Jumat, 18 April 2008

Derita Batin

Derita batin mendera rasa.

Gejolak nan tajam, mencerai berai benteng diri.

Derita dan derita anak adam

Memungkasi harapan

Menjahit langgam kehidupan

Hati pun takut tertipu.

Terkurung kejumudan pekat

Terbantai ditangan utusan, tersipu tertelungkap diujung dosa diri

Aduhai sembah

Menyembahlah diri berikut kesempurnaan batin

Mewarna diri dalam gelora hausnya

Panas dingin aroma hidup yang menyumbul haruskah dibiarkan mengurung

Menggantung leher akhirat....

Menjinjing laksmana kehakikian hidup

Dan hidup berartilah hidup

Manisi semua langkah

Usahkan keinginan semu

Timbunkan langkah tuju mewujud bersatu

Dan getar, gelora, gemuruh hidup semua indah. Terserah dibenak bagaimana dirasa.

Biarkan rasa dalam kemerdekaannya

Menapak dan terus menapak mengerlingkan mata-mata ruh

Menjadi, mewujud, meraihi ketentraman batin

Dalam petak kenabian

Dirumah keimamahan

Bertobat bertobat ku

Berharga

dan terharga

Semoga.....

Qom 14-4-08

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar