Minggu, 13 April 2008

KANDIDAT PEMIMPIN IMPIAN

Dalam alur kehidupan, kita senantiasa tertuntut untuk menentukkan pilihan. Karena kita ada dan eksis didunia ini tidak lain adalah mengikuti ikhtiar yang kita lakukan sebelum sampainya kita di dunia ini. Sebuah sambutan persetujuan kita atas pilihan yang diberikan-Nya.

Penting untuk kita cermati bersama bahwa mengikuti ikhtiar tersebut terdapat konsekuensi yang tak terpisahkan. Konsekuensi untuk mengikuti kehendak. Kehendak Dia dalam memberi kesempatan bagi kita untuk mencapai tingkat kesempurnaan manusia, dimana mengiringi kehendak tersebut kita juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Pilihan untuk menjadi seorang pemimpin ini tidak bisa dianggap sederhana sebagaimana kebanyakan orang mengira dikarenakan ketidakperhatian mereka terhadap masalah ini. Walau kita pada tataran ini hanya memimpin diri kita sendiri namun tetap terdapat hal-hal lain mengikuti pilihan yang kita lakukan karena mau atau tidak kita hidup maka harus memilih dari sekian pilihan yang ada. Dalam kepemimpinan individual kita, tidak jarang kitapun diharuskan memilih dan mengkuti seorang pemimpin. Seorang pemilih akan dituntut terkait pilihan yang diambil. Dari sini bukankah menjadi jelas kelaziman mengetahui siapa-siapa yang akan kita pilih.

Kesalahan dalam memilih akibatnya berkelanjutan kebelakang. Mencoblos sebuah partai misalnya. Pada saat dengan partisipasi suara persetujuan kita partai itu menang namun diakhir hanya mementingkan partai atau individualitas anggota tertentu semata, maka kita akan mendapat konsekuensi buruk atas pilihan kita tersebut.
Jadi pengenalan pemilihan seorang pemimpin yang akan dipilih adalah penting dilakukan diawal sebelum pemilihan kita lakukan.

Pemilihan seorang pemimpin bertujuan untuk mendapat pengayom. Seorang yang mampu menghantar pada kebahagiaan. Karenanya pemimpin haruslah ditentukan kriterianya secara jelas. Terlebih untuk pemimpin sebuah masyarakat yang heterogen haruslah mengerti dan memahami masyarakat yang dipimpinnya dengan baik. Sebab ketika pemimpin tidak mengenal masyarakat dengan baik maka masyarakat tidak akan terpimpin dengan semestinya dan karena itu ketidak seimbangan masyarakat akan mudah terbentuk. hal itulah yang bisa menjadi penyebab ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Wadah Pencetak Pemimpin.

Lembaga-lembaga pendidikan adalah wadah pencetak pdmgmpgm wamg efektif.Keberadaan wadah pencetak pemimpin adalah lazim. Ketika dalam sebuah masyarakat wadah pembentuk pemimpin tidak dipedulikan akan berdampak pada ketimpangan cara pandang masyarakat tentang masalah kepemimpinan ini.jelas bahwa pemilihan masyarakat terhadap pemimpin menjadi tidak objektif. Karena alasan inilah wadah pembentuk pemimpin harus diperhatikan dengan baik sehingga masyarakat secara benar masalah kepemimpinan ini.
Tidak seharusnya wadah ini dipandang sebagai pabrik penghasil pekerja semata apalagi sengaja ditujukan untuk hal itu. Apapun bentuk wadah tersebut semua semestinya digunakan sebagai sarana pencetak para pemimpin yang cerdas, jadi bukan hanya sebagai seorang pesuruh.

Kriteria Wadah Pembentuk Pemimpin.

Wadah ini merupakan sebuah sarana. Sarana yang tidak sesuai dengan tujuan akan berdampak buruk pada kinerja maupun hasil yang akan di dapat.Kita bisa reefew ulang dengan wadah yang sudah eksis dan melahirkan orang yang berkecimpung didunia kepemimpinan dinegara kita. Apakah wadah tersebut sehat. Apakah di tempat tersebut sudah bersih dari berbagai penyakit yang biasa diderita para pemimpin masyarakat?apakah penyakit yang sudah begitu gencar dan mulai dikenal oleh kebanyakan masyarakat semenjak tahun 1997, tepatnya ketika krisis ekonomi mulai mewajahi permukaan nusantara. Korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Sebuah konsepsi yang sayangnya sampai kini masih bertengger kuat di nusantara tercinta dengan lipstik rekayasa sehingga tidak begitu mencolok itu tdpdapat dalam wadah tersebut? Berikut kami ketengahkan kriteria yang harus dipenuhi.
kriteria wadah pendekor para calon pemimpin :

1. Bersih dari berbagai penyakit kepemimpinan. Pada saat wadah ini bersih maka kelanjutannya akan lebih mudah. Generasi yang berada dan membentuk diri disini akan menjadi manusia unggul dan bersih. Sistem yang tidak benar harus dijauhkan dari wadah ini. Dengan sistem yang benar, tujuan yang benar, dan pencegahan semenjak dini. Wadah ini akan berfungsi sebagai pendekor pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh.

2. Mempunyai prosedur yang jelas dan bertujuan membentuk para pemimpin yang akan menjadi pengayom masyarakat. Pemimpin yang menjadi pilar kepedulian bagi kemajuan bangsa serta membentuk sebuah bangsa yang mandiri dengan semua kelengkapannya.

3. Pengorganisasian dalam wadah ini harus jelas. Jadi semenjak awal harus dijaga kejelasan
tujuan. Jadi bukan hanya pada proses pembelajaran semata. Namun Hal ini juga terkait dengan para pembawa materi pembelajaran sistem pengajaran serta pengkondisian para pelajar yang akan dicetak sebagai para pemimpin tersebut. Tujuan akhir dari wadah ini harus jelas. Dan semua kegiatan dalam wadah ini ditujukan dalam satu titik tujuan. Ketidakjelasan sistem seperti yang kita lihat dalam bentuk sering bergantinya sitem dalam wadah ini. Satu sistem belum seperempat prosen dijalankan sudah diganti dengan yang lain. Semua ini tidak lain hanya akan menirhasilkan upaya yang dilakukan.

4. Target ujung bidik wadah ini adalah para pemuda bangsa. Para generasi penerus inilah yang semestinya dimenjemen dengan baik untuk menjadi para pemimpin bangsa (disini bukan hanya sebagai presiden dan semacamnya. Tapi pada saat menjadi seorang tulang becak pun mereka adalah pemimpin. Bukankah tulang becak yang cerdas lebih baik dari yang hanya ikut-ikutan saja.

Sistem yang dipakai tidak hanya ditujukan untuk memunculkan satu dua pemimpin tapi mereka semua dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu dan berkelayakan untuk menjadi pengemban amanat kepemimpinaan bangsa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar