Rabu, 29 April 2009

Untuk dia...disana

Mengingat ulang jerih sang kekasih
dalam peluh kesetiaan terus tegar walau harus tertatih

Jelaga dunia oh derita aslinya
tertepis begitu rupa karena niatan suci

Sang kekasih merambah jalan kinasih sejati mengkoyak rintang dan terus
meniti arti

Sungguh bangga menyandingnya
merasai keakraban dalam bujur prisma rabani

Mari kecintaan, bersama mengerat tangan.
Menjalin temali guna raih kemulyaan.
Adamu mengingatkan
Adaku adalah peringatan
istriku aku mencintaimu. .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar