Rabu, 01 April 2009

"Sanduqe Sadaqe"

"Sanduqe Sadaqe" adalah sebuah kata dari bahasa persia yang berarti kotak sedekah. Mungkin ini terlihat biasa saja namun ketika kita berjalan di kota-kota maupun di pelosok di Iran akan kita dapati kotak ajaib berwarna hijau dan bergambarkan tangan yang sedang mensodaqahkan sesuatu ini bertebaran kokoh dan anggun menghias di mana-mana.

Peranan dari sanduqe sadaqe yang mungkin terlihat sepele ini tampak begitu nyata ditengah-tengah masyarakat. Dengan uluran tangan melalui kotak ajaib ini banyak anak yatim, peminta-minta, gelandangan, janda-janda tua tanpa keluarga, orang cacat, pesakit yang tidak memiliki cukup dana dan semacamnya terangkat dan terjaga harga dirinya dengan tidak menjadi peminta-minta. Mereka mendapat jatah rutin setiap bulan dari aliran dana yang terkumpul di Sanduqe Sadaqeh.

Pengelolaan sanduqe sadaqeh ditangani langsung oleh petugas pemerintah. Sebuah komite khusus menangani masalah ini, komite ini dalam bahasa persia disebut sebagai komite imdod yang secara leterlek bermakna "komite mediator bantuan". Komite imdod juga menerima bantuan berbentuk barang, makanan dan lain-lain. Komite ini juga berusaha membantu para pengangguran untuk mendapatkan pekerjaan. Komite imdod menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mengetahui pihak penerima donor apakah benar-benar layak atau tidak.

Seminggu sekali petugas mengumpulkan dana yang terkumpul di tiap-tiap sanduqe sadaqeh dan pusat pengumpulan dana bantuan untuk disalurkan pada yang berhak. Semua proses dijalankan dibawah pusat pengelolaan yang bermarkas di Ibu kota Iran, Teheran.

Kotak ajaib ini diletakkan di tempat-tempat yang ramai dilewati atau didatangi masyarakat baik di taman kota, pojok kota dan desa serta di tempat strategis yang lain. Di pinggir-pinggir jalan juga banyak kita dapati kotak ajaib yang terus setia menjadi penerus amanah para suka relawan yang tergerak hatinya untuk membantu ini.

Keberadaan kotak ajaib yang begitu strategis guna mempermudah para pendonor untuk menyalurkan dana. Jadi setiap saat ketika mereka ingin menyumbang, mereka bisa langsung merealisasikannya. Di sini pemerintah Iran berusaha menjadi jembatan bijak antara para orang-orang lemah dengan para pendonor yang sama-sama sebagai anggota masyarakat yang majemuk. Sistem tersebut mengajarkan kepada masyarakat untuk hidup mandiri tanpa harus bergantung pada dana bantuan dari negara lain.

Wawancara dilakukan pada hari minggu 29 maret 09 dengan bapak Ibrahim Nezod seorang petugas di Universitas Jamiatul Musthofa Al Alamiah Qom Iran waktu setempat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar