Sabtu, 27 November 2010

FILSAFAT ILMU

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang............................................................................. 1

B. Permasalahan .............................................................................. 2

1. Jelaskan apa yang dimaksud perumusan masalah................. 2

2. Sebutkan Persyaratan Masalah Keilmuan............................. 2

3. Sebutkan kekurangan dari masalah keilmuan........................ 2

4. Langkah apa saja yang dilakukan pengamatan Deskripsi...... 2

5. Jelaskan tentang tinjauan pustaka.......................................... 2

6. Jelaskan persepsi mempengaruhi penapsiran........................ 2

7. Apa yang dimaksud teknologi menolong pengamatan.......... 2

8. Apa yang dimaksud dengan pengukuran.............................. 2

9. Sebutkan macam-macam penjelasan.................................... 2

10. Jelaskan macam-macam ramalan......................................... 2

11. Apa yang dimaksud laporan hasil penalaahan keilmuan...... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Perumusan Masalah.................................................................... 3

B. Persyaratan Masalah Keilmuan.................................................. 3

C. Ciri-Ciri Masalah Keilmuan....................................................... 4

D. Pengamatan dan Deskripsi........................................................... 4

E. Tinjauan Pustaka.......................................................................... 5

F. Persepsi Mempengaruhi Penafsiran............................................. 6

G. Teknologi Menolong Pengamatan............................................... 6

H. Pengukuran................................................................................... 6

I. Penjelasan..................................................................................... 7

J. Macam-Macam Ramalan............................................................. 8

K. Laporan Hasil Penalaahan Keilmuan........................................... 8

BAB III PENUTUP

Kesimpulan........................................................................................ 9

i

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk memperadab dirinya. Perkembangan ilmu merupakan jawaban dari rasa keinginan manusia untuk mengetahui kebenaran. Ilmu meliputi baik pengetahuan maupun cara yang dikembangkan manusia untuk mencapai tujuan tersebut. Sekarang kebenaran mempunyai berbagai konotasi yang lebih panting atau kurang penting tergantung pendapat individual.

Untuk kebanyakan ilmuan, kebenaran baru diketahui jika mereka dapat meramalkan apa yang akan terjadi di bawah persyaratan tertentu. Mereka puas dengan filsapah “biarlah masing-masing mengatur dirinya sendidri”, dan terserah kepada masing-masing untuk menentukan spesifikasi yang eksak dari tujuan akhir yang dikejarnya.

Ilmuan dapat dianggap sebagai suatu sistem yang menghasilkan kebenaran. Dan juga sistem yang lainnya dia mempunyai komponen yang berhubungan satu sama lain. Komponen utama dari sistem ilmu adalah: 1)perumusan masalah, 2)pengamatan dan deskripsi, 3)penjelasan, 4)ramalan dan kontrol.

Metode keilmuan adalah cara yang singkat dalam mendeskripsikan sistem ilmu yang menghasilkan pengetahuan yang dapat dipercaya metode-metode yang spesifik dari tiap-tiap komponen sistem tersebut. Hal yang sangat menolong dalam mempelajari komponen-komponen ini adalah pengertian tentang salah satu dari ciri utama ilmu yakni ilmu memiliki sifat mengoreksi diri sendiri.

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

1



B. Permasalahan

1. Jelaskan apa yang dimaksud perumusan masalah

2. Sebutkan Persyaratan Masalah Keilmuan

3. Sebutkan kekurangan dari masalah keilmuan

4. Langkah apa saja yang dilakukan pengamatan Deskripsi

5. Jelaskan tentang tinjauan pustaka

6. Jelaskan persepsi mempengaruhi penapsiran

7. Apa yang dimaksud teknologi menolong pengamatan

8. Apa yang dimaksud dengan pengukuran

9. Sebutkan macam-macam penjelasan

10. Jelaskan macam-macam ramalan

11. Apa yang dimaksud laporan hasil penalaahan keilmuan

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

2



BAB II

PEMBAHASAN

A. Perumusan Masalah

Akibat rumitnya hakikat manusia dan kehidupan maka tiap masalah keilmuan sudah harus merupakan seleksi dari data yang diberikan oleh penghidupan kepada kita. Sehingga tak seorangpun dalam memecahkan suatu masalah dapat mimilih seluruh fakta.. Para ilmuan dalam merumuskan masalah harus mambatasi diri dengan ruang lingkup yang terbatas apa yang diketahuinya.

Sering dikatakan bahwa hal yang paling penting dalam penelaahan keilmuan adalah merumuskan masalah yang baik. Walaupn kita tidak mengetahui dengan tepat bagaimana memilih masalah yang berguna dalam ilmu. Suatu cara yang dilakukan dalam menentukan dan merumuskan masalah adalah melewati persepsi kita dalam menghadapi kesulitan tertentu.

Masalah yang lebih spesifik kebanyakan ditemukan oleh para ilmuan sendiri. Salah satu syarat utama dalam hubungan antara ilmuan dengan masalah yang sedang dihadapi adalah bahwa dia menaruh perhatian yang besar kepada masalah tersebut. Walaupun begitu dapat kita katakan bahwa karya ilmuan yang terbaik biasanya ditandai dengan api hasrat yang berkobar menyinari ilmuan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

B. Peryaratan Masalah Keilmuan

Ciri yang ideal dari sebuah masalah keilmuan adalah:

· Bahwa masalah itu penting karena pemecahannya berguna,

· Masalah keilmuan adalah penting bila masalah menghubungkan dalam suatu kesatuan pengetahuan yang sebelumnya dianggap berdiri sendiri.

· Masalah adalah penting karena dia mampu mengisi celah yang masih ketinggalan dalam khazanah pengetahuan kita. Setiap maslah yang penting akhirnya akan dikerjakan oleh seseorang

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

3



· Ciri yang lain dari sebuah maasalah dalam ilmu adalah bahwa masalah itu mesti dapat dijawab dengan jelas, atau sebuah masalah tak boleh dirumuskan sedemikian rupa sehingga berapapun jumlah jawaban yang diberikan akan tetap memenuhi syarat.

· Ciri selanjutnya dari masalah keilmuan adalah bahwa setiap jawaban terhadap permasalahan itu mesti dapat diuji oleh orang lain.

C. Ciri-ciri Masalah Keilmuan

Sebuah masalah keilmuan harus dirumuskan sedemikian sehingga pengumpulan data dapat dilakukan secara Objektif. Objektif artinya bahwa data dapat tersedia untuk penelaahan keilmuan tanpa ada hubungannya dengan karakteristik individual dari seorang ilmuan.

Masalah keilmuan harus mengandung unsur pengukuran dan definisi dari variabel yang terdapat dalam masalah tersebut. Jika tidak dicantumkan secara ekpisit keadaan ini merupakan kekurangan dari suatu masalah keilmuan:

· Tanpa adanya ukuran dan definisi maka orang lain tak dapat menguji hasilnya

· Ilmu tidak mengizinkan pengukuran dan definisi yang bersifat pribadi dari seorang ilmuan.

Ukuran dan definisi haruslah objektif sehingga setiap ilmuan yang mempergunakannya dalam hubungannya dengan masalah yang sama akan mendapatkan jawaban yang sama pula. Jika masalah telah dirumuskan dengan baik, hasil hasil perumusan ini disebut hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji tentang hubungan sesuatu yang sedang diselidiki yang mempunyai konsekwensi yang dapat kita jabarkan secara deduktif.

D. Pengamatan dan Deskripsi

4

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

Klasifikasi, pemberian nama dan penataan sifat-sifat tertentu, merupakan bagian penting dari bagaimana caranya para ilmuan melakukan pengamatan dan deskripsi. yang pokok dalam penelitiannya. Klasifikasi rasial seorang ahli ilmu sosial akan berlainan dengan apa yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Manusia kebanyakan berpikir dalam bahasa, semua cabang ilmu pengetahuan mencoba mengembangkan bahasa khusus untuk mengamati dan menguraikan aspek yang lebih luas yang dapat dicakup secara teknis keilmuan. Merupakan ciri dari ilmu yang sedang dalam tahap perintisan di mana diperlukan nama-nama benda baru atau kombinasi dari benda lama.

· Langkah perantara pada hakekatnya berbentuk pemeriksaan, apakah masalah yang kita telaah memang ada dan memungkinkan untuk pengumpulan data.

· Sedangkan langka lain adalah memikirkan metode mana yang akan dipakai dalam pengujian hipotesis dengan memperhatikan waktu, ongkos, tenaga kerja dan efisiensi dari setiap metode yang mungkin diterapkan.

Fakta tak ada artinya tanpa diberi nama. Sebelum melakukan pengamatan dan memberikan uraian harus ditentukan terlebih dahulu apa yang akan kita amati dan bagaimana hubungan antara fakta dengan hipotesis. Ilmu akan memberikan rencana dan struktur kegiatan, namun dasar penelaahan harus dilandaskan secara untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

E. Tinjauan Pustaka

Langkah selanjutnya dalam sistem penelaahan keilmuan adalah meninjau kepustakaan tentang apa yang telah dilakukan orang lain masa lalu. Karakteristik yang penting dari pengetahuan keilmuan ialah bersifat kumulatif dimana tiap pengetahuan disusun di atas pengetahuan sebelumnya. Langkah pertama yang diambil sesudah merumuskan masalah adalah melakukan tinjauan pustaka.

Pada tinjauan pustaka ini masalah yang terpenting adalah bagaimana membuat catatan dan sistem indeks dari segenap imformasi yang kita dapatkan dari membaca.

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

5



F. Persepsi Mempengaruhi Penafsiran

Fakta baru dapat kita mengerti hanya dalam ruang lingkup sistem pengetahuan dan fakta tak dapat berbicara sendiri. Kita tidak dapat membuat persepsi tanpa melakukan suatu penafsisran. Jadi seorang ilmuwan harus memulai kegiatan dalam pengamatannya dengan menyadari hal ini terlebih dahulu baru menetapkan apa yang akan dicari yang bisa disebut keilmuan.

Ditinjau dari hipotesis yang diajukan, seorang ilmuwan harus memutuskan tingkah laku apa atau benda mana yang akan diamati atau dideskripsikan, dicatat untuk mendapatkan imformasi yang diperlukan sehingga dapat memutuskan dalam kondisi apa pengamatan akan dilakukan.

G. Teknologi Menolong Pengamatan

Pada umumnya para ilmuwan mempergunakan alat apa saja untuk menolong dalam menyelidiki hipotesisnya. Alasan lain kita menggunakan alat atau instrumen teknologi ini disebabkan karena panca indra kita terbatas sifatnya, yang tak mungkin untuk mengamati variabel yang jumlahnya banyak yang timbul dalam suatu situasi yang kompleks.

H. Pengukuran

Hampir semua metode keilmuan memerlukan pengukuran. Pengukuran berarti membandingkan suatu objek tertentu dan memberi angka kepada objek tersebut menurut cara-cara tertentu. Ilmuwan sosial biasanya menggunakan dua tipe perbandingan diantaranya :

· Perbandingan Ordinal

· Perbandingan Kardinal

Perbandingan ordinal adalah perbandingan yang meletakkan dalam urutan ditinjau dari segi tertentu, sedangkan perbandingan kardinal menggunakan bilangan penghitung.

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

1

6

1



I. Penjelasan

Penjelasan dalam ilmu pada dasarnya adalah menjawab pertanyaan “Mengapa”. Penjelasan dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

· Deduktif

· Probabilistik

· Genetis

· Fungsional

Penjelasan deduktif adalah sebuah penjelasan yang terdiri dari rangkaian dimana kesimpulan tertentu disimpulkan setelah menetapkan aksioma atau postulat. (contoh Semua manusia adalah fana, Socrates adalah manusia, maka Socrates adalah fana)

Penjelasan Probabilistik (kemungkinan) adalah sebuah penjelasan yang berbentuk pertanyaan dalam ilmu yang tidak dapat dijawab dengan pasti tetapi dengan kata-kata “mungkin” (contoh mengapa presiden kenedy dibunuh? Kita mungkin menjawab Mungkin pembunuh itu gila.)

Penjelasan Genetis adalah Suatu penjelasan menjawab pertanyaan “Mengapa” dengan apa yang terjadi sebelumnya. Penjelasan genetis kadang-kadang disebut penjelasan historis (contoh: mengapa seorang anak mempunyai tipe rambut tertentu? Yakni dengan memakai faktor keturunan yang dihubungkan dengan karakteristikorang tua)

Penjelasan Fungsional adalah suatu penjelasan yang memberikan jawaban terhadap pertanyaan “mengapa” dengan jalan menyelidiki tempat dari objek yang sedang diteliti dalam keseluruhan item dimana objek tersebut berada. (contoh anak menghormati bendera, Penjelasan fungsional akan memberikan jawaban bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak lebih patriotik)

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

7



J. Macam-macam Ramalan

Kebelum puasan para ilmuwan terhadap hipotesisnya yang tidak disyahkan kebenarannya dengan cara memungkinkan adanya ramalan dan kontol.

· Hukum : Hukum dalam ilmu sosial adalah beberapa keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan kepada hakekat manusia

· Proyeksi : adalah ramalan yang mempelajari kejadian terdahulu dan membuat pernyataan tentang hari depan didasarkan kejadian tersebut.

· Institusional : adalah ramalan yang berdasarkan cara suatu institusi beroperasi.

· Masalah : adalah ramalan yang didasarkan pada penentuan masalah apa yang dihadapi oleh manusia dan masyarakatnya.

· Tahap : adalah suatu cara untuk meramalkan sesuatu yang berdasarkan tahap dari suatu perkembangan yang berurutan.

· Utopia : adalah suatu ramalan terakhir dalam ilmu untuk membayangkan apa yang mungkin terjadi perdasarkan pengetahuan yang kita ketahui sekarang.

K. Laporan Hasil Penelaahan Keilmuan

Aspek yang terakhir dalam sistem ilmu untuk setiap hasil karya keilmuan adalah penulisan laporan. Sedangkan hasil penemuannya dapat dilaporkan dalam bermacam cara dan cara yang paling umum adalah lewat jurnal keilmuan, menerbitkan buku, monografh. Monografh adalah suatu laporan yang lebih panjang dari sebuah artikel keilmuan dan lebih pendek dari sebuah buku dan lebih bersifat teknis.

Pembakuan kejujuran dalam ilmu adalah tinggi bahkan lebih tinggi dari bidang pengadilan. Kemudian sifat jelas dapat dipahami adalah perlu agar orang lain mengerti apa yang sedang dilaporkan.

Filsafat TGS 2 File@Mahuri 2010



8



BAB III

P E N U T U P

Kesimpulan

1. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia

2. Ilmu dapat dianggap sebagai suatu sistem yang menghasilkan kebenaran yang mempunyai komponen-komponen yang berhubungan satu sama lainnya.

3. Ilmu adalah merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa

4. Metode Keilmuan adalah cara yang singkat dalam mendeskripsikan sistem ilmu yang menghasilkan pengetahuan yang dapat dipercaya beserta metode-metode yang spesifik dari setiap komponen tersebut.

5. Komponen utama dari sistem ilmu ada 4 macam

· Perumusan masalah

· Pengamatan dan deskripsi

· Penjelasan

· Ramalan dan kontrol

6. Syarat Ilmu

· Objektif = Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakekatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.

· Metodis = adaaran.lah upaya yang dilakukan untuk meminimalisasikan kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari keben

· Sistimatis = Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berati secara utuh , menyeluruh,terpadu dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya

· Universal = kebenaran yang hendak dicapai dan bersifat umum

7. Persepsi adalah proses saat individu mengatur dan menginterprestasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti

8.

9

Inovasi Pendidikan: File@Mahuri 2010

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

Pengumpulan data dari sebuah masalah keilmuan harus dilakukan secara objektif, artinya bahwa data dapat tersedia untuk penelaahan keilmuan tanpa ada hubungannya dengan karakteristik individual dari seorang ilmuwan.

9. Klarifikasi, pemberian nama dan penataan sifat-sifat tertentu, merupakan bagian yang penting dari bagai mana cara para ilmuwan melakukan pengamatan dan deskripsi.

10. Tinjauan pustaka adalah merupakan salah satu langkah dalam sistem penelaahan keilmuan, yang menggambarkan apa yang dilakukan para ilmuan yang lain dan hal ini akan mencegah duplikasi yang tidak perlu

11. Kita tidak bisa membuat persepsi tanpa melakukan penafsiran terlebih dahulu, kemudian baru menetapkan apa yang akan dicari untuk bisa disebut keilmuan.

Inovasi Pendidikan: File@Mahuri 2010

Filsafat TGS 2: File@Mahuri 2010

1

10



STRUKTUR ILMU

MAKALAH

MAHURI

Diajukan Sebagai Tugas Individu mata kuliah Filsafat

Program Pascasarjana (S2)

Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Bengkulu

PROGRAM PASCASARJANA (S2)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

FKIP UNIVERSITAS BENGKULU

2010

DAFTAR PUSTAKA

Peter R. Senn, Struktur Ilmu, dikutip dari buku Social Science and its Methods (Holbrook, 1971), hal, 9-35

Id.wikipedia.org/wiki/ilmu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar