Kamis, 03 April 2008

Modernitas Kemanusiaan

Manusia, manusia, manusia...........


Modernitas telah begitu banyak mereduksi nilai-nilai luhur kemanusiaan. Hasil reduksitasi ini telah mencapai kondisi sangat memprihatinkan. Manusia dengan semua unsur batin berikut segi fisik penyusunnya menjadi korban tata pengkuantitasan ini. Akhirnya orang yang mengambil madzhab ini terdidik untuk menjustifikasi manusia sekedar sebutir debu diantara debu-debu yang berterbangan di penjuru semesta.

Permasalahan kian tampak jelas ketika melihat langsung kondisi masyarakat. Betapa sebagian dari media-media masa memainkan peran yang sangat besar dalam penyebarannya. Virus reduksi nilai kemanusiaan dengan cepat menyebar ditengah masyarakat. Kita melihat dilema pemilihan jenis kelamin dengan kedok hak asasi manusia digeber habis-habisan, hal ini menjadikan pandangan yang salah ditengah-tengah masyarakat awam. Pembodohan masyarakat yang lain pun tidak kalah sedikit. Penayangan berulang menjadikan terpaku dengan kuatnya suatu konsep. Para pengelola mengatakan kami hanya menayangkan apa yag disukai masyarakat apa salah ketika hal semacam ini dinilai sebagai alasan pembenaran semata. Masyarakat bukan sekedar konsumen, kebanyakan mereka tidak menyadari semua dampak buruk dari apa yang mereka konsumsi itu. Sudah semestinya para pengelola memperhatikan produk yang akan disebarkan dikalangan masyarakat. Kurangnya perhatian yang menyebabkan kesalahan cara pandang akan berlipat tuntutanya kelak, terlebih negara kita adalah negara dengan basis ketuhanan.

Salah satu dampak dari virus ini adalah dinilaikannya manusia sekedar segi materinya semata. Penggunaan aqal menjadi salah satu jawaban sebagai pemfilter cara pandang yang tidak benar semacam ini. Manusia semestinya merdeka dan harus lepas dari kosmik-kosmik yang memenjarakan tata peran aqal. Kemerdekaan inilah penghantar pada cahaya hidup hakiki.

Reduksi kemanusiaan perlu diberi perhatian lebih. Pemberdayaan aqal dimasyarakat begitu lazim karenanya. Masyarakat umum disemua lininya maupun masyarakat kampus serta orang-orang yang berkecimpung didunia akademisi. Pemberdayaan aqal akan menjadi timbangan kemajuan masyarakat. Kesenjangan sosial maupun ketimpangan yang lain sedikit demi sedikit akan terkikis. Keseimbangan akan terbentuk dan tertanam kuat disela sosialkemasyarakatan. Kecerdasan yang dibarengi pefungsian Aqal manusia adalah benteng kuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar