Kamis, 03 April 2008

Penghantar Perenungan


Tulisan ini adalah sebuah lukisan pemahaman diri dari sebuah do'a yang di ajar kan oleh Nabi Khidzir

"Ya Allah Ampunilah dosa diri yang merusak karunia"

Karunia yang rusak adalah karunia yang tidak menghantarkan orang pada titian kemuliaan haqiqi. Pada dasarnya kita tidak bisa menyempitkan ma'na karunia hanya dalam batasan materi sebatas harta benda semata. Semua hal baik perasaan, penalaran, keberanian, keadilan, lapang dada, kemarahan, hawa nafsu maupun potensi yang lain merupakan karunia yang besar dan merupakan potensi menakjubkan. Karunia-karunia tersebut merupakan modal besar ketika diletakkan dibawah komando aqal. Manusia akan tersampai pada puncak kemanusiaan manusia. Keberadaan serta peranan aqal menjadikan semua potensi menjadi anggun, lentik dan lincah dalam lenggangnya. Kebijakan akal menjadikan tercegahnya manusia pada keberlebihan, pemborosan atau sebaliknya terbangun sebagai manusia penakut, sembrono dan berbagai sifat buruk yang lain. Penggunaan akal secara maksimal yaitu dengan mengikuti koridor yang ditentukannya akan menjadi proses pencetakan manusia suci, manusia yang terjaga serta terhindar dari pengumbaran hawa nafsu atau manusia yang kidal dalam ketidakadaannya semangat.

"Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang menahan do'a"


Dosa juga bisa mengakibatkan doa dari pelaku tidak ditrima. Rasulullah saaw menyampaikan bahwa: Peminum khomer seperti penyembah berhala. Beliau juga menjelaskan bahwa peminum khomer tidak akan diterima selama 40 hari. Antisipasi yang perlu kita lakukan adalah berusaha memaksimalkan diri dalam penjagaan diri dari dosa dengan mengharapkan uluran tangan dari Dia Sang Maha Kasih. Sehingga kita akan terlindungi dari dosa dan kesalahan yang menyebabkan bertambahnya rentang jarak dengan Lembah kasih ampunanNya. Disisi lain perasaan kita juga digugah untuk menyadari keberadaan kita. Keluarga yang menjadi penghangat kalbu (hati) kita, pengajar yang penuh jerih membimbing batiniah kita semua itu adalah karunia yang memupuk kita sehingga kita bersemangat memacu pembenahan batin ruhani kita. Semua itu adalah karunia Allah demi penjagaan batin kita.

"Ya Allah ampunilah semua dosa yang telah aku lakukan"


Untuk berbuat baik dan beribadah kepada Allah niat hanya untuk Dia harus ada. Tanpa niat serta beberapa persyaratan yang lain ibadah kita tidak sah. Sedang untuk melakukan dosa kita idak memerlukan itu semua, hanya satu saja yaitu dilakukan dengan sengaja. Betapa mudah berlaku dosa dan begitu sulit beribadah kepadaNya. Setan membuai kita dan akhirnya salah dan dosa ternilai sebelah mata. Ketidak hati-hatian kita membawa kita pada kesalahan menuju kedurhakaan. Ampunan Dia satu-satunya pengharapan. Semoga kita diberi maaf dan ampunNya.

Bersambung......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar