?Jawabannya “Bisa”Apakah saku itu masam, merah, atau segitigaJawabannya “Bisa”Begitu seterusnya……..

B. Hukum Kreatifitas 2 “Ubah Persepsi Tunggal Menjadi Imajinasi Tak Terbatas” Setiap persepsi memiliki kemungkinan untuk dikembangkan, hal ini perlu perenungan dan pemikiran dengan mengkaitakannya dengan hal lain atau fokus pada pengembangkan dari persepsi awal.

C. Hukum kreativitas 3“Out Of Box, keluar Dari Sistem”Kreatifitas cenderung pola berpikir dan keluar dari sistem dalam arti positif. Keluar dari sistem yang dimaksud disini adalah mencoba inovasi baru jadi keluar yang positif. Dengan membuka diri dari sistem maka akan bertambah wacana sehingga memungkinkan munculnya ide-ide baru sebagai dasar dari sebuah gagasan. Otak ManusiaPendidikan selalu bersinggungan dengan otak, otak adalah objek yang menjadi target untuk diolah dari rancangan–rancangan sistem maupun metode pendidikan. Tanaman yang ditanam pada otak berupa pengayaan kemampuan. Agar suatu pendidikan mencapai target yang diinginkan maka pengenalan terhadap otak menjadi suatu hal yang sangat penting. Para pengajar dan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan selayaknya mengenal kinerja dari otak. Sebab otak adalah bagian terpenting. dalam proses belajar. Otak adalah objek dari pendidikan. Pengetahuan mengenai otak sangat penting baik bagi pengajarnya maupun pada anak yang diajar.

Otak manusia terdiri dari 72-78% air, 10- 12% protein, dan….– 20% lemak. Dalam proses penciptaan otak merupakan organ yang pertama kali dibentuk. Pada saat lahir otak manusia memilki 1 trilyun sel otak yang terdiri atas 100 milyar sel otak aktif dan 900 milyar sel otak pendukung. Dibandingkan dengan makhluk yang sama-sama memilki otak, sel pada otak manusia jauh lebih banyak. Otak manusia terdapat 1 trilyun sedang monyet sebagai hewan yang paling dekat dengan manusia hanya memiliki 25 milyar. Berat otak laki-laki dewasa kurang lebih 2% dari total tubuh yaitu sekitar 1,4 kg dan berat otak wanita lebih ringan yaitu antara 100 gr -150 gr dengan ini seorang laki-laki memilki kesempatan lebih besar dalam menggali kecerdasan diri. Pada kenyataannya laki-laki sering disinggung bahwa dia lebih cenderung untuk menggunakan otak (analitis) dibandiingkan wanita yang kebanyakan lebih sering menggunakan perasaan. Kenyataan ini adalah sebuah isyarat akan tanggung jawab yang lebih besar yang harus dipikul oleh kaum pria.Dalam setiap detik otak tidak pernah berhenti bekerja. Pada saat pemiliknya tidur dia tetap aktif bekerja sehingga proses didalam tubuh tetap berlangsung. Jantung sebagai organ vital juga ada waktu istirahat walau dalam hitungan lebih cepat dari hitungan detik. Otak manusia setelah diteliti ternyata desain didalamnya memiliki banyak kelebihan hal ini adalah sebuah peluang. Sehingga dengan kapasitas yang dimiliki otak tidak akan pernah terpenuhi walau digunakan untuk belajar sejak lahir hingga akhir hayat. Perlu digaris bawahi bahwa pada saat manusia membuka mata pada saat itu dia bisa belajar. Jadi belajar tidak terus harus bersinggungan dengan dunia sekolah.Dalam bekerja otak membutuhkan energi yang besar. Otak membutuhkan 20% dari kalori tubuh yang dibutuhkan manusia.

Oksigen yang diperlukan juga 20% dari suplai yang dibutuhkan tubuh. Kesadaran akan pentingnya oksigen untuk kepentingan otak merupakan prefentif untuk tidak semena-mena terhadap kesehatan. Terutama terkati hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan fital untuk otak tersebut. Pemanfaatan kalori tubuh secara seimbang dalam penggunaan otak akan mencegah manusia dari kegemukan (obesitas) yang disebabkan adanya penumpukan lemak dalam tubuh. Jadi orang yang sering menggunakan pikirannya akan tetap langsing.Kualitas otak diukur dengan kecerdasannya. Pada dasarnya kecerdasan otak manusia ditentukan oleh dua hal yaitu banyaknya sel otak, dan banyaknya intensitas koneksi yang terjadi diantara masing-masing sel otak (neuron). Manusia memiliki jumlah sel otak paling banyak jadi semua orang memiliki potensi yang sama, kecuali untuk pria dan wanita sebab besar otak antara keduannya berbeda. Namun pada kenyataannya banyak wanita yang lebih cerdas dari pria. Jadi kecerdasan manusia tergantung pada sering tidaknya dilatih dan digunakan. Faktor keturunan memang memiliki pengaruh namun hal itu hanya dalam prosentase yang sangat minim. Perannya jauh lebih kecil dari upaya pengayaan yang dilakukan.Sebuah neuron memiliki potensi untuk berkoneksi 1-20000 koneksi berbentuk seperti cabang pohon yang dinamakan dendrit. dendrit berfungsi sebagai penyimpan informasi. Neuron berkoneksi satu dengan yang lain dengan cara menembakkan impuls listrik melalui kabel axon. Koneksi antar neuron hanya terjadi ketika otak dilatih. Koneksi akan terjadi ketika otak mempelajari sesuatu dengan menciptakan suatu ARTI. Arti ini hanya didapat ketika otak memahami. Dari suatu penjelasan ada suatu gambaran dalam otak itulah yang disebut arti.Benjamin S, Bloom dalam stability and change in human characteristic membuktikan bahwa 50% kemampuan belajar seseorang ditentukan dalam 4 tahun pertamanya. 30% yang lainnya dikembangkan dalam usia yang kedelapan jadi untuk usia 9 keatas kemampuan yang dikembangkan hanya 10%. Hal-hal lain yang seseorang pelajari sepanjang hidup akan dibangun diatas dasar tersebut. Waktu belajar terbaik adalah pada umur dibawah 9 tahun. Umur hingga delapan tahun disebut sebagai Golden Age. Generasi Blank Pendidikan untuk anak adalah sesuatu yang fital. Kenyataan kondisi anak-anak yang ada dimasyarakat menjadi cermin keadaan masyarakat yang sebenarnya. Seperti apakah keadaan anak-anak di zaman ini. Berikut beberapa indikator untuk penilaian.
1. Apabila anak-anak sudah meninggalkan ketaqwaannya dan kecintaannya kepada Tuhannya,
2. Apabila anak-anak sudah tidak mengetahui Rosul dan Keluarga Rosul,
3. Apabila anak-anak sudah tidak mengerti aqidah, ahlaq dan Syari’ah yang benar,4. Apabila anak-anak sudah tidak mempunyai ilmu keagamaan yang kuat,
5. Apabila anak-anak sudah mencintai budaya barat dan zionis yang hedonis dan meterialis,
6. Apabila anak-anak tidak mampu menggunakan logika berpikir yang benar ketika menghadapi masalah,
7. Apabila anak-anak kita tidak mempunyai kreatifitas dan keterampilan hidup dalam menjalani pendidikan dan kehidupannya,
8. Apabila anak-anak kita sudah mulai mencintai karakter-karakter negatif,
9. Apabila anak-anak sudah tidak lagi menghormati orang tua. Sembilan indikator diatas adalah beberapa hal yang merupakan cirri-ciri dari generasi blank. Dengan kondisi lingkungan masyarakat yang ada, yang mewarnai anak-anak hingga terbentuk generasi blank.

Pada kenyataanya dimasyarakat ciri-ciri diatas sudah lama nampak, sekarang bagaimanakah solusi yang bisa dipakai untuk menjaga generasi penerus bangsa ini? Untuk bisa mengenali kebutuhan anak yang merupakan obyek yang menjadi bidikan kita harus masuk ke dalam lingkungan anak, dimana orang tua dituntut ikut berpartisipasi mengembangkan Lembaga Diniyah (menghidupkan lembaga dengan memasukkan anak-anak ke Lembaga Diniyah).
sumber
buku pintar milik pak jalal..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar