Rabu, 01 Oktober 2008

falasafah islam

Disini kami ingin memaparkan sebuah pengenalan tentang ilmu keislaman. Ilmu keislaman dapat kita bagi dalam dua kelompok, pertama bagian yang membahas arti dari falsafah islam serta perbandingan falsafah dalam kebudayaan islam dan kebudayaan barat. Selain itu juga akan dibahas perbedaan antara ilmu dengan falsafah dalam hubungannya dengan hal-hal metafisik dan bahwa ilmu dan falsafah adalah dua disiplin ilmu yang berbeda.

Pada bagian kedua akan dibahas tentang sejarah falsafah secara umum dalam cakupan kebudayaan islam.

Pada bagian ketiga akan diketengahkan tentang Perbedaan antara cara berpikir dalam ilmu irfan dan ilmu kalam sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam memahami keduanya. Secara bahasa filsafat berarti sebuah ilmu yang mengkaji hakikat sesuatu (1, kamus bahasa farsi dengan farsi ). Jadi kecenderungan ilmu ini adalah pada proses penggalian makna yang tersimpan, bukan hanya berkecimpung pada sisi lafazd semata.
Pemikiran Filsafat berkembang seiring perkembangan yang ada pada perkembangan peradaban sejarah manusia. Dikatakan bahwa pada hakikatnya sejarah telah ada dan dimulai semenjak manusia menginjakkan kakinya dimuka bumi. Dimuka bumi manusia menemui berbagai keadaan tertentu.

Keadaan yang ada itu menuntut setiap manusia untuk memiliki tatanan pemikiran tertentu sehingga bisa melanjutkan proses kehidupannya atau mempertahankan keberadaan diantara makhluk yang lain. Penemuan yang dilakukan para arkeolog merupakan salah satu sarana menapaki jajar sejarah, dari penemuan itu dapat digambarkan bagaimana tingkat peradaban pemikiran pada suatu masyarakat dalam berbagai kurun perkembangannya. Sejarah menjadi lebih jelas sejak ditemukan peninggalan sejarah berupa bahasa yang diwujudkan dalam bentuk tulisan. Karena alasan ini ada sebuah pembagian sejarah tersendiri, pertama disebut sebagai masa prasejarah yaitu masa sebelum diketemukannya tulisan dan masa sejarah yaitu sejak ditemukannya peninggalan berupa tulisan.

Pada dasarnya dimanapun adanya, filsafat pemikiran senantiasa menorehkan dampak pada cara berpikir dan intelektualitas masyarakat. Sehingga walau dalam prosentase terbatas dengan ilmu filsafat orang bisa berperan dalam membangun intelektualitas masyarakat.

Pemikiran filsafat yang murni adalah pemikiran yang merujuk secara langsung pada para pemikir dan filusuf yang berasal dari Yunani. Namun tidak bisa dipungkiri, Pembahasan serta diskusi yang dilakukan oleh para filusuf dari yunani tersebut sedikit banyak terpengaruh oleh corak pemikiran oriental. Sebagaimana kita tahu bahwa agama-agama itu telah muncul jauh-jauh hari sebelum pemikiran para filusuf itu ada.

Dalam dataran asejarah kita akan tersandung dengan rangkaian ahli ilmu yang nyata-nyata memiliki ilmu logika dan retorika namun mereka terjebak dalam kejumudan pemikiran yang dikenal dengan falasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar